
Seorang polisi yang gagah dan ganteng langsung memapah Linda melewati kerumunan anggota polisi lainnya.
Tak lama kemudian baru terlihat mbak Aulia dan kru sampai .Linda langsung menarik mbak Aulia.
Mbak ini 'ga boleh pakai baju ini ,sambil berbisik ke mbak Aulia,aku kena tegur ," ujar Linda.
Para Kru terhalang masuk,terpaksa hanya beberapa orang saja ,sebagian menunggu di kantin .
kami dibawa ke suatu ruangan dan mulai di interogasi ,Mbak Aulia langsung memberikan surat keterangan bertugas menghibur hari itu .
Kepala polisi itu tersenyum ramah dan menggiring kami lagi ke suatu tempat ternyata ,itu acara tidak untuk umum ,mbak Aulia salah perkiraan.
Tapi Linda berusaha untuk tenang .
Mereka menuju ruang bawah tanah ... wow ... betapa dinginnya.
Kepala polisi itu mempersilahkan masuk ,kita semua tercengang bahwa ada ruangan semacam ini.
Kursi yang berjejer di samping ,semacam ruangan tontonan tapi kedap suara.
Ruangan itu terlalu dingin ,untung Linda
dipinjamkan jas oleh bapak polisi itu.
Tidak berapa lama muncul beberapa pejabat berbintang memenuhi ruangan itu.
Linda berdiri terpaku ,jantung seperti mau copot karena belum pernah mengalami situasi seperti ini.
Pejabat - pejabat itu menyalami Linda.
Mbak Aulia masih berdiri juga dan ikut menyalami bapak - bapak itu.
"Ayo ... silakan di mulai ,"ucap kepala polisi .
Acara di mulai ,Linda begitu konsentrasi takut melakukan kesalahan.
Tampak pejabat - pejabat itu cukup terhibur dengan kehadiran Linda.
Linda kamu tahu 'ga kalau baru 1 orang yang bisa tampil di sini ,"
ucap salah satu pejabat tersebut.
Siapa pak ," tanya Linda .
"Almarhumah Wulandari Amri,dan sekarang kamu Linda," ucap pejabat itu.
Linda dan mbak Aulia saling berpandangan kaget mendengarnya.
Mbak Aulia langsung mengambil mik nya dari tangan Linda.
"Maaf kalau boleh saya bicara sebentar mewakili saudari Linda ini ,kebetulan sekali kalau yang bapak - bapak baru sebutkan ,almarhumah Wulandari amri adalah ibu dari penyanyi kita hari ini ,Linda," ungkap mbak Aulia.
"Oh ... bapak pejabat itu juga pada surprise mendengarnya
Pejabat - pejabat itu gantian kaget .
Pantas cantiknya sama ,dan suaranya enak didengar ," ungkap salah satu pejabat.
__ADS_1
Lin untung kamu dipinjami jaket ,coba kalau tidak ,kamu bakalan beku di sini,"ujar pejabat itu.
Akhirnya ketegangan di ruangan itu mereda, kita bisa tertawa dan bercanda bersama .
Acara hari ini selesai dengan baik ,pengalaman berharga ini tidak bisa Linda lupakan begitu saja.
Begitu juga mbak Aulia yang memberikan salah kostum.
Kasian teman - teman yang tertinggal di luar harus menunggu begitu lama ,juga si Susi tukang make up ,begitu kita sampai di kantin ,Susi masih tertidur di kursi .
" Eh Sus ... bangun ...
Siap ... siap ...
" Eh ... emang loe pikir aku polisi ,ujar mbak Aulia.Mereka tertawa bersama.
Mereka langsung bebenah dan keluar dari markas itu.
Keluar dari tempat itu masih harus mengikuti aturan lagi ,mbak Aulia harus menunjukkan surat selesai bertugas .
Akhirnya mereka semua sampai di tempat Linda ,mereka beristirahat melepaskan lelah sudah seharian dalam keadaan tegang ,takut melakukan kesalahan bisa berabe urusannya.
"Mbak lain kali aku 'ga mau lah ambil acara seperti itu ,kasian tu yang lain pada 'ga bisa masuk,"ujar Linda.
"Maaf Linda ,aku tidak tahu kalau itu acara hanya untuk beberapa orang ,salah informasi ini," ungkap mbak Aulia.
"Iya aku tidak bisa merias lagi Linda kaya orang bego di luar menunggunya," ucap Susi
"Ok ... ok ...
