
Cahaya matahari menerangi beranda rumah baru Linda,pagi - pagi sudah tercium harum nasi goreng ,sangat menggugah selera.
Windy begitu selesai menyikat nasi goreng buatan mbak Murti langsung ke sekolah diantar pak Made.
Sesampai di sekolah Windy merasa teman - temannya berubah situasinya mereka begitu ingin dekat dan berteman dengan Windy karena baru tahu kalau Windy punya kakak seorang artis terkenal.
Windy merasa sedikit tidak nyaman ,tidak bebas bicara atau berteman dengan siapa di sekolah,semua gerak - gerik Windy di perhatikan mereka.
Akhirnya jam pelajaran tiba Windy harus kembali masuk lagi ke kelasnya.
▪️
Ting nong ... ting nong ...
bunyi bel pintu,mbak Murti membukakan pintunya.
Mbak Aulia sudah datang dengan rombongan.
Mbak Aulia masuk dan memanggil Linda.
Ternyata Linda keluar kamar sudah siap berangkat.
Dengan pakaian casual keren dan wangi parfum yang segar Linda dan mbak Aulia naik ke mobil Alphard.
Yang menyetir pak Made.
Sedang tem yang lain mengikuti di belakang mobil Linda.
Perjalanan menuju Bandung akan di tempuh selama 3 jam lebih bila tidak mengalami macet atau kendala.
Linda kurang suka dengan Made karena terima telepon terus selama perjalanan ,sepertinya janjian mau ketemuan diacara Linda sama ceweknya.
Dalam pikiran Linda seperti itu.
Ternyata salah ,satu jam kemudian baru paham apa yang mereka bicarakan.
Ternyata cewek itu cemburu takut Made bersama orang lain dimobil itu.
"Eh Made kamu jangan terus menerus telepon dong ," tegur Linda.
Mbak Aulia juga dibuatnya kesal.
kita lewat tol ya Made," ucap mbak Aulia
Made hanya menggangguk saja.
Tol ini didesain dengan kecepatan 80 km/jam, sehingga waktu tempuh ke Jakarta Bandung bisa lebih cepat.
Mustinya mereka sampai lebih cepat.
Karena Made kesal dengan tuduhan ceweknya itu konsentrasi Made terganggu mobil oleng menabrak tiang pembatas sedang mobil tem di belakang terpaksa mengerem mendadak dan tak bisa menghindar juga menabrak mobil Linda dari belakang.
Tabrakan beruntun itu di tol suasana panik terlihat keluar satu demi orang dari mobil mereka,dan kepulan asap mobil terlihat juga dikedua mobil itu.
Beberapa mobil juga kena sasaran karena posisinya belakang mobil tem.
Mbak Aulia tersadar .
__ADS_1
Mbak Aulia selamat ,Tetapi melihat Linda berlumuran darah,sedang Made masih sadar dan turun dari mobil ,meminta pertolongan ,tidak lama kemudian datang polisi dan bala bantuan karena itu di jalan tol dan terdapat kamera pemantau dengan cepat pertolongan itu tiba.
Jalanan semakin macet.
Pak polisi mencoba memasang garis polisi supaya mobil yang lewat bisa perlahan mengurangi kecepatan.
Mereka mencoba menolong Linda yang sudah terhimpit besi pintu dan pecahan kaca di badannya.
Mbak Aulia langsung meminta polisi untuk membawa Linda ke rumah sakit terdekat.
Dua mobil polisi bantu mengiringi,begitu tahu kalau itu korbannya seorang artis yang sangat terkenal.
Dengan cepat Linda dibantu oleh tem medis di ruang UGD
Mbak Aulia menghubungi ibu Sinta sekretaris pak Tirta.
Tentu saja bu Sinta panik mendengarnya dan gemetaran tangannya ,bagaimana harus cerita ke pak Tirta?
Bu Sinta dengan menangis masuk ke ruang pak Tirta yang lagi telepon langsung bingung dan memandang bu Sinta .
"Pak Linda kecelakaan ,sekarang ada di rumah sakit ," ujar bu Sinta semakin keras tangisnya.
Sontak pak Tirta berdiri dan shock ,dan memegang dadanya yang berdetak kencang.
"Suruh supir siap dengan mobilnya tutup kantor kita berangkat sekarang ,"ucap pak Tirta.
