
Cuaca sangat cerah mendukung sekali acara pernikahan Alysia.
Alysia sedang dirias oleh penata rias terkenal.
"I bikin ye bagus deh,tenang aja ,tutup matanya sayangku ,"ucap penata rias yang agak melambai itu.
Perias itu mulai merias mata Alysia dengan menambah warna eye shadow juga bulu mata palsunya.
Warna bedak peach membuat wajah Alysia tampak cerah sekali,dan hidungnya
dibuat shading supaya terlihat mancung.
Alysia hampir tertidur karena sejak pagi begitu sibuk.
"Non ... Jangan tidur dong ... Aduh ye bagaimana sih? ," ujar perias itu.
"Nanti I kasih isolasi di mata ye ,mau ga',ancam tukang rias itu bercanda.
"Nah lihat nih ," ucap tukang riasnya.
kursi Alysia duduk di putar - putar sama tukang rias itu .
"Cantik 'ga? ... Cantik_kan ? ," ujar perias.
"Mana bajunya ?," tanya perias ke asistennya.
"Ini say," ucap asistennya.
"Eh kamu ambilkan minum buat pengantinnya dong nanti dia pingsan aja ,acara bubar semua," ujar perias.
Perias itu melihat asistennya main ponsel terus, bukannya membantu.
Perias itu menyerahkan baju pengantin itu ke Alysia.
"Bisa ga pakainya non? ," tanya perias.
"Aduh 'ga bisa nih," ujar Alysia.
"Kamu sudah pakai longtorso belum dan celana pendek 'ga ," tanya Perias.
"Sudah say ! ," Alysia mengikuti cara bicara asisten perias itu.
"Ok aku masuk ya !," ujar Perias itu sambil membuka tirai ruangan untuk ganti baju.
Di dalamnya terlihat Alysia kebingungan membenarkan bajunya.
"Sini aku bantu," ujar Perias.
Akhirnya Alysia selesai memakai bajunya.
Alysia keluar dari kamar ganti kembali ke tempat duduk rias untuk
dipasangkan hiasan kepalanya ,semua serba putih .
Sedang Adam di ruang terpisah ,juga sudah dirias dan lengkap dengan pakaian jas berwarna putih juga ,terselip bunga kecil disakunya ,menggunakan dasi berwarna silver muda.
Adam keluar duluan ke ruang yang sudah ditentukan untuk ijab kabul di situ terlihat meja dan sekelilingnya sudah duduk para saksi juga penghulu .
Adam terlihat sedikit gugup dan berkeringat.
Pengantin wanita juga sudah dibawa keluar semua berdecak kagum dengan kecantikan Alysia.
__ADS_1
Artha ikut mengiringi kakaknya ke kursi di mana Adam duduk.
Pembacaan doa yang indah terdengar sebelum ijab kabul .
Suasana tenang selama Adam bersalaman dan mengucapkan ijab kabulnya.
Maka sudah sah sebagai suami istri
Adam dan Alysia berdiri dan Adam memasangkan cincin di jari manis Alysia dan Alysia memasangkan cincin di jari Adam.
Mereka berfoto bersama dengan buku nikah di tangan mereka.
Acara sakral itu selesai .
Adam dan Alysia keluar gedung dan berfoto bersama keluarga ,mereka mengiringi kepergian kedua pengantin itu
Mereka berencana untuk pergi ke Bali.
Adam dan Alysia berganti pakaian di rumah Alysia .
Adam tak sabar mencium Alysia di kamar.
"Nanti kita telat berangkat ,ayo ," ujar Alysia.
Alysia menarik tangan Adam keluar kamar dan mengajak segera berangkat ,pembantu di rumah Alysia memberi salam .
"Selamat jalan nyonya muda dan tuan muda ," Alysia tersenyum geli mendengarnya.
Sesampai di bandara Adam harus check in dulu ,mereka tidak bawa terlalu banyak barang karena rencana mau belanja di sana.
Selama di pesawat Adam terus menggenggam tangan Alysia.
Begitulah sifat Adam yang manja suka merengek.
Destinasi mereka ke pantai Melasti ungasan Bali.
Bali memang terkenal di seluruh manca negara ,salah satu surga dunia,alamnya sangat asri dan mempesona.
