Zamrud Mistis

Zamrud Mistis
Bab.27 Windy dituduh


__ADS_3

Pagi - pagi Artha sudah ada di rumahnya,setelah menginap semalaman di rumah ibunya.


Di ruang tamu duduk melamun.


Baru terpikir ada masalah apa dengan Alysia ?


Saat itu juga Artha penasaran langsung menghubungi Alysia.


Kak lagi di mana ?


Kemarin itu ada masalah apa sih ?


"Aku lagi di pulau Seribu"ujar Alysia.


"Hah ... sama siapa kak?


"Sendiri,"ucap Alysia.


"Ya ampun ,aku ke sana sekarang ya ?


Jangan ke mana - mana tunggu aku ya kak?


Artha langsung mengambil kunci mobil ,berangkat menyusul kakaknya.


Udara laut dan deburan ombak menerbangkan rambut Alysia ,pikiran Alysia masih trauma dengan kejadian kemarin.


Alysia duduk di sebuah batu karang besar.


Terdengar suara orang memanggil.


Artha secepat kilat sudah berada di situ,memanggil Alysia yang sedang duduk melamun seorang diri.


"Alysia ... Alysia ... ,"Artha berteriak dari ke jauhan.


Alysia menoleh ke arah Artha dan melambaikan tangannya.


Mereka saling menyayangi ,kedua kakak beradik ini,saling peduli satu sama lain. Mereka saling tolong menolong,apabila sesuatu menimpa mereka.


Mereka duduk berdua di atas batu karang ,menikmati pemandangan laut.


kak , sebenarnya ada apa ?


Alysia meneteskan air matanya ,sambil menceritakan masalahnya.


Artha mendengarkan dengan serius apa yang menimpa kakaknya.


"Wah ... kurang ajar juga wanita itu berani siram kakakku dengan minumannya.


Awas aja kalau berani datang ke kantor lagi si Frans ,"ujar Artha.


Artha emosi mendengar cerita Alysia.


Lalu kalau kamu Tha' ,kenapa?


Artha curhat ,bahwa Artha suka sama Linda tapi belum sempat utarakan isi hatinya sudah keduluan sama orang lain.


kak Alysia , ketawa mendengar ceritanya .


Dan penasaran ingin bertemu dengan Linda.


Artha melarang Alysia untuk bermalam sendiri di pulau Seribu ,Artha mengajak kakaknya untuk pulang ke rumahnya ,karena apartemen Artha juga cukup bagus pemandangannya dilihat dari atas.


Artha kuatir kalau kakaknya tinggal sendiri di pulau itu.


Akhirnya Artha berhasil membujuk Alysia pulang ,jalan menuju jakarta sudah gelap,udara begitu sejuk Alysia membuka jendela dan membiarkan wajahnya tersentuh angin malam.


Artha mengelus rambut Alysia.

__ADS_1


"Nanti kakak masuk angin loh?


musik dimobil terdengar nyaman di telinga,lagu lawas Rod steward terdengar. Artha tahu kalau kakaknya butuh waktu buat sembuh.


Artha coba untuk mengingat masa kecil mereka yang suka saling jail.Mereka flash back ke masa itu ,bikin mereka tertawa bersama.


Tak terasa sudah sampai di depan apartemen Artha .


Alysia merasa adiknya sangat menghiburnya.


Alysia tak sabar sampai di atas ,terlihat wajah sedih Alysia sedikit pudar .


Artha hanya tersenyum - senyum melihat kakaknya itu .


"Betul juga ," ucap Alysia.


Alysia membuka pintu kaca di ruang tengah .


Beranda kecil mampu membuat orang terpesona dengan pemandangan lampu di malam hari.


Alysia bersandar di pagar ,Artha duduk di beranda.


kak ... ,kakak jangan terlalu sedih ,beruntung kakak tidak menikah dengan Frans ,coba kalau sampai menikah ,kacau semuanya.


" Kakak harus bisa move on dengan kehidupan baru ,siapa tahu nanti kakak ketemu orang yang lebih baik lagi.


Alysia menatap sejenak adiknya .


Apakah setuju dengan nasehat dari Artha?


Hanya malam yang berbicara ,mereka terdiam memandang lampu malam yang begitu indah


▪️


Linda sudah jarang pulang ke rumah ayahnya ,Linda mendapatkan tempat tinggal sendiri dari kantor sehingga jarang bisa ketemu dengan Windy adik tirinya.


