Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.10. Kedatangan pak Tirta


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi,Windy buru - buru membereskan buku - bukunya.


Terlihat segerombolan anak - anak


pom - pom girls kemarin mendatangi Windy.


"Win ... kita kumpul yuk! , kita kan kemarin dapat piala untuk tem


pom - pom kita nih, happy - happy yuk! ,sambil bahas soal kemarin .


"Aduh aku ga bisa guys ... 'Sumpah' sambil mengangkat tangannya,next time aja ya,"ujar Windy .


Windy tersenyum,"sorry guys,"


"Huh! ... anak - anak pom - pom itupun berlalu dengan wajah sedih. Windy bergegas naik sepedanya pulang.


Windy dengan gaya santai seperti biasa pakai headset sambil dengarkan. musik ,sebenarnya bahaya kalau pakai head set seperti itu kan? Membuat tidak sadar kalau ada mobil yang mengikutinya lagi.


Sesampainya di rumah Windy masih belum sadar juga kalau Pak Tirta turun dari mobil dan berjalan di belakangnya.


Windy kaget sewaktu mau menaruh sepeda sudah ada orang di belakangnya.


"Eh ... aduh bapak ,bikin saya kaget saja!


"Pak bagaimana tangannya?sambil


dipegang dan dibolak - balik ,sudah sembuh? ,"tanya Windy.


"Sudah nak? ...," jawab Pak Tirta.


"Oo ... terus bapak ada perlu apa datang ke mari? dengan suara lembut.


Saya mau bertemu kakakmu Linda,"ujar pak Tirta.


"Oh Linda? ... bilang donk dari tadi.


Lewat sini pak ,di lantai atas,"ujar Windy.


Pak Tirta mengikuti arah Windy berjalan.


Windy masuk ke dalam ,sambil memberi salam ayah.


Ada tamu di depan ,bapak - bapak yang Windy cerita kemarin !


Ayah penasaran langsung ke luar ruangan.


"Selamat sore pak,mau ketemu siapa ya pak?,"tanya ayah.


"Maaf , ... perkenalkan dulu nama saya pak Tirta ,saya dulu pernah bekerja sama dengan almarhumah Wulandari .


Sejenak ayah kaget dan terdiam.


"Apa boleh saya bertemu dengan Linda ?


"Apa Linda ada di rumah ?


"Oh ada ... sebentar ! saya panggilkan .


"Lin! ... Linda! ... suara ayah memanggil Linda .


"Kak ... itu ada tamu di depan ... cepat sambil menarik tangan Linda,"ujar Windy.


"Siapa sih ?," tanya Linda.


"Ayo kak !! ... "balas Windy.


Langsung ayah mempersilahkan tamunya untuk masuk dan duduk .


"Win ! ... Win! bikin air minum ,"ujar ayah.


"Iya ayah,"jawab Windy.


Saya dengar Linda kerja di kafe ya pak? ,"tanya pak Tirta.


"Oh ya Linda terpaksa pak,soalnya keadaan kami ini,saya masih belum fit pak, masih belum bisa bekerja.

__ADS_1


Pada saat itu juga Windy masuk membawakan air minum dan kue - kue kecil .


"Ini loh kak ,ayah, orang yang menolong ade dari preman - preman itu,"ungkap Windy.


"Oh, ... terima kasih ya pak ,untung ada bapak anak saya selamat.


"Iya saya juga terima kasih sudah mau menolong ade saya,"ucap Linda.


"Ah tidak apa - apa ... itu biasa sesama manusia harus tolong menolong.


"Oh ya Lin? ... kamu mau tidak masuk ke PH(production house) celeb star saya,"ujar pak Tirta.


"Maaf pak begini ,saya jelaskan dulu ya pak ,"ungkap Linda.


Sebelum bapak menawarkan ,saya sudah menerima pekerjaan dari teman saya di kafe Kencana Indah.


