Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
bab.6 Ayah dibebaskan


__ADS_3

"Ya ampun siapa ini yang cium aku kemarin malam ,  kamu ya sambil menunjuk Linda?


"Kamu jangan sembarangan ngomong ya,kamu bukan tipe aku,jangan mengharapkan kaya begitu deh," ucap Linda.


Terus kenapa aku ada di rumahmu?


Kamu mabuk semalam datang ke tempat kafe di mana aku bekerja ,dan kamu jatuh pingsan ,jatuh dipelukan aku ni, di sini ... sambil menunjuk ke dada.


"Menceritakan kejadian ,makanya kalau minum - minum kira - kira dong, dasar ga'punya otak! ,"Ucap Linda.


"Enggak mungkin !! ...enggak!


"Dengan wajah memerah mendengar ceritanya,ach enggak percaya aku !


"Terserah percaya atau tidak bukan urusanku ,karena aku tidak tahu rumahmu di mana lalu aku bawa kamu ke sini ,"ujar Linda.


"Ach, bohong kamu!!


Artha mendekat ke wajah Linda,


"Awas! kalau kamu bohong ," ucap Artha.


Seakan ingin menelan Linda, dan mendorong pundak Linda dengan jari telunjuknya.


Artha meninggalkan Linda sambil membanting pintu.


"Bruk ...


"Lindak tersentak kaget!!


"Huh, ...  bukannya berterima kasih  ke aku malah marah - marah ,tahu begitu biar aja dia di jalan tidak usah ditolong," uh ... dasar ga tahu diri tu orang" ujar Linda.


▪️▪️


Hari ini Linda  ada janji  ke tempat agent penjualan rumah, Linda terburu - buru  hingga belum sempat sarapan ,sepanjang jalan penuh dengan dagangan makanan.


Linda memutuskan berhenti sebentar sarapan nasi uduk ,ramai juga yang beli dan pedagangnya  ramah - ramah menegur yang lewat, tampak menggugah selera Linda untuk mencobanya.


Setelah selesai sarapan Linda berangkat dengan kendaraan umum ,Linda semangat mau ketemu pembeli rumahnya setelah pertemuan berlangsung 1 jam dan bersyukur banget sudah sepakat dengan harganya ,berarti sudah cocok,Linda bersalaman dengan pembeli mengucapkan terima kasih, Linda pulang dengan hati lega.


Di perjalanan pulang Linda mensyukuri apa yang dia dapat hari ini ,kemudahan untuk membantu ayah tirinya supaya bisa bebas dari para rentenir.


Linda tak sabar menunggu Windy pulang sekolah, untuk memberi kabar bahagia ini bahwa rumahnya sudah terjual.


Begitu Windy tiba langsung dipeluk adiknya itu .

__ADS_1


"Ada apa kak kok sedih begitu ,sambil berurai air mata Linda memberitahukan bahwa rumahnya sudah laku.


Windy tak kuasa menahan haru juga sedih melepas rumah yang penuh dengan histori tapi, mungkin ini sudah jalannya.


Sesudah makan malam mereka berdua


coba menghitung uang penjualan rumah itu lumayan dapat 750 juta, dan untuk  bayar hutang 250juta berarti masih sisa 500jt.


"Mungkin kalau beruntung kita masih bisa beli rumah yang lebih kecil ya de ,"ujar Linda.


Itu harapan mereka,Linda coba menghubungi  orang rentenir itu.


"Hallo, ... uangnya sudah ada tapi tolong bawa ayah saya, dan pastikan ayah saya sehat kita bertemu di taman dekat rumah lama saya, pembicaraan terputus.


Malam itu begitu mencekam angin malam seakan membuat Linda dan Windy tegang,mereka harap cemas kondisi ayahnya.


Linda terlihat tegar dan berani,terlihat sebuah mobil hitam menepi di pinggir taman ,mobil itu termasuk mobil mewah sekelas alphard.


Dalam hati Linda mustinya aku lapor polisi ya ?


"Ach sudahlah, takutnya ayahnya malah tak tertolong.


Dari  dalam mobil turun satu orang yang bertubuh besar berambut ikal ,dan agak gelap kulitnya dan dua orang lagi  membawa turun  seseorang ,aku mengenalinya.


Ayah! ... ya ayah! ... seru Windy .


Nanti jangan dulu Win ... sabar!


Bahaya! ... oh? Windy menuruti anjuran kakaknya.


Orang itu mendekat terlihat ayah bajunya sudah robek - robek tak keruan, dan ada beberapa luka di tangan dan wajahnya.


