
Udara siang cukup terik ,Artha
siap - siap untuk pergi latihan fitness ,sudah satu minggu Artha absen tidak olah raga.
Sampe di tempat fitness masih tidak terlalu banyak orang .
'Hei ... tumben nih datang," sapa instruktur fitness .
Ya aku ga' percaya diri nih ,sambil memandang dirinya di kaca .
Masa aku kalah sama si kecoak busuk itu ?
"Nih liat tangan aku sudah berotot ,si kecoak 'ga ada ,kaya gue!
Artha bicara sendiri .
Instruktur bingung ,siapa kecoak busuk itu Tha'?
Ada ,kesal aku wanita yang gue suka main tikung aja.
Oh begitu ceritanya? kan kamu sudah keren dan Artis masa kalah sih ?
"Ya itu ... ' jawab Artha.
Latihan yang benar,angkat beban biar makin keren badannya" ucap instruktur.
Artha serius latihan.
▪️
Keringat mengucur deras ,bayangan tentang Linda menerima pinangan Rendy terus berputar di otak Artha.
Baru saja mau keluar dari tempat fitness hujan deras mengguyur dan angin yang sempat menerbangkan sampah - sampah kertas yang berserakan di luar.
Artha terpaksa menunda untuk pulang
Terpikir untuk telepon ibu Sinta.
"bu Sin , ... hari ini jadwal Linda apa ?
Manggung di mana bu ,tahu 'ga,"tanya Artha .
tahu! ... hari ini di tempat kang Deny kafe Cempaka indah.
Terima kasih ya bu Sin buat infonya.
Bu Sinta tersenyum mendengar Artha menanyakan keberadaan Linda.
▪️
Menjelang sore suasana di jalan jakarta sangat macet ,bersamaan dengan bubaran kantor .
Artha kesal terjebak macet ,Artha
diam - diam mau datang ke kafe Cempaka ,mau liat apa Rendy ada di situ.
Penampilan Linda hari ini sangat cantik,dengan baju blues hijau toska dan rok mini hitam terbuat dari bahan jeans dengan ada motif kancing silver beberapa biji sebagai hiasan saja ,sudah buat diri Linda menarik ,kaki yang terlihat jengjang menambah pesonanya.
Kafe terlihat sepi ,padahal sudah menunjukkan jam 21.00.
Linda teringat cincin itu.
__ADS_1
Linda penasaran ingin coba memakainya .
Sebentar Kang Den aku haus ," ucap Linda.
Linda turun panggung mengambil minum yang tersedia di meja dan coba mengambil cincin tersebut dari dalam tas nya.
Linda memandangi sebentar cincin itu.
Apa benar ini ada daya mistisnya?
"Ayo kang Den kita nyanyi lagi ,ga
apa - apa sepi juga lanjut ya ,"ucap Linda.
Linda membawakan lagu - lagu daerah Medan ,sambil belajar perbendaharaan lagu.
Tiba - tiba mulai masuk beberapa orang duduk langsung di meja paling depan.
Mereka memesan makanan juga minuman ,ada sekitar 5 orang mereka tertarik dengan lagu yang Linda bawakan.
Mereka makan sambil menyanyi.
Dan satu jam kemudian mulai masuk lagi beberapa orang lagi .
Linda tak menyadari kalau kafe sudah mulai penuh.
Pegawai kafe sampai kelelahan melayani tamu ,karena pegawainya hanya 4 orang yang bertugas .
Biasanya 4 pegawai sudah cukup ,Linda tak sadar apa yang sedang mereka hadapi,semuanya hari ini pol sampai ada beberapa orang tidak bisa masuk mereka tetap menunggu di luar.
Tamu banyak yang mau nyanyi ,saweran lembaran merah bertaburan ,sampai ada yang melipat lembaran merah sebagai bunga .
"hi ... cant you sing that song once more for me ,i like your voice ,really nice voice," ucap orang bule tersebut.
oh ok ,no worries,"said Linda.
bule berkulit langsat itu memandang Linda tak berkedip.
Linda hanya melempar senyumnya .
Setelah selesai membawakan lagu itu ,Linda izin ke toilet sama Kang Deni.
kebetulan ada yang ingin nyanyi lagi , kesempatan buat Linda turun panggung sebentar.
Linda buru - buru pergi ke toilet,tiba - tiba laki - laki bule itu mengejar Linda ke toilet
Hi ... Hi ... Linda
Seseorang memanggil Linda ,dan Linda melihat ke arah orang Itu .
Oh hi ... sorry i have to go to the toilet first,don't worry ,i'll be back .
No .... i just want to give you this .
laki - laki bule itu mengeluarkan amplop yang cukup tebal.
what is this ," ucap Linda .
This is for you ,because you sing my song ,my favorite song.
Oh ... you dont have to do that ," ucap Linda .
__ADS_1
well anyway thank you for your kindness ,ujar Linda.
Ok i have to go now ,well thanks again .
Linda sudah tidak menahan buang air kecil ,sudah dari tadi di tahan - tahan.
Buru - buru Linda masuk toilet dan menguncinya.
Linda membuka amplop itu ,penasaran dengan isinya uang lembaran merah Linda menerawang ke atas ini asli tapi ini bukan uang rupiah ,setelah beberapa saat meneliti ternyata itu uang Euro,dan sempat juga orang itu memberi 2 lebar waktu Linda nyanyi.
Linda teringat dia menaruhnya di stand book.
Linda tidak mau membaginya ke kang Deny yang di dalam amplop ,pikir Linda ini haknya.
Yang di kotak akan Linda bagi sama kang Deny.
Linda masih belum menyadari apa ,dan kenapa bisa begitu?
Linda tak mau berlama - lama di toilet,Linda kembali ke ruang musik .
Dari ke jauhan terlihat 2 pasangan polisi yang suka datang dan berbincang dengan Linda.
Kasian sekali tidak dapat meja ,akhirnya Linda panggil ibu dan bapak polisi itu untuk duduk di meja Linda di samping panggung ,sehingga memudahkan Linda untuk bercakap - cakap dengan beliau.
Linda menatap mangkuk kaca yang memang sengaja ditaruh didekat panggung untuk menaruh saweran .
Mangkuk itu sudah penuh dengan lembaran uang merah.
Begitu juga uang Euro yang masih terselip di buku.
"Aku akan gantikan dengan uang rupiah 200 ribu ,untuk kang Deny karena pasti kang Deny berpikiran itu uang seratus ribu rupiah ,"ucap Linda dalam hati.
Linda berlaku curang sedikit.
Artha sudah sampai dan ribut di depan dengan sekuriti karena tidak dapat masuk karena penuh .
"Pak aku cuma mau liat apa temanku ada di dalam ?," ucap Artha.
"Siapa teman bapak ? ," tanya sekuriti Rendy pak ,"ucap Artha
Tanpa Artha sadari ,sekuriti memberi pengumuman.
"Yang bernama Rendy ditunggu di depan oleh temannya.
Linda yang mendengar nama Rendy ,bingung.
"Memang ada Rendy di sini?," ujar Linda
Artha kaget ,tidak menyangka sekuriti akan menyampaikan pengumuman begitu.
Otomatis Artha salah tingkah ga karuan.
Linda posisinya bisa melihat ke pintu luar,walau ada beberapa orang berjejer di situ.
Kok ada Artha? ," ucap Linda ke kang Deny.
"Ha ... si tukang mabuk itu ,aduh repot deh ,dia mau apa ya?,"ujar kang Deny.
Teringat kejadian waktu itu Artha jatuh dipanggung.
"Semoga dia tidak mabuk lagi ya,"ucap kang Deny.
__ADS_1