
Perasaan Linda juga Artha seakan ikut tergulung oleh angin ,dan pijaran cahaya hijau itu hilang seketika ,mereka melepaskan pelukan dan mereka buru - buru ke luar dari mobil dengan kebingungan.
"Lin ...
"Apa kamu bisa merasakan yang kita alami,dan kita tergulung angin di padang pasir bersama kamu Lin.
Tapi ini seperti nyata," ucap Artha.
"Mungkin kita terlalu berkhayal ,aku masuk dulu ya ,sudah malam " ujar Linda.
Artha yang masih tampak kebingungan mengantar Linda sampai ke pintu apartemen.
Artha menatap kamar Linda yang bisa terlihat dari jalan bila lampunya masih menyala.
Artha penasaran dengan kejadian yang baru saja mereka alami,tidak sengaja meraba wajahnya ,terasa ada cairan lengket.
Artha memeriksa cairan itu dengan jarinya.
Ini memang nyata !
Artha buru - buru naik mobil ,dan diam sejenak sambil membersihkan cairan lengket di wajahnya.
Uh ... air liur unta ... yak
Artha meninggalkan apartemen Linda ,masih dengan banyak pertanyaan di pikirannya yang tak mungkin ada jawabannya ,semua sulit untuk
dijelaskan.
Menurut informasi Linda besok ke kantor celeb star ketemu ibu Sinta.
Linda merasa lelah sekali hari ini ,begitu masuk kamar langsung membasuh diri dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur ,coba untuk merenungi apa yang telah mereka alami hari ini.
Linda langsung terduduk ,hah ... lupa ?
Uang ... uang hari ini ,uang yang aku sembunyikan dari kang Deny.
Linda membongkar tas ,membuka dompet mengumpulkan uang ratusan ,ternyata untuk saweran di kotak kaca dapat 1,5 juta ,sedang uang yang di amplop yang berupa uang Euro ada 5 lembar ratusan,ditambah 2 buah uang ratusan Euro yang disembunyikan di buku nyanyian Linda.
Wah lumayan banyak hari ini penghasilan Linda .
Rencananya uang Euro akan disimpan saja untuk tabungan ,sedang uang rupiah akan di berikan ke ayah untuk ke dokter dan juga Windy untuk uang jajan sebulan.
Linda menyimpan uang - uang itu lalu tubuhnya terasa mulai lemah dan ingin segera tidur.
Linda memejamkan matanya ,tak bisa berpikir lagi saking lelahnya.
Linda bermimpi bertemu nenek itu kembali,' jangan kamu kasih cincin ini kepada orang lain kecuali keluargamu sambil memegang tangan Linda '.
Linda tak menyadari kalau kamar yang Linda tempati sekarang memancarkan cahaya hijau.
Cahaya itu akan terus berlangsung selama Linda tidur.
Sedang Artha sampai di rumahnya ,sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk,masih linglung memikirkan Linda,apa Linda baik - baik saja?
Sesuatu yang tidak masuk akal ,tapi nyata!
Semua tidak dapat dijelaskan.
Artha memutuskan untuk memejamkan matanya dan coba melupakannya.
▪️
Suara mesjid berkumandang ,suara burung - burung kecil yang sudah mulai ramai terdengar.
__ADS_1
Linda terbangun gara - gara suara ribut seseorang di pintu .
cahaya hijau yang menerangi kamar itu langsung hilang ,terdengar bel bunyi dari pintu kamar Linda.
Dengan masih mengantuk Linda coba melihat siapa yang mengganggu pagi - pagi begini.
Oh mbak Aulia ternyata sudah datang .
Mbak aku masih mengantuk !
Linda mempersilahkan mbak dan krunya masuk .
"Please mbak setengah jam lagi aja ya.
aku masih mau tiduran," ujar Linda.
"Ya ... sana! ucap mbak Aulia.
kita mau bikin kopi dulu aja ,santai - santai.
Linda memang rencananya hendak ke kantor menemui ibu Sinta.Tapi ternyata malah mbak Aulia yang datang ke rumah karena acara dimajukan harinya.
Setelah merasa cukup beristirahat Linda menemui mbak Aulia yang sedang santai melihat ponsel.
"Mbak hari ini kita rencananya nyanyi di mana?,"tanya Linda.
"Oh kita ke tempat kepolisian ," ujar mbak Aulia.
"Jam berapa harus sudah di sana ," tanya Linda.
"Jam 1 siang sudah mereka istirahat makan kita baru mulai ," ucap mbak Aulia.
