Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab .40 Linda kabur dari kafe.


__ADS_3

Artha menarik keluar Linda dari kafe itu.


Sebenarnya tidak enak dengan kang Deny main pergi saja .Tapi karena melihat orang yang seperti itu takut dia memaksa Linda dipanggung yang ada berantam.


Security sudah siap siaga ,orang - orang yang mau masuk tapi tak dapat kursi melihat Linda menerobos keluar kafe ikut mengejar Linda dan Artha ,ternyata di sana ada wartawan yang meliput karena pengunjung yang banyak ini terdengar oleh beberapa media ,mereka coba mencari keberadaan Linda.


Kegaduhan terlihat sewaktu Linda dan Artha berlarian untuk segera menuju mobil.


"Bagaimana ini kang Deny tidak ada yang bantu ," ujar Linda.


"Ach sudah tak usah di pikirkan ,bahaya kamu kalau masih ada di situ .


"Aku yakin kang Deny bisa atasi dengan baik .


"Kamu enggak liat apa ,begitu penuh kafe dan mereka semua tertuju padamu Lin,sedangkan tidak ada orang yang menjaga kamu dipanggung.


Deny juga tak akan bisa membantumu karena dia sibuk dengan key board," ungkap Artha.


"Ayo ... Ayo kita harus tancap gas nih Liat di belakang mereka sudah sangat dekat dengan mobil kita Tha," ujar Linda dengan suara panik.


Artha kaget beberapa wartawan sudah mulai mengedor mobil Artha.


Artha terpaksa meluncur dengan cepat meninggalkan para wartawan yang mengejar mereka.


Sepertinya kamu sudah harus berenti kerja di tempat kang Deny ,sudah tidak aman Lin ,coba deh kamu pikirkan baik - baik kalau sampai pak Tirta dengar situasi ini pasti melarang kamu untuk nyanyi di situ ," ujar Artha.


Linda hanya menyimak ocehan Artha ,yang memang ada benarnya ,tapi bagaimana dengan acara Maya minggu depan apa yang harus aku lakukan ?


Artha tidak tahu apa - apa tentang rencana untuk Maya ,dan Artha juga tidak kenal siapa itu Maya.


Kalau Artha sampai menceritakan kejadian hari ini kepada pak Tirta ,pasti bisa kacau semua.


"Dengar tidak Lin! Artha kesal karena Linda hanya diam saja,kok aku jelaskan kamu cuma diam saja,komentar dong ," ujar Artha.


"Tha ini jalan ke mana ?


"Antar kamu ke apartemen !


"Oh aku lagi tidak di apartemen ,masih menginap di rumah ayah ,karena kondisi Windy masih belum stabil sepertinya masih trauma tidak mau sekolah di situ ,maunya pindah " ungkap Linda.


"Oh begitu,repot juga ya .


Aku harus putar balik dong nih kalau ke rumah ayah," ujar Artha.


"Sorry Tha, kamu harus balik arah.


"Soal aku tidak komentar karena aku masih ada yang harus aku lakukan di kafe itu,aku belum bisa keluar saat ini ," ujar Linda.


"Apa itu! ... Tugas apa sampai begitu ?

__ADS_1


"Aku tak bisa bilang ! ," ucap Linda.


"Waduh ... Misterius begitu sih!," ucap Artha.


Linda buang muka ,sambil mencibir kesal.


Jangan berpikir yang aneh ya ," ujar Linda kesal.


Tidak terasa Linda sudah sampai


dipelataran rumah ayahnya.


Karena sudah malam Artha tidak ingin mengganggu tidur pak Ruslan dan Windy.


Artha memutuskan untuk besok saja bisa mengobrol sama Linda ,sepertinya kurang sopan juga bertamu malam - malam.


Linda turun dari mobil karena sudah malam ,Linda tak ingin berlama - lama di luar.


"Terima kasih ya Tha ,besok kita bicara lagi ," ujar Linda sambil melongok ke jendela depan mobil.


"Ok ,met bobo ya ,dag Artha menunggu sampai Linda masuk ke dalam ,Linda melambaikan tangannya terlihat pak Ruslan ayahnya Linda membukakan pintu rumahnya.


