Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.23 Pertemuan Rendy dan Linda


__ADS_3

Rendy dan Iwan sudah ada di pesawat menuju jakarta.


Tak terasa sudah seminggu Rendy


diJawa .


Rendy tak sabar untuk cepat pulang.


"Ach sudah lumayan nih bahan untuk skripsiku.


Kalau kau bagaimana wan?,"tanya Rendy. Ya banyak juga tapi aku kurang puas ,kayanya mungkin aku harus cari tempat lagi selain jawa timur .


"Yah sudah kasih kabar aja,siapa tahu aku mau ikut lagi ,jadi kita bisa bareng lagi,"ujar Rendy.


"Aku mau telephone mama dulu nih kasih kabar kalau aku sudah perjalanan pulang.


"Mah ... aku pulang malam ,jangan di kunci pintunya ya,"ujar Rendy .


Oh hati - hati di jalan ya nak ,"balas mama .


"Ok mah love you ,"ucap Rendy.


"love you too ," balas mama.


Saat itu Iwan sedang ke toilet.


Kesempatan Rendy memeriksa cincin Zamrud yang Rendy taruh di saku celananya.


"Ach ...  ini dia cincin yang aku temukan sambil ... tersenyum sendiri.


Aku benar - benar beruntung nih


Wah ... mantap ... dapat cincin  dengan hati - hati menyimpan di tas selempangnya .


Penerbangan 2 jam lagi ,Rendy harus check in dulu.


Selama penerbangan .


Cuaca kurang baik ,hujan deras .


Rendy  berusaha untuk tenang ,pramugari memberitahukan semua penumpang tetap di tempat dan kembali menggunakan safety belt.


Tiba - tiba terdengar hentakan kencang sehingga semua penumpang berteriak .


Rendy juga berteriak ,"Ya Alloh mau pulang aja susah,"ujar Rendy .


Iwan tertawa mendengar ocehan Rendy.


"Eh Ren , ... orang pada doa bukan,bilang begitu.


"Rendy jadi ketawa mendengar ,"ucapan Iwan.


Rendy coba berdoa semoga sampai di jakarta dengan selamat.


Rendy memang kurang tidur juga di base camp .


Rendy coba untuk memejamkan matanya ,supaya tidak berpikir yang aneh - aneh atas kejadian tadi sepertinya pesawat menabrak awan.


Rendy bersyukur pesawat mendarat dengan selamat,walau mengalami cuaca buruk.


Sesampainya di bandara ,ternyata Rendy dijemput.


Rendy happy juga dijemput karena sudah cukup lelah untuk mencari taxi lagi.


Sesampai di rumah Rendy coba mengeluarkan cincin zamrud itu.


Dan meletakkannya dengan hati - hati di dalam lemari.

__ADS_1


Rendy langsung pergi membersihkan tubuhnya karena terburu - buru takut terlambat naik pesawat.


Rendy sibuk  mengeluarkan lap top dan semua data - data  yang didapat


di lapangan untuk  skripsinya.


Tiba - tiba pintu terbuka mama masuk ,"Ren makan malam dulu ya,mama sudah siapkan soto jakarta nih kesukaan kamu.


"Terima kasih mama sambil mencubit pipi mamanya,hem ... gemas ," ujar Rendy.


"Aduh! ... Ren sakit dong! ," pekik mama.


Rendy tersenyum manis menuju meja makan.


"Kamu rencananya hari ini mau  ke mana Ren?


"Hem ... mau ketemu wanita," ujar Rendy .


"Oh apa dia cantik ?tanya mama .


"Iya dong ma! ... kalau ga'cantik Rendy ga mau ,"ujar Rendy.


"Ok ... ok ,"ujar mama.


"Nanti kapan - kapan kamu ajak dia ketemu mama ya," ujar mama.


"Ok mama " ucap Rendy.


Kali ini Rendy tidak mau diantar supir ,Rendy ingin mengajak Linda


jalan - jalan .


"Aku sudah di depan rumahmu Lin,Rendy tex Linda.


Terlihat linda menuruni tangga, juga ayahnya ikut mengantar putrinya.


Hati - hati ya Lin,jangan terlalu malam pulangnya sama kenalan baru,"ujar ayah.


Linda mengangguk .


Rendy merasa tidak enak langsung keluar dari mobil dan memberi salam dari jauh .


Hai ! ... begitu melihat Linda mendekat


Hai ... juga Ren," ucap Linda.


