Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.54 Balas dendam ke Maya.


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di nanti sama Linda.Hari pembalasan sakit hati dengan Maya.


Linda mencoba menghubungi pak Tito manager lama Linda dengan alibi dapat makan dan minum gratis untuk 5 orang ,pakTito bebas membawa teman siapa saja.


Padahal semua makanan dan minuman itu di bayar oleh Linda sendiri.


Itu rencana Linda ,semoga juga pak Tito mau hadir.


Linda langsung menghubungi kang Deny untuk pesan 5 kursi tamu khusus Linda.


Walau Linda tahu sudah penuh tetapi minta tolong disiapkan di depan saja dekat panggung kalau sampai penuh sekali kafenya.


Kang Deny menyanggupinya,akan mengurus tamu spesial Linda.


Windy terpaksa ditinggal sendirian di apartemen.


Sebenarnya Artha keberatan Linda tampil lagi di kafe kencana indah ,karena situasinya sudah tidak tepat.


Untuk keselamatan ,Artha memutuskan untuk ikut mendampingi Linda.


Sore itu Artha menjemput Linda di apartemen,melihat Linda yang begitu keren dan cantik,Artha semakin gemas ingin menciumnya tetapi ada Windy .Sehingga Linda menolaknya secara halus.


"Ayo nanti kita kemalaman tidak bisa masuk ke kafe," ujar Linda sambil menarik tangan Artha.


"Win! ... kakak jalan ya,kamu baik - baik ya jangan keluar ," pesan Linda.


Linda dan Artha langsung berangkat ,takut kena macet.


Begitu baru sampai sudah ternyata sudah ada pak Tito.


Pak Tito tidak pernah melihat Linda dandan ,Pak Tito sampai melongo melihat Linda yang sudah berubah sangat cantik.


Teman pak Tito juga menceritakan kalau sekarang Linda sudah terkenal,sedang pak Tito jarang melihat berita.


"Hah ... Aku ketinggalan berita ," ujar Pak Tito.


"Malam pak ,"sapa Linda.


"Senang sekali bapak bisa hadir.


"Silakan kalau mau pesan makanan apa ,tinggal dilihat di menunya ya pak.


Saya tinggal dulu," ujar Linda.


"Oh ya ya Lin ,terima kasih.


Linda dengan dandanannya sangat memukau semua orang di ruangan itu.


Artha menemani Linda di belakang panggung ,mereka masih duduk - duduk di belakang panggung.


Kang Deny menyalami Linda sambil tersenyum.


"Hebat kamu Lin,selamat ya," ucap kang Deny.


"Ini_kan berkat kang Deny suruh aku nyanyi awalnya .


"Iya ya Lin!,jawab kang Deny .


Kang Deny tersenyum memandang Linda.


Terdengar suara - suara ramai sepatu masuk ke kafe,kang Deny mengintip dari balik tirai ,untungnya kang Deny sudah dari sore memasang sound .


Sudah pada datang ,"ucap Linda.


"Nanti kalau lampu menyala aku panggil ke luar ya ,"ujar kang Deny.


Artha yang mendengar itu ,senewen sendiri ,takut tidak bisa mengatasinya sendiri ,sedangkan pak Tirta tidak tahu kalau Linda ada diacara ini ,sebenarnya dari pihak kantor tidak mengizinkan Linda untuk tampil karena masih dalam suasana duka dan namanya sedang naik .

__ADS_1


Artha sampai saat ini juga masih tidak mengerti kenapa Linda harus mengambil risiko ini. Apa yang dicari?


Tapi sebagai kekasih Linda ,Artha harus melindungi Linda.


Lampu panggung sudah di nyalakan .


Terdengar sambutan dari keluarga Maya .


Mereka membuka acara sendiri.


Ternyata ada yang memelopori mau nyanyi ,dipersilahkan oleh kang Deny .


Setelah mereka puas bernyanyi ,kang Deny memanggil Linda.


"Sekarang kita tampilkan penyanyi yang sebenarnya ," ujar kangbDeny.


Sorot lampu langsung ke arah tirai hitam yang terbuka perlahan.


Linda muncul sangat anggun ,semua bertepuk tangan melihat ke hadiran Linda.


Linda naik panggung dengan tenang ,sedang Artha terus mengintip dari celah tirai tak ingin kekasihnya itu mengalami sesuatu yang tak terduga.


Linda sadar kalau dia berisiko hadir di situ ,tetapi karena ingin membalas dendam seseorang ,Linda harus hadir.


Linda melirik Maya di antara tamu yang hadir.


Linda coba membawakan beberapa lagu semua antusias mendengarnya ,setelah itu Linda mulai memutar cincin itu sambil berbicara kepada tamu - tamu yang hadir.


"Terima kasih buat keluarga Maya yang sudah mau booking kembali tempat ini untuk acaranya ,sehingga kita bisa" bertemu," ujar Linda.


