
Artha seperti tak menyangka begitu
disentuh Linda waktu sedang main piano tiba - tiba suara Artha kembali normal.
Artha yakin itu bukan suatu kebetulan,Artha juga merasa Linda mempunyai suatu kekuatan dalam diri melihat daging yang tertelan bisa mental keluar begitu saja.
Artha penasaran dengan suaranya yang kembali normal,Alysia dan Adam masih bingung melihat kondisi Artha.
"Tha suara kamu ??
Iya kak ,aneh nih ," ujar Artha sambil melihat ke Linda.
"Apa? ... apa ,"tanya Linda.
Linda gantian makan makanannya ,pura - pura tidak tahu apa - apa.
Alysia menyikut Adam supaya ikut makan
saja.
Acara makan malam dengan Alysia selesai,Linda mengobrol sebentar dengan Alysia dan Adam.
Sedang Artha hanya terdiam menatap Linda .
"Ayo ... Artha menarik tangan Linda untuk pulang.
Alysia dan Adam mengantar Linda dan Artha pulang ,Alysia melambaikan tangannya.
Begitu sampai di apartemen ,Artha duduk di ruang tamu.
Linda ganti baju dulu ,setelah selesai Linda menemani Artha sambil membuat minuman buat Artha .
Artha diam sesaat memandang Linda ,seakan bingung .
Artha tiba - tiba bersimpuh di hadapan Linda dan memeluk Linda yang sedang duduk memegang secangkir teh manis.
"Aduh ... Tha ... eh Tha ... kenapa ini,kok mendengar Artha sesenggukan menangis.
Linda mau bangun dari kursi juga susah Artha makin kencang memeluknya.
"Lin ... kamu sadar enggak sih ,aku sembuh bisa bernyanyi lagi ,berkat kamu tadi," ujar Artha.
"Hah ... benar Tha itu !
"Iya betul Lin ... suara aku sudah pulih.
Linda berusaha berdiri ,mereka kesenangan dan loncat - loncat kegirangan .
"Tunggu! ," ucap Artha.
Sambil memegang tangan Linda Artha ,bertanya serius .
Aku rasa kamu orang yang mempunyai sesuatu .
"Lin aku bisa kembali menyanyi gara - gara kamu mengerti enggak,sadar enggak kamu ,sambil memeluk tubuh Linda," ungkap Artha.
"Aku harus bilang sama pak Jeffry kalau suaraku sudah pulih," ucap Artha. Langsung Artha memutar nomer pak Jeffry.
Linda coba lihat dulu apa yang akan Artha bicarakan ,terpaksa Linda merebut menutup telepon itu secara paksa.
"Lin ! kok kamu tutup sih ,aku mau memberitahu kabar baik ," ujar Artha.
"Tunggu dulu ,aku harus bilang sesuatu Tha," ucap Linda.
__ADS_1
Apa! ...," tanya Artha.
"Begini loh ,kamu boleh bilang sudah sembuh suaranya sudah kembali,tapi kamu tidak boleh bilang ke semua orang itu karena aku," ujar Linda .
Linda menatap mata Artha dan berharap Artha bisa menutup rahasia ini rapat - rapat.
"Bagaimana bisa tidak? ,nanti aku tidak bisa tidur nyenyak semua orang sakit datang cari aku ,"ujar Linda.
"Oh iya ... ya ?betul juga ya ," ucap Artha.
Aku tidak berpikir sejauh itu.
Ok! aku tak akan cerita - cerita ke orang lain.
Aku janji deh ," ujar Artha.
"Hei ... Kalau kamu bisa menyembuhkan suaraku ,kenapa kamu tidak bisa menyembuhkan Windy dan Dani.
"Hah ... sambil memegang dahinya ,Linda bereaksi.
"Ya ampun aku lupa Tha belum aku coba," ucap Linda .
"Ayo sambil ditarik lagi tangan Linda kita ke rumah sakit sekarang.
Artha tersenyum melihat ke arah Linda ,dan menyuruh Linda untuk langsung masuk ke mobil .
"Kamu tidak mau hubungi pak Jeffry dulu Tha?," tanya Linda.
"Nanti saja ,toh kantor masih libur gara - gara Dani luka parahkan ?," ucap Artha.
"Oh iya lupa aku ," ujar Linda.
Mereka sampai di rumah sakit sudah larut malam.
Ayah sedang tidur ,mungkin kelelahan ,Linda tak ingin membangunkannya.
Artha juga perlahan mendekati tempat tidur Windy.
