
Artha merasakan sakit di kepalanya, sorot matahari pagi terlihat masuk ke ruangan tidur Artha.
Artha coba bangun dan berjalan ke toilet melihat wajahnya di kaca dan membuka bajunya hendak mandi.
Artha mengingat semua cerita Linda dan kejadian kemarin yang begitu menyakitkan hatinya ,Artha menangis terduduk di bak mandi dengan air yang mengucur.
Artha berpikir, kenapa papanya tega melakukan itu ?
"Kenapa papa tidak mau mengerti aku,aku ga mengerti bisnis"air mata mengalir deras ... aku harus apa!
Dengan putus asa, Artha kesal dan berteriak sekencang - kencangnya.
Air di pukul - pukul di bak hingga basah seluruh lantai .
Artha tidak tahu dan sadar kalau kak Alysia,Linda,dan mbak Aulia menginap di rumahnya tadi malam.
Langsung mereka bertiga masuk ke kamar mandi ,dengar Artha berteriak.
Aa ... aaa ...
Arthapun terkejut begitu melihat tiga orang masuk ke kamar mandi.
Juga Linda dan mbak Aulia melihat Artha bertelanjang dada ,kak Alysia langsung menutupi Linda dan mbak Aulia untuk keluar dulu.
Tangis Artha terhenti ... kak! ... kok mereka ada di sini!!,dengan wajah memerah .
"Ya kita semua kuatir sama kamu,minum banyak banget semalam,kita putuskan menginap di ruang tamu," ungkap kak Alysia .
"Oh begitu kak?
Kak Alysia memeluk Artha,melihat Artha menangis lagi,dengan air shower yang masih mengucur ,kak Alysia memegang wajah Artha ... ayo kamu pasti bisa hadapi semua ini,ada kakak di sini.
Linda dan mbak Aulia di luar ikut bersedih ,melihat adegan itu dan melihat sesekali dari balik tembok ,mbak Aulia terlihat menulis sesuatu di kertas memo kuning dan berjalan menuju meja , meninggalkan pesan untuk kak Alysia lantas mbak Aulia mengajakku pulang.
"Biarkan mereka berdua".Sambil menarik lenganku,ayo ..., "ujar mbak Aulia.
Sepanjang jalan Linda hanya terdiam begitu juga mbak Aulia.
Ah ... sudahlah Linda hanya bisa sampai di sini untuk menolong Artha , tidak bisa terlalu ikut campur dikehidupan Artha juga ayahnya,"ujar Linda dalam hati.
"Mbak !
Aku memecahkan suasana hening ,bagaimana kalau kita makan siang dulu ,sudah lapar nih mbak ,sambil memegang perut yang mulai keroncongan," ucap Linda.
Oke ,"jawab mbak Aulia.
Besok Linda harus tampil di luar kota , tanpa Artha ke kota kecil mereka mengharapkan artis ibukota untuk hadir di situ ,tepatnya dikota Dumai hotel bintang 4.
Mbak Aulia mengemas semua keperluan show.
Perjalanan yang melelahkan membuat Linda lupa sedikit tentang Artha Sesampai di sana Linda dijemput oleh, F&b manager,pak David namanya.
Kami dapat kamar di lantai 3.
Kamarnya kecil bisa melihat pemandangan dari samping,kurang enak sih,tapi tidak apa - apa.
Acara mulai jam 7 malam jadi kami punya waktu untuk istirahat .
Jam 18.30 Linda dan mbak Aulia sudah turun karena harus kenalan dulu sama yang panitia juga seluruh kru yang bertugas malam nanti.
Linda kaget juga ternyata sudah ada beberapa wartawan yang hadir,mereka duduk paling depan seakan tak sabar melontarkan pertanyaan ke Linda.
Acara sudah di mulai , posisi Linda masih di belakang panggung,MC masih terdengar bercerita sedikit,setelah MC bercerita terdengar suara memanggil Linda untuk masuk ke panggung.
Linda merasakan semua mata memandangnya.
Linda coba dengan tenang membawakan beberapa lagu,terlihat suasana semakin ramai ,banyak dari mereka yang berpasang - pasangan.
__ADS_1
Ruangan kecil itu terasa sesak dan penuh orang ,asap rokok terlihat
di mana - mana.
Linda berusaha tampil sebaik mungkin ,beberapa wartawan sibuk mengambil gambar .
Mereka belum banyak tahu soal Linda karena masih baru juga di dunia tarik suara.
Terdengar ada yang memanggil nama ... Linda! ... Linda ! ... Linda!
Linda berusaha tenang ,tetap focus
dipanggung.
Begitu Linda istirahat sebentar para wartawan mulai mewawancarai Linda.
Pusing juga Linda menjawab semua pertanyaan itu.
Linda hanya ada waktu 10 menit untuk melayani semua pertanyaan para wartawan,harus kembali ke panggung.
