
Suasana malam di rumah sakit ,hanya terdengar suara suster perawat yang sibuk di meja reception .
Linda melepar senyumnya ke suster tersebut sambil bertanya.
"Sus ruang pasien Dani yang kemarin masuk bareng adikku di mana ya?
"Oh Dani di kamar 311 ," ucap suster.
Terima kasih sus ," ujar Linda.
Linda menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar Dani.
Linda melihat nomer kamar 311,membuka pintu itu perlahan dan melongok ke dalam.
Linda melihat ibu Sinta masih setia menjaga Dani.
Linda menyentuh pundak ibu Sinta .
Sejenak ibu Sinta kaget ,memandang Linda.
"Oh kamu toh ,aku pikir pak Tirta?
Bu ... bagaimana kondisi Dani ?
Bu Sinta terpaksa bangun dan duduk.
"Yah lumayan membaik ,kamu bisa liat sendiri Lin ,mereka berjalan mendekati tempat tidur Dani.
Dani di taruh di kamar super vip ,yang paling mewah di rumah sakit itu.
Maklum bapaknya orang berada dan anak satu - satunya.
Linda duduk di samping Dani ,yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat dari dokter.
Linda memperhatikan luka - luka di sekujur tubuh Dani ,sangat memprihatinkan ada robekan di kakinya .
Pikiran Linda menerawang jauh,ibu Sinta kembali ke sofa seakan enggan bertanya ke Linda.
Linda masih memperhatikan Dani .
Kenapa anak ini sampai mengorbankan dirinya untuk Windy ,sebesar itukah cintanya untuk adikku?
Mereka masih muda belia ,mungkin keadaan terdesak ,bukan cinta ," ujar Linda dalam hati.
Timbul perasaan sayang ingin mengelus rambut Dani ,dan memegang tangan anak ini.
Linda meneteskan air matanya.
"Bingung kenapa aku sampai terhanyut dengan perasaan," ujar Linda dalam hati.
Dani seperti adikku sendiri.
Linda tak mau berlama - lama di ruang itu .
Bu ... bagaimana dengan pak Tirta dengan suara seperti berbisik dengan nada rendah.
"Bapak tiap hari ke sini cuma tidak menginap ,datang ke sini kira - kira jam 9 pagi.
__ADS_1
"Nanti siang beliau balik ke kantor ," ungkap ibu Sinta.
"Oh begitu bu ,"ucap Linda.
Maaf aku sudah mengganggu tidur ibu ,mungkin besok aku akan mampir lagi ke sini ya bu .
Ibu Sinta tidur lagi aja ,aku pamit ya bu ," ujar Linda.
Linda meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya perlahan.
Linda berjalan ke luar halaman rumah sakit karena sudah malam hanya di temani lampu taman ,Linda duduk di situ.
Linda melamun dan berpikir apa yang dia harus lakukan .
Dengan perasaan campur aduk ,gelisah dan amarah yang masih di pendam kepada kresti juga antek - anteknya.
Mereka masih anak - anak tapi bisa melakukan hal seperti itu.
Apakah benar sekolah itu milik ayahnya Kresti.
Sehebat itukah power ayahnya kresti.
Aku harus menemui Kresti ," ucap Linda.
Tiba - tiba Linda kaget karena ada orang yang menyentuhnya perlahan di pundak.
"Oh ayah kok bangun ?," ujar Linda.
"Ya ,ayah tak bisa tidur mau merokok sebentar.
"Oh ... Sejak kapan ayah merokok ?," tanya Linda.
Linda menatap ayahnya dengan serius.
"Yah ,besok Linda ada keperluan ,ayah yang urus Windy ya yah ?
Bisa kan yah ?," tanya Linda.
"Baiklah Lin,"ucap ayah
▪️
Linda memang tidak di kenali di sekolah Windy jadi dengan mudah masuk ke sekolah Windy .
Linda duduk di kantin sekolah sambil mencari info tentang Kresti dan antek -anteknya .
Sambil duduk menikmati semangkok baso,penyamaran Linda boleh juga ,Linda tanpa make up ,polos dan menggunakan baju celana setelan dan berkerudung.
Penampilannya seperti seorang ibu bukan artis.
