
Pak Jeffry sedang minum teh di ruang tamu menunggu Artha turun dari kamarnya.
Artha sudah punya rumah sendiri ,tidak tinggal dengan orang tua lagi.
Rumah itu di beli dari hasil Artha menyanyi.
Pak Jeffry kesel juga harus menunggu lama, pekerjaan yang menjengkelkan ,dengan tidak sabar pak Jeffry naik ke lantai 2.
Kamar Artha begitu luas dengan dekor modern ,tirai gorden juga masih tertutup ,terlihat Artha masih tidur nyenyak.
"Hei ... bangun udah siang nih ,"ujar pak Jeffry.
Banyak kegiatan hari ini yang harus Artha kerjakan,telephone berbunyi tepat di samping meja Artha.
"Mas Artha ... bisa mampir ke rumah?"
"Ayah sakit! ... penjelasan dari asisten rumah tangga di kediaman orang tua Artha.
"Hah! ayah sakit?,"tanya Artha.
"Ya ... nanti aku ke sana ,"ujar Artha.
Artha masih mengantuk tapi harus bangun ,pak Jeffry masih juga mengomel ... kemana aja kamu malam itu Artha?
"Kamu tahu ga' kalau aku sampai nyasar nyari kamu tha',untung kamu tidak kenapa - napa ,"ungkap pak Jeffry.
"Dimana kafe itu ? ,"tanya pak Jeffry.
"Ah ... sudahlah jangan tanya melulu belum menyatu nih arwahnya, otaknya juga belum bisa pikir ,sambil bergegas ke toilet mendorong badan pak Jeffry yang masih mengharap penjelasan dari Artha.
Artha langsung membasuh tubuhnya,dan bersiap pergi ke rumah ayahnya.
Artha mengendarai mobil sendiri,seperti biasa kalau yang namanya hari senin jalanan pasti rada macet.
Rumah orang tua Artha cukup luas begitu juga parkirannya, rumah itu termasuk rumah mewah dengan gaya klasik, terdapat pilar - pilar besar megah .
Rumah kediaman papanya Artha bernama Priasmoro dan mama Ida.
Satpam memberi salam begitu Artha sampai ,dan membukakan pintunya.
Seorang pembantu terlihat berlari ke dalam memberitahukan ke ibunya kalau Artha sudah datang.
Melihat Artha datang ,langsung mama Ida , ke luar rumah ,menyambut sang anak.
"Hai mom !dengan memakai kacamatanya, Artha memeluk mamanya.
" papa sakit mom?, "tanya Artha.
"Ya ... ujar ,"mama Ida .
"Mungkin karena kangen sama kamu Tha,"ujar mama.
Artha dan mama Ida langsung menuju kamar tidur, terlihat papa Pri sedang rebahan, papa Pri senang melihat Artha datang.
"Tha ... kamu tidak kasian lihat papa, sampai sakit begini tidak ada yang mau bantu ,"ujar papa Pri.
Maksud papa apa?
"Kan ada kak Alysia ,yang suka bantu papa ," ucap Artha.
__ADS_1
"Iya betul ,"jawab papa Pri.
"Alysia bantu ,tapi tidak bisa untuk memimpin perusahaan,"ujar papa Pri.
kamu bagaimana sih masa tidak paham ,sambil sedikit emosi memegang kepalanya,yang mulai terasa pusing.
"Papa mau kamu bisa menggantikan
posisi papa bukan Alysia ,kamu sebagai anak laki satu - satunya penerus papa," ucap papa Pri.
"Oh begitu ... .,"ucap Artha sambil duduk menyender di kursi menarik nafas dalam, seakan beban berat itu menghantui dirinya ,mama Ida duduk di samping Artha, mengelus tangan Artha, mencoba memberikan semangat ke Artha kalau dirinya pasti bisa kalau mau belajar.
"Bagaimana kalau kamu datang ke kantor dampingi papa minggu depan?
"Santai aja ... kalau tidak mengerti ya tanya, tidak usah takut ,dan kamu nanti punya sekretaris, tinggal kamu suruh dia untuk melakukan tugasnya ,atau mendampingi kamu.
Nanti kamu bisa merasakan hasilnya, kamu tidak usah cape - cape lagi kerja dari bawah lagi," ujar papa Pri.
"Iya sayang kamu ,bisa kan ?,"tanya mama Ida dengan wajah memohon .
Semakin berat nafas Artha mendengarnya, terlihat dari postur tubuh Artha yang tegang dan gelisah ,Artha merasa dia belum sanggup ,dan tidak mengerti urusan bisnis ,dipikiran Artha hanya menyanyi.
"Aduh! ... itu kacamata,"ujar papa Pri.
Lepaslah sebentar! ," ucap ayah Pri
"Maaf pah lupa,"ujar Artha.
Artha melepas kacamatanya, sedang mama Ida meminta pembantunya untuk membuatkan minuman .
Pah! ...
"Artha sudah bahagia dengan pekerjaan Artha ,sebagai penyanyi ,Artha tidak punya ke ahlian untuk mengurus perusahaan , suruh kakak sajalah,"ucap Artha dengan memalingkan mukanya kesal .