Windy di sekolah termasuk rangking di kelasnya ,guru - guru di sekolah suka minta tolong Windy untuk membantu memeriksa pekerjaan anak - anak kelas ,Windy sedang persiapan naik kelas 3 SMP.


Win kamu disuruh ke ruang guru tu ,"ujar temannya. Windy yang tidak curiga


apa - apa ,jalan langsung ke ruang guru.


Ternyata teman - teman Windy mau jail menaruh telepon temannya di tas Windy.


Sewaktu mau pulang teman - temannya ini menyetop Windy ,bilang bahwa mereka kehilangan telepon genggam mereka.


Tentu saja Windy tolak mereka untuk mengecek tas Windy,karena Windy tidak merasa mengambil.


Mereka mulai berteriak - teriak yang 'ga jelas begitu ,sehingga banyak anak - anak lain teman - teman Windy group pom - pom girl pada bantu Windy .


Kekacauan itu bikin Windy kena pukul ,dan mereka saling jambak rambut.


kebetulan Dani lewat ,anak yang pernah ribut dengan Windy.


Entah kenapa Dani malah membela Windy .


karena keadaan semakin panas ,datanglah security sekolahan,supaya bisa reda.


Tapi karena mereka tetap bilang yang ambil telepon genggamnya Windy.


Terpaksa security minta tas Windy


diperiksa.


Apa ini teleponnya?


Ya,betul itu pak teleponnya!

__ADS_1


Kamu harus ikut ke kantor polisi.


Hah ... ke kantor polisi ?


Tapi bukan aku yang ambil pak?


Ada yang taruh di tasku pak?


Ya ... aku juga yakin bukan dia pelakunya," ujar Dani.


Windy dibawa ke kantor Polisi dan beberapa anak juga semua termasuk Dani.


Dani duduk di depan Windy.


Dani memandangi Windy .


"kamu benar kan tidak mengambil telepon genggam itu?


"Buat apa aku ambil telepon orang !,nih telepon aku sudah punya.


"Liat ,muka kamu kacau banget ,biasanya perempuan suka bawa kaca ditasnya," ujar Dani


Kaya muka kamu juga 'ga kacau ?,Windy ketawa ,aduh sakit sambil meraba tangannya yang kena pukul baru terasa sakit.


Oh kamu luka ya ?


Coba aku liat ,memaksa Windy dengan menarik tangannya .


Karna sakit Windy tidak bisa menolak.


Windy merasakan Dani memeriksanya dengan teliti.


Ada 2 pertanyaan buat dirimu? ,"ujar Windy


ke satu ,kenapa kamu ikut membantuku ,bukannya kita musuhan?," tanya Windy.


ke dua ,kamu siapanya Pak Tirta !


Hah ... kok kamu tahu pak Tirta ?


Tiba - tiba Dani menyodorkan tangannya.


"kenalkan aku anaknya pak Tirta.," ucap Dani


"Oh anaknya? ,"Dalam hati Windy.


Kemudian mulai polisi memeriksa Windy, Dani dan yang lainnya juga.


Telepon itu di kembalikan dan Windy harus di jemput orang tuanya atau kakaknya.


Dani percaya kalau Windy tidak mengambil telepon genggam itu.


Ayah yang di kasih kabar sangat kaget dan terkejut , harus jemput Windy di kantor polisi bukan hal yang bagus,sangat memalukan kalau sampai orang tahu.


Ayah memandang Windy dari kejauhan dan berusaha masuk ke ruangan walau banyak wartawan untuk kasus yang lain.


Ayah kaget kuatir liat Windy ,ayah memeluk Windy .


Aduh kamu kenapa Win?


"Ya ... Ampun kamu terluka ?


Anak - anak yang bully Windy akhirnya mereka mengaku menyesal walau dengan wajah kurang senang ,banyak yang membela Windy.


Akhirnya Windy dibebaskan dan boleh pulang ,anak - anak group pom - pom berteriak senang .


Dengan syarat tidak boleh bikin keributan lagi ,harus damai .

__ADS_1


Anak - anak yang jail itu harus minta maaf ke Windy juga ke ayahnya .


Akhirnya masalah ini selesai dengan baik.Anak - anak pulang dengan teratur.


__ADS_2