Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.36 Makan malam bersama pasangan


__ADS_3

Tangan Alysia tak dilepaskan ,sambil pegang kemudi stir mobil Adam terus menggenggam tangan Alysia .


Alysia senang reaksi Adam seperti itu tapi sangat berbahaya untuk setir dalam kondisi berpegangan tangan.


"Dam !


"Adam ! Jangan pegang tanganku lagi menyetir mobil bahaya," ucap Alysia.


Untungnya perjalanan tidak terlalu jauh sehingga cepat sampai ke kantor.


Adam melepaskan tangan Alysia karena harus turun mobil .Begitu sampai di depan pintu kantor Alysia digandeng lagi.


Artha yang baru keluar dari ruang sang papa ,bengong liat Alysia digandeng pria yang belum pernah diperkenalkan ke Artha.


Laki - laki itu tersenyum .


Tha' ini kenalkan !,"ucap Alysia.


Laki - laki itu secara spontan memperkenalkan dirinya.


"Hi ... Aku Adam sudibrata,hari ini aku resmi pacaran sama Alysia ,status aku single belum pernah menikah .


Alysia dan Artha tertawa geli melihat cara Adam memperkenalkan diri seperti itu.


"Oh ya Dam,ini adikku Artha mungkin kamu sering lihat di TV ,dia artis ," ujar Alysia.


Bagaimana kalau hari ini ,kita dinner bersama .Setelah kita selesaikan gambar design aku ," ujar Adam.


"Ok Dam ,aku setuju ," ucap Artha.


Alysia meninggalkan Artha yang masih berdiri dan tersenyum sendiri.


"Wah ... Si kakak hebat bisa cepat move on ,dari si Frans .Semoga Adam bisa buat kakakku bahagia," ucap Artha dalam hati .Sambil berlalu meninggalkan kantor .


▪️


Artha pulang dulu ke rumahnya ,mau istirahat sebentar ,karena nanti malam mereka akan dinner bersama.


Artha menyiapkan pakaiannya ,Artha tidak mau mengecewakan kakaknya semua harus terlihat sempurna ,kakaknya berhak bahagia.


Sampai di kamar Artha coba tex Linda.


Artha kaget mendengar cerita tentang adiknya yang dipukuli anak - anak sekolah.


"Lin ,aku mau ke situ menengok adikmu,"


ujar Artha.


Artha mengambil kunci mobil dan berangkat menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit ,Artha menuju reception dan menuju kamar Windy.


Artha tanpa ketuk pintu langsung masuk saja.


Nampak Linda juga ayah duduk di ruangan itu.


Artha memberi salam ke ayah ,Linda langsung berdiri dan mengajak Artha mengobrol di luar.


Kamu kok 'ga kasih kabar aku sih ,kaget tahu aku dengar berita ini," ujar Artha.


Shock banget ... Terus kondisinya bagaimana ," sudah membaik hanya menunggu luka - luka dalam tubuh bagian perut masih sakit," ungkap Linda.

__ADS_1


Aku mau ajak kamu ke suatu tempat ,ayo ... Ikut sambil menarik tangannya Artha.


Sepanjang perjalanan dilorong rumah sakit banyak yang mengenal Artha termasuk suster - suster muda yang sering menonton acara Artha. Mereka sibuk membicarakan kehadiran Artha di rumah sakit.


Linda buru - buru menarik Artha ke kamar 311 .


"Ini ruangan siapa Lin? ," tanya Artha.


"Sudah masuk !


"Oh ... ada ibu Sinta ,siapa yang sakit bu?


"Anaknya pak Tirta," ucap Ibu Sinta.


"Hah ... anaknya pak Tirta," ucap Artha.


Pantas acara sepi bu ,aku pikir besok mau ke kantor menanyakan ke ibu ,ada jadwal apa lagi," ujar Artha.


"Belum bisa sementara jadwal di pending semua ," bu Sinta menjelaskan.


Artha melihat kondisi Dani yang masih terbaring lemah di tempat tidur .


Artha bingung nanti malam harus makan bareng Alysia dan Adam .


Artha memandangi Linda.


"Lin! ... Kamu bisa tidak nanti malam ikut dinner sama kak Alysia.


Sebentar saja selesai makan aku antar kamu balik ke rumah sakit deh ," ujar Artha.


"Aku harus bilang dulu sama Ayah ,bukan tidak mau ,ok dan aku harus pulang ganti baju masa kaya begini pakaiannya ? ," ujar Linda.