Memang Windy besok sudah boleh pulang tapi luka - lukanya juga traumanya belum bisa hilang begitu saja.
Linda coba untuk menyentuh tangan Windy dan coba memejamkan mata konsentrasi seakan berdialog dengan cincin zamrud itu.
Linda memohon supaya Windy sembuh dari sakit di perutnya dan berharap luka - lukanya cepat sembuh.
Tiba - tiba terlihat wajah pucat Windy berubah segar kembali ,panas badan Windy turun.
Artha dan Linda tersenyum kembali ,mereka berjalan perlahan menutup pintunya dan segera menuju kamar Dani.
Ternyata hari ini yang kebagian jaga Dani mbak Aulia.
Mbak Aulia juga sudah tertidur ,lebih baik begitu supaya Linda dan Artha lebih leluasa menolong Dani.
Mereka mendekati Dani,dalam kondisi tidur juga.
Linda melakukan yang sama memejamkan matanya coba berbicara dalam hati ,karena tidak mungkin memutar cincin itu di depan Artha.
Kalau saja tidak bersama Artha ,Linda akan lebih leluasa menolong mereka.
Tapi ini juga sudah jauh lebih baik.
Sewaktu Linda perlahan menyentuh Dani,ternyata Dani tersadar ,hingga Linda mengisyaratkan Dani untuk Diam jangan bersuara.
Dani yang masih kondisinya lemah hanya samar -samar melihat kehadiran Linda juga Artha di situ.
__ADS_1
Dani hanya mengangguk lemah.
Linda tak mau membuang waktunya untuk segera berdialog dengan cincin itu.
Linda menyentuh pundak Dani. Dan coba konsentrasi lagi .
Mujizat tiba - tiba saja penglihatan Dani semakin jelas dan rasa nyeri di kakinya hilang.
Linda mengelus rambut Dani dan meninggalkan Dani yang masih kaget dengan melihat kedatangan wanita yang tidak dia kenal dan tiba - tiba kondisinya terasa pulih seketika.
Dani masih mengucek matanya ,tapi Linda dan Artha sudah bergegas keluar ruangan takut mbak Aulia bangun.
Dani terduduk dan bingung sudah berapa lama ada di rumah sakit .
Itu siapa yang tiduran di sofa?
Dani belum pernah kenal sama mbak Aulia.
Dani seketika bisa turun dari tempat tidur dan mendekat ke arah mbak Aulia.
Dani mencolek badan mbak Aulia.
"Oh ... Mbak Aulia tersentak kaget bukan main melihat Dani sudah dapat berjalan ke tempatnya ,walau dengan selang infus yang ikut di geret.
Kamu siapa ? ," tanya Dani.
Oh ... Mbak Aulia masih terduduk ,merasa arwahnya belum menyatu,pertanyaan itu masih belum bisa di jawab dengan lancar.
"Oh ... Aku ,"tanya mbak Aulia
"Ya kamu ? ," tanya Dani.
Aku mbak Aulia dari kantor pak Tirta,biasanya ibu Sinta yang jaga tapi karena ada keperluan mendesak hari ini ,aku yang menggantikannya ," ungkap mbak Aulia.
Oh .. Ok ! ," ucap Dani.
"Tolong bilang papa ,aku mau pulang besok pagi ," ujar Dani.
Mbak Aulia pikir ini tidak mungkin yang tadinya masih tergeletak sakit ,kok seketika sembuh,mbak Aulia berpikir dia mungkin mimpi ,coba mencubit lengannya.
Aduh ... Sakit !
Oh benar ini tidak mimpi.
"Kenapa,kok Aduh ? ," tanya Dani.
"Ach enggak apa - apa ,kaget lihat 'de Dani sudah sembuh bisa berjalan.
Dani kembali ke tempat tidur ,mbak Aulia membantu membetulkan letak botol infusnya.
Dani minta tempat tidurnya sedikit
diatur supaya bisa lebih nyaman .
Dani berpikir apa yang dia lihat adalah malaikat atau makhluk halus yang begitu baik menyembuhkannya ,sentuhan tangannya tak mungkin Dani lupa ,seperti ada aliran listrik yang menghantar rasa dingin sekali,tapi hanya sebentar rasa dingin yang mengalir ke tubuh Dani.
Dani coba tidur lagi ,dan merasa bahagia sekali karena pasti sudah boleh pulang besok kalau sudah merasa sehat.
Semoga saja demikian," ujar Dani dalam hati.
Mbak Aulia juga coba untuk tidur kembali.
-----\_\_\_\_------
__ADS_1