Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.18. Artha melawan papa


__ADS_3

Kak Alysia menginap di rumah Artha ,untuk menenangkan hatinya.


"Bagaimana kalau kita membagi 1x seminggu kerja di tempat ayah",ujar kak Alysia supaya ayah tidak berpikir untuk melakukan hal semacam itu.


Artha sambil menikmati sarapannya ,mendengar kak Alysia memberikan saran.


"Tapi aku tidak mengerti bisnis kak,bagaimana?,"tanya Artha.


Kamu lama - lama juga bisa,"ujar Alysia.


"Ok kak ... aku coba  ,tapi aku mau berobat dulu kak ,aku ga mau papa yang atur,takut aku ,"ucap Artha.


Kak Alysia mengangguk ,tanda setuju.


▪️


Pagi ini Artha coba menemui ayahnya di kantor.


Artha ingin menyelesaikan masalah yang kemarin.


Dengan baju yang perlente Artha jalan ke kantor semua pegawai yang tahu siapa Artha langsung memberi salam ,dan  beberapa karyawan ada yang


berbisik - bisik yang baru lihat Artha.


Artha langsung menuju ruang kerja papanya.


Suara ketukan di pintu ,Artha langsung masuk dan melihat papa sedang berbicara dengan pegawainya.


"Ow ... kamu datang akhirnya,hem ... ganteng juga anak papa kalau berpakaian kaya begini,liatlah ... kamu bener - bener cocok duduk di kursi ini ," ujar papa Pri,sambil memegang kursi didepannya.


"Coba sekarang kamu ke sini?


Sambil menggeret tangan Artha dan memaksa Artha untuk duduk di kursi tersebut.


"Pah! Papa bisa ga ! Bisa ga' ... ga' kaya gini.


Artha datang ke sini ,mau tanya sesuatu.


Oh begitu! Papa juga mau tanya soal masalah polisi kemarin ,kenapa kamu


dicari polisi ,jangan sampai kamu bikin malu papa ya ,"ujar papa Pri.


Ga'lah!


Semua itu bohong ,tidak ada polisi


Justru Artha yang mau bertanya kenapa papa tega mau mencelakakan Artha ,kok tega benar Artha ini kan anak kandung papa ,dengan sedikit emosi dengan menahan air mata Artha bangkit dari kursi mendekat ke arah ayahnya.


Maksud kamu Tha' papa tidak


mengerti?


Jangan pura - pura tidak mengerti papa ,Artha tahu kalau papa mau merusak pita suara Artha dengan intonasi suara Artha agak menggemuruh ,terdengar sampai keluar ruangan.



Pegawai - pegawai ingin tahu,mereka berusaha menguping mendengar Artha menggebrak meja dengan suara yang begitu menyayat hati .


Dari mana kamu tahu itu ?,"tanya papa Pri


Ada orang Artha yang mendengar sewaktu papa di rumah sakit!!


Oh ... ayah kaget.

__ADS_1


Papa tidak perlu seperti itu,papa bisa bicara baik - baik ,bukan menyakiti aku pah!


Dengan wajah masih emosi dan marah Artha keluar ruangan sambil menghapus air matanya.


Artha agak terkejut juga sewaktu membuka pintu terlihat


pegawai - pegawai pada salah tingkah ketahuan menguping Artha berusaha terlihat tegar.


Pak Priasmoro terkaget - kaget mendengar cerita itu ... siapa yang di maksud teman Artha di rumah sakit?


Pak Pri terduduk bingung.


Artha masuk keruangan yang sudah selalu disiapkan buat Artha kalau datang ke kantor ,Artha duduk sambil melonggarkan dasinya .Apa yang harus aku lakukan di kantor ini


"Oi ... oi ... Artha berteriak lewat telephone ruangan.


"Siapa yang di tunjuk bokap gue sekretaris gue masuk sini,dengan nada kesal.


Pegawai pada tunjuk ,kamu kan Ivone ... Sudah sana masuk ,Ivone agak


takut - takut.


Saya pak ..


Nama kamu ?


Ivone ! ... pak


Coba kasih tau apa yang harus aku kerjakan,Ivone langsung membuka agenda dan memberitahukan akan ada rapat jam 3 siang ini ,dengan sikap Artha yang acuh tak acuh mendengarkan Ivone menjelaskan berita acaranya.


Artha siap memasuki ruang rapat,semua bingung kenapa tiba - tiba Artha hadir.


Tak lama kemudian pak Pri datang ,pak Pri menatap sejenak ke Artha ,dan memulai rapat .