Apa mungkin di perbolehkan membagi waktu ,misalkan di tempat teman saya dua hari ,selebihnya di tempat bapak ,"ungkap Linda.


"Oh ... boleh Lin ,nanti kamu di bantu sama bu Sinta ,kamu atur aja kasih tahu bu Sinta jadwalnya ,"balas pak Tirta.


"Oh ok, kalau begitu pak ,ujar Linda.


"Berarti tidak ada masalah kan?kalau hanya cara mengatur waktu saja,"bahas pak Tirta.


"Saya bersedia masuk ke PH Celeb Star,pak kalau kondisinya begitu,soalnya saya tidak enak sama kang Deny yang sudah bantu saya,"ungkap Linda.


"Oh nanti juga kita bisa ajak kang Deny sekali - sekali ikut acara kita,"ujar pak Tirta.


"Oo ... bisa begitu pak? pasti kang Deny senang dengarnya pak,"ujar Linda.


Pak Tirta tersenyum ,terlihat happy dan merasa lega ,menatap anaknya itu mau menerima uluran tangannya.


Ayah mempersilahkan pak Tirta untuk minum dan mencicipi kue kering apa adanya.


Merekapun asyik bercerita ,sampai akhirnya pak Tirta pamit pulang,dan Linda menyetujui kerja sama itu.


Linda terlihat senang .


Linda ingin merayakan keberhasilan ini,Linda mengajak Windy untuk beli makanan untuk makan malam ayah dan Windy, mereka pergi sebentar ke sebuah restoran makanan cepat saji .


Jam 18.30 Linda sudah di kafe Kencana Indah,seperti biasa Linda pergi ke rest room untuk memperbaiki riasannya.


Linda terlihat cantik sekali malam ini menggunakan sepatu high hells warna hitam dan warna atasan ungu muda juga rok warna hitam berimpel .


Terlihat anting sederhana juga terselip di telinganya,riasannya juga tidak terlalu berlebihan,cukup elegan.


Jam - jam pertama datang dua pasangan setengah umur ,mereka memesan makanan dan minuman,ibu setengah umur itu masih terlihat cantik ,Linda lihat mereka pasangan yang pas serasi, dan cocok.


Bapak itu sepertinya ingin menyanyi ,Linda memperbolehkan orang itu naik panggung.


Ternyata bapak itu suka nyanyi ,beliau sudah mempersiapkan lagu - lagunya di kertas yang diselipkan di kantong bajunya.


Beliau menyanyikan 2 buah lagu lawas, lagu itu Linda kurang tahu ,dan suara beliau juga bagus.


Setelah mempersilahkan bapak itu nyanyi ,Linda kembali ke panggung menyanyi .


Sekitar jam 22.00 tiba - tiba masuk 3 orang dengan berpakaian lusuh ,bercelana pendek ,tidak seperti kedua pasangan berumur yang berpakaian rapi .


Mereka ternyata menyelipkan minuman beralkohol di tas selempang mereka,sebenarnya tidak boleh membawa minuman dari luar karena melanggar aturan kafe .


Kafe hanya menyediakan makanan dan minuman soft drink saja.


Mereka mulai berteriak - teriak rusuh ,ternyata mereka juga mau nyanyi .


Linda takut disangka pilih kasih kepada tamu ,akhirnya mereka juga diberi kesempatan untuk naik panggung.


Pak iklas ,itu namanya dengan rokok yang terselip di jarinya ,pak Iklas mulai membawakan lagu lawas lagi yang Linda kurang paham .


Banyak juga pekerjaan rumah Linda untuk lagu - lagu ,ya itu tantangan untuk Linda supaya lebih giat mempelajari


lagu - lagu.


Linda sedikit kesal dengan pak Iklas ini karena naik ke panggung sambil membawa botol kaleng bir ,entah dari mana itu kaleng bir itu.


Pelayan kafe tidak berani menegur mereka karena pak Iklas ini sering datang ,jadi pelanggan setia ,tetapi mereka ini suka rusuh menurut informasi pelayan di situ.