"Baik pak ,masih dengan menangis ," ujar bu Sinta.
Mereka dengan segera berangkat ke rumah sakit yang ditunjukan mbak Aulia.
"Pak apa sebaiknya kita kabari Artha pak?," tanya bu Sinta.
Ibu Sinta mengambil ponsel_nya dan menelepon Artha.
"Tha' Linda kecelakaan ,kondisinya parah," ujar bu Sinta.
"Hah ... kok bisa ? ya sudah aku ke sana di mana rumah sakitny bu Sinta?,"tanya Artha.
Artha panik bingung cari kunci mobilnya ,seperti semuanya hilang lupa seketika ,error.
Akhir Artha menemukan kunci mobilnya dan berangkat ,tancap gas ke rumah sakit tersebut.
Akhirnya pak Tirta ,Artha ,Ibu Sinta semua kumpul di rumah sakit itu ,semua heboh karena kesalahan Made berakibat fatal.
Pak Tirta sangat marah dan kesal melihat Made .
Apalagi Susi si perias kesal banget sampai mengumpat liat Made.
"Kenapa sih loe ga pake otak ,dasar otak kadal ... pikir dong ,semua berantakan gara ' - gara elo ,dasar gila kali ,"ucap Susi.
"Gue bunuh juga elo sama cewek loe itu,kaya kecakepan aja tu cewek bikin sampai nyawa orang mau melayang ,"ujar Susi dengan geramnya
Badan Made di dorong - dorong kesal .
"Ingin gue patahkan tulang loe he! ,"ujar Susi sewot.
Susi di tarik sama anak buahnya .
__ADS_1
"sudah bos rias tenang dulu ,kita musti berdoa semoga Linda enggak apa - apa ," ujar anak buah perias.
"Awas loe kalau Linda kenapa - napa ,gue cabik - cabik ," ucap Susi yang berisik terus marah - marah, Susi kadang ocehannya lucu juga.
Made tak beraksi sama sekali terduduk lemas di lantai.
Saat itu polisi datang dan meminta Made untuk ikut untuk diminta keterangannya,melihat Made
dibawa ,Susi senang.
"Mampus kau ,dasar kadal ,bandit kau_ lah," sukur kau bawa saja pak polisi masukkan ke sel jangan dilepas lagi tu kadal ," ujar Susi.
"Sudah ... sudah ,"ujar bu Sinta.
Dokter tiba - tiba keluar dari ruangan menanyakan siapa keluarganya.
Pak Tirta langsung maju .
"Saya keluarganya ," ucap Pak Tirta.
"Kita butuh donor darah ,karena pasien kekurangan darah.Dan kondisinya Kritis kita akan berusaha sebaik mungkin ,secepat mungkin menolong pasien.
"Darah tipe apa dok yang di butuhkan," tanya pak Tirta.
"Golongan B ," ucap Dokter itu.
"Saya B dok ,jawab pak Tirta.
"Ok pak silakan bapak ikut saya keruangan sebelah," ujar Dokter.
Sewaktu pak Tirta di ambil darahnya,pak Tirta minta sekalian Tes DNA.
"Bisa tidak dok," ucap Tirta.
"Oh bisa ,sekalian saja ya pak saya siapkan ," ujar Dokter itu.
Diam - diam Pak Tirta tes DNA .
▪️
Berita tentang Linda kecelakaan sudah menyebar di media sosial ,langsung para awak media menyerbu ke rumah sakit tersebut
Kebetulan mama Amy paling senang baca berita seputar Artis ,mama Amy kaget melihat berita tentang kecelakaan itu.
Langsung mama Amy menghubungi Rendy.
Rendy yang sudah di bis arah jawa bingung mendengar berita soal Linda ,Rendy terpaksa mengambil keputusan untuk tidak meneruskan perjalanannya.
" Hei bro teman gue kecelakaan ,aku 'ga bisa berangkat harus pulang menolong dia,si mama stress karena kenal sama dia ," ujar Rendy ke Iwan.
"Batal pergi dong bro ," tanya Iwan.
"Iya batal bro ,kita turun di sini ,nanti kita atur lagi untuk berangkat kapan," ujar Rendy.
"Oh ok kasih kabar aja ya bro ,ujar Iwan.
Iwan bingung ,Rendy seperti panik dan buru - buru keluar bis.
__ADS_1
-------\_\_\_\_\_\_\_\_-------