
Setelah pulang dari rumah sakit Alysia masih harus istirahat dulu dan minum obat yang teratur ,Adam dengan sabar mengurus Alysia.
Beda sekali cara Frans mengurus pasangannya dengan Adam ,banyak sisi positif dari Adam membuat Alysia makin menyayangi Adam.
Selama sakit Adam selalu mengurus makanan untuk Alysia.
Alysia ingin memperkenalkan Adam dengan mama dan papa setelah sembuh.
Adam tidak keberatan dengan rencana Alysia ,lebih cepat lebih baik ,itu menurut Adam ,keseriusan itu terlihat jelas.
Adam harus pergi bertugas dulu untuk beberapa minggu ,Adam terpaksa meninggalkan Alysia karena tugas negara .Kesedihan tampak di wajah Alysia .
"Sabar ya sayangku ,cuma 2 minggu kok,cepat sembuh dan minum obatnya,"ucap Adam pesan Adam.
▪️
Setelah bermalam bersama Adam di rumah sakit ,Artha ingin bertemu dengan Linda.
Linda rencananya akan pulang ke apartemennya pagi ini.
Setelah urusan Windy sudah selesai ,Windy sudah lebih tenang kondisinya .
Artha dimobil tex Linda.
"Lin aku jemput ya ,aku mau ajak kamu happy ke suatu tempat ,mau enggak," tanya Artha.
"Ke mana Tha , tanya Linda.
Bagaimana kalau kita karaoke ,seru kan ?
"Ok Tha ,kamu jemput aku di apartemen ya," ujar Linda.
"Oke!
Artha sudah berganti baju ,masih melihat ke kaca sambil membetulkan rambutnya dan segera mengambil kunci mobil.
Tidak ada setengah jam Artha sudah sampai di depan pintu Linda .
Artha membunyikan bel pintu ,terdengar kunci pintu dibuka.
Linda mempersilahkan Artha masuk.
"Lin kamu cantik sekali ,"ucap Artha.
Linda yang tidak ingin Artha berbuat konyol ,Linda berusaha untuk mengajak Artha buru - buru pergi .
Linda mengunci pintu apartemen langsung menggandeng tangan Artha turun .
Artha tersenyum senang digandeng tangannya.
Hari ini kita resmi pacaran ya ," tanya Artha dengan melirik ke arah Linda.
"Ya ," jawab Linda.
"Asyik ...
Artha kegirangan mendengar jawaban Linda yang singkat dan jelas.
Artha masuk ke mobil dan meluncur ke tempat hiburan itu.
Artha parkir mobil dan segera turun menggandeng Linda.
Sampai di dalam mereka harus melewati beberapa kamar juga ruang tunggu.
Artha kurang perhatikan sekelilingnya ,ternyata ada sepasang mata memandangnya dengan sinis.
Thasia ternyata secara kebetulan ada di situ bersama teman - temannya.
__ADS_1
Artha kebetulan mendapat ruangan agak ke pojok karena hari itu ternyata penuh semua.
Pelayan mempersilahkan Artha dan Linda masuk ,mereka mulai menyalakan TV besar itu dan menyiapkan mik juga sebuah tab untuk memilih lagu. Pelayan itu bertanya mau pesan apa ,buah - buahan atau minuman apa ?
Linda menyetujui buah - buahan juga minuman minuman kaleng.
Pelayan itu berlalu meninggalkan mereka berdua yang mulai sibuk memilih lagu .Artha bersemangat sekali sekalian latihan,mengembalikan suaranya .
Artha mulai bernyanyi sambil menatap Linda mesra , dan Linda juga menggoyangkan tubuhnya mengikuti irama lagunya.
Setelah Artha bernyanyi gantian Linda yang menyanyi ,disela lagu tiba - tiba datang pesanan mereka minuman juga buah - buahan.
Mereka asyik bernyanyi bersama,menertawakan kelucuan mereka masing - masing ,Artha malam itu pesan minuman keras dan es batu juga jeruk nipis di piring kecil.
Tampak Artha sudah mulai sedikit oleng ,Linda karena tidak minum minuman keras tentu masih stabil .
Artha keluar sebentar ada telepon dari bang Jeffry.
Artha masih bisa konsentrasi bicara dengan Jeffry.
Tapi tiba - tiba Thasia menodongkan senjata tajam di punggung Artha dan menyuruh jalan keluar lorong karaoke itu .
Artha tidak dapat melihat itu siapa yang menodongkan pisau dari belakang.
Melewati pelayan - pelayan karaoke yang berdiri menunggu panggilan room mereka tidak ada yang menyadari kalau ada penodongan pisau kepada salah satu pengunjungnya.
Artha dibawa keluar oleh gerombolan Thasia.
Artha dalam keadaan setengah mabuk ,telepon dari pak Jeffry juga tiba - tiba terputus.
Pak Jeffry kesal dan berpikir pasti kumat lagi.
Artha dimasukkan ke dalam mobil dan
dibawa pergi.
