Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.16 Ketahuan pelakunya


__ADS_3

Pak jeffry sedang menyelidiki kasus Artha di tempat kejadian ,di mana


foto - foto tersebut di ambil ,menurut informasi Artha datang sendirian tapi ada wanita - wanita yang menemani Artha ,ciri - cirinya sudah pak Jeffry dapatkan.


Pak Jeffry langsung minta liat camera pemantau yang ada di kafe tersebut ,setelah melihat camera tersebut  pak Jeffry menemui pak Tirta di kantor menceritakan kronologi kejadiannya.


Terlihat pak Tirta menahan marah ,meminta Artha dan Thasia datang menghadap besok.


Pagi itu Artha dan Thasia juga pak Jeffy sudah ada di kantor menunggu pak Tirta datang.


Ternyata pak Tirta sudah menyiapkan segala sesuatunya,yang datang ibu Sinta membawa surat untuk Thasia.


Hari ini ternyata hari terakhir Thasia langsung dikeluarkan dari label,Thasia memohon sampai menangis.


"Bu maafkan aku bu ... tolong sampaikan ke pak Tirta,aku tidak akan mengulanginya,"ujar Thasia.


Artha terlihat dingin menanggapi tangisan Thasia.


Bu Sinta langsung meninggalkan Thasia yang masih tersungkur di lantai menangis.


Artha dan pak Jeffry menarik napas panjang dan ikut meninggalkan Thasia .


Thasia berusaha menarik ujung celana Artha dan meminta maaf ,tapi Artha tetap melangkah keluar kantor.


Akhirnya Artha bisa bernapas lega bahwa yang  upload foto - foto tersebut ke media sudah mendapat ganjarannya.


Walaupun tak tega liat Thasia menangis ,itu pembelajaran biar tidak berbuat begitu lagi yang bisa merugikan orang lain.


Linda pagi - pagi sudah ke kantor terlihat mbak Aulia sedang sibuk dengan laptopnya.


Pagi mbak ," ujar Linda.


Mbak Aulia tersenyum lebar "pagi juga,"ujar mbak Aulia.


Mbak ... aku harus cerita sesuatu.


"Apa itu?,"tanya mbak Aulia.


Linda menceritakan kejadian di rumah sakit.


Apa yang akan Artha hadapi.


Mbak Aulia kaget bukan main.


Baru selesai dengan masalah Thasia ,sekarang dengan ayahnya Artha.


"Nah itulah mbak!!


Aku bingung ,bagaimana cara menolong Artha.


Merekapun terdiam sejenak.


"Ach ... aku ... aku ...


Ada ide! bagaimana kalau kita hubungi pak Jeffry kapan Artha mau berangkatnya ,"ujar mbak Aulia.


Langsung mbak Aulia menghubungi pak Jeffry.


"Alasan menghubungi pak Jeffry itu bilang ada show minggu depan ya mbak ,sambil menggoyang - goyangkan tangan mbak Aulia ,mbak Aulia memberi isyarat untuk Linda diam sejenak .


"Oh ... nanti sore berangkatnya?


"Oh ... naik pesawat apa pak ?"Oh ya sudah ,nanti kalau sudah kembali dari singapore kasih kabar ya pak supaya bisa di atur kembali jadwal manggungnya barengnya ,terima kasih pak,"ujar mbak Aulia.


Linda dan mbak Aulia


berpandang - pandangan dan Linda melihat jam .


Masih adakah waktu cukup untuk bergerak?


Linda langsung menggeret lengan mbak Aulia.

__ADS_1


"Tunggu ... tunggu Lin  ... aku bereskan laptopku dulu,"ujar mbak Aulia.


"Ayo cepat mbak ... kita harus di sana sebelum Artha masuk.


Mereka bergegas berangkat ke airport.


Linda dan mbak Aulia sampai kira - kira jam 1 siang ,mereka cari makan dulu .


Setelah makan siang Linda dan mbak Aulia siap - siap menunggu persis di depan pintu keberangkatan supaya terlihat kalau Artha lewat.


Sudah 2 jam mereka menunggu ,akhirnya datang taksi yang di gunakan Artha .


Terlihat Ayahnya Artha dan kak Alysia sedang berbicara sebentar ,dan kak Alysia berjalan meninggalkan ayahnya.


Aku berpikir ini kesempatan untuk memberitahukan  kak Alysia dulu ... aku dan mbak Aulia  cepat - cepat mendekati kak Alysia.


Aku langsung menarik kak Alysia ke sudut tembok,kak Alysia kaget bukan main .


"Aduh ... apa nih ,oh ... tunggu!!


"Ni ambil kalau mau jam aku ... ambil yang kalian mau ," ujar kak Alysia .


kak Alysia pikir aku mau mengambil barangnya.


Karena Linda memakai masker dan topi ,jadi kak Alysia tidak bisa mengenali Linda.


"Tunggu!! ... bukannya kalian yang ada di rumah Artha waktu itu.