__ADS_1


Pasangan romantis ibu dan bapak yang sudah umur itu cukup terganggu dengan kehadiran pak Iklas.


Linda diajaknya duduk dengan kedua orang tua ini ,mengajak ngobrol Linda ,beliau memperkenalkan diri bernama ibu Anna mereka happy dengan Linda ada di kafe ini.


Tiba - tiba bapak tua itu bilang ,Lin! ... kalau orang itu bikin rusuh terus di tempat ini.


Aku taruh ini ... ucap ,"bapak tua itu.


" Bruk ...


"Linda tersentak ,hah!!


Ternyata bapak dan ibu itu dari kepolisian ,Senjata ditaruh di meja.


Jantung Linda berdetak kencang.


"Aduh takut banget ," ucap Linda dalam hati .


Melihat pak Iklas yang semakin bikin ulah di atas panggung semakin kencang detak jantung Linda.


Pusing Linda,hari pertama Artha bikin masalah ,ini hari ke dua ini pak Iklas.


"Aduh bagaimana kalau bir itu tumpah mengenai mik atau sound system bisa konsleting ini,"ujar Linda tanpa sadar ucapannya terdengar oleh pak polisi itu.


Tenang Lin ,kita hanya ingin


menakut - nakuti mereka aja .


Tiba - tiba pak Iklas minta Linda menemani dia bernyanyi.


Linda coba menghampiri beliau di atas panggung,bau minuman keras tercium menyengat ,rasanya Linda ingin segera selesai malam ini,Linda liat kang Deny hanya konsentrasi bermain saja,tanpa tahu apa yang sedang terjadi.


Linda melihat jam dinding kafe masih setengah jam lagi kafe tutup.


"Satu lagu selesai pak Iklas bawakan,sebenarnya suaranya tidak terlalu jelek ,bagus! ,tapi etitutenya kurang baik dan susah menghargai orang ,"ungkap Linda dalam hati.


Lagu ke dua selesai ,langsung pak Iklas mengambil dompetnya dan memberikan tipsnya ... terlihat uang lembaran 50 ribu di taruh di stan book.


Sepertinya pak Iklas melihat itu pistol di meja,pak Iklas turun panggung


terburu - buru menyebabkan birnya tumpah berceceran ,dan memerintahkan anak buahnya untuk segera keluar dari kafe itu.


Pak polisi sudah bersiap - siap untuk bangun,tapi ibu separuh baya itu menahan.


Ibu Anna cukup sabar bisa meredam suasana.


"Kita lihat dulu !,"ucap ibu Anna berusaha menenangkan si bapak.


Linda bersyukur waktu cepat berlalu dan sudah saatnya mereka tutup .


Pak polisi juga ibu Anna pamit pulang.


Linda dengan sopan mengucapkan terima kasih sudah sempat mampir .


"Jangan bosan - bosan mampir sini lagi pak,ibu," ujar Linda.


"Oh ... ya pasti ,terutama bapak tu ... suka nyanyi ,"ungkap bu Anna.


Waktu cepat berlalu ,kang Deny masih sibuk mematikan alat - alat sound system.


"Kang Deny !! Ih kang Deny kok diam aja sih , ... tahu 'ga tadi ada yang taruh pistol di meja.


"Enggak ... ,"jawab kang Deny,masih dengan kebingungan.


"Aduh ... Linda sampai pukul pundak kang Deny,ini bagaimana sih?


"Sudah mau ada gencatan senjata malah enggak paham ,"ungkap Linda.


"Kang Deny! ... kang Deny ! ... Linda geleng - geleng kepala.


"Hah! ... gencatan senjata,dengan kaget.


"Wah sorry Lin ,tadi aku konsentrasi main saja ," ujar kang Deny.


Akhirnya selesai juga kerja malam ini ,malam dengan penuh ketegangan.

__ADS_1


🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️


__ADS_2