Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab .51 show Linda


__ADS_3

Malam show Linda benar - benar spektakuler ,penari latar juga bergerak dengan indahnya ,tanpa kesalahan kostum mereka begitu kontras sehingga begitu gemerlap panggung itu tercipta.


Dengan suara Linda yang setiap tarikan nada tinggi begitu sempurna tampa terdengar nada sumbang ,semua begitu bagus dan rapi.


Penonton merasa puas dengan pertunjukan malam ini .


Tetapi di luar sana yang tidak berhasil masuk karena kehabisan tiket tidak puas mereka bikin gaduh dengan ikut nyanyi - nyanyi lagu Linda ,mustinya mereka tidak perlu begitu karena dari pihak panitia sudah memberikan souvenir kenang - kenang di pintu masuk ,dan itu sudah


diumumkan oleh Linda dipanggung.


Kecantikan Linda membius para penonton dan pertunjukkannya spektakuler ,penari - penari menari dengan luwes tanpa membuat kesalahan sama sekali .


Linda berusaha menyalami penonton yang terdekat dengan panggung .


Di luar hotel terlihat deretan panjang orang - orang yang ingin masuk ,sekuriti


Menjaga ketat pintu masuk.


Acara berlangsung sangat meriah.


Banyak wartawan yang mengabadikan wajah Linda .


Di akhir acara Linda mendapatkan karangan bunga dari pengemarnya.


Ucapan terima kasih dari Linda untuk semua penonton dan penggemarnya yang sudah bersusah payah hadir


diacara tersebut.


Tampak wajah berseri Linda melihat penonton yang belum mau beranjak dari ruangan ballroom itu.


Hari ini Linda sudah membuktikan bahwa dia mampu tampil mempesona.


Tapi mereka tidak sadar kalau semua itu kesuksesan itu berkat cincin zamrud itu.


Tanpa itu mungkin Linda tidak sehebat itu ,dan orang - orang bisa begitu histeris .Pak Tirta yang hadir juga di sana sangat puas dengan kerja Linda .


Pak Tirta bangga dengan Linda .


"Dia memang anakku," ujar pak Tirta ke ibu Sinta .


Bu Sinta ,hanya tersenyum penuh Arti.


Pak Tirta belum bisa keluar dari Hotel tersebut begitu juga Artha dan rombongan semua masih tertahan di ruang rias.


Suasana di parkiran mobil macet jalan ke luar mobil banyak orang yang berebut souvenir yang di berikan panitia untuk yang tidak memperoleh tiket masuk.


Pak Tirta menyalami Linda juga seluruh panitia yang bekerja hari ini semua merasa puas ,mereka untung 100 % belum dapat tips dari minuman yang terjual.


Artha mendampingi Linda terus .


Linda sudah berganti baju untuk bersiap pulang ,untuk mengelabui orang Artha meminjamkan topinya.


"Nih pakai ," ujar Artha.


"Terima kasih Tha," ucap Linda.


Suasana di luar macet ga karuan.


Linda dan Artha menerobos keramaian.


Dan ternyata ada yang mengenali Linda juga Artha terpaksa mereka berlarian


dijaga dihalangi oleh Kru .

__ADS_1


Wartawan terus mengejar ,sampai ke pintu mobil.


Mobil tancap gas kabur ,ya bukan tidak mau takut malah nanti ada yang celaka karena berdesakan,mereka hindari itu.


Artha memeluk Linda dimobil .


Kamu baik - baik saja _kan?," tanya Artha.


"Ya ... baik saja hanya tegang dan sedikit lelah ," ujar Linda.


Linda mengembalikan topi Artha.


"Terima kasih ya ," ucap Linda.


Sampai di rumah Linda semua menaruh barang - barang Linda di ruang tamu ,dan mbak Aulia berpamitan sama Linda .


"Besok kita kasih berita lagi ,mungkin ibu Sinta yang akan hubungi Linda ," ujar mbak Aulia.


"Ok mbak Aulia ,terima kasih ya," ucap Linda.


"Eh ye ... aku pulang dulu ,sampai ketemu lagi ya ye ...


"Bobo deh ye ... yang nyenyak ," ujar Susi perias.


"Ok Sus ," ucap Linda sambil tertawa.


Artha tidak pulang bersama mereka Artha masih mau bincang - bincang sama Linda.


"Eh bang Artha ,awas ye jangan macam - macam ya ye!," ujar Susi .


"I bercanda ya ,"ujar Susi sambil melambaikan tangannya .