Artha menyempatkan diri melihat Windy. Windy sudah bisa tertawa melihat Artha datang ,Windy terhibur sedikit melupakan trauma atas kejadian itu.


Mereka bercanda,suasana ruangan itu berubah dengan kehadiran seorang bintang.


Artha pintar juga membuat Windy dan ayah ikut tertawa.


Windy besok sudah di perbolehkan pulang.


Setelah itu Artha pamit karena mau mengantar Linda pulang dulu.


Artha menunggu dengan sabar Linda berhias diri ,sudah satu jam menunggu di ruang tamu sambil menonton tayangan TV.


Terdengar suara pintu terbuka ,Linda masih sibuk mengatur letak tasnya juga membetulkan sepatu ,tidak terlalu tinggi.


Begitu Linda berdiri ,Artha sudah ada di depan matanya memeluknya.


"Lin kamu belum jawab pertanyaan aku tempo hari ,apa kamu mau menerima cintaku," tanya Artha mendesak .


Tha' nanti kita terlambat ,kak Alysia bisa kesal menunggu kita datang,"ujar Linda.


"Ya makanya kamu cepat kasih jawaban dong,dengan mesra Artha mengelus rambut Linda.


Linda menatap Artha tajam ,sebesar apa cintamu untukku ," tanya Linda.


Diam!


"Kok aku di suruh diam?," ucap Artha.


Artha bingung!

__ADS_1


Padahal yang di maksud 'Diam' itu cincin zamrud itu.


Linda merasa cincin itu mau berulah lagi.


Linda berusaha supaya cincin itu berkawan dengan kondisi dan situasinya.


Kamu cantik sekali hari ini semakin memeluk erat Linda dan ingin menciumnya.


Et ... Tunggu dulu jawab dulu sebesar apa cinta kamu itu,coba jelaskan ," ujar Linda sengaja bikin Artha kesal.


Linda takut cincin itu membuat mereka berada di tempat antah berantah lagi.


"Ya sudah kalau kamu tidak bisa jawab kita berangkat sekarang sambil melepaskan pelukan Artha dan menarik Artha untuk segera pergi meluncur ke tempat Alysia .


Artha sedikit kesal tak berhasil mencium Linda .


Artha tersenyum sambil memainkan kunci mobilnya .


Linda segera masuk mobil .


Perjalanan menuju tempat pertemuan itu cukup jauh ,satu jam kemudian baru sampai .


Begitu masuk langsung seorang pelayan restauran itu menjemput kita dan mengantar ke suatu sudut ruangan ada Alysia juga Adam yang sudah menunggu mereka.


"Tu kan untung kita tidak terlambat ,"ujar Linda.


"Hai Lin ... ," Sapa Alysia .


Artha menarik kursi untuk Linda.


Pelayan sudah mulai menyediakan air putih terlebih dahulu.


Di pojok ruangan ada sebuah piano berwarna putih menarik perhatian Artha.


Sambil menunggu makanan tiba ,Artha tidak sabar untuk mencobanya ,rasa rindu dengan dunia hiburan sudah tak terbendung .


Artha duduk di depan piano putih itu.


lantunan lagu - lagu Artha mulai terdengar ,suara Artha belum sepenuhnya sembuh ,tapi Artha tetap memainkan piano itu.


Linda coba memutar cincinnya dan mulai perlahan berbicara ,Linda coba berdiri dan memegang pundak Artha.


Ternyata tiba - tiba suara Artha kembali sempurna.


Artha berenti memainkan piano itu dan menatap aneh ke arah Linda.


Linda hanya mengangkat tangannya dan coba kembali ke kursi.


Artha merasa ada keanehan ,Artha melihat makanan sudah tersedia di meja ,dan Artha sejenak bingung dan lupa malah menawarkan Linda makan .


Artha dengan masih keheranan memegang lehernya mulai makan sendiri dengan menggunakan sumpit.


Sedang Alysia dan Adam juga bingung kenapa Artha melupakan pasangannya,malah makan sendiri.


Tiba - tiba Artha tersedak Linda memukul punggung Artha ,langsung bola bakso itu keluar dari mulut Artha dan melayang jauh jatuh di lantai .


Hah ... Semua kaget atas peristiwa itu.


Linda hanya tersenyum dan mengangkat tangannya kembali untuk ke 2 kalinya.


------\_\_\_\_\_------

__ADS_1


__ADS_2