Pembicaraan itu terhenti sebentar ,masuk pembantu membawa minuman juga kue - kue kesukaan Artha,mama Ida pasti akan menyuruh pembantunya membeli kue itu kalau tahu Artha mau datang.
Sambil menyantap kue kesukaannya ,Artha mendengarkan papanya mengoceh melulu.
"Tha ,kamu satu - satunya anak laki yang papa punya,kamu adalah harapan papa, ingatlah nyanyi itu ada batas umur tapi seorang laki-laki harus punya power ,dengan kamu punya power, dan kekuasaan ,segala apa yang kamu inginkan, bisa kamu dapatkan ,"ucap papa
Omongan ayah jadi terpotong lagi dengan kedatangan kak Alysia.
"Hai kak! ... sapa Artha.
"Tumben mau datang, iya nih papa manja aja mau ketemu aku kak ,"ujar Artha.
"Oh begitu ?,"ujar Alysia sambil tersenyum .
"Enggak juga sih, tadi papa beneran sakit Tha' tensinya agak tinggi, jadi harus istirahat.
Alysia menjelaskan ,tapi sudah minum obat.
"Ya kan pah?,"ucap Alysia.
Ayah tersenyum mendengar penjelasan putrinya yang cantik dan agak bawel.
Artha langsung berdiri dan memeluk kakaknya ,seperti rindu sudah lama tidak berjumpa .
"Eh de bagaimana? sudah punya pacar belum?"tanya Alysia.
__ADS_1
"Aduh ... kakak ,susah tahu ,cari pacar memang gampang apa," jawab Artha.
"Belum ada kak, belum ada yang mengena dihati,"balas Artha.
"Hem ... kamu kebanyakan pilih sambil menjitak kepalanya ,aduh!! ... sakit kak," ujar Artha.
kak Alysia tertawa lebar memandang adiknya.
Pah! ... mah! Artha tidak bisa lama - lama mau ke PH dulu ,bareng pak Jeffry, soalnya ada kerjaan ,dan pak Jeffry sudah menunggu kelamaan di luar, kasian juga kan?
"Nanti pak Jeffry keburu dirubung semut pah?sambil ,"canda Artha.
"Yang penting , Artha sudah menjenguk papah sambil memegang tangan papanya,"ucap Artha.
"Cepat sembuh ya pah?
"Ati - ati ya Tha' kamu ,"ujar mama Ida.
" Ya mom ... ,"balas Artha sambil mencium Kening ibunya.
Arthapun bergegas pergi keluar ruangan, mencari pak Jeffry ,yang sedang berbicara dengan satpam .
"Ayo pak Jeff ?" pak Jeff pamitan dengan pak satpam ,langsung masuk ke mobil, Artha tancap gas melaju dengan cepat ,pak Jeff sedikit kuatir sambil berpegangan .
"Kamu tu kaya orang dikejar apa ? Sudah santai aja ,Artha cuma tersenyum dan kembali memakai kacamatanya.
"Loh nyetir malah pake kacamata hitam ,eh aneh - aneh aja kamu Tha," ujar pak Jeffry nyerocos terus Artha tak memperdulikannya.
"Pak Jeff engga tahu aja ,ini kacamata bisa jelas liatnya ,"jawab Artha dalam hati sambil tancap gas kembali.
Kadang sifat seperti ini yang bikin pak Jeff kesal .
Sampai di kantor Artha bertemu Thasia ,terlihat sibuk memilih baju dan perlengkapan juga temnya.
"Bu Sinta menjelaskan ,besok pagi Thasia shuting video clip .
"Oh ! ...
Cuma ucapan itu terlontar dari mulut Artha.
Bu Sinta mengajak Artha duduk di ruangan, membiarkan Thasia sibuk dengan urusannya.
"Tha! ... kamu itu bagaimana sih ?kemarin malam kok bisa hilang ,kalau kamu minum - minum sama
teman - teman ati - ati," ujar bu Sinta.
"kamu harus bisa jaga diri ,"ujar bu Sinta menasehati Artha, kamu itu Artis kita ,kalau sampai ada apa - apa ,kita juga yang repot .
Artha merasa bersalah .
Pak Jeffry senang Artha kena tegur pak Jeffri tersenyum puas.🔸️
Dalam hati pak Jeffry ,mampus loe," di tegur bandel sih.
Suasana berisik banget ,begitu rombongan Thasia keluar ruangan, dan membawa semua perlengkapan ,Thasia melambaikan tangan ke Artha sambil 'kiss bye' ke Artha .
"Duh ya ... gaya banget sih," ujar Artha tak mau membalas lambaian tangan Thasia ,"bu Sinta tertawa .
"Oh ya tha' ... ini daftar acara minggu depan ,semoga semua lancar - lancar ya ,satu formulir untuk pak Jeff juga biar 'ga bingung nanti ,"ucap bu Sinta.
__ADS_1
"Oh ya bu ,terima kasih," ucap pak Jeffry.
🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️