
Hari ini Windy semangat ke sekolah ,pelajaran hanya untuk dua jam saja ,selebihnya untuk pertandingan bola basket.
Gemuruh suara anak - anak semakin keras mana kala guru matematika mengingatkan jangan sampai ada yang berkelahi ,menang dan kalah di setiap acara itu lumrah ,jangan dibuat berlebihan.
Nikmati saja acaranya .
"Bagi yang belum sarapan ,sarapan dulu jangan olahraga dengan perut kosong,"ujar pak guru matematika,sambil mengetuk mejanya dengan penggaris besar menyuruh
anak - anak untuk diam sejenak.
Guru matematika keluar kelas,tanda pelajaran hanya sampai sini saja .
Anak-anak semakin ribut dan tak sabar untuk ganti baju ,yang wanita sibuk membawa pakaian mereka ke toilet ,sedang yang laki - laki ganti di kelas saja ,ada dari mereka yang sudah memakai kaos olahraga dari rumah.
Terdengar suara pluit begitu kencang ,dan pengumuman dari ketua OSIS bahwa pertandingan sudah akan di mulai ,bagi yang akan bertandingan harus menyiapkan temnya dan melapor ke OSIS siapa - siapa saja yang akan bertanding.
Windy dan rombongan 'pom- pom girls' sudah siap di lapangan ,pom -pom rumbai merah membuat semangat
teman - teman di kelas Windy.
Tangguhnya kelas Windy ternyata terlihat jelas ,sedang tem lawan
biasa - biasa saja tidak mempersiapkan pom - pom nya.
Suara microphone terdengar meminta semua anak - anak berkumpul di lapangan untuk mendengarkan kepala sekolah membuka acara hari ini .
Setelah kepala sekolah membacakan ,sekarang giliran tem OSIS yang memberikan peraturan , nama - nama yang sudah dicantumkan tidak boleh diganti ,nilai akan dikurangi,dan penilaian ada 2 kategori ke keserasian dan kemenangan.
"Hah ... ada penilaian keserasian, asyik" seru Windy dan teamnya.
"We ... we ... we!...Windy mengejek tem Dany ,yang kemarin sempat iseng ke Windy ,'rasain loe,"
"Makanya jangan belagu kamu ,"ujar Windy .
Tem Windy sudah menang satu poin ,sudah pasti Windy yakin seratus persen.
"Yes! ... yes! ... yes! ,"ucap Windy tersenyum puas.
Tidak sia - sia mereka membuat pom- pom merah.
Acara di mulai tem Dani menang unggul dari kelas - kelas lainnya ,Windy semakin ciut hatinya apakah tem Windy akan bisa menang melawan tem Dani.
Pompom girls sudah bersiap - siap melompat - lompat memberi support.
Setengah permainan sudah di mulai ,tem Dani terlalu kuat untuk dikalahkan.
Yell ... yell tem ret hot ,terdengar memberi semangat ,mereka
melompat - lompat terus memberi dukungan untuk temnya.
" Hidup group red hot! ... 'hidup group red hot
"Red hot tem ! ... Red hot tem! ,
Yell - yell terdengar kencang sekali hampir satu kelas berteriak - teriak.
__ADS_1
Tapi ternyata di sesi ke dua tem Windy bisa menang ,maka kedudukan tem tersebut 'Seri '.
Windy harus berlapang dada kalau akhirnya tem mereka tidak kalah tidak juga menang.
Juara tetap tem Dani dan tem Windy harus cukup bahagia jadi juara2.
Kepala sekolah memberikan pidato,tanda pertandingan sekolah selesai ,dan piala diserahkan ke tem Dani,menyusul tem Windy menerima juara piala ke dua dan piala tem serasi dan kompak
kalau di nilai Windy berarti menang karena dapat dua piala.
Tapi biarkan saja penonton yang menilai.
Windy bersiap - siap untuk pulang jalan bareng dengan temnya sambil membawa pulang 1 buah piala ,sedangkan piala tem basket
dipegang oleh team laki - laki.
Tiba - tiba Windy terbengong melihat mobil hitam kemarin ada di parkiran sekolah dan Dani masuk ke dalam mobil itu ,terlihat bapak tua itu di dalamnya karena kaca mobil itu tidak tertutup setengah terbuka .
Mobil itupun begitu saja melewati Windy yang terpaku memandang mobil itu. Jelas - jelas benar itu mobil pak tua yang menolong Windy kemarin.
"Ei ... kok bengong sih ,"sapa
teman - teman Windy.
"Ach ... 'ga apa - apa,"ucap Windy.