Sedang Linda bingung kenapa Artha tidak datang - datang .Akhirnya karena menunggu lama Linda bertanya ke salah satu pelayan room,dan pelayan room itu bilang kalau Artha pergi bersama rombongan ,tetapi mereka tidak tahu ke mana.
Linda berpikir ada yang aneh ini ,tidak biasanya Artha begini.
Linda terpaksa membayar karaoke room itu dan keluar gedung .
Di luar gedung juga sudah Linda periksa tidak terlihat Artha.
Linda ingat waktu kejadian Artha mabuk yang tahu bisa cek keberadaan Artha hanya Alysia.
Malam itu juga Linda menghubungi Alysia dan menceritakan semuanya bahwa Artha menghilang dalam keadaan mabuk.
Alysia yang sudah hendak tidur langsung meluncur ke tempat karaoke itu berada.
Sesampainya Alysia di situ ,Linda langsung menyetop mobil Alysia.
Linda bertanya apa Alysia tahu arah Artha pergi ,Alysia mengangguk .
"Ya ,masuk Lin! ," ujar Alysia.
Alysia melihat ke ponsel ke mana Arah jalan ,ternyata agak jauh masuk ke suatu pabrik yang sudah tidak terpakai.
"Kak ini benar tempatnya !
"Ya menurut pelacakan di sini ,ujar Alysia.
"Lin kita kasih tahu pak Jeffry tidak ," ujar Alysia.
"Ya boleh kasih tahu saja ,tapi jangan suruh ke sini bahaya.
"Oh begitu !
__ADS_1
Sepertinya mereka sudah sampai di tempat itu,tetapi belum masuk ke dalam hanya di luar gedung tua .
Linda bicara dengan Alysia.
"Kak Al ... apapun yang kakak lihat nanti ,tolong jangan cerita ke orang lain,nanti tugas kakak membawa kabur Artha ya ,jangan telepon polisi dulu ya tunggu berita dari aku," ujar Linda.
"Memang kamu berani Lin ," tanya Alysia.
"Ya berani ,kak ," tutur Linda.
"Ok kak siap ya nanti kakak yang bawa Artha keluar ya ," ucap Linda.
Mereka mengendap - endap ke arah belakang ternyata gudang tersebut
dijaga seseorang berbadan besar.
karena berhati - hati malah tersenggol sebuah tongkat kayu ,membuat penjaga yang berbadan besar itu mendekati arah bunyi itu.
"Hei kau sedang apa di situ !
"Pergi sana !
"Ini bukan untuk umum keluar sana ," bentak orang yang berbadan besar.
"Hei kau apakan temanku Artha," tanya Linda.
"Hei kau wanita tidak usah ikut campur urusan kita.
"Aku harus ikut campur karena kau culik dia sedang bersamaku," ucap Linda.
"Baik aku kasih pelajaran untukmu ,yang suka mau tahu urusan orang" bentak orang bertubuh besar itu.
Linda memang membiar orang itu mendekat,Linda mulai memutar cincin zamrud itu ,asap hijau mulai keluar dari tubuh Linda bergulung - gulung membuat semua barang didekatnya melayang ke udara ,sedang Alysia yang melihat itu hanya melongo ketakutan.
Orang besar itu berusaha menangkap tangan Linda ingin memukulnya tapi orang besar itu malah terpental menabrak tong - tong bekas yang berjejer ditembok samping gudang.
Dan jatuh pingsan.
Asap hijau itu masih bergulung - gulung mengikuti ke mana Linda bergerak .
Linda mendekati telinganya ke pintu gudang terdengar suara Artha dan ,Linda emosi mendengar suara Artha yang sedang mengerang kesakitan.
Dengan bantuan kekuatan cincin zamrud itu pintu gudang itu hancur berkeping - keping.!
"Thasia kaget melihat pintu itu hancur.
Dan bingung melihat Linda yang datang menghancurkan pintu gudang itu.
"Tolong kamu lepaskan Artha ," jangan sampai kamu yang aku hancurkan.
Tiba - tiba ada 2 orang yang maju dari ruang samping hendak memukul Linda dengan tongkat .Tapi semua tak mampu melawan amarah Linda yang melihat Artha sudah terkulai lemah di kursi dalam keadaan terikat.
Kak Alysia ! Tolong buka itu tali ,Aku urus wanita jahanam ini.
Alysia langsung berlari menuju Artha.
"Tha sadar ... Kak Alysia menangis melihat Artha.
"Cepak kak bawa Artha keluar ,"perintah Linda.
Biar aku patahkan tulang leher wanita ini.
Thasia yang tinggal sendirian mengambil pisau ,berusaha melawan Linda ,tetapi pisau itu malah melayang di udara .Thasia berusaha menangkap pisau itu malah terlempar ke samping.
Sekarang kau tak ada ampun ,Linda dengan kekuatannya membuat Thasia terlempar jauh ,dan tergeletak pingsan.
Linda menendang perlahan tubuh Thasia hanya memastikan dia tidak mati.
__ADS_1
Linda tak ingin membunuh mereka semua ,setelah Thasia tak berdaya ,asap hijau itu menghilang.
-------\_\_\_\_\_------