Sarat akan budaya seni bernilai tinggi.
Untuk menuju ke pantai Melasti itu hanya 30 menit dari Bandara.
Perjalanan dari jakarta 2 jam cukup lumayan lelah ,mereka sampai di penginapan sudah menjelang magrib,tidak mungkin untuk melihat laut ,mereka memutuskan untuk besok saja melihat pemandangan indah di pantai Melasti.
Alysia sibuk membereskan pakaian mereka ,setelah itu mereka berencana membersihkan diri dan pergi makan malam.
Malam itu Alysia tampak cantik sekali ,Alysia tak pernah lepas dari pandangan Adam .Mereka menikmati makan malam di tempat yang begitu eksotik 'Atlas Beach Fest' tempat yang begitu indah bermacam restoran di dalamnya.
Adam dan Alysia duduk di sofa berbentuk L di sana mereka duduk sebentar melihat banyak sekali pengunjung di situ.
Udara saat itu cukup dingin karena hembusan angin dari australia mempengaruhi iklim di Bali.
Alysia penasaran dengan makanan khas Bali.
Mereka mencoba Sate lilit.
Adam gemas melihat Alysia sedang mencicipi sate lilit.
"Bagaimana kalau kamu aku lilit aja ,sambil memeluk Alysia yang sedang makan.
"Aduh ," ucap Alysia .
__ADS_1
Sate lilit itu membuat mulut Alysia blepotan.
Alysia membalas membuat wajah Adam kena bumbu sate juga.
Mereka tertawa bersama.
Kali ini adam memesan ayam betutu yang juga terkenal enaknya.
Adam memotong pahanya dan memberikannya ke Alysia.
Belum juga habis adam menyuapi Alysia ,sampai mulut Alysia penuh .
Adam sengaja langsung di foto sama Adam .
Alysia kesal tetapi akhirnya ketawa juga.
Alysia ingin balas kelucuan adam tetapi belum ada celah untuk itu.
"Awas liat besok nih ,"ujar Alysia dalam hati tersenyum
Kamar yang mereka dapat sangat cantik penuh dengan taburan bunga mawar memang khusus untuk kamar pengantin. Di meja terlihat satu bingkisan bermacam buah sudah tersedia juga kamar mandinya di meja rias ada bunga mawar berbentuk hati ,tanda cinta (love).
Di atas tempat tidur dua buah handuk berbentuk burung Angsa dan taburan mawar merah lagi.
Kamar pengantin itu sangat harum karena di tiap pojok kamar itu terdapat pengharum ruangan aromatic .
Begitu mereka sampai di kamar baru saja Alysia mau menutup pintunya tiba - - tiba mati lampu di ruang tamu dan tangan Alysia ditarik perlahan Alysia sedikit takut karena lampu padam seketika ,ternyata Adam sudah merencanakannya.
Jantung Alysia berpacu cepat menyadari bahwa orang yang menggendongnya ber badan kekar adalah suaminya sendiri.
Harum tubuh Alysia membangkitkan gairah melonjak dua kali lipat ,Adam tak bisa menahan lagi.
Alysia menerima sentuhan yang membuat tubuhnya bergetar .
Dada Adam yang bidang membuat Alysia terguncang.
Ciuman itu terlepas begitu saja membuat keduanya tenggelam dalam cinta yang membara.
Keringat bercucuran di tubuh Alysia merasakan kenikmatan malam pertama yang luar biasa penuh cinta .
"Apa kau puas sayang ," tanya Adam.
Kamu luar biasa sayangku ," ujar Alysia.
Mereka kembali menikmati malam pengantin ini ,sampai merasa lelah dan tertidur hingga besok pagi.
Begitu pagi tiba ,Alysia masih tidur sedang Adam terbangun duluan.
Adam memutuskan untuk pergi membersihkan dirinya.
Alysia terbangun karena harum sabun kamar mandi .
Alysia masih merasa malu tanpa berbusana ,mencoba mengambil handuk dan menutupi tubuh mungilnya itu.
Alysia membuka gorden kamar dan memandang ke luar.
Tiba - tiba Alysia dipeluk dari belakang .
"Sudah bangun sayangku ? ," ujar Adam .
"Sudah yang," jawab Alysia dengan wajah penuh kebahagiaan.
__ADS_1