"Ya betul kak ... ini darurat kita ke sini,ada hal yang sangat mendesak,Artha dalam bahaya kak.


"Hah!! ... bahaya apa ,"tanya kak Alysia.


Begini kak ... aku ceritakan semua kejadian waktu di rumah sakit.


Kak Alysia kaget mendengar penjelasan aku.


Kak Alysia bingung karena dia tahu adiknya sangat mencintai dunia tarik suara,menyanyi adalah hidupnya.


Setelah menceritakan semuanya ,aku pamit dan cepat - cepat berlalu dan menuju pintu masuk ,aku coba memanggil Artha.


"Artha ... Artha! ... Artha! ... Linda coba melambaikan tangannya.


Posisi Artha sudah di dalam.


Artha mencari siapa yang memanggil namanya.


Dan kak Alysia buru - buru menyusul ke dalam.


Aku coba berteriak lagi ,"jangan pergi !


"Apa?... ,"tanya Artha.


Artha melihat Linda bingung,kenapa ya Linda teriak - teriak?dan kenapa Linda ada di sini ?


Linda  langsung tex ke  Artha ,untuk membatalkan kepergiannya.


Linda : jangan pergi.


Artha: kenapa memang ? Kangen ya?


Linda: tanya ke kak Alysia .


Artha semakin bingung ,sedangkan papa sedang check - in koper.


Ada apa ya ?


Kak Alysia mendekat "ada Linda di luar .


"Ya ... aku tahu ,"ujar Artha cuma aku bingung kak,kenapa dia tex aku jangan pergi ?


"Begini,sebaiknya kamu batalkan pergi hari ini demi kebaikan.

__ADS_1


kamu bilang saja ke papa bahwa kamu harus ke kantor karena ada masalah penting,"Ucap kak Alysia .


"Oh begitu kak !


"Iya nanti kakak jelaskan di jalan,


Ok kak ,"ucap Artha.


"Papah ... pah ... Artha ga bisa pergi hari ini ada urusan sangat mendesak ,ada polisi datang ke kantor cari  aku pah ?Artha berbohong.


"Hah ... polisi memang kamu terlibat dalam masalah apa sampai polisi cari kamu Tha,"tanya papah Pri.


"Besok Artha kasih kabar deh,ok pah Artha harus buru - buru pergi nih,"ucap Artha .


"Aku pulang sama kakak pah !,maaf ya pah please jangan marah ,sambil memohon next time deh,kita atur ulang untuk ke Singaporenya.


Papa Pri agak kesal dan meremas jarinya ,aku gagal deh kali ini," ujar papa Pri .


Papa Pri pulang dengan wajah muram.


Artha sudah perjalanan pulang dengan Alysia,dan mengajak ketemuan dengan Linda juga mbak Aulia di restoran dekat rumah Artha.


Linda bersyukur bahwa Artha selamat akhirnya.


Artha masih dengan wajah penasaran menatap aku.


"Ada apa sih ... kok kamu tex aku jangan pergi ,dan menyusul ke airport.


Aku pikir ada yang kangen berat nih?Sambil senyum - senyum nakal ke arah Linda.


Artha sudah berpikir seperti itu.


Ih ... kok pikirannya ke


mana - mana?,"ujar Linda.


Alysia memegang tangan adiknya itu,begini loh Tha',kamu musti bersyukur punya teman - teman yang peduli sama kamu.


"Ya apa?? ... kenapa?dengan tidak sabar mendengar ceritanya.


Alysia yang menjelaskan semua,dan Artha kaget sampai berdiri .


"hah ... papa keterlaluan ... terlihat emosi Artha,Alysia coba menenangkan.


"Duduklah ... mulai sekarang kamu harus pikirkan juga urusan papa supaya kamu juga selamat dan papa  jangan sampai punya niat seperti itu lagi.


Artha tampak kesal ,dan tidak setuju dengan kakaknya.


"Aku mau minum ," ujar Artha.


Sambil beranjak dari kursi ,Alysia


buru - buru bayar ke kasir,Artha langsung keluar dari restoran.


Alysia , Linda ,mbak Aulia menguber Artha yang naik taxi,untung kak Alysia bisa melacak ke mana tujuan Artha ternyata sebuah kafe.


Terlihat Artha sedang memesan minuman duduk sendirian.


Linda tak bisa berbuat banyak melihat Artha yang begitu terpukul hatinya,Artha memandangi Linda dan


tiba - tiba memeluk Linda.


Untung ada kamu Lin ,coba kalau tidak ada yang tahu rencana itu,bagaimana nasib aku ,sambil terus memeluk Linda.


Linda agak sedikit risih ,Artha memegang pipi Linda .


"kamu baik amat sih! ,"ucap Artha,terlihat Artha sudah terlalu banyak minum.


kak Alysia coba memapah Artha dibantu Linda ,mbak Aulia.


Mereka membawa Artha pulang.

__ADS_1


🔹️🔹️🔹️🔹️🔹️


__ADS_2