Rendy membukakan pintu mobil dan mempersilakan Linda masuk.


"Hem ... dalam hati Linda ,waduh ... romantisnya.


"Oh kok diam aja Lin?


Apa ada yang aneh denganku?,"ujar Rendy.


"Ga ... ga da kok ... cuma ,"ragu mengucapkan Linda


"Cuma kenapa? ,"tanya Rendy mendesak. "Em ... belum terbiasa aja," ucap Linda.


Mereka sudah sampai di restoran tersebut Rendy coba menarik kursi untuk Linda mempersilahkan Linda duduk.


Rendy melihat - lihat menu yang ada.


"Kamu pilih dulu aja ,"ucap Rendy


tidak terlalu banyak orang yang ada di ruangan itu membuat Rendy dan Linda bisa bicara lebih leluasa.


Tapi tanpa mereka sadari ada orang yang membututin mereka ,dan duduk di pojok tertutup laptop ... pelayan menawari pemuda itu dengan sedikit terbungkuk karena pemuda itupun posisinya membungkukkan badannya ,pelayan itupun sedikit bingung tapi tetap di layani dengan sopan ... karena istilahnya tamu adalah raja .

__ADS_1


Rendy menanyakan luka kaki Linda apa sudah sembuh.


Oh ya sudah itukan cuma luka kecil Ren tidak terlalu mengkhawatirkan sambil tersenyum manis ke Rendy ,"ujar Linda.


Mereka asyik berdua berbincang.


"Oh ya bagaimana bahan cerita skripsi kamu sudah beres belum? terus kemarin dijawa bagaimana?cerita dong,"tanya Linda.


"Oh ya ... seru banget sih ,ya lumayan bahan skripsi sudah cukup kayanya tapi belum aku kerjakan aku buru - buru pulang mau ketemu kamu Lin .


Wajah Linda memerah dibilang begitu.


Rendy menceritakan bagaimana dia menemukan cincin jamrud yang indah itu dan mengeluarkan cincin tersebut dari sakunya Linda.


"Wow .... ini bagus banget loh Ren?


Kamu beruntung bisa menemukan cincin zamrud ini.


Linda terkagum - kagum melihat cincin itu sambil di putar - putar seperti mempunyai daya mistis itu yang di rasakan Linda.


Mereka saling bertatapan apa benar,mistis?


Makanan mereka datang pembicaraan soal cincin itu tertunda ,cincin tersebut disimpan Rendy di saku celananya.


Rendy menundanya untuk membicarakannya lagi.


Hidangan itu akan dingin kalau mereka tidak santap sekarang.


"Ayo Lin ...,"ucap Rendy.


Penguntit yang duduk di pojok siap dengan kameranya ,Linda dan Rendy tak sadar kalau seseorang sudah mengambil foto mereka.


Pemuda yang duduk jauh, penasaran dengan yang mereka bicarakan ternyata Artha hanya bisa kesal dan mengerutu .


"Duh ... aku kalah cepat dengan si laki kadal ijo berengsek itu ,segala sumpah serapah keluar dari mulut Artha.


"Aku akan ceritakan ini ke ibu Sinta ,ini tidak boleh dibiarkan.


Linda belum boleh ada yang memiliki,"ucap Artha dalam hati.


"Awas aja kamu Ren?


Emang aku kenapa kurang gantengkah?


Banyak pertanyaan dibenak Artha.


Kenapa Linda mau di ajak jalan sama kecoak itu ya?


Apa Linda suka dengan Rendy?


"Ugh ... aku dongkol banget!,"ujar Artha.


"Itu tidak boleh terjadi,aku harus berusaha lebih supaya Linda suka denganku,"ucap Artha dalam hati.


Saking emosinya Artha tak sadar menjatuhkan sumpit dari meja.


Otomatis semua melihat ke arah Artha.


Artha berusaha menutupi wajahnya dengan topinya.


"Ugh sial ... pakai jatuh segala nih sumpit,"ujar Artha pelan - pelan.


Artha diam - diam mengambil foto mereka dan berencana akan memberikan foto - foto ini ke bu Sinta sebagai bukti secepatnya.


Artha berharap Linda bisa menjelaskan ke bu Sinta .


Ternyata Rendy juga ingin foto bersama Linda .

__ADS_1


"Eh pak tolong ambilkan foto kita berdua bisa?," ujar Rendy.


Karyawan restoran itu menolong mengabadikan moment itu.


__ADS_2