
Artha sibuk mundar - mandir dengan gelisah di depan kafe.
Masih penasaran apa Rendy ada di dalam.
Linda bingung ,bagaimana ini kang Deny?
Setengah jam lagi mau tutup ,tapi kafe masih pol juga.
Linda enggak enak hati sama ibu dan bapak dari ke polisian yang tidak sempat Linda ajak komunikasi.
Linda cepat - cepat menyembunyikan uang merah 'Euro' ke buku nyanyian Linda.
Linda tetap melanjutkan nyanyinya,sedang Artha masih kebingungan di luar.
Karena tidak enak hati sama ibu dan bapak ke polisian ,Linda langsung memberi kesempatan untuk bapak itu bernyanyi.
penonton kelihatannya kurang suka dengar bapak itu menyanyi.
Tapi untung waktunya sudah habis ,Linda menutup malam itu dengan sebuah lagu .Mereka masih tetap tidak bergeming untuk pulang. Linda juga kang Deny sudah mulai bebenah barang - barang
dipanggung.
Lampu panggung juga sudah
dimatikan .
kang Deny mengajak Linda ke belakang panggung sebentar ,kang Deny mau mereka menghitung penghasilan mereka hari ini.
hari ini dapat 2 juta sawerannya ,langsung di bagi dua .
"Oh ya kang ini ada lagi 200 ribu ,di taruh di stan book ,"ujar Linda.
Oh masih ada lagi ... ck ... ck ... ck,"luar biasa sekali kita malam ini Lin," ucap kang Deny.
Kang Deny tidak tahu kalau uang itu sudah di tukar oleh Linda.
Dua lembar 'Euro' sudah terbang ke tas Linda.
Dan satu amplop uang ratusan 'Euro' juga sudah di amankan oleh Linda.
"Maafkan aku kang Deny karena aku membutuhkan uang untuk ayah tiriku berobat,"ujar Linda dalam hati sambil memandani kang Deny.
Begitu keluar dari belakang panggung ,kaget liat Artha duduk di meja Linda.
Oh kamu Tha' ada apa ke mari ,"ucap Linda.
Artha langsung menarik Linda ke luar kafe,Linda memandang kang Deny dengan perasaan yang tidak enak.
kang Deny langsung bereaksi.
"Eh kamu jangan main geret - geret Linda kaya begitu dong.
kamu mau apa ke sini ,selama Linda masih ada di kafe ini ,masih tanggung jawab aku,"ujar Deny dengan tegas.
"Oh maaf deh ,"ucap Artha.
langsung melepas tangan Linda .
"Lin aku antar kamu pulang ,"ujar kang Deny.
Enggak aku yang antar Linda pulang ,"ucap Artha.
sambil mendorong tubuh kang Deny,hampir bikin kang Deny emosi.
"Hei kalian kenapa kok malah mau berantem," ucap Linda
"Sudah aku pulang sendiri ,ujar Linda kesal ,sambil berjalan meninggalkan mereka yang bikin pusing.
__ADS_1
"loe kok kaya begitu sih Lin?,aku sudah repot - repot ke sini malah tinggalin aku.
"Ya aku bingung kalian ini kenapa ribut?
Cuma urusan pulang aja,biasanya juga aku pulang sendiri,tidak masalah ,"ucap Linda.
"Ya sudah kamu mau kan pulang denganku ,"tanya Artha.
"Ya ok ... ,"jawab Linda.
Kang Deny cuma diam saja melihat Linda pergi dengan Artha,tidak ingin memperkeruh suasana .
Aku pulang dulu kang," ucap Linda.
Kang Deny hanya melambaikan tangannya,dan putar balik ke dalam kafe mengambil tasnya yang masih tertinggal di dalam.
Linda menatap Artha dengan heran,sebenarnya ada apa Tha' kok tumben kamu cari aku.
Enggak ada apa - apa,kamu sudah makan malam belum," tanya Artha .
Sudah ," jawab Linda.
Artha melirik cincin di jari Linda.
Cincin kamu bagus ,sangat beruntung
laki - laki yang mendapatkan kamu ya.
Maksud kamu Tha'?," ujar Linda.
Itu ... itu ,sambil menunjuk ke jari Linda.
Oh ... ini ,oh ya aku senang banget dapat cincin ini.
oh senang banget ya , Artha semakin tidak senang mendengar Linda menyukainya.
lumayan ,soalnya tamu penuh kan,kamu aja sampai enggak bisa masukkan?