"yuk kita jalan ," ajak teman Windy.
Masih dengan perasaan bingung.
"Dani itu siapa?apa hubungannya dengan pak tua itu?
Ayah tersenyum liat tingkah Windy yang berjoget - joget kesenangan ,piala itu di taruh di kamarnya ,sambil dipandangi terus - menerus.
Windy langsung ganti baju dan membasuh tubuhnya karena hari ini berpanas - panasan diterik matahari .
Setelah membersihkan badannya Windy merasa lapar ,Sambil makan Windy menceritakan dengan semangat tem Windy ke ayah.
Juga soal Dany yang ada dimobil pak tua itu.
Ayah hanya mendengarkan saja.
Saat itu Linda sedang tidak ada ,sibuk dengan urusannya.
▪️
Linda sore itu sehabis dari ketemu ibu Sinta langsung ketempat kang Deny,hari itu jadwal Linda tampil di kafe 'kencana Indah'.
Seperti biasa Linda membetulkan riasan direst room.
Hari ini Linda menggunakan baju blues warna hitam yang ada bling - bling sedikit di depannya. Juga celana panjang jeans biru ,sepatu hitam tidak terlalu tinggi,bau minyak wangi merk 'Zara' merebak ,dan sebuah anting gantung yang terselip di telinganya menambah pesona dirinya.
Linda ke luar dari Rest room dan mencari kang Deny,yang ternyata baru datang sepertinya agak terlambat
buru - buru kang Deny menyalakan sound musik sambil mempersiapkan keyboard ,dan mencoba mik.
__ADS_1
"Tes! ... tes! ... tes! ... aa ... yo! ... yoo!
Suara kang Deny terdengar nyaring ,menandakan mik siap untuk di gunakan .
Sedang Linda masih duduk - duduk santai menunggu kang Deny mempersiapkan sound system.
Datang rombongan masuk ke ruangan dan mereka ingin mejanya disatukan.
Pelayan sibuk membereskan mejanya ,Mereka mau merayakan ulang tahun ,seseorang menuruni mobil dengan kursi rodanya tepat di depan pintu masuk kafe.
Linda hanya bengong sejenak karena di antara yang datang hadir ,Maya teman Linda dari kantor pak Tito yang memfitnah Linda.
Kang Deny tidak tahu masalah Maya ,karena Linda tidak pernah cerita tentang kenapa dia di keluarkan dari kantor tersebut.
Hari ini ternyata ulang tahunnya orang tuanya Maya,Yang duduk di kursi roda itu, ibunya Maya.
Linda betul - betul shock bertemu Maya,kekesalannya belum bisa Linda balas apalagi ini datang ke tempat di mana Linda kerja.
Tapi kasihan juga kalau liat ibunya sudah duduk di kursi roda seperti itu.
Tiba - tiba pelayan datang dan membawa kue ulang tahun ,terpaksa Linda menyanyikan lagu 'Happy birthday' untuk ibunya Maya.
Rombongan ini satu demi satu ingin tampil di depan panggung menyumbangkan suara emas
masing - masing .
Mereka juga meminta Linda untuk berduet dengan saudara - saudaranya Maya.
Maya memang hanya diam saja memperhatikan Linda ,tidak ada reaksi apa - apa.
Pasti juga Maya tidak habis pikir kok ada Linda di kafe itu.
Linda dengan setengah hati melayaninya.
Kang Deny melihat Linda sedikit menolak untuk duet yang ke 2 ,untungnya acara ulang tahun itu tidak terlalu lama .
Maya dengan rombongannya segera meninggalkan kafe tersebut,mereka yang tidak tahu ada permasalahan antara Maya dan Linda banyak yang memuji suara Linda,dan mau kembali lagi besok - besok .
Itu berita dari Kang Deny,
saudara - saudara Maya cukup banyak menyelipkan uang di stan book .
Kalau dilihat cukup sukses acara nyanyi hari ini untuk kang Deny dan Linda bisa mengantongi saweran yang cukup lumayan.
Tapi untuk Linda ini 'Mimpi Buruk '
Kang Deny tidak ingin bertanya kenapa agak menolak,menurut kang Deny mungkin Linda merasa risih
terus - menerus duet dengan mereka,itu pemikiran kang Deny yang tidak tahu masalahnya.
Selesai kerja malam ini,walau dapat saweran banyak tapi hati Linda kesal ,pulang dengan hati tidak karuan membuat Linda gelisah.
Apakah Maya
akan datang lagi dan mengangguku?
__ADS_1
Pikiran itu yang membuat Linda susah tidur.
🔸️🔸️🔸️🔸️🔸️