
"Wah ... apa itu Lin tertegun di depan pintu ,"tanya Artha.
Linda cuma mengangkat pundaknya maksudnya ,dia juga ga tahu apa saja barang yang menumpuk di ruangan itu.
Artha masih shock melihat itu ,semua.
Karena selama dia kerja untuk pak Tirta hadiah - hadiah tidak sebanyak itu sampai memenuhi setengah ruang tamu.
Tapi Artha mencoba untuk mengabaikan perasaannya itu ,langsung masuk dan membuka makanan dan minumannya sebagian di taruh di kulkas sama Artha supaya tetap dingin dan fress.
Artha membawakan makanan steak ayam dan daging komplit dengan kentang goreng .
Linda seperti orang kelaparan saja ,dan tanpa basa - basi langsung menghabiskannya.
Artha heran melihat Linda seperti itu.
"kamu kenapa Lin? ," tanya Artha.
"Stress ," jawab Linda.
Merasa perutnya sudah mau meledak penuh.
Linda mengusap - usap perutnya.
Kenyang banget Tha," terima kasih ya.
"Aku mau mandi dahulu ya ,soalnya dari pagi sudah banyak orang datang .Linda meninggalkan Artha sendiri di ruang tamu," ungkap Linda.
Ponsel Linda berdering ,Artha bingung mau diangkat atau tidak ,artha melihat siapa yang telepon ,ternyata ayah Linda.
Linda masih belum selesai berpakaian masih di kamar.
Artha membawa ponsel tersebut ke pintu kamar Linda sambil mengetuk pintunya.
"Lin ! telepon ayah nih," ujar Artha.
Linda langsung membuka pintu kamarnya dan segera mengambil ponselnya.
Ayah menanyakan kabarnya Linda,karena mendengar berita kejadian di kafe dan berita semalam sudah masuk beredar juga.
Linda menjelaskan semua baik - baik saja.
Pembicaraan itu terputus ,memang Linda rencana untuk ke rumah ayahnya dengan membawa beberapa barang pemberian pak Tirta dan penggemar yang tidak Linda butuhkan.
Tetapi barang - barang itu baru besok bisa dibawa karena besok mau ada pembuatan video ucapan terima kasih untuk Penggemar.
Artha dan Linda mengecek sosial media tentang mereka ternyata ramai sekali.
Tiba - tiba ibu Sinta menelepon dan meminta Linda ke kantor.
Linda bilang saat ini sedang ada Artha ,ternyata ibu Sinta tidak keberatan kalau Artha yang mengantar Linda.
Akhirnya Linda bersama Artha ke kantor.
__ADS_1
Sesampai di kantor ,Linda langsung menemui bu Sinta.
Sedang Artha menunggu di ruang tamu sendirian , Linda bersama bu Sinta sudah berada di ruangan pak Tirta.
"Hei Lin ... Wah hebat kamu semalam," ujar Pak Tirta.
"Bagaimana dengan kondisi kamu hari ini ,pasti masih capai ya," tanya pak Tirta.
"Lumayan pak tapi tidak apa - apa," ucap Linda.
"Ya ... bapak panggil kamu kesini mau membicarakan soal keuangan semalam.
"Ini sudah bapak siapkan semua. uangnya ada di amplop ini ,semua ada 25juta kamu tanda tangani ,"ujar pak Tirta.
"Hah ... 25 juta," ujar Linda
"Kenapa kurang Lin ? ," tanya pak Tirta.
"Oh enggak pak sudah cukup," ujar Linda.
"Lalu dapat lagi dari pihak hotel minuman dan makanan ini sudah di bagi dua sama kantor sebesar 5 juta.
"Semuanya menjadi 30juta.," ujar pak Tirta.
Kamu tinggal tanda tangan ," ucap pak Tirta.
"Bu Sinta mana ini surat yang harus Linda tanda tangani?,"tanya pak Tirta.
Bu Sinta langsung ke luar ruangan dan mengambil kertas tersebut dan menyerahkannya ke pak Tirta.
Pak Tirta merasa bahagia melihat Linda bisa sukses seperti ibunya.
Selama Linda membaca lembaran kertas yang baru saja di tanda tangani,pak Tirta merasa haru ,rasa ingin memeluknya tetapi harus menahan perasaan itu ,hanya bisa turut bahagia atas keberhasilan Linda.
Dan pak Tirta memecah keheningannya .
"Lin ... bapak dengar kamu punya apartemen itu sempit ya ?," ujar Pak Tirta.
