
Mendung meliputi siang hari,terpaksa dengan cuaca yang tidak mendukung Rendy tetap harus ke kampus karena ada pengumpulan barang antik yang akan mereka teliti bersama.
Iwan sahabat Rendy membawa tas ransel yang agak besar ,sepertinya bawaannya cukup banyak.
Rendy masih menunggu di tangga kampus menunggu Iwan yang sedang berjalan ke arahnya.
"Hei bro ... Gila banyak juga bawaan loe," ucap Rendy.
"Iya dong ... biar seru banyak yang bisa dibahas,dan penasaran juga ceritanya," ujar Iwan.
"Ayo nanti kita telat lagi ,ajak Rendy.
Mereka menaiki tangga kampus dan berjalan masuk dengan semangat.
Rendy sangat populer di kampusnya ,walaupun cupu tapi wajah mirip artis korea dengan kacamatanya ,mereka juga tahu kalau Rendy anak orang kaya sehingga banyak yang mencoba mendekatinya.
Dari pakaian ,sepatu dan atributnya bermerk semua,belum tongkrongan mobilnya.
Setiap ke kampus dengan mobil mercy keluaran terbaru.
Semua terlihat high class .
Barang - barang antik sudah mulai di taruh di meja mereka dan beberapa buku untuk mencari tahu tentang barang itu ,dosen ikut membantu meneliti barang itu satu persatu.
Di sela waktu Rendy teringat Linda .
Kenapa Linda sampai saat ini belum memberitahukan soal batu cincin tersebut ,apa tidak bereaksi apa - apa ?
Rencananya setelah pulang dari kampus dan urusan dengan Iwan selesai Rendy akan menghubungi Linda.
Ada beberapa barang yang harus
diambil di rumah Iwan.
Takut hilang atau terbuang kalau
dititipkan ke orang lain.
Ternyata hujan masih saja belum berhenti ,Rendy lupa membawa payung yang ada di mobilnya.
Tidak disangka dan kebetulan sekali Iwan membawanya akhirnya mereka berjalan beriringan menuju parkiran mobil ,dan memang rencananya akan mampir ke rumah Iwan mengambil barang antik itu.
"Eh loe kapan mau berangkat lagi untuk meneliti ke daerah," ujar Rendy.
"Tunggu loe aja ,biar aku bisa nebeng di bayarin.
"Sialan loh ,ya ok nanti aku kabari lagi,"ucap Rendy sedikit kesal.
Akhir mereka sampai juga ke rumah Iwan.
Rumah Iwan kecil dan terlihat sederhana tetapi semua barang tertata dengan baik .
Orang tua Iwan sudah lama meninggal ,Iwan tinggal dengan adiknya yang perempuan mereka hanya berdua saja.
Adiknya sangat rajin mengurus semua pekerjaan di rumah walau masih duduk di kelas 3 SMA.
"Hei kak sudah pulang Ine menyapanya.
Adiknya bernama Ine.
Ine hanya menganggukkan kepalanya ke arah Rendy.
__ADS_1
Dan berlalu ke kamarnya.
Tak berapa lama Iwan keluar membawa tas berisi barang milik Rendy.
"Terima kasih bro ... ,"Ucap Rendy.
Rendy keluar dari rumah Iwan dan pamit meninggalkan rumah Iwan.
Sesampai di rumah Rendy coba menghubungi Linda .
"Hai Linda apa kabarnya,ke mana saja kok ga ada beritanya ?
Mendengar suara Linda di telepon membuat Rendy kangen ingin bertemu.
"Lin bagaimana dengan cincin itu ,apa reaksinya selama menggunakan cincin itu ,soalnya aku mau masukkan ke reset aku .Kita ketemu yuk ," ujar Rendy.
"Oh hai Ren,cincin itu tidak ada reaksinya Ren dengan suara berbohong,"ujar Linda.
"Oh ... Serius Lin ?
"Iya serius ," ucap Linda
Aku belum bisa ketemu kamu Ren ,aku lagi banyak dicari wartawan ,rada repot nih ," ujar Linda.
"Wah kamu sudah top sekarang,selamat ya tapi jangan sampai tidak bisa ketemu dong," ujar Rendy.
"Iya nanti kita atur lagi pertemuannya setelah reda kondisinya," ujar Linda.