Tampak segerombolan anak -anak perempuan dengan penampilan cantik menawan ,kuku tangan bercat merah menuju suatu tempat ,mereka sambil tertawa .
Terdengar mereka ,menyebut nama Windy.
Linda yakin penampilan gadis ini seperti dari cerita Windy sangat sesuai ,pasti gadis itu Kresti.
Linda segera membayar bakso yang sudah setengah dilahapnya dan diam - diam mengikuti arah ke mana Kresti menuju suatu gudang di belakang sekolah .
__ADS_1
Pelan - pelan Linda menguping apa yang mereka ceritakan dan sempat merekam apa yang mereka perbuat di gudang itu.
Seorang gadis sasarannya,mereka memperlakukan anak itu seperti gadis yang disuruh melayani mereka ,kalau gadis itu tidak bersedia mereka tak segan - segan melukainya.
Darah Linda serasa bergejolak marah ,gadis itu disuruh membawakan makanan tapi makanan itu dianggap ke asinan sehingga di buang ke lantai ,dan gadis itu di haruskan membersihkannya dengan dengan mulutnya ,sedang punggungnya di tekan oleh sebilah kayu karena kurang menunduk ke lantai .
Linda setelah mengambil video mereka,Linda keluar dari persembunyiannya.
"Hai ... Jangan kamu turuti kemauan orang - orang tidak tahu diri itu," ujar Linda.
"Nih Liat ya sudah aku rekam kelakuan kalian ,anak - anak gadis yang tidak punya hati nurani ,kalian siap mendekam di kantor polisi," ungkap Linda.
""Eh ibu tidak usah ikut campur urusan kita ya bu!
Ini urusan kami ,dan ini sekolahan kami ,silakan ibu keluar dari ruang kami ," ucap Kresti.
"Sekarang sudah urusan saya ,"ucap Linda.
Kresti mendekat dan mengambil sebilah kayu sambil di pukulkan ke tangannya seakan siap menantang ,Kresti menginstruksikan yang lain juga untuk maju mengepung Linda.
Kresti coba memegang tangan Linda dan seseorang berusaha untuk mengambil ponsel Linda tapi tiba - tiba dari cincin zamrud itu mengeluarkan cahaya hijau yang memenuhi seluruh tubuh Linda ter gulung awan hijau dan dalam hitungan detik Kresti juga ,Nana ,Nadia terpental cukup jauh .
Terlihat kemarahan Linda meledak ,Listi dan Uli berusaha memukul Linda dengan kayu tetapi kayu itu malah terbang ke sana - ke mari.
Linda sejenak tertegun dengan kekuatan yang membuat mereka terpental.
Membuat Linda semakin yakin bisa memberi pelajaran buat anak - anak gadis yang berjiwa jahat itu.
Linda buka suara, sambil merengkuh krah baju Kresti ,jangan sekali - sekali lagi kamu melukai sedikit saja Windy aku takkan segan untuk membuat perhitungan denganmu,"dengan suara garang Linda membentak Kresti.
"Heh ... dengar tidak ," bentak Linda. Windy ... ,Kresti tersentak seketika .
Siapa kau dengan suara yang melemah kesakitan.
"Kau tak perlu tahu siapa aku!
Sambil menghentakkan tubuh Kresti lagi ke dinding gudang.
Kresti tak mampu bergerak merasa badannya hancur berkeping.
Linda melihat anak gadis yang dirundung masih duduk bingung menyaksikan seorang ibu yang mempunyai kekuatan super itu ,gadis itu masih melongo saja.
Cepat kamu tinggalkan tempat ini ,dan ingat jangan pernah mau kamu di rundung mereka .
Dan tidak usah kamu ceritakan kejadian hari ini kepada siapapun .
Ingat ya sambil memegang pundak anak gadis yang malang itu.
"Wah ibu luar biasa hebatnya ,"ucap anak itu.
"Siapa namamu ?," tanya Linda.
"Utari bu ," jawab anak gadis itu.
"Utari pulang ya sekarang ,jangan melihat kebelakang ,jalan terus pulang.
Ok! ," ucap Linda.
__ADS_1
-----\_\_\_\_\_------