
Kresti dan Nana juga yang lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit ,atas kejadian itu ,Kresti banyak berdiam diri ,sepertinya sudah mulai jera ,kondisi mereka berlima semua ada disatu ruangan ,dengan patah tulang kaki,dan ada yang di lehernya dikasih gips ,ada yang tangannya patah.
Mereka kesulitan untuk mengurus dirinya sendiri.
Dan mereka untungnya bukan dirawat di rumah sakit di mana Windy dan dani
dirawat.
Maklum mereka anak - anak berada selalu minta dilayani.
Semoga ini pelajaran buat mereka yang berbuat seenak terhadap orang lain.
Windy memang ada kesalahannya memperlihatkan video tersebut ke guru yang bertugas saat itu ,tapi bukan berarti berhak untuk melukai orang lain.
Linda merasa puas sudah membalas kejahatan kresti ,Linda pulang ke apartemen di sana Linda merenungi apa yang baru saja dia lakukan ,balas dendam untuk adiknya .
Linda memandangi cincin yang ia kenakan.
Wah ... Luar biasa ... Ini cincin ,aku belum ceritakan ke Rendy apa yang telah aku alami beberapa minggu ini.
Cahaya hijau yang aku lihat begitu dingin aku rasakan ke tubuhku ,saat emosi tak dapat di bendung ,itu yang aku rasakan ,kemarahan membuat orang celaka.
Linda penasaran apa saja yang bisa dilakukan dengan cincin ini.
Aku ingin mengetesnya .
Linda konsentrasi dan memutar cincin tersebut.
Majukan kursi itu ! sebuah perintah
Tiba - tiba cahaya hijau itu keluar dan menggeser kursi tersebut tepat di depan Linda.
Ambilkan baju aku di lemari !
Terdengar suara lemari pakaian terbuka dan sebuah baju tidur melayang mendekati meja di mana Linda duduk.
Wah ... hebat ...
Linda kaget dengan reaksi yang tidak di perkirakan.
Linda langsung berdiri dan.
"Aku tak ingin menceritakan keseluruhannya ke Rendy ,aku tak ingin Rendy mengambil cincin ini kembali.
Linda berputar - putar kegirangan ,aku seperti menang lotre sambil berteriak - teriak .
Cincin ini sangat berarti buat aku ,terima kasih Rendy ,sambil memeluk cincin itu di dadanya.
Linda ,terbayang flash back bagaimana dia dikeluarkan dari kantor gara - gara si Maya.
Itu adalah target selanjutnya yang ada di pikiran Linda ,orang yang bikin Linda susah dan tak bisa menolong ayahnya ,sampai Linda terpaksa menjual rumahnya saat ayahnya di sandera.
Walau tidak 100% kesalahan Maya ,tapi saat itu sangatlah berat hidup yang harus Linda hadapi untuk menghidupi adiknya Windy.
Maya sudah memfitnahnya .
"Suatu saat aku bikin perhitungan denganmu May?
Siap - siap saja kau Maya ?
Aku takkan membiarkanmu ?
Emosi terasa di dada ,dan tiba - tiba juga gelas di depan mejaku pecah dan asap hijau keluar dari cincin tersebut.
"Oh ... Linda kaget dan langsung berdiri ... dan masih shock melihat gelas pecah berantakan di atas meja.
__ADS_1
"Eh ... kau diam ... aku bilang diam ,jangan kau bereaksi kalau tidak ada musuh ... sambil tunjuk ke cincin tersebut .
"Kau bikin aku kaget saja ...
"Kau mengerti ?... atau kau tidak paham ...
"Ya ... aku harus bisa ajak kau berbicara mulai sekarang .
"Kalau aku bilang diam kau ,kau harus menurut aku !.
Linda berceloteh lucu .
Jangan kau bertindak semaumu ya ,nanti semua orang tahu tentang kau .
"Tahu kau ! ... Repot kali aku di buatnya.
"Liat ... nih ... Liat aku harus bereskan meja ini gara - gara kau hancurkan gelas itu.
Linda coba berdialog lucu dengan cincin tersebut.
"Kau harus berteman denganku sambil menunjuk ke cincin itu.
"Bisa tidak kau tidak mengeluarkan asap di depan orang ?
Linda mencoba berdialog lucu ,sebenarnya Linda takut sama cincin itu tapi Linda percaya mereka akan berteman baik.
