Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.47 Persiapan pernikahan Alysia


__ADS_3

Pembicaraan di meja membuat Artha penasaran ,sedang kak Alysia tetap sambil makan seakan hal itu tidak begitu penting untuk Artha.


Artha kesal langsung berdiri ingin meninggalkan Alysia.


"Tunggu Tha , duduk!


Kak Alysia menarik tangan Artha supaya tetap duduk dan mendengarkan Alysia menjelaskan.


Mama Ida ,diam saja melihat kedua anaknya sedang berdiskusi.


"Kita bicara di luar saja setelah sarapan kita jalan,"ujar Alysia.


Melihat gelagat mama Ida penasaran ingin mendengarkan pembicaraan mereka.


Artha membatalkan kepergiannya ,setuju dengan usul Alysia.


Alysia mengajak makan es cream ,duduk di sebuah kedai coffee shop ,dan memesan secangkir kopi juga.


"Kemarin Linda telepon kakak katanya kamu mengajak Linda serius berhubungan dengan memberikan dia cincin," ujar Alysia.


Artha mengangguk membenarkan.


"Kamu tahu tidak dia itu bukan manusia biasa ,kamu sadar tidak?


"Dia bisa menyembuhkan kamu !," ucap Alysia.


"Ya aku tahu! ," jawab Artha.


"Nah ! ... pada malam kamu Kritis kakak melihat bagaimana dia menolong kamu ,karena kepergok dengan kakak,"ujar Alysia.


"Setelah menolong kamu dari kejahatan yang Thasia perbuat ,dia minta kakak merahasiakan semuanya dari orang - orang.


"Dan dia tidak bisa berhubungan dulu untuk urusan cinta," ungkap Alysia.


"Karena mungkin dia akan kehilangan power itu.


"Dia belum tahu apa yang akan di hadapi kalau cincin kamu terselip di jarinya," ujar Alysia.


"Hah ... ternyata itu sebabnya dia menolaknya," ucap Artha.


"Tapi dia menerima cincin si kecoak busuk itu ,dipakai kak!," ujar Artha.


"Itu bukan cincin tunangan hanya pertemanan ,sehingga si badan bisa menerima ," ujar Alysia.


"Dan karena cincin yang dipakai dia tidak ada urusan percintaan ,bisa dipakai," ujar Alysia.


"Pantas kak kemarin cincin dari Rendy itu tidak bisa dicopot kak," ungkap Artha.


"Dia butuh waktu untuk menyatukan jiwa kamu ke dia supaya bisa di terima cincin kamu," ucap Alysia.


Artha langsung memeluk kakaknya.


"Kenapa kakak ga bilang sih ,Artha baru sadar," ucap Artha.


"Ya kamu enggak tanya ,dan kok bisa harinya sama saat Adam minta untuk tunangan.


Adam dan kakak akan menikah 2 bulan lagi," ujar Alysia.


"Ya aku juga enggak tahu bisa bersamaan begitu ," ujar Artha.


"Selamat ya kak ,aku ikut bahagia.


"Lalu ,aku harus bagaimana ke Linda?," ucap Artha.

__ADS_1


"Ya kamu harus sabar dulu ,apa sudah bisa jangan main hajar saja," ujar Alysia.


"Bagaimana kalau tidak pernah bisa kak?,"ucap Artha.


Alysia mengangkat pundaknya.


"Kakak belum ada jawabannya.


"Hanya Linda yang tahu," ujar Alysia.


Mereka berdua duduk melamun sambil menghabiskan ice cream juga kopinya.


▪️


Linda sudah sampai di rumahnya masih terus memikirkan Artha .


"Dari mana Artha tahu kalau cincin yang ku pakai dari Rendy.


Tidak mungkin Rendy memberitahukan ke Artha," ucap Linda bicara sendiri.


"Apa saat itu Artha mengikutiku , selidiki aku?


"Waduh kalau betul Artha kebangetan deh,"ujar Linda.


"Nanti kalau suatu saat bertemu akan aku pertanyakan,"ujar Linda.


Linda teringat memang ada sedikit aneh orang yang duduk di pojok mereka walau agak jauh.


"Apa itu Artha dan mobil yang sudah terparkir di depan rumah juga mobil Artha?," ucap Linda.


Semua jelas berarti Artha mengikutinya.


"Ya Ampun ,tobat aku ,"ujar Linda.


aku berarti harus menelepon kak Alysia lagi nih alasan apa untuk cincinnya Rendy," ujar Linda.


"Oh stress deh ... sambil memegang dahinya.


