Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.38 Windy dan Dani sembuh


__ADS_3

Dani hari ini tidak sabar menunggu ayahnya datang biasanya jam 9 pagi .Terdengar suara beberapa suster dan dokter yang lewat di depan kamar Dani,dan suara pintu dibuka ,Dani senang sekali pasti ayahnya yang datang menengok. Begitu Dani duduk kaget ternyata yang datang Windy berdiri dengan selang infus memandang Dani yang tidak menyangka akan menengok Dani .


"Windy ... Kamu sudah sembuh juga!


Ya ... aku sudah sembuh juga,aku kesini untuk mengucapkan terima kasih ke kamu sudah melindungi aku ,mungkin kalau kamu tidak ada di situ saat itu aku sudah tidak ada.


Kata - kata Windy begitu menyentuh,sampai Windy meneteskan air matanya .


Aku tidak mungkin melupakan kejadian itu ,itu suatu mimpi buruk yang aku alami,begitu juga dirimu,sampai kapanpun akan terus ada di ingatan kita .


"Aku tak tahu bagaimana harus membalasnya menunduk sedih .


Dani coba turun dari tempat tidurnya,dan memeluk Windy yang menangis terus.


"Sudah kamu jangan bikin aku sedih juga,sekarang kalau ada apa - apa kasih kabar aku ya ," ucap Dani.


Kamu jangan berpikir soal balas jasa ,kita sudah seperti keluarga," ujar Dani.


Windy menghapus air matanya.


Tiba - tiba ada suara terdengar mendekati mereka .


"Hem ... hem ternyata ayah sudah sampai.


Melihat Dani memeluk Windy yang masih menangis.


Windy terdiam melihat pak Tirta tersenyum memandang Windy.


"Jangan bersedih ya ,kita sudah melewati masa itu.


Sekarang kamu harus bisa melupakan pelan - pelan dan bersyukur kalian selamat.


Tiba - tiba terdengar orang berlari - lari dan terengah - engah ,ternyata Linda .


"Oh ... Dani menunjuk ke arah Linda ,itu bukannya malaikat yang datang tadi malam," ujar Dani ketakutan bersembunyi di belakang badan pak Tirta.


"Win ... Aduh ... Kakak cari ke mana - mana ,aku pikir kamu hilang ,dengan napas masih terengah - engah ," ujar Linda setengah membungkuk mengatur nafasnya.


"Kamu jangan panik begitu dong,tegur pak Tirta.


"Itu siapa pah ," tanya Dani,yang masih bersembunyi di belakang pak Tirta.


"Ini kakaknya Windy ,ucap pak Tirta.


"Kok mirip yang datang kemarin malam,apa aku mimpi ya ?," ucap Dani.


"Kamu itu pasti mengigau semalam,sudah ... kita sekarang kan kumpul di sini ,kita harus urus kalian untuk bisa pulang ,setelah itu kita makan malam bersama ,bagaimana setuju," tanya pak Tirta.


"Ok pah setuju ,jawab Dani.


"Tapi papa tanya dulu sama Dani ,kamu benar sudah sehat ?


Sudah mampu jalan !," tanya pak Tirta.


"Sudah dong pah !," jawab Dani tegas.

__ADS_1


Kalau Windy bagaimana ,apa sudah sehat juga,tanya pak Tirta.


"Sudah pak ,"jawab Windy ,langsung Linda memeluk Windy masih kuatir dengan adiknya itu.


"Ok ... sekarang kita urus administrasinya dulu ," ujar pak Tirta.


Pak Tirta meninggalkan ruangan Dani dan berpesan ke Dani untuk membereskan barang - barangnya.


Karena ibu Sinta ada rapat pagi ini yang tidak bisa ditinggal,tapi sebagian barang sudah dibereskan oleh mbak Aulia ,pagi sekali mbak Aulia sudah pulang.


Tinggal baju - baju saja di lemari yang belum dibawa pulang mbak Aulia.


Dani dengan gesit memasukkan baju - bajunya ke dalam tas .


Sedang Windy juga kembali ke kamarnya membereskan barangnya bersama Linda.


Linda tersenyum melihat Windy semangat untuk pulang ,ayah menunggu di rumah karena sudah lelah semaleman di rumah sakit.


Kondisi badan ayah juga kurang sehat akhir - akhir ini.


