
Makanan sudah bersih terlihat di meja ,tak ada yang tersisa,merekapun tertawa.
"Ternyata lapar juga ya ,dan enak ,"ujar Linda sambil tertawa.
Rendy mengelus perutnya yang sudah terasa full.
Kamu mau ice cream ,atau pancake yang manis - manis ,"tanya Rendy.
Nanti kali ya ,klo sekarang masih kenyang.
Ok ,nanti kita pesan pancake buat dessert ya ," ujar Rendy.
Rendy membicarakan soal batu cincin lagi.
Lin mau ga kamu pakai batu cincin ini ,sementara aja,"ujar Rendy.
"Aku bukan mau melamar kamu ya?
"Hi ... hi hi Linda ikut tertawa ,iya ya aku tahu lah ,"ucap Linda.
"Maksud aku supaya tahu ada sensasi apa kalau dipakai sama kamu ,soalnya ini batu cincin wanita kan ... tapi jangan sampai hilang ya ,kalau sudah tidak mau ya kembalikan saja .
Karena ini mau aku jadikan penelitian aku ... bagaimana mau kan ,takut 'ga kamu Lin memakainya," ujar Rendy.
"Ga lah ... ya ok aku mau pakai ," ucap Linda .
"Mana tanganmu sini ," ucap Rendy.
Rendy memasangkan cincin tersebut di jari manis Linda .
Sepasang mata yang memandang dari jauh ,begitu cemburu dan marah .
"Apa - apaan ini pakai pasang cincin baru aja pertemuan pertama sudah kasih cincin.
Gila juga tu kadal, kecoak buntung.
"Sumpah gue mau marah kesel banget nih," ucap Artha tidak terasa Artha menghentakkan gelas agak kencang .
Semua pengunjung melihat ke arah Artha .
"Sial deh jadi pada liat kesini ," ucap Artha pelan - pelan seperti sedang berbisik .
Artha membungkukkan badannya, tertutup laptop.
Rendy terakhir memesan pancake ice cream.
Mereka keliatan asyik bicara,menikmati pancake ice cream yang sangat lezat.
Makanan sudah tidak terlihat lagi di meja ,tandas habis , Mereka senang makanannya enak banget , lain kali ke situ lagi.
Acara makan malam selesai ,Rendy bersiap mengantar Linda pulang.
Artha buru - buru membereskan
barang - barangnya dan ikut membuntuti mobil mereka.
"Duh untung langsung pulang ,sambil mengelus dadanya," ungkap Artha.
Linda begitu turun mobil melihat sekeliling rumah ,dan heran melihat ada mobil didekat rumahnya itu sepertinya mobil Artha.
Artha berusaha menundukkan kepalanya,Linda berpamitan masih menengok ke arah belakang tapi sepertinya diabaikan saja oleh Linda buru - buru naik tangga ke rumahnya .
▪️
Alysia hari ini mau pergi dengan pacarnya menonton bioskop.
Mereka terlihat serasi .
__ADS_1
Frans namanya,Frans seorang arsitek.
Hubungan ini sudah berjalan 1 tahun.
Alysia percaya kalau Frans adalah masa depannya.
Frans orang yang dianggap cukup baik,Alysia sering minta tolong kalau ada yang mau merenovasi rumahnya.
Hasil karyanya juga tidak diragukan lagi , Frans suka datang juga ke kantor karena ada kerjaan.
Alysia tahu kalau Frans itu pernah menikah,dia seorang duda tanpa anak ,bercerai dengan istrinya karena istrinya tidak bisa punya anak.
Terdengar pengumuman bioskop.
Film sepertinya sudah mau dimulai.
Orang - orang yang mau menonton juga cukup banyak.
Gedung bioskop itu juga penuh,maklum malam minggu.
Pop corn juga soft drink pilihan camilan mereka.
Sehabis nonton bioskop ,ternyata Frans sudah memesan tempat special untuk makan malam mereka.
Restaurant ala Itali yang Frans tuju.
Alysia sangat senang atas niat baiknya Frans.
Begitu selesai menikmati makanan yang cukup mewah ,tiba - tiba rombongan musik datang, mereka hanya dengan gitar akustik membawakan lagu cinta ,pada saat itu Frans mengeluarkan cincin.
Alysia kaget ,Frans langsung tanpa
basa - basi menyatakan cintanya dan mengutarakan maksud hatinya untuk melamar Alysia.