Linda terpaksa berbohong karena Linda masih membutuhkannya ,selain untuk balas dendam ke Maya ,masih perlu untuk hal lainnya,Linda kuatir Rendy memintanya kembali.
Cincin zamrud itu sangat berarti buat Linda.
Ya Rendy berbuat kesalahan memberikannya ke Linda.
Cincin itu membawa banyak perubahan hidup untuk Linda juga keluarganya.
Cincin itu sudah menyembuhkan Windy,Dani juga terakhir Artha.
Linda akan merahasiakannya sementara waktu dari Rendy khasiatnya.
Rendy sedikit kecewa Linda menolak untuk bertemu,Rendy mencoba untuk mengecek apa betul Linda dicari wartawan sekarang ini.
Ternyata betul foto - foto Linda di kafe kencana indah beredar luas disosial media.
Rendy penasaran di mana kafe itu ,Rendy mencari tahu tentang kafe itu.
▪️
Hari ini Artha berencana untuk jalan makan malam dengan Artha sebelumnya kencan pertama mereka gagal karena Thasia.
Mereka pergi menonton bioskop Linda sedang melihat kira - kira film apa yang bagus untuk mereka .
Film itu malah membuat mereka bersedih dengan pop corn yang tersedia juga sudah habis mereka makan .
Setelah selesai menonton mereka masih belum puas mereka pergi beli es cream ,sepanjang jalan mereka tertawa bersama .
Mereka tak ingin minum minuman beralkohol lagi .
Artha masih trauma mereka menghabiskan waktu untuk bersenang - senang .
Artha memeluk Linda dan mencium keningnya.
__ADS_1
"Lin jangan pernah kamu tinggalkan aku ,berjanjilah sama aku kita akan selalu bersama walau banyak rintangan sebesar apapun.
"Jujur aku tidak bisa hidup tanpa kamu ,saat Artha bicara seperti itu mereka sedang ditengah taman Linda duduk dikursi taman sedang Artha dengan posisi jongkok ,masih terus mengutarakan isi hatinya.
"Aku bisa hidup kembali karena kamu ,aku bisa bernafas kembali karena kamu.
"Terlalu banyak kejadian yang tak bisa aku lupakan.
"Maukah kamu menerima aku sebagai pasanganmu.
Tiba - tiba Artha mengeluarkan cincin .
Linda kaget "
"Hah ... Cincin Linda panik seketika.
Artha menunjuk ke cincin Rendy.
Ini jangan dipakai lagi ya .
Cincin zamrud hijau itu hendak diambil oleh Artha dari jari manis Linda.
Linda kaget lagi ,tetapi cincin zamrud itu sulit dilepaskan ,begitu Linda tersadar langsung berdiri dan mendorong Artha.
"Apa - apaan sih Tha kamu ,aku tidak bisa melepas cincin ini.
"Ini sangat berarti untukku," ucap Linda.
Artha yang mendengar itu lemas seketika dengan posisi masih tergeletak di rumput .
"Lin! ... apa kamu sudah menerima cinta si kecoak busuk itu ,sampai tak mau menerima cincin dariku.
"Siapa kecoak busuk itu ,yang kamu maksud ,"ucap Linda.
"Rendy dengan suara yang lemas tak bertenaga.
"Ya Ampun Tha ,kok pikirannya begitu amat.
Artha kesal pergi meninggalkan Linda.
Sedang Linda bingung menjelaskannya ke Artha.
"Tha ... Tha panggilan Linda tak di hiraukannya.
Linda tidak bisa bercerita sekarang ,mungkin suatu saat Tha.
Sambil melihat kepergian Artha dengan sedih.
Hari ini begitu menyenangkan untuk Linda dan Artha ,tetapi berakhir sedih.
Linda duduk kembali di kursi taman sambil memutar cincin itu ,seakan berbicara .
"Seandainya cincin ini aku pindah ke jari manis kiri ,kamu setuju tidak?
"Aku coba ya ... Kok ga mau dilepas ! "Aduh bagaimana ini.
Dengan masih kebingungan ,cincin tak bisa dilepas .
Linda terpaksa pulang sendiri naik taxi .
"Mungkin Artha sudah pergi minum lagi ,semoga saja tidak.
__ADS_1
"Lebih baik aku kasih tahu Alysia kejadian malam ini," ujar Linda .
---------\_\_\_\_\_\_\_\_\_--------