Semua rombongan meninggalkan apartemen Linda kembali ke kantor .


Ibu Sinta dan pak Tirta sudah menunggu di sana.


"Nih ... minum ," ucap Artha.


terima kasih Tha," ujar Linda.


"Aku tidak lama - lama karena aku tahu kamu pasti lelah _kan .


Besok kita ketemu lagi ya,sore saja kalau kamu sudah tidak capai,"ok ujar Artha.


"Sekarang aku pamit dulu ,ya?," ucap Artha sambil mengelus rambut Linda dan mencium keningnya.


Linda hanya mengangguk dan dengan badan yang lemas mengantar Artha ke luar pintu.


"Sampai besok Tha," ujar Linda.


Artha pulang meninggalkan Linda sendiri di apartemen.


Linda menutup pintunya dan bergegas ke toilet dan nembersihkan dirinya yang sudah sangat lelah.


Linda mematikan lampu kamarnya dan mengucapkan selamat malam lagi dengan cincin zamrud itu.


Kembali cincin zamrud mengeluarkan cahaya hijaunya.


"Cin ... Terima kasih sudah bantu aku ,sekarang aku mau tidur .


Met bobo ya cin ," ujar Linda .


Linda langsung tertidur pulas lagi sampai besok pagi.

__ADS_1


Saking lelahnya Linda terbangun kesiangan,terdengar bunyi bel di pintu juga ketukan .


Tok ... Tok


Linda mengintip dari lubang kaca pintu.


Dengan masih menggunakan Kimono ,pintu di buka hanya sedikit ingin tahu siapa di balik karangan bunga itu.


"Hah ... dari mana pak ! ," tanya Linda.


"Dari hotel Garden kak Linda ,ini benar kan tempat tinggalnya kak Linda," tanya orang itu.


"Oh ya benar ,taruh saja di depan pintu ya ,terima kasih ya pak ," ucap Linda.


Melihat orang itu berlalu ,baru Linda bergerak membawanya ke dalam karena masih menggunakan kimono.


Baru juga mau duduk bunyi bel kembali berbunyi.


Linda mengintip lagi dari celah pintu.


"Hah ... Mbak Aulia! ," kenapa mbak aku hari ini break dulu deh kalau harus manggung ,masih capai nih?," ujar Linda.


"Eh bukan suruh kerja hari ini ,Ini dapat kiriman dari pak Tirta ," ucap Mbak Aulia.


"Oh ... Pak Tirta?," tanya Linda bingung.


Tiba - tiba beberapa orang masuk membawa barang - barang ada tas,sepatu ,baju .


Ini kemarin penggemar kamu menitipkan ini semua di kamar rias ,ada suratnya .


"Besok kamu bikin flog atau video bilang terima kasih kepada penggemar kamu dan sambil dibacakan satu - satu ya ," ungkap mbak Aulia.


"Waduh banyak banget mbak,kamar aku kan semakin sempit mbak.," ujar Linda.


"Ya sudah nanti kita usulkan pindah dari sini cari tempat yang lebih luas ,biar kamu lebih nyaman nanti aku usulkan ke pak Tirta ,"ujar mbak Aulia.


"Eh jangan mbak !,"ucap Linda.


Sudah tenang saja ya ," ujar mbak Aulia.


Linda tidak bisa mengelak usulan mbak Aulia.


"Ok Lin aku pamit dulu ya musti ke kantor lagi,"ucap mbak Aulia.


"Ok mbak terima kasih ya ," ucap Linda.


Setelah mbak Aulia meninggalkan tempat Linda duduk bingung melihat begitu banyak bingkisan buat dirinya dalam waktu satu malam semua merubah jalan hidupku.


Dalam hatinya Linda bersyukur sekali apa yang sudah dia peroleh sejauh ini.


Linda tidak bisa menikmati semua ini sendirian .


Linda akan bagi sebagian untuk adiknya Windy. Baru saja Linda mau berdiri melihat - lihat apa yang bisa dikasih ke Windy ,bel pintu berbunyi lagi.


Linda mengintip lagi dari celah pintu.


Akhirnya Linda membuka pintunya,terlihat Artha membawa satu kantung tas besar berisi makanan dan minuman dikedua tangannya.


Linda mempersilahkan Artha masuk.


Artha tercengang melihat barang yang begitu banyak menumpuk di ruang tamu.


Artha hanya berdiri terpaku di depan pintu kamar .

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_------\_\_\_\_\_\_\_


Bersambung,


__ADS_2