
Ketukan pintu itu makin keras,semakin membuat panik mereka,akhirnya Linda menarik Artha dan membuka lemari,dan menunjuk ke Artha untuk sembunyi di situ saja.
Artha kembali membuka lemari tersebut.
"Itu bajuku sini! ... ,"ujar Artha.
"Oh, ... Linda buru - buru membuka baju Artha yang dia kenakan.
Linda menarik nafas panjang sebelum membuka kunci pintu.
Begitu terbuka pintunya terlihat rombongan Aulia dengan Susi tukang make up yang jalannya melambai . heboh ,dan yang suka lucu ocehannya.
Mbak Aulia tersenyum liat Linda di depan pintu.
Sedang Susi ?
"Aduh ye ... lama amat sih buka pintunya,untung aku 'ga dirubung lalat di sini,"ujar Susi sambil berjalan masuk .
"Di mana ya I taruh make up nya?bingung nyerocos sendiri.
"Ya atur aja sesukamu ,"ujar mbak Aulia.
Artha gelisah di dalam lemari mencoba mengintip dari balik lemari.
"Aduh perut aku ... mules ... bagaimana nih?
"Artha menahan sakit sampai keringat dingin ,dan haus juga kepanasan.
Artha tiba - tiba batuk ,huk! ... huk! ...
Linda panik di luar,Linda pura - pura batuk,
"huk ... huk ...
"Aduh! ... kok batuk kamu Lin?
Mbak Aulia panik juga .
Mau manggung kok batuk ?
Mbak Aulia menggerutu sendiri.
"Eh Susi ! ... bawa obat batuk 'ga atau obat radang ,takutnya radang lagi.
"Aduh ... pusing ... ,"ujar Susi,sambil jalan bulak balik kebingungan.
"Ini ada! .... nih! ... ,"jawab Susi sambil mengangkat obatnya.
Membuat Linda kesal juga harus menelan obat batuk itu ,Linda tidak mau meminum obat itu , Susi dan mbak Aulia sedikit memaksa Linda untuk minum obat itu.
"Aa ... aa ... sambil di paksa minum.
"Artha kepanasan dan menahan sakit perutnya ,Linda kasian juga.
Linda berusaha mendekat ke lemari dengan membawa sebotol air sambil pura - pura olah raga .
"wah ... mantap tu biar ok ya nanti malam,"ujar mbak Aulia.
Begitu semua sibuk Linda membuka sedikit lemari dan melempar botol air ,tapi naas kena kepala Artha .
"Aduh ... ,"pekik suara Artha terdengar lagi,Linda terpaksa pura - pura sakit kakinya.
"Au ... au ... sambil pura - pura kesakitan kakinya.
Barusan batuk sekarang kaki kamu kenapa Lin?
Mbak Aulia memperhatikan Linda kuatir .
"Eh ... ye ... belum dipotong rambut sini! ... ,"ujar Susi .
"Ayo mbak cantik aku sulap dulu biar kamu makin cantik nanti malam,sambil menarik tangan Linda.
Waktu Linda dipotong rambut ,mbak Aulia dapat telepon dari pak Jeffry.
"Hallo mbak Aulia apa ada liat mas Artha? ,"tanya pak Jeffry .
__ADS_1
"Aku cari ke kamarnya 'ga ada .
"Oh masa ... tapi di sini juga