
Memang Linda punya kekuatan dengan cincin itu untuk menyembuhkan orang yang sakit tapi apabila sudah meninggal tidak dapat menghidupkannya kembali.
Semua kuasa yang di atas,Linda tak bisa juga menolong di depan orang langsung.
Dalam hal ini Linda sangat menyesal terlambat datang.
Pembicaraan singkat disiang hari itu adalah hari terakhir Linda bicara dengan ayah tirinya,Linda benar tak menyangka .
Sekarang keluarga Linda tinggal Windy seorang.
Mungkin rencana Linda ,akan mengajak Windy hidup dengannya .
Tetapi ini baru wacana saja.
Belum ada pembicaraan secara pasti.
Karena masih dengan suasana berkabung.
Windy belum bisa di ajak bicara masih shock kondisinya.
Windy terpaksa izin seminggu dari sekolahannya.
Linda yang bicara dengan kepala sekolahnya.
Siang itu rumah almarhum Ruslan ayah tiri Linda dibanjiri orang yang melayat begitu juga teman - teman dari sekolahan Windy pada berkunjung ,begitu juga pak Tirta dan anaknya Dani begitu mendengar musibah itu langsung hadir untuk memberikan kekuatan juga support buat Linda dan Windy.
Banyak juga yang memberikan sumbangan.
Tadinya mereka sebelumnya tidak mengenal siapa pak Ruslan ? tetapi karena Linda sudah mulai tenar berita ayah Linda meninggal mencuat di media,para wartawan sampai berjejer di depan rumah Linda.
Sebenarnya suasana berkabung kurang tepat dengan kehadiran para wartawan.
Tapi apa boleh buat karena Linda sudah terlanjur terkenal ,banyak penggemar yang memberikan karangan bunga.
Windy yang masih shock bingung melihat orang datang begitu banyak yang menyalaminya.
Terpaksa pak Tirta meminta beberapa polisi untuk mengamankan daerah sekitar situ.
Dani juga heran kenapa papanya ikut sibuk sampai harus memanggil polisi untuk menjaga rumah itu.
Persiapan untuk mengiringi jenazah sampai ke tempat peristirahatan yang terakhir mulai terlihat ,begitu panjang .
Artha terlambat datang ,tetapi ikut mendampingi Linda.
Membantu Linda membawa foto ayah Ruslan,karena terlihat Linda mulai kelelahan.
Artha memapah Linda melindungi Linda dari penggemar - penggemarnya yang terus mengikutinya hari ini.
Orang yang seenaknya saja membuat foto - foto itu tersebar di media.
Begitu selesai penguburan Windy tak kuasa menahan tangisnya begitu juga Linda.
Mereka benar - benar kehilangan sosok seorang ayah.
Setelah acara penguburan berlangsung atas kesepakatan pak Tirta ,Linda dan Windy diamankan di apartemen Linda.
Tidak pulang ke rumah.
Sedang yang mengurus keadaan rumah Linda ,pak Tirta meminta tolong mbak Aulia dan temnya.
Semua begitu cepat di kerjakan dalam situasi yang darurat ini.
Menghindari para wartawan dan penggemar Linda yang terus berdatangan ke rumah itu.
__ADS_1
"De kamu tinggal sama kakak ya sementara waktu ,karena tidak aman untuk ada di rumah itu," ungkap Linda.
Windy hanya bisa mengangguk dan kaget melihat situasinya ,Windy juga ikut tersorot media sebagai adik Linda.
Artha masih berusaha menenangkan Windy yang masih terus menangis,sampai Windy lelah dan tertidur di kamar Linda.
Linda dan Artha menyelimuti tubuh kecil itu.
Mereka keluar kamar membiarkan Windy istirahat .
▪️
Selama beberapa hari Windy berada di rumah Linda.
Mereka berusaha menghindar dari awak media yang terus mencari keberadaan Linda.
Setelah Linda dan Windy rehat beberapa hari ,Sesuai arahan mbak Aulia akan membuat video ucapan terima kasih untuk penggemarnya.
Lampu sudah menyala dan konferensi pers sudah di mulai.
"Hai! salam dari aku Linda ,sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih sekali begitu banyak karangan bunga dan ucapan bela sungkawa untuk ayahku pak Ruslan .
Baik dukungan moril dan support untuk adik saya juga kami berdua berterima kasih sekali.
