
Iwan masih berdiri di depan bis sedang Rendy cepat menyetop taxi.
Ayo sambil menarik Iwan ikut.
Mobil taxi itu melaju cepat ke arah rumah Rendy.
Mama Amy yang melihat Rendy pulang langsung langsung menangis memeluk Rendy.
"Aduh mah jangan bikin orang makin panik," ujar Rendy.
Rendy langsung berlari ke kamar dan mengambil cincin zamrud itu di laci,sedang Iwan bingung melihat Rendy ,siapa yang kecelakaan ?sampai mamanya Rendy ikut menangis.
Iwan berpikir untuk menemani Rendy dulu karena siapa tahu Rendy membutuhkan support teman.
Sehingga Iwan memutuskan tidak pulang ,ikut dengan Rendy hari ini.
▪️
Artha langsung tancap gas ke rumah baru Linda dengan share lokasi dari bu Sinta.
Sesampai di rumah Windy baru pulang sekolah dan sedang makan siang dengan di temani mbak Murti.
Mbak Murti membukakan pintu ,untuk Artha karena sudah di telepon oleh bu Sinta kalau Artha mau datang jemput Windy.
Windy yang melihat Artha datang merasa aneh kenapa ?
"Win kamu bawa baju untuk dua atau tiga hari ,untuk temani kakak kamu," ujar Artha.
Windy tampak senang ,Karena di pikirannya mau di ajak lihat show kakaknya.
"Mbak Mur tolong bantu Windy ya ,jangan pakai lama," ujar Artha.
"Oh ya tuan ," Ucap mbak Murti.
"Ayo neng buruan , " ucap mbak murti sambil memasukkan baju Windy.
Artha tak banyak bicara ,langsung tancap gas ke rumah sakit.
Begitu memasuki rumah sakit,Windy baru berpikir.
"Kak,kenapa ke rumah sakit ?," tanya Windy.
Artha parkir mobilnya ,setelah berhenti mobilnya ,Artha menghadap ke wajah Windy dan menggenggam tangan Windy.
"Win ... kamu harus kuat ya,kakak kamu kecelakaan dan sekarang sedang kritis kondisinya," ujar Artha.
Windy mendengarkan kak Linda kritis Windy shock dan menangis histeris.
__ADS_1
Artha berusaha untuk Windy berenti menangis dulu.
"Ayo kita masuk lihat kakak kamu," ucap Artha.
Windy langsung keluar mobil dan berlari masuk ,sedang Artha belum menutup pintu mobil ,Windy sudah berlari ke dalam rumah sakit,Artha panggil tidak digubris.
Windy tidak sadar kalau begitu banyak wartawan sudah di depan pintu ,itu semua diterobos oleh Windy.
Artha terpaksa lari juga ke dalam ,Artha liat Windy sedang bingung mau ke mana .
"Win ... kanan !," ucap Artha.
Windy kembali berlari ,akhirnya Windy bertemu semua rombongan ,pak Tirta dan tem Linda semua di situ.
Windy dengan berlinang air mata ,mau masuk ke ruangan tapi di cegah oleh pak Tirta.
"Om ... kakak kenapa? sambil menangis.
"Sabar Win ,kita berdoa semua untuk Linda bisa melewati masa kritisnya," ucap pak Tirta.
Tiba - tiba ada suara orang berlari dari lorong rumah sakit ,ternyata Rendy dan Iwan .
Artha yang kesal lihat Rendy langsung mencengkeram Rendy.
"Mau apa ke mari ,Linda cewek gue tahu 'ga ," jangan ganggu dia!," ujar Artha.
"Tunggu Tha! aku harus ketemu Linda," ucap Rendy.
Untuk apa ketemu Linda?
"Aa_ku ... mau mengembalikan cincin ini ,nyawanya Linda Tha ini ," ujar Rendy.
"Apa maksudmu ,nyawanya Linda dengan cincin itu," tanya Artha.
"Ceritanya panjang Tha,aa_ku akan jelaskan ,tapi jangan di sini,"ujar Rendy.
Rendy menarik tangan Artha ,Iwan hanya melihat saja ,Rendy bercerita singkatnya saja ke Artha.
"Usahakan aku untuk masuk ke ruang itu.
Percayalah dia akan selamat kalau aku pakaikan cincin ini,ujar Rendy.
Artha tertegun mendengar penjelasan Rendy.
"Baiklah aku akan membantumu kalau benar itu akan menolong Linda.
Pak Tirta harus menunggu satu hari untuk hasil Tes DNA _ nya keluar.
__ADS_1
Pak Tirta terlihat kelelahan ,ibu Sinta membantu membuatkan kopi.
Tiba - tiba suster keluar dari ruangan dan berlari ,Rendy merasa inilah kesempatan masuk .
Pak Tirta heran bertanya ke Artha siapa laki - laki itu ? yang melihat ke dalam ruangan .
Oh itu temannya Linda pak ," jawab Artha.
Rendy tak bisa menunggu lagi ,dia harus menerobos masuk .
Di bantu Artha ,Rendy bisa masuk keruangan itu.
Dokter sedang memeriksa Linda dan sedang mau menggunakan alat kejut jantung ,Rendy yang melihat itu kaget lihat kondisi Linda yang sangat mengkuatirkan.
"Eh siapa kamu masuk sini ,bentak dokter,kamu harus tunggu di luar," ujar dokter.
Beberapa suster berusaha mendesak Rendy keluar ,
"Tolong suster aku harus memberikan cincin ini ke jari Linda,biarkan saya memasangkan cincin ini,sebentar saja,kalau tidak dia akan mati ,"ucap Rendy.
Tiba - tiba detak jantung Linda terhenti bunyi alat diteksi jantung Linda.
"Linda ... teriak Rendy ,bangun tugas kamu belum selesai ,ujar Rendy .
Rendy menabrak suster - suster yang menghalanginya dan berusaha mendekat ke arah Linda memakaikan cincin itu dengan cepat.
Di luar ruangan mendengar suara teriakkan Rendy ,semua panik .Artha coba mengintip dari celah pintu dan Kaget melihat pemandangan yang tak lazim itu.
Tiba - tiba asap mengelilingi tubuh Linda para dokter jadi ketakutan mundur setengah meter dari tempat tidur di mana Linda terbaring.Tubuh Linda terangkat duduk mendadak untuk beberapa saat dan lalu terjatuh lagi terkulai lemas dan asap itu dengan cepat hilang.
Dokter tetap memeriksa Linda dan ,Linda sudah tidak ada harapan .Semua terdiam dokter semua tertunduk lemas ke luar ruangan .
Tiba - tiba mendengar suara Rendy teriak kencang sekali,ternyata Rendy belum keluar ruangan.
Semua kaget dan masuk ,Linda sudah dalam posisi duduk dengan mata masih tertutup.
"Lindaaaaaa! ... teriak Rendy.
The end .
-------\_\_\_\_\_\_--------
Pembaca setia Zamrud mistis ,terima kasih ya sudah rajin baca cerita aku ,dukungan juga support kalian ,supaya cerita ini bisa lebih menghibur pembacanya.Dan maaf apabila aku masih banyak bikin kesalahan ,karena masih tahap belajar.
Semoga cerita aku selanjutnya juga jadi favorit lagi.Buat sesama author yuk kita saling dukung.Terima kasih salam sayang selalu dari Tina yusuf.
Ig .Novelku
__ADS_1