Kru mbak Aulia sudah menyiapkan sarapan buat mereka,makanan itu diatur di meja makan .
Mbak Aulia tidak akan membiarkan Linda dengan perut kosong untuk bekerja ,pasti urusan isi perut dinomer satukan,dan itu juga yang di pesan pak Tirta .
Masih banyak waktu untuk mereka bersiap - siap .
Linda membersihkan dirinya ,kira - kira 1 jam Linda selesai .
Mbak Aulia menyiapkan baju untuk Linda ,sebuah baju hitam dengan sedikit terbuka di pundaknya.
Menarik untuk di kenakan ada kerlip - kerlip di tengahnya .
Linda mencobanya terlihat pas di tubuh Linda.
Mereka semua siap untuk berangkat takut kena macet di jalan.
Sesampai mereka di pintu gerbang ternyata ketat sekali peraturannya.
"Maaf kaca tidak boleh ditutup ,dan tidak boleh pakai topi mohon dibuka dulu ,"ujar seorang polisi jaga.
Oh maaf pak ," ucap supir kantor ,membuka topinya.
Rasa kuatir masuk ke tempat itu membuat semua terdiam.
"Mbak apa benar kita akan manggung di sini ," tanya Linda dengan .
"Mobil hanya boleh sampai sini pak," ucap seorang polisi yang berusaha menyetop mobil kantor.
Mbak Aulia langsung turun dan menanganinya.
Polisi itu meminta daftar orang yang akan masuk .
__ADS_1
Tidak lama kemudian datang sebuah mobil dari arah dalam berhenti tepat di depan kita.
Mbak Aulia langsung menyuruh beberapa orang untuk naik mobil tersebut ,sedang yang lain akan menunggu giliran.
Perjalanan ke lokasi cukup jauh dari pintu gerbang.
Linda sudah sampai duluan ,duduk di ruang kantin kecil menunggu semua rombongan kru.
Sambil menunggu Linda keluar kantin sebentar karena merasa begitu sumpek di ruangan kecil penuh orang.
Tiba - tiba datang seorang polisi yang mendekati Linda.
"He kamu ini sedang apa di sini," ucap pak polisi ,dengan sikap yang agak galak .
Oh aku sedang menunggu seseorang pak?
Polisi itu terlihat tidak suka ,melihat ke Linda .
Kamu paham 'ga ?
Ini pakaian begini ini tidak sopan ," ucap polisi itu.
Linda bingung ,polisi itu mencecar beberapa pertanyaan yang membingungkan.
Linda kesulitan menjawabnya ,sedangkan mbak Aulia masih belum sampai.
Kamu terlalu seksi berpakaian seperti ini!
"Oh ... Linda kebingungan ... Ya kamu pulang saja.
Bikin kepala saya pusing deh," ujar pak polisi.
"Aduh aku ini kok tidak peka sih .
Pelajaran buat aku,mbak Aulia bisa lakukan kesalahan juga ya ternyata," ungkap Linda dalam hati.
Linda teringat cincin yang belum dia pakai.
Linda beralasan izin ke toilet memperbaiki pakaiannya.
Linda buru - buru masuk dan merogoh tasnya mencari cincin tersebut ,berharap ada mujizat .
Begitu keluar toilet Linda tidak hanya menghadapi 1 polisi ternyata sudah ada 4 orang yang berdiri di depan kantin tersebut ,Linda memberanikan diri berjalan melewati mereka.
Belum terlihat mbak Aulia di situ,Linda semakin gelisah ,bisa - bisa batal ini aku manggung di sini dengan kondisi ketat aturannya .
Linda sudah pasrah menunggu mbak Aulia untuk pulang saja,dari pada bermasalah .
Tiba - tiba muncul kepala polisi itu Tersenyum kepada Linda dan membawa sebuah jas di tangannya dan membuka jalan supaya Linda bisa melewati
polisi - polisi ini yang menghadangnya.
Pakai ini! ... ,"ujar pak kepala polisi.
Linda memandangi pak kepala polisi ,membuat polisi - polisi lainnya memberi hormat .
Suasana mulai membaik,dan Linda juga merasa lebih tenang.
Linda mulai merasa janggal keanehan dengan menggunakan cincin zamrud itu.
Linda memandang ,dan memainkan cincin itu sebentar,dan menarik napas panjang.
Sepertinya ini baru awalnya,apa yang akan selanjutnya terjadi?
__ADS_1