Artha mendengarkan saja ,apa yang mereka jual belikan ternyata salah satunya sepatu bermerk 'Sport Eye' yang sedang trendy di kalangan anak muda,juga tas sekolah bergengsi,yang disukai ibu - ibu yang ingin anaknya di bilang hebat kalau pakai tas seperti itu


Artha masih duduk terdiam di ruang rapat,sedangkan rapat itupun sudah selesai,Artha menarik napas panjang dan meninggalkan ruangan .


Pak Pri masih di ruangannya ,dan masih bingung atas penjelasan Artha .


Pak Pri menyandar di kursinya dan memandang jauh ke luar jendela.


Artha  istirahat nyanyi sementara ini ,suaranya masih kacau ,rencananya pagi ini diantar


kedokter sama kak Alysia.


Artha masih asyik menonton berita sambil menyantap sarapannya .


Langsung berdiri dan menggeret kak Alysia yang masih bingung


"Eh ... kenapa Tha,ga' usah


buru - buru,kita bukan ke dokter kita ke kantor polisi.


"Hah ... kak Alysia bengong.


"Polisi.


"Nanti dimobil kita bahasnya," ujar Artha.


Sambil setir Artha cerita .


"Gini kak tadi ada berita di media ,sepertinya  itu keributan soal tas dan sepatu yang kita lagi promo kemarin di rapat,"ungkap Artha.

__ADS_1


"Oh ...  kamu sudah ikutan rapat juga toh. "wah ... ck ... ck ... ck ... hebat keren


Itu baru adikku ,"balas kak Alysia.


"Lalu kita ke kantor polisi buat apa ?," tanya kak Alysia masih dengan wajah bingung?


"Ada seseorang ibu - ibu yang mencuri sepatu juga  tas dari  toko kita dengan modus pakai kostum badut.


Di luar kantor polisi terdapat anak kecil perempuan yang menangis ,Artha menghampiri anak tersebut.


"Hi ... kenapa kamu,tolong aku kak,ibuku ditahan karena tas juga sepatu itu.


Tas!!


Sepatu!


Anak kecil itu mengangguk Artha dan kak Alysia coba masuk ke kantor polisi.


Polisi langsung bertanya ada keperluan apa,Artha menjelaskan kalau ayahnya pemilik toko tersebut telah memaafkan ibu tersebut.


Artha melihat dan mendekat sejenak di mana ibu tersebut di kurung yang masih menggunakan kostum badut hello kitty.


"Tolong bebaskan ibu itu pak,"ujar Artha!


Maaf pak ,tapi ayah anda tetap akan memproses ibu itu.


Artha dan Alysia tak bisa berbuat banyak ,mereka terpaksa pulang .


Di luar kantor polisi ,Artha berusaha menenangkan anak kecil tersebut.Artha dan kak Alysia buru - buru ke kantor untuk menemui ayahnya.


"Pah ... bisa ga papa memaafkan ibu itu dan mencabut laporannya,kasian pah?," ujar Artha.


kak Alysia tidak banyak bicara hanya menatap papanya tajam.


"Emang salah papa,orang kalau ga mampu beli ya tidak usah gaya - gaya mau punya tas dan sepatu bagus dong,"ucap papa dengan gaya sombongnya.


Pah ,Papa harus liat itu anak kecil di depan kantor polisi menangis ,liat ibunya di penjara,apa ga kasian pah!!


Ibu itu tulang punggung keluarga pah,coba papa pikir deh ... Bagaimana anak sekecil itu bisa cari makan kalau ibunya di penjara.


Maafkan papa Tha' ... papa tidak bisa mencabut tuntutan kalau kamu tidak mau bekerja untuk papa ... bagaimana adilkan ?


Permintaan ayah gampang saja !!


Artha melihat ke arah kak Alysia,kak Alysia hanya mengangguk ... seakan memberi kode ,iya saja dulu Tha isyarat itu yang Artha tangkap dari kak Alysia.


"Setiap hari kamu dampingi papa kerja ,ok ... "ujar papa Pri.


Artha menarik napas panjang kesal melihat papanya.


Baik!


Tapi papa harus bebaskan dan cabut laporan ke polisi untuk ibu tersebut," ucap Artha.


"Ok !ok ,"ujar pak Pri


Papa akan bebaskan ibu itu.


Artha pergi meninggalkan papa Pri,begitu juga kak Alysia pamit pulang.


"Wah ... kau hebat de ... bisa meloloskan ibu itu," ucap kak Alysia .Sambil merangkul pundak adiknya.


"Ya harus kak ... kasian mereka rakyat kecil ,"ujarArtha.

__ADS_1


"Betapa mulia hati adikku ini,dalam hati Alysia sambil memandang wajah adiknya itu mereka bergandengan tangan keluar dari kantor senyum lebar terlihat di wajah mereka.


🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️


__ADS_2