Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.19 Ketabrak sepeda


__ADS_3

Hari ini Artha mengikuti kegiatan di kantor ayahnya , mendampingi sang papa ,tanpa sepengetahuan ayahnya Artha merekam semua perkataan ayahnya.


Tiba - tiba banyak wartawan yang meliput toko sepatu pak Pri ,mereka memberi pertanyaan seputar harga sepatu yang dianggap kurang pantas untuk anak-anak yang membuat perbedaan status sosial .


Pak Pri menjawab dengan tenang ,seakan tak peduli dengan pertanyaan para wartawan ,malah mengambil kesempatan untuk mempromosikan sepatu tersebut .


"Boleh kami ambil gambar sepatunya ",tanya salah satu wartawan .


Silakan pak ,ujar pak Pri dengan senyumnya yang khas.


Artha cuma memandang ke ayahnya pura - pura masa bodoh padahal di dalam hati,kesal kenapa ayahnya begitu sombong.


Ayahnya malah sengaja bikin promo,Artha coba tetap diam,dan kembali ke ruangan kerja .


Artha mendengar dari Ivone kalau ibu yang mengambil tas dan sepatu sudah dilepaskan.


Artha bernapas lega sudah berhasil menolong anak kecil itu.


Semoga anak itu bisa mengerti keterbatasan ibunya ,tidak merengek lagi meminta tas atau sepatu seperti itu itu harapan Artha.


Yang berakibat ibunya sampai masuk penjara.


▪️


Artha duduk di kamar sambil menonton TV ,dan menenggak sekaleng bir,tak terasa air matanya menetes memegang lehernya kesal.


Rasa bingung kenapa suaranya bisa hilang dan tak kunjung sembuh.


Dan untung ada Linda yang menolongnya.


Gadis itu benar - benar dewa penolongku,aku tidak tahu bagaimana harus membalasnya.


Dua kaleng bir sudah habis Artha tenggak,acara berita TV hari ini cukup menyita perhatian Artha.


Artha melihat tayangan demo ,seorang bapak yang kecewa dipecat tanpa pesangon karena tidak mampu bayar hutang berobat anaknya yang gagal ginjal,Artha berpikir pasti ulah papanya lagi nih !.


Karena bapak itu berdiri dengan spanduk di depan kantor pusat ayahnya.


Artha merasa kecewa dengan gaya dan tindakan papa,Artha langsung matikan TV nya.


Besok aku harus ke kantor papa lagi,berpura - pura lagi mendukung semua rencana papa.


Sambil tiduran dan memandang langit kamar tidurnya.


Aku rindu menyanyi tapi apa daya pita suaraku rusak ,air mata pun mengalir ,Artha berusaha untuk tidur dan beristirahat.


▪️


Cuaca benar - benar cerah hari ini.


Kring ... kring


Telepon berdering tapi masih ngantuk banget ,Artha coba meraba - raba telepon yang di letakkan di meja tapi naas Telepon itu!! malah terjatuh dan pecah retak sedikit.


"Aduh ... pakai retak lagi ah ... apes dah.


Artha membasuh badan dan dandan .

__ADS_1


"Aku hari ini ada janji dengan Linda,sambil memandang wajahnya di kaca .


"Pakai minyak wangi dong?


Biar harum ... kayanya sudah ok nih ,sambil tersenyum.


▪️


Sudah satu minggu Linda tidak bertemu Artha ,Linda bergegas dandan janji mau olahraga bareng bersepeda,sebelum Artha ke kantor papanya.


Telepon Linda pun berdering terdengar suara Artha.


Lin dah siap belum?aku sudah di luar ya ,"ucap Artha.


Ok ! ,"Jawab Linda.


Linda buru - buru turun ,Artha melambaikan tangannya .


Kebetulan hari ini hari minggu Linda bisa pinjam sepedanya windy


Mereka bersepeda sepanjang jalan itu ,karena Linda merasa haus Linda mengajak Artha untuk beli minuman sebentar ,tapi tiba - tiba sebuah sepeda tidak dapat di kendalikan .


Bruk ...


Kecelakaan pagi itu tak terhindari Linda  dan Artha terjatuh ,Linda kaget juga melihat kakinya yang berdarah dan celananya sedikit  robek ,Artha juga terjatuh belum sempat menolong Linda.