"Kita berteman kan ,"ujar Linda .
"Nah mulai sekarang kau harus tetap cool ,mengerti kan cool ," ucap Linda.
Sudah hari ini aku capai sekali ,mau istirahat ,kau juga ya,sambil memejamkan matanya dan tersenyum puas.
Mampus lah kau kresti ... Selamat menikmati luka - lukamu ... Impas sudah.
Sepulang malam itu dari apartemen Linda, Artha berpikir ada yang aneh dengan diri Linda.
Sesuatu yang sulit untuk dijelaskan secara logika.
Kalau Artha cerita ke orang juga tidak akan ada yang percaya .
"Pasti semua orang bilang aku sudah gila,atau sudah terganggu jiwanya .
Lebih baik aku diam saja tapi tetap menyelidikinya diam - diam," ucap Artha dalam hati.
Sambil menatap wajahnya di cermin lemari pakaian.
Tapi ,itu benar ... Ach aku memang sudah gila kali ?
kesal sampai membanting pintu lemari.
Bug ...
Hari ini Artha mau ke kantor papa Pri.
Sudah lama juga tidak bertemu kak Alysia.
Ruangan Alysia memang instagramable sekali sesuai dengan design interiornya,mewah tapi modern supaya tamu - tamu yang hadir merasa betah berlama - lama di ruangan itu.
Artha melongok ke dalam ruangan itu,terlihat Alysia sedang terima telepon seseorang dengan pinsil di tangannya mencoret - coret gambar taman di mejanya.
Alysia memberi isyarat tangannya supaya Artha masuk jangan berdiri di pintu .
"Masuk !
"Sibuk kak ?
__ADS_1
"Ya lumayan ,tapi happy aja lah namanya juga kerjaan," ujar Alysia.
Kak aku dengar ada masalah sama bohir kemarin ,"ujar Artha.
Oh ya ,tapi aku sudah minta untuk tidak melanjutkan kerja samanya.
"Eh tahu 'ga kakak kenalan sama bohir baru masih muda loh ,kayanya dia suka sama kakak ,dia seorang polisi," ujar Alysia.
"Dia minta kakak urus taman di lantai atas dia mau buat kolam kecil juga ,kemarin dia ke sini ," ungkap Alysia.
Oh ... Wah semoga saja ya ,kakak cepat dapat pengganti Frans.
Frans masih ganggu kakak 'ga ," tanya Artha.
"Kakak block nomernya," ucap Alysia.
"Bagus! Itu baru kakakku namanya," ujar Artha.
"Papa ada tidak kak ?," tanya Artha.
Ada !
Kamu coba aja ke ruangannya ,pasti papa senang kalau melihat kamu datang dan bantu dia Tha'," ujar Alysia.
Sesampai di pintu kantor terdengar papa sedang marah - marah .
"Aduh kayanya tidak tepat nih aku tengok .
Tetap Artha coba mengetuk pintu.
"Masuk !
Terdengar bunyi bruk kertas map merah terlempar.
Pak Tirta kaget yang masuk Artha.
"Oh ... Anak papa yang datang ,reda langsung kemarahan papa.
"Ya sudah kamu ,bikin ulang semua tender ini ,jangan bikin kesalahan lagi ," ujar pak Pri .
Pegawai itu langsung mundur dan meninggalkan ruangan itu.
"Kenapa pah ,kok marah - marah terus sih.
Sabar pah ,"ujar Artha.
"Iya itu kita bisa kalah harga dong ,masa cari barang di toko atau mall ,cari ke agenlah .
Memang dia masih baru harus banyak belajar dan bikin surat penawarannya salah ,pusing papah nih ," ungkap pak Pri.
Hari ini Artha di kantor papa ,pasti happy dong papah ," ucap Artha.
Oh sudah pasti itu ,sambil memeluk Artha .
"Ayo duduk !
"Pah tahu 'ga Alysia putus dengan Frans," ujar Artha.
"Belum 'Tha! kenapa ?," Ucap Pak Pri.
Artha duduk santai dan menceritakan kasus kakaknya dengan Frans dan juga soal pekerjaan yang harus Artha bantu.
Akhirnya pak Pri bisa tertawa bersama Artha membuat suasana yang tadinya tegang mulai mereda.
-------\_\_\_\_------
__ADS_1