"Hei, katanya ayahku tidak kalian


apa - apakan!


Kenapa itu sampe luka - luka begitu? ,"tanya Linda?


"Ah sudah, kamu tahu apa ! Tidak usah banyak tanya !!


"Mana uangnya?,"ujar rentenir itu.


"Ini di dalam tas "jawab Linda, kembalikan dulu ayahku baru aku kasih uangnya.


Seketika juga mereka mendorong tubuh ayah ke arah Linda, Windy langsung memeluk ayahnya dan membiarkan mereka pergi membawa uang itu.

__ADS_1


Pria bertubuh besar itu mengancam jangan berani melaporkan kepolisi kalau aku dengar kalian akan habis ... end sambil memberi isyarat menakuti Linda dan Windy .


Mereka pergi meninggalkan Linda,Windy dan ayah yang masih tidak percaya bisa bertemu kembali ,mereka mau jalan pulang tiba - tiba ayah jatuh pingsan.


Ayah!! ... Yah!


Sambil di tepuk - tepuk wajahnya oleh Linda belum sadar juga ,lalu mereka memutuskan untuk membawa ayah ke UGD.


Mereka menggunakan grab car menuju rumah sakit terdekat,Windy terus menangis  dan mengguncang - guncang ayahnya ,begitu takut kehilangan karena baru saja mereka bertemu.


Dokter menyarankan untuk dirawat melihat kondisi ayahnya yang drop butuh cairan lalu mereka bergantian menjaganya .Kebetulan hari ini yang jaga Windy ,Linda di rumah istirahat karena malam harus bekerja nyanyi.


Linda duduk sendirian di ruang tamu terdengar lagu 'rindu '.


"Ku ingin engkau ada di sini bersamaku lagi ,"lagu ini  mengingatkan Linda dengan mamanya" seandainya mama masih ada mungkin aku bisa bersandar sebentar melepas semua kesedihan " Linda mengambil foto ibunya dan merebahkan tubuhnya di sofa  sambil memandang foto ibunya yang terpasang di lemari pajangan, lagu 'rindu' terus terdengar  sampai Linda tertidur memeluk foto ibunya.


▪️▪️


Hari ini dokter menyatakan ayah sudah boleh pulang, Linda bersyukur bahwa tidak ada yang serius tentang sakit ayah tirinya  itu.


Linda mengatur kepulangan ayahnya.


Sepanjang jalan menuju rumah ayah terlihat sedih.


Merasa bersalah sudah membuat kedua putrinya susah, akibat dirinya berhutang begitu banyak sampai harus menjual rumah mendiang Istrinya.


Dengan dibantu ke dua anaknya, ayah menaiki tangga rumah sambil melihat sekelilingnya seperti apa suasana rumah tinggal baru mereka sekarang ,Linda membuka pintunya dan mendudukkan ayahnya di sofa perlahan.


Linda mulai sibuk di dapur membuatkan ayahnya makanan tersedia ayam goreng, mie goreng yang Linda sudah masak sebelum menjeput ayahnya dari rumah sakit,Linda  memang mahir masak  yang diturunkan dari ibunya.


Windy sedang menikmati makan mie yang tidak putus - putus mereka tertawa ayah ikut tertawa juga ikut merasakan kebahagiaan mereka bisa berkumpul kembali, walau ayah masih terasa sakit di pipinya karena luka.


Begitu ayah istirahat Windy menyenggol kakaknya ,


"Eh .. tahu ga kak? aku baca instagram Artha ih aduh dia itu keren ,cakep dan baju yang dia pake tu kaya cocok semua sama dia ,eh ... kakak 'ga tertarik sama dia , 'ga jatuh cinta ?


"Kamu tu tertarik ... tertarik ... apanya?,"jawab Linda .


"Ya enggak lah kemarin aja aku tolong dia malah marah - marah, enggak  jelas  begitu,di fitnah iya ...  sudah cium dia, karena ada cap lipstik di bajunya, "bikin kakak kesal aja itu orang! ,mana kakak lagi pusing pikiri ayah ,dan kok pas begitu ya hari pertama kakak masuk kerja .


"Ih amit - amit! ... ketemu orang kaya begitu.


"Nanti liat aja kalau ketemu lagi mau kakak acuhkan aja mau kenapa kek ! ... mau jatuh kek! ... Mau mabuk lagi kek!masa bodoh amat ,"ucap Linda.


"Ih ... kakak kok kesal begitu sih? sambil mencibir bibir Windy.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2