"Eh ... Enggak juga pak !,oh ya pak aku belum ucapkan terima kasih kiriman ,sepatu,baju ,tas ,aku belum sempat memeriksanya mungkin besok sekalian rencananya mbak Aulia mau bikin video untuk para penggemar.
Pak Tirta mendengarkan Linda bercerita tentang apa yang harus di kerjakan ke esokkan harinya.
"Ok karena kamu sudah bekerja dengan baik ,bapak rencanakan kamu untuk pindah rumah ,ya demi kebaikan kamu ," ungkap pak Tirta secara halus.
Kenapa pa Tirta menginginkan Linda pindah rumah ,karena ingin memberikan yang terbaik buat putrinya ,hanya pak Tirta mencari celah supaya Linda tidak curiga yang aneh - aneh tentang dirinya.
"Oh begitu pak ?," ucap Linda.
"Nanti biar mbak Aulia yang urus kepindahan kamu .
"Ok Lin ,selamat ya bapak bangga sama kamu ,tetap pertahankan dan jangan sombong sama penggemar kamu ,tetap ramah dan beri contoh yang baik ," pesan pak Tirta.
"Baik pak akan aku ingat selalu pesan bapak ,aku juga berterima kasih ya pak sudah membantu saya selalu," ungkap Linda.
__ADS_1
Mereka bersalaman dengan senyum penuh arti.
▪️
Windy belum pulang sekolah ,sehingga hanya ayah Linda seorang diri ,ayah mengambil air wudu dan solat tiba - tiba merasa dadanya sakit sekali ,ayah menggosok dadanya sendiri dengan obat gosok ,tetapi semakin sesak dadanya ,ayah berusaha berjalan mengambil minuman ,tapi belum sempat menuang minumannya ayah sudah jatuh tak sadarkan diri .
Windy yang baru tiba dari sekolah kaget mendapati ayahnya seperti itu .Langsung windy memesan taksi dan berangkat ke rumah sakit.
Sepanjang jalan Windy menangis dan coba mengatasinya sendiri ,akhirnya Windy sampai juga di rumah sakit ,setelah dokter ada dan mengurus ayahnya ,Windy coba menghubungi Linda .
Linda yang mendengar ayahnya dibawa ke rumah sakit ,kaget dan panik.
" Baru saja siang telepon aku ," ujar Linda bicara sendiri.
Artha sudah pulang setelah mengantar Linda pulang .
Windy bolak - balik di ruang koridor rumah sakit sambil menangis.
Windy duduk di kursi panjang yang telah tersedia di sana ,menunggu dengan gelisah kedatangan kakaknya.
Linda turun dari taxi berlari ke dalam rumah sakit dan bertanya sebentar di meja reception dan berlari lagi mencari Windy.
Windy yang melihat kakaknya datang langsung menangis histeris bingung.
Linda berusaha untuk menenangkan Windy.Walaupun Linda sendiri panik ,Linda ingin tahu sebenarnya kejadiannya bagaimana.
"Windy bilang kurang tahu karena ayah waktu Windy pulang sudah geletak di lantai kak,sepertinya sehabis solat,karena Windy lihat sajadah masih belum di bereskan dan ayah masih memakai sarung, " ungkap Windy.
Suasana masih tegang tem dokter masih memberikan pertolongan pertama dengan Defibrillator alat kejut dari listrik
Supaya jantung berdenyut kembali normal.
Linda tak mungkin menerobos masuk sangat riskan untuk Linda.
Linda berharap ayah tirinya itu bisa bertahan.
Linda kuatir juga ,tiba - tiba ruang dokter itu terbuka dan seorang dokter keluar dan melepaskan topinya .
Dan memandang Windy juga Linda dengan wajah muram .
" Kita sudah berusaha tapi Tuhan yang berkehendak lain ,beliau terlambat kita tolong ,beliau sudah tidak ada," ujar dokter muda itu.
"Windy berteriak histeris ,dan Linda memeluk Windy erat ,dan membelai rambut Windy supaya Windy bisa tabah menghadapi cobaan ini.
"Ayo de kita lihat ayah ke dalam," ucap Linda.
"Kita bisa ke dalam sekarang dok?," tanya Linda.
"Bisa silakan ,saya tinggal dulu ," ucap dokter muda itu.
Dokter muda itu berlalu dari penglihatan mereka.
Linda berusaha tegar menghadapi musibah ini ,Windy yang sangat terpukul masih terus menangis.
__ADS_1
-------\_\_\_\_\_------
Bersambung