Pak Tirta ternyata sudah melunasi semua biaya rumah sakit ,karena pak Tirta yakin yang akan membayar rumah sakit pasti Linda ,bukan ayah tirinya .


"Ayah tiri Linda sudah tidak ada penghasilan ,dan sering sakit.


Semua biaya hidup sekarang dari Linda.


Linda tulang punggung keluarganya.Uang penjualan rumah masih tersimpan karena rumah itu atas nama Linda.


Linda masih belum berpikir untuk beli rumah lagi karena sementara ini Linda juga sudah diberi rumah oleh pak Tirta.


Linda mengantar Windy pulang ,dan bertemu dengan ayah.


"Yah malam ini diundang semua sama pak Tirta makan malam ," ucap Linda.


"Ayah mau ikut enggak?


"Ayah kurang enak badan Lin,kalian sajalah yang ikut," ujar ayah.


Mungkin ayah kecapean sewaktu menjaga Windy di rumah sakit.


Windy menaruh barang - barangnya di kamar.


Windy terdiam memandang meja belajarnya ,sudah berapa lama sejak kejadian itu Windy absen dari sekolahan.


Windy masih ada ragu untuk masuk sekolah.


Ketakutan ketemu dengan kresti dan teman - temannya masih membekas


dibenaknya.


Windy tidak mau lagi mengurusi orang tentang kecurangan mereka ,biarlah mereka mau seperti apa hidupnya,kesulitan yang akan mereka hadapi bukan hal yang harus Windy pikirkan.


Windy belajar dari kesalahan ,ternyata banyak yang membuat kecurangan tapi dibiarkan.


Sedang yang bekerja keras belajar mati - matian tidak di hargai.

__ADS_1


Hidup adalah pilihan mau berhasil atau tidak . Windy butuh waktu untuk hilangkan traumanya,badan Windy sedikit kurus .


Aku harus apa?


Pikiran Windy masih kacau.


Tiba - tiba terdengar suara kakak yang memanggilnya.


Ayo Win kita siap - siap berangkat lagi ,pakai jaket di luar nanti dingin," ujar Linda.


"Ayah benar enggak apa - apa kita tinggal sebentar.


Aku hari ini menginap di sini karena pulang saja sudah malam.


"Ya terserah kamu saja Lin,ini kan juga rumahmu ," ucap ayah dengan tersenyum.


Linda memesan taxi untuk berangkat ,Windy masih saja terdiam melihat tumpukan buku di meja belajarnya.


"Sudah jangan dipikirkan dulu ,besok kita bahas langkah selanjutnya apa?


"Ya memang harus dibicarakan menurut Windy,mereka pantas mendapat ganjaran dengan apa yang mereka lakukan.


Mencelakakan orang dengan sengaja ,ada hukumnya.


Hujan deras mengguyur ,tapi karena sudah janji dengan pak Tirta mereka berdua tetap pergi.


Mereka menuju restoran steak ,parkirannya betul penuh .


Baru saja masuk seorang pelayan menanyakan ,mau makan di sini!


"Oh ya kita makan di sini ," ucap Linda. Dari kejauhan terlihat pak Tirta melambaikan tangannya.


Linda memberitahukan pelayan bahwa kita akan satu meja dengan bapak itu.


Dani tersenyum melihat Windy datang ,sepertinya bahagia terlihat di wajahnya.


"Ayo duduk ,Pak Tirta mempersilakan Linda dan Windy untuk duduk .


Suasana restoran itu cantik sekali temboknya dihiasi daun plastik dan


ditengahnya dihiasi bunga plastik berwarna putih juga pink.


Di sudut lainnya ada corner untuk anak - anak bermain


Dani coba menanyakan Windy mau makan apa ,Dani coba menawarkan beef steak mushroom untuk Windy ,dan Linda memesan chicken steak mushroom.


Dani terlihat semakin akrab dengan Windy mereka tertawa bersama ,sedang Linda sedang tex Artha sambil menunggu makanan datang.


Linda memberi kabar bahwa Dani dan Windy sudah sembuh.


Artha beri tanda jempol ke Linda.


"Besok kita ketemu ya ,pesan Artha.


Ok ! ," jawab Linda.

__ADS_1


----\_\_\_\_------


__ADS_2