Acara malam itu agak sedikit ricuh karna sewaktu Linda turun panggung dan mengajak beberapa orang menyanyi bersama,mereka malu - malu tapi ada satu orang yang coba mengikuti Linda,agak mencurigakan karena saat itu sudah selesai tugas Linda bernyanyi, Linda sedikit berbohong akan ke toilet sebentar.
Tanpa pikir panjang Linda telepon mbak Aulia dari kamar mandi,sedangkan mbak Aulia masih di belakang panggung .
"Mbak ... mbak ... di mana ?
"Aku duluan ke atas ya ,"ujar Linda.
"Oh kenapa Lin ,"tanya mbak Aulia .
"Ada yang ikutin aku , aku takut mbak," balas Linda.
Lindapun berlari dan berusaha melepas sepatunya hak tingginya.
Terlihat mbak Aulia panik ikut berlari dari belakang panggung mencari Linda dan malah ikut berlari di belakang Linda.
Ternyata benar orang itu bertanya ke resepsionis di mana kamar penyanyi itu.
Linda dan mbak Aulia sempat mengintip dari tembok yang menuju lift.
Linda dan mbak Aulia buru - buru masuk kamar,dan menguncinya.
Belum ada 5 menit kami dikejutkan oleh telephone kamar yang berdering.
Kring ... kring ... kring.
Orang tersebut mencoba membujuk Linda untuk turun ... akhirnya mbak Aulia yang ambil alih telepon tersebut.
Sini biar aku yang bicara," ucap mbak Aulia ,mau apa sih orang ini ?
Duk ... duk ... duk
terdengar lagi pintu kamar Linda digebrak orang.
Aku bingung harus bagaimana .
Mbak!! ... mbak
Matikan semua lampu dan cabut saja teleponnya sementara,"ujar mbak Aulia.
Sepertinya sekuriti tidak begitu banyak saat itu.
Mbak Aulia tak bisa melapor karena sudah dicabut teleponnya.
Pak David malam itu tidak hadir ,hanya ada manager saja.
Mbak Aulia memutuskan untuk memasang kembali telepon kamar.
__ADS_1
Akhirnya manager hotel menghubungiku ... mengatakan bahwa ada kekacauan di bawah orang semua mencari kamu Linda.
Mereka mabuk berat ,padahal mereka membawa pasangan
masing - masing.
Beberapa orang tergeletak di lantai jatuh .
"Mereka terus mengoceh ,menyebut namamu Lin ,"ucap manager hotel.
"Oh ... aku bingung.
Terus bagaimana pak ?
Aku takut keluar kamar!
"Ini di luar prediksi kita pak ,"ujar Linda.
Terpaksa mereka aku angkut pakai trolly ,dan kita bukakan kamar untuk mereka.
"hah ... aku sedikit kaget juga ,kok bisa sampai begitu.
"Laki - laki itu pada geletak semua Lin,"ungkap manager.
Linda tak bisa berkata - kata,bagaimana ini?
" Duh ya! ...," keluh Linda.
Tapi hotel untung minuman habis dan kamar terisi semua ... manager itu menjelaskan.
Sambil tertawa sang manager mengatakan"kamu apakan mereka ini?
"Hah ... aku ga' apa - apakan pak ?
"Mana mereka berat - berat badannya ,kita harus angkut pakai trolley satu - persatu,"ujar manager.
Malam itu suasana mencekam ,Linda sulit memejamkan mata ,untung kita sudah makan tak perlu keluar lagi.
Dengan ruangan gelap ,menjelang subuh baru kami berani menyalakan lampu dan mengintip dari pintu.
Besok paginya kita dipanggil ke kantor dan Linda melapor kurang nyaman semalam ,sekalian kita pulang ke jakarta.
Kali ini kita tidak diantar pak David tapi manager hotel ,kita langsung menuju Air port.
kejadian tadi malam cukup jadi pelajaran buat Linda juga mbak Aulia.
Betapa perlunya body guard dari pihak kita.
Padahal Linda bukanlah Artis top seperti yang mereka pikirkan,tapi antusias mereka di luar pemikiran.
Sesampainya di air port ,pak manager meminta maaf ,kurangnya sekuriti keamanan di hotel mereka.
Linda tersenyum ,yang terpenting pak , "kami sudah selamat ,"ujar Linda.
Pak manager menyalami kita berdua.
Linda dan mbak Aulia langsung masuk dan menunjukkan tiket kita ke petugas.
kita harus menunggu 2 jam untuk take off.
Pak Tirta menunggu dengan cemas kedatangan Linda mendengar berita tentang bagaimana situasi Linda di kota Dumai dan merasa bersalah tidak membawa body guard dari kantor.
Pak Tirta juga menerima berita koran yang beredar di dumai tentang show Linda yang menghebohkan itu.
Pak Tirta semakin yakin bahwa Linda bisa sukses dan terkenal.
🔸️🔸️🔸️🔸️🔸️
__ADS_1