▪️


Alysia dan Adam parkir mobil disuatu rumah yang menyewakan baju pengantin ,untuk masuk ke rumah itu harus melewati tangga .


Seorang ibu setengah umur tetapi terlihat tetap awet muda dan cantik ,mempersilahkan Alysia dan Adam masuk ke suatu ruangan yang isinya penuh dengan koleksi baju pernikahan.


Alysia memilih beberapa baju yang menurut Alysia cocok untuk badannya.


Alysia mencoba baju pertama ,dengan warna pink muda sesuai dengan kulit Alysia tampak menawan .


Kemudian baju ke dua berwarna putih dengan belahan dada sedikit .


Begitu tirai ruangan dibuka Adam tak bisa berkata - kata .


Alysia terlihat cantik sekali dengan warna baju putih dengan penghias kepala (head piece).


Adam begitu terpesona melihat Alysia dengan kostum itu.


Adam langsung menyetujui kostum itu sangat cocok untuk Alysia.


Adam terus memandangi Alysia .


Setelah menentukan pakaian mereka.


Mereka pergi untuk foto pra_wedding.

__ADS_1


Mereka pergi ke studio yang sudah mereka pesan untuk foto hari ini ,mereka menggunakan baju kasual saja .


Kemudian mereka ada foto untuk outdoor juga ,mereka pergi ke pantai di sana mereka mengambil nuansa laut dan kecerian mereka bermain pasir.


Mereka mendapatkan foto - foto cantik.


Hari ini acaranya cukup melelahkan,tetapi Alysia cukup happy semua berjalan dengan lancar.


Mama Ida juga Pak Pri sibuk memanggil penata busana ke rumah.


Mereka mengukur baju kebaya untuk mereka juga mengirimkan bahan yang sama dengan ke calon besan.


Kesibukan untuk acara perkawinan sudah mulai terlihat ,walaupun bukan hari ini masih beberapa hari lagi.


Alysia memilih untuk tidak bertemu Adam untuk beberapa hari sampai hari


H _nya.


Alysia melakukan perawatan diri di salon ternama.


Adam sedikit kesal karena merasa kangen ,tetapi Adam terpaksa harus bersabar untuk bertemu Alysia.


Adam merengek ingin ketemu sehingga Alysia lewat kamarnya di atas melihat ke luar ada Adam yang berdiri di halaman rumah Alysia.


Sambil melambaikan tangannya ke Alysia.


Alysia sedang menjalani pingitan ,tradisi ini masih sering berlaku supaya ke dua pasangan setelah melakukan pingitan merasa pangling bila bertemu.


Adam sedih dan pulang ke rumah duduk di lantai atas sambil memandang kolam ikan hasil karya Alysia.


Sebotol kaleng bir menemani malam Adam.


Adam bosan coba memutar musik ,Adam menikmati malam itu dengan kesendirian ,ada kekecewaan hari ini karena ingin bertemu.


Saking lelahnya Adam tertidur dan bermimpi bertemu Alysia sedang menggendong seorang anak dan anak tersebut terbawa ombak besar dan Alysia terduduk di pasir pantai berusaha meraih anak itu tapi malah tergulung ombak dan anak itu hilang terbawa air laut yang sedang pasang.


Alysia berteriak memanggil berteriak memanggil nama "Adam ... Adam ...


Adam kaget mendengar namanya


dipanggil dan terbangun .


Adam terduduk dan bersimpuh keringat ,Adam coba mencuci mukanya dan mencari air minum di kulkas.


Memandang sekelilingnya ,teringat mimpi aneh itu ,Adam duduk sejenak dan merenung semoga bukan firasat jelek.


Adam melihat jam masih menjelang jam 3pagi ,Adam mencoba untuk berbaring kembali di tempat tidur dan memejamkan matanya .


Tapi pikirannya terus berjalan ,hati dan pikirannya tidak karuan mendapat mimpi seperti itu .


Adam terduduk lagi .


Akhirnya Adam menarik selimut dan tidur.


Sedang Alysia sudah lebih dahulu tidur karena terlalu lelah.


Besok pagi Alysia ada acara pengajian di rumahnya.


Dan memanggil anak yatim.


Pagi - pagi sekali Alysia sudah bangun dan menyiapkan semuanya untuk anak yatim ,mereka masing - masing mendapat nasi kotak ,uang dan baju koko untuk anak laki , dan yang untuk perempuan berupa selendang.


Acara pengajian berjalan dengan hikmat

__ADS_1


__ADS_2