Iya sih ,sebentar aja ya Lin?Artha memohon ke Linda.
Ok ... ,"ucap Linda.
Artha tidak mau membuang waktu emas ini ,mengutarakan isi hatinya,Artha tersenyum.
Linda memandang senyum Artha dengan keheranan.
Kenapa dia ini? ujar Linda dalam hati.
Artha stop di sebuah kafe kecil ,di pinggiran jalan ,karena hanya kafe itu yang masih buka ,dan sudah larut malam.
Artha memesan segelas kopi ,dan Linda segelas teh panas sesuai dengan udara yang agak dingin di luar kafe.
Linda menatap Artha ,seperti tidak sabar menunggu apa yang ingin Artha utarakan.
Artha menarik tangan Linda ke atas meja,dan menggenggamnya.
Artha mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya selama ini.
Aku tidak peduli kau sudah punya pacar atau tidak ,aku cuma mau bilang kalau ...
sambil menarik napas panjang ,kalau ... aku mencintaimu .
Dengan tertunduk malu dan perlahan menatap mata Linda .
Linda tersentak kaget !
"Oh ...
__ADS_1
Aku tidak peduli dengan cincin yang ada di jari kamu ,selama janur kuning belum terpasang ,aku tetap akan mengutarakan perasaanku,"ungkap Artha.
Linda senyum - senyum tidak karuan.
"Kok kamu malah senyum - senyum begitu," ucap Artha.
Tha! ...
Artha sudah pikirannya Linda pasti menolaknya karena sudah ada pria yang yang mengikatnya dengan cincin itu.
Tha! ...
Artha dengan kaget dengar panggilan Linda,karena tidak focus.
"Tha' untuk aku terima perasaan kamu aku butuh waktu ,tidak bisa aku jawab sekarang kan?," ucap Linda.
"Oh butuh waktu ?
"Iyalah ...," ucap Linda.
Ini sudah malam ,ayo kita pulang ,Linda segera berdiri dari kursinya.
Linda harus jujur dalam hatinya ,ada perasaan deg ... deg ... deg ... jantungnya berdetak kencang,bingung mau bilang apa.
Untuk Linda ini pertama kalinya seseorang mengatakan perasaan sukanya.
Sebelumnya belum pernah pacaran karena kesibukan Linda sebagai atletik di tuntut waktu latihan yang menyita waktu.
Linda melihat jam ,ayo kita pulang besok aku ada acara sama bu Sinta," ujar Linda.
Artha berjalan dengan lemas tak bertenaga seketika ,melihat Linda seakan enggan membahas soal perasaan hatinya yang selama ini ditahan - tahan.
Sepanjang perjalanan Artha membisu ,begitu juga Linda.
Begitu sudah sampai apartemen ,Linda mau keluar mobil tiba - tiba Artha menariknya dan Linda sudah berada
dipelukan Artha .
Artha tak bisa menahan perasaan rindunya ke Linda langsung mencium ,dan memeluk Linda semakin erat,dan tidak ada penolakan dari diri Linda
Tiba - tiba cincin itu mengeluarkan sinarnya ,tanpa mereka sadari.
Mereka seperti ada di daerah padang pasir mereka saling menatap.
Kita ada di mana ini Tha ,"tanya Linda melihat sekelilingnya hanya terlihat pasir.
Sepertinya Mesir ?
Memandang seekor binatang unta yang sedang berjalan ke arah mereka.
Dan dengan cepat menjulurkan lidahnya ke muka Artha.
Artha dan Linda ketakutan ,berusaha mundur - mundur terus tapi tiba - tiba angin besar menggulung tidak seberapa jauh dengan mereka.
"Lin ... teriak Artha
Apa mobil aku ke tabrak dan kita sudah mati atau apa ya?
kita barusan sedang bersentuhan bibir ya ?
Suara angin membuat Artha harus berbicara dengan lebih keras.
Ayo lakukan lagi supaya bisa kembali," ungkap Artha.
Linda mengangguk tanda setuju. Linda begitu kuatir memandang angin putar yang sudah semakin mendekat ke arah mereka ,Artha mendekat ke tubuh Linda dan merangkul tubuh mungil itu , Artha memeluk dan langsung bersentuhan bibir kedua pasangan ini seperti melayang di angin.
🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️
__ADS_1