"Maukah kamu menerima ini cincin sebagai tanda ikatan kita?
Alysia memegang ke dua pipinya serasa tak percaya,kalau Frans melamarnya.
Alysia langsung mengangguk tanda setuju.
Dengan hati - hati Frans memasangkan cincin di jari manis Alysia.
Alysia memandang Frans dengan bahagia,lagu - lagu cinta makin santer terdengar.
Alysia juga Frans berterima kasih kepada pelayan juga musik sudah membuat acara lamaran sukses dan bagus.
Mereka tepuk tangan semua.
Frans mengajak Alysia untuk ke apartemennya.
Sesampainya di Apartemen Alysia bilang mau pulang saja.
Seperti ada keraguan di hati Alysia.
"Ach aku mau pulang saja ,"ujar Alysia
"Mau aku antar,"tanya Frans.
"Ach tidak usah ,aku bisa pesan 'Uber ',"ujar Alysia.
Alysia mengambil tasnya dan meninggalkan Frans yang masih menatapnya.
Alysia keluar ruangan dan menutup pintu apartemen itu.
Alysia masih berdiri di pintu dengan perasaan yang tak menentu,jantung berdebar kencang.
"Pulang ga yah ?
__ADS_1
Ach pasti aku kecewakan Frans ya ,baru aja melamarku,"ucap Alysia.
Begitu Alysia mau buka kembali,
tiba - tiba pintu terbuka Frans sudah berdiri di depan Alysia ,dengan cepat Frans menarik tubuh Alysia kepelukannya.
"Kenapa kau takut aku tak bertanggung jawab, kan aku sudah melamarmu?,"ujar Frans.
"Aku ... aku ,"ucap Alysia ,tiba - tiba bibir Alysia sudah dicium dengan lembut oleh Frans.
Alysia tak dapat menolak rabaan juga setuhan Frans yang begitu dahsyat,tubuh mungil itu terdesak di dinding ,tak sadar Frans mulai membuka bajunya dilemparkan ke lantai.
Dengan perasaan cinta yang menggelora keduanya saling membalas hasratnya.
Hembusan napas Frans menyapu wajah Alysia.
Tubuh Alysia yang mungil membuat Frans bisa membopongnya sambil menaruh tubuh mungil itu di meja dapur.
Frans semakin berani membuka baju Alysia satu demi satu.
Alysia diam saja,seakan menikmati setiap rabaan dan sentuhan jari - jemari Frans.
Frans coba relax sebentar dengan masih menggendong Alysia yang setengah telanjang dan coba mengambil minuman di kulkas.
Alysia memang belum pernah melakukan ini sebelumnya.
Sedang Frans sudah tentu banyak pengalamannya karena pernah punya istri sebelumnya.
Frans sangat di idolakan wanita,sudah ganteng,S1 walau kehidupannya biasa saja.
Berbeda dengan Alysia yang dari keluarga berada dan juga memegang peranan penting di kantornya.
Tapi Alysia tidak pernah memandang rendah Frans.
Frans ... Frans tapi panggilan suara Alysia tidak digubrisnya.
Malan ini malam pengantin kita.
Kamu harus bermalam di sini,"ujar Frans.
Apa kamu sudah gila?," ujar Alysia.
Alysia mendorong Frans.
"Aku belum siap!
Aku mau pulang,"ujar Alysia sambil mengambil baju dan tasnya.
Segera meninggalkan Frans yang masih bengong dan juga bertelanjang dada, memandangi kepergian Alysia dengan kesal.
Setelah kepergian Alysia ,Frans melampiaskan kemarahannya membanting barang - barang yang ada di atas meja dapur.
Dan sambil berteriak kencang.
Alysia di luar sempat mendengar barang pecah dan teriakan Frans.
Tapi Alysia tidak perduli.
Aku belum sepenuhnya percaya denganmu Frans ,bersabarlah sedikit,"ujar Alysia dalam hati.
Sambil memandang apartemen itu,Alysia masuk ke mobil dan masih memandang ke luar ,perlahan meninggalkan apartemen itu.
Alysia butuh waktu untuk percaya dengan Frans,walau hubungan mereka sudah 1 tahun.
Sesampainya di rumah cincin itu di taruh di laci.
Cincin yang terlihat mahal itu menurut Alysia masih nanti akan di gunakan kalau memang sudah yakin 100% akan menikah dengan Frans.
__ADS_1
🔹️🔹️🔹️🔹️