"Eh ... kamu ga apa - apa kan ,"tanya pemuda yang memandang Linda.


" Minta maaf ya ,sepedaku sepertinya remnya blong,aku antar ke rumah sakit ya ,tanpa berpikir lagi orang itu menyetop sebuah taxi dan menggendong Linda.


Artha langsung berdiri dan menarik tangan orang tersebut .


bawa - bawa aja he!! Kamu ga liat apa aku juga jatuh gara - gara kamu," ungkap Artha.


"Sudah ikut aja !masuk ... ,"Ucap penabrak sepeda itu.


Orang itu memerintahkan Artha untuk masuk ke taxi.


Artha kesal tapi terpaksa masuk juga ke taxi.


Sesampai di depan rumah sakit orang itu langsung mengambil kursi roda .


Hah! ... Linda di suruh duduk dikursi roda.


"Aku bisa jalan kok ," ujar Linda.


Sudah duduk !! ... setengah memaksa Linda,Artha kebingungan melihat tingkah orang ini.


"Duh Linda malu banget ,kaya sakit parah aja nih sambil menutup mukanya .


Langsung laki muda ganteng itu membawa Linda ke UGD,perawat UGD menanyakan identitas pasien .


Namanya siapa ?


Linda ...


Ini kenapa ?

__ADS_1


"Ketabrak sepeda aku," jawab laki itu.


"Oh ... dokter muda itu senyum - senyum, kok pakai kursi roda .


"Ada yang terasa sakit sekali ?Linda hanya menggelengkan kepala ,hanya ini dok ,aku menunjuk luka di kaki dan tangan yang sedikit lecet," ungkap Linda.


"Ok aku cek dulu ,ada yang sakit tidak kalau digerakkan?,"tanya dokter.


Aku menggeleng lagi.


"ga ada dok," ucap Linda.


"Ok ini resep ditebus ya ,di kasir ,laki - laki itu mendorong kembali kursi roda Linda.


Artha yang duduk di depan ruangan dokter buru - buru bangun.


Biar aku yang dorong mengambil alih kursi roda tersebut.


Aku tebus obatnya dulu ya, laki itu langsung ke kasir,Linda masih rasa bermimpi memandang itu ,bagaimana dia menggendong aku," ujar Linda dalam hati.


"Lin ... Lin ... sapa Artha


Tapi Linda seakan terbius dengan wajah laki - laki ganteng itu,Artha kesal karena Linda tidak menanggapi sapaan Artha.


"Apa aku kurang ganteng sambil jongkok di depan Linda"ujar Artha.


"Ach apaan sih kamu!," ucap Linda.


Tiba - tiba ayahnya Linda telpon , aku berusaha menenangkan ayah bahwa Linda baik - baik saja,dan aku bersama Artha.


Artha mendorong kembali kursi Linda ,laki - laki itu menyodorkan sebuah kantong obat.


"Ini ada perban ,plester juga salepnya ,jangan lupa diganti ya biar cepat sembuh.


Tanpa pikir panjang laki - laki itupun merampas telepon genggam Linda dan mengetik sesuatu .


Nih! ... nomerku kalau masih ada keluhan kasih kabar saja ya ,dan aku minta nomer rekeningmu biar aku ganti sepedamu yang rusak ," ucap laki - laki itu .


Oh! ... aku cuma bisa bengong saja ,melihat wajah laki itu.


Seakan lidah Linda tak bisa di gerakkan ,melihat laki itu berlalu dari pandangan Linda.


Artha cuma geleng - geleng kepala dan menarik napas panjang ,melihat Linda bengong aja.


laki itupun sedikit membungkukkan badannya memberi hormat ke Linda dan berjalan meninggalkan Linda .


Hoi !! ... aku dikagetkan dengan suara Artha yang menyuruh aku bangun dan berjalan pulang.


"Ayo ... bangun jalan ... ! emang mau


didorong sampe rumah nih kursi ,"ujar Artha.


"Oh ya ... seakan masih terhipnotis dengan situasi .


"Aku ... eh sadar dong aku sambil di tepuk - tepuk wajahnya ,"ucap Linda dalam hati.


Linda  dan Artha akhirnya naik taxi pulang.

__ADS_1


Linda masih memikirkan kejadian tadi,sedang Artha terlihat kesal dengan laki - laki itu .


🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️


__ADS_2