"Kedua aku ingin berterima kasih juga kepada teman aku sewaktu aku masih bekerja di kantoran ,aku mau memanggil teman aku ini untuk nyanyi bersama aku di sini," ungkap Linda.


Artha yang mendengar itu baru paham kenapa Linda mau datang ke acara itu.


"Aku panggilkan temanku itu "Maya","ujar Linda.


keluarga Maya yang tidak tahu selama ini maya adalah teman Linda pada bingung .


"Kenapa selama ini diam saja kan teman?,"ucap salah satu keluarga Maya.


Semua pada menengok ke arah Maya.


Maya yang malas menanggapinya .


Panggung seketika keluar asap hijau dan lampu - lampu sorot di bawah menyala.


Penonton berpikir itu adalah asap dari panggung yang buat.


Kang Deny juga berpikir orang kantor yang menyalakan itu.


Sehingga kang Deny tenang saja .


Asap itu perlahan turun panggung tanpa di sadari menuju kaki Maya .


Dan Maya langsung berdiri dan seperti ada yang memaksanyanya ber jalan ke arah panggung .Sedang Linda masih terus memutar cincin itu .


"Bantu aku Cin ... Selesaikan misi ini dengan baik setengah berbisik.


Maya seperti terdorong dipanggung mendekati Linda.


Linda menyalami Maya ,maya yang tidak mau menyalami Linda ,tiba - tiba tangannya bergerak sendiri menyalami Linda.


Maya sadar itu bukan kehendaknya.


Linda mengajak Maya menyanyi ,dan memang maya suaranya sumbang tidak bisa menyanyi sehingga berenti


ditengah - tengah.

__ADS_1


"Maaf Penonton ternyata temanku ini tidak bisa bernyanyi ,tapi beri tepuk tangan yang meriah buat Maya ,karena sudah bersama saya dipanggung," ujar Linda.


Linda tahu situasi di luar kafe sudah banyak wartawan yang berebut masuk ,begitu cepat berita ini sampai kalau Linda hadir di kafe kencana indah malam ini.


Dan mungkin teman saya ini akan menyampaikan sesuatu di hari yang bersejarah untuk kita bisa satu panggung.


Linda menyentuh tangan Maya dan terlihat juga asap yang tadinya berada di meja Maya sudah perlahan kembali ke panggung.


Asap itu mulai menutupi kaki maya juga Linda.


Tiba - tiba mulut Maya langsung bercerita bagaimana dia berbuat jahat kepada Linda .


"Aku sengaja berbuat begitu ,menjelekkan Linda karena pak Tito sangat suka dengan cara kerja Linda.


Dan aku di geser posisinya di kantor.


Maya tidak sadar kalau di situ ada pak Tito sengaja di undang oleh Linda.


Pak Tito bingung juga kok ada Maya di sini ,dan apa ga salah dengar.


Dan baru sadar kalau itu Maya orang kantornya sendiri yang selama ini dia percaya kok bisa berbuat begitu.


Pak Tito langsung berdiri.


" Eh May !


"Kamu tega ya berbuat begitu kepada Linda teman baik kamu sendiri ,mulai besok kamu saya pecat ," ucap Pak Tito dengan tegas.


Maya juga heran dan kaget ada pak Tito di situ.


Langsung keluarga maya kesal mendengar Maya kok begitu jahat mereka malu dan perlahan meninggalkan kafe satu persatu.


Sedang Maya masih tertegun apa yang sudah keluar dari mulutnya ,pernyataan bahwa dia menjelekkan Linda.


Linda menyalami Maya mengucapkan terima kasih sudah mengaku salah.


Dan meninggalkan Maya berdiri sendiri di panggung dengan kebingungan .


Begitu juga kang Deny tidak percaya apa yang terjadi .


Wartawan mulai rusuh di luar dan para tamu mulai melempar segala sesuatunya ke arah Linda.


Pak Tito yang terlihat marah terhadap maya.


Meninggalkan maya sendiri


dipanggung dan tidak bisa menggerakkan kakinya .


Maya semakin panik ,kakinya tak mau melangkah keluar dari panggung ,hingga Maya menangis dan para wartawan terus mengambil fotonya.


Suasana sudah hiruk pikuk di kafe.


"Ayo pulang sambil menarik tangan Linda,buruan ...," ujar Artha.


"Kamu tu mustinya cerita kalau punya rencana sesuatu?


"Jangan diam saja !," Artha rada kesal sama Linda.


"Ayo lari! ...," ucap Artha.


Mereka berlarian ke arah parkir mobil dan Linda membuka sepatu hak tingginya dengan tanpa alas menuju mobil Artha.


Linda memandang ke arah kafe kencana indah dan tersenyum puas .Impas sudah pembalasan Linda.


Maya akan baru terlepas dari panggung dalam waktu setengah jam ,Linda membiarkan Maya menangis dulu.


\_\_\_\_\_\_\_------\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2