"Aku mau istirahat dulu ya mbak ,santai saja enggak apa - apa ,"ucap Linda.
Linda diam di kamar dan membersihkan dirinya setelah itu menaruh kembali cincin tersebut di laci dengan hati - hati.
Linda mulai berpikir ,kenapa tiba - tiba ada polisi yang menolongnya saat itu ,kalau tidak ada beliau itu pasti Linda sudah ketakutan sekali menghadapi mereka.
Dan kejadian dengan Artha juga sesuatu yang aneh ,Linda melihat ke arah laci
dimana cincin itu di simpan.
Semoga hal - hal baik yang ada ,dan mbak Aulia tidak mencurigakan cincin itu setiap acara aku kenakan.
Linda merebahkan tubuhnya ,kantuknya tak bisa dihindari .
Sudah 1 jam berlalu ,Linda terbangun dan melihat sekelilingnya semua tertidur pulas di ruang tamu ,mereka juga kelelahan dan kepanasan menunggu aku.
Tiba - tiba ponsel Linda berdering ,ayah telepon.
"Lin! Kamu di mana ?
"Aku lagi di apartemen yah baru pulang dari acara ,kenapa yah?
Terdengar suara ayah ,menangis.
"Hah ... Ayah kenapa? Ada apa !," tanya Linda dengan nada panik.
"Windy Lin luka - luka ada di rumah sakit ,"ungkap ayah.
__ADS_1
Linda dengan sigap membangunkan mbak Aulia juga supir di luar untuk segera mengantar Linda ke rumah sakit ,Linda terpaksa masuk ke kamar dan menarik kembali laci meja rias dan memakai cincin itu kembali.
Windy penuh luka di badan dan tangannya tergeletak di ruang UGD dan disebelahnya Dani juga babak belur .
Terlihat tangan Windy yang di infus dan begitu juga Dani.
Dani berusaha menggapai jari tangan Windy .
Windy yang masih lemas ,tak menyadari kalau jari kelingking Windy sudah
dipegang Dani.
Dani begitu kuatir melihat kondisi Windy.
Linda menemui ayah yang masih menangis di koridor rumah sakit ,begitu Linda sampai ,terlihat pak Tirta ,ibu Sinta berlarian menuju ruang UGD.
Linda bingung sejenak kenapa pak Tirta bisa ada di rumah sakit bersama bu Sinta.
Semua berkumpul di ruang UGD dengan keheranan.
Mereka melihat adegan romantis yang memilukan hati antara Windy dan Dani ,jari kelingking mereka menyatu.
Pak Tirta langsung melihat Dani.
Nak !,bagaimana kamu ,Dani belum bisa di ajak bicara.
Linda langsung memeluk adiknya yang masih menggunakan seragam sekolah itu ,dan bingung belum ada keterangan apa - apa .
"Ada apa sebenarnya ayah ,"tanya Linda dengan air mata menetes perlahan menahan kesedihan.
Sedang bu Sinta coba mendampingi pak Tirta ,yang panik melihat keadaan Dani.
Linda memandang pak Tirta yang berdiri di samping Dani,sedang Linda berdiri di samping Windy ,Linda dan pak Tirta saling berpandangan kebingungan.
Linda yang sudah lama tidak mengikuti perkembangan Windy bingung siapa itu anak laki yang berseragam yang memegang jari kelingking Windy ,dan apa hubungannya dengan pak Tirta.
Akhirnya ibu Sinta menjelaskan kalau Dani adalah anak pak Tirta satu sekolah dengan Windy.
"Oh ... Linda cuma mendengarkan penjelasan ibu Sinta.
Pak Tirta ingin memeluk Linda tapi
diurungkan niatnya karena melihat ada pak ruslan ,takut mereka salah mengerti.
Pak Tirta duduk sambil menutup wajahnya dengan tangan.
Tiba - tiba dokter datang dan menjelaskan ke pak ruslan kalau Windy masih shock belum bisa di ajak bicara begitu juga Dani.
Mereka harus menginap 2 hari untuk di observasi takutnya ada luka dalam.
Hari ini untuk sangat luar biasa melelahkan untuk Linda,mereka terpaksa bermalam di rumah sakit.
Sedang pak Tirta setelah mengurus kamar untuk Dani pulang duluan ,di jaga oleh ibu Sinta.
Karena terlihat pak Tirta kurang sehat hari itu .
\_\_\_\_-----\_\_\_
__ADS_1