"Ke dua aku mau berterima kasih untuk yang sudah memberikan souvenir,hadiah ,bunga dan sebagainya di acara shownya aku," ungkap Linda.
Sambil memperlihatkan hadiah - hadiah itu.
"Aku suka semua ,seperti jam tangan ini yang aku pakai sekarang .
"Aku sayang kalian semua,nanti aku gunakan semua pemberian kalian ,jangan kuatir," ungkap Linda.
Penjelasan dari Linda untuk penggemarnya sudah cukup jelas.
Windy hanya melihat kakaknya seorang yang luar biasa sabar dan penuh kasih sayang.
Windy merasa bersyukur punya kakak yang mempunyai jiwa besar.
Acara itu sudah selesai ,Windy hanya berdiam diri di kamar kakaknya.
Masih tidak percaya kalau ayahnya sudah tiada.
Linda ingin menghibur Windy.
"Win coba ke sini deh ," panggil Linda.
"Ada apa kak ," ucap Windy.
"Nah kamu liat itu semua barang yang masih tergeletak banyak di ruang tamu .
"Kamu ambil yang kamu mau ,pilih sana !," ujar Linda.
"Hah ... Serius kak sambil memandang kakaknya tidak percaya.
"Iya ... Ayo pilih sana ,"ujar Linda.
Terlihat wajah senang Windy ,keceriaan itu sedikit terlihat ,sejenak Windy lupa akan kesedihannya.
Windy sibuk memilih barang yang dia sukai dan bisa dipakai.
Linda tertawa melihat Windy mencoba sepatu high heel yang kebesaran di kaki Windy sambil jalan berlenggak lenggok tapi karena ruangannya sempit Windy hampir terjatuh.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
__ADS_1
Windy makin sibuk membuka bungkus kado satu persatu .
▪️
Saat itu Linda tersadar terdengar suara ponsel ,melihat nama yang tertera itu kang Deny.
Linda langsung mengangkatnya dan membiarkan Windy sibuk dengan kado - bingkisan itu.
"Hi kang?," sapa Linda.
"Wah makin top nih kamu Lin," ucap kang Deny.
"Ach bisa aja nih kang Deny ,biasa aja kang ," ujar Linda merendah.
"Kenapa kang?," tanya Linda.
"Ini kamu masih bisa tidak untuk hadir
diacara Keluarga Maya.
Mereka sudah booking satu bulan yang lalu," tanya kang Deny.
"Tetapi melihat kamu di media seperti itu kita akan menambah personil penjagaan kalau memang kamu bersedia hadir.
"Kita akan usahakan itu ,"ungkap Kang Deny.
"Dan jangan lupa dengan saweran yang belum kamu ambil ,kalau kamu tidak bersedia hadir ini uang mau kita transfer saja dengan cara Video call kita buka di sini di saksikan dengan kamu ,baru kita kirim ," ujar Kang Deny.
Penjelasan dari kang Deny cukup jelas.
Tinggal Linda yang menentukan bersedia hadir atau tidak.
"Oh ... Begitu kang,"ucap Linda.
"Aku bersedia kang ," ucap Linda.
Dengan tegas Linda utarakan dan memastikan bahwa dirinya akan hadir.
"Oh ok Lin,aku senang banget dengarnya ,kamu tidak sombong masih mau hadir di kafe kita.
Nanti aku sampaikan ke manager ya,untuk mereka lebih mempersiapkan lebih matang supaya kamu aman di sini.
"Ok Lin terima kasih ya ,sampai besok ya Lin," ujar kang Deny.
"Oh acaranya besok kang ,jam berapa ," tanya Linda.
"Jam 19.30 malam," ucap kang Deny.
"Ok kang sampai ketemu besok malam ya ," ujar Linda.
Pembicaraannya terputus,Linda berpikir inilah kesempatannya untuk membalas kejahatan Maya.
Tetapi bagaimana caranya.
Linda masuk ke kamar dan sambil berbicara dengan cincin zamrud itu.
"Cin besok kamu harus membantuku membuat si Maya mengaku di depan umum atas kejahatan yang di buat," ucap Linda perlahan ,takut kedengaran sama Windy.
Linda tersenyum senang,semoga semua berjalan sesuai keinginannya.
--------\_\_\_\_\_\_\_-------
Bersambung
__ADS_1