Setelah yakin Linda sudah masuk ke rumahnya Artha baru meluncur pergi dari situ.


Linda duduk di ruang tamu sendirian belum terasa mengantuk ,Linda merasa harus menghubungi kang Deny sebelum tidur.


Linda memikirkan awal kejadian ,dan kang Deny tidak menyalahkan Linda ,dan kang Deny bersyukur dengan adanya Artha kamu terlindungi itu jawaban kang Deny.


Kotak saweran itu masih terkunci ,dan kuncinya ada di kantor karena kejadian kemarin ,biasanya kang Deny pegang.


Mereka mau Linda datang lagi diacara keluarga Maya.


Itu pesan kang Deny.


Linda melamun tentang Artha yang selalu ada untuknya ,Artha selalu berusaha melindunginya,sampai saat ini Linda belum mau menjawab perasaannya yang sebenarnya.


Linda ingin seperti ini saja dulu ,jalani pertemanan dan saling menjaga hati.


Tapi perhatian Artha kadang sudah berlebih ,Linda sadari itu.Mungkin butuh waktu untuk itu semua.


Linda mulai lelah merebahkan dirinya di sofa ,tanpa terasa Linda tertidur di ruang tamu ,tanpa ganti baju dan menghapus make up.


Menjelang subuh ayah seperti biasa solat subuh kaget melihat Linda tertidur di sofa.


Ayah tak ingin membangunkannya ,ayah mengambil selimut dari kamar dan mulai menyelimuti tubuh mungil itu yang tampak meringkuk kedinginan di sofa.


Linda terbangun karena bunyi alarm ponsel ,kaget sudah kesiangan.


Linda terduduk dengan mata masih berat untuk melek,tetapi aroma telur dadar dan panggangan roti tercium ke seluruh ruang tamu ,sangat menggugah selera .

__ADS_1


Perut Linda juga berbunyi karena dari semalam belum sempat diisi.


Linda melihat ke arah dapur terlihat ayah sedang sibuk dan tersenyum ke arah Linda.


"Ayo sarapan !


"Baik yah ," ucap Linda.


Windy baru saja keluar dari kamar dengan membawa tasnya.


"Win sarapan dulu ," ucap Ayah .


"Ya ayah ," ujar Windy.


"Kalau sudah ayah antar lagi kamu ke sekolah.


Linda langsung bertanya tentang Kresti ke Windy.


"Oh kak ... tahu enggak Kresti diam saja ,tidak berani ganggu lagi ,dan tidak berani mendekat .Windy menceritakan dengan bersemangat ,Linda mendengarkannya dengan tersenyum .Mereka berusaha menjauh dari aku ,kalau Dani memang pemberani kak ,dia diam saja ,tapi Dani sempat bicara sama aku kalau mereka berani lakukan lagi ,Dani tak sungkan - sungkan melaporkan mereka ke polisi," ungkap Windy.


"Lalu bagaimana dengan pindah sekolah ,apa masih mau ?," tanya Linda .


"Sementara ini sih ,masih aman kak .


"Kalau sampai mereka bertindak sedikit saja ya baru Windy pindah kak,berarti mereka memang senang menyakiti orang lain.


"Terus kak sahabat aku Utari bilang ke aku ,tetapi dia tidak berani cerita ke orang lain hanya ke aku kak,ada seorang ibu yang menolongnya hari itu dari kekejaman Kresti dan antek - anteknya itu di lumpuhkan oleh ibu itu kak.


Utari di suruh cepat kabur dari situ.


Ibu itu pesan tidak boleh cerita ke siapa - siapa .


Lalu Utari dengar Kresti dan anteknya semua masuk rumah sakit," cerita Windy.


Linda senyum - senyum mendengar cerita Windy .


"Lalu adik kakak ini yang bawel ,sudah merasa happy tidak sambil mencubit pipinya.


"Aw kak sakit!


"Ya happy kak .


"Ayo Win nanti kamu telat ,nanti masih ada waktu buat cerita lagi ke kakakmu,"ujar ayah.


"Ok ayah !


Windy mencium pipi kakaknya ,dah salam.


"Windy berangkat ya kak .

__ADS_1


"Ok !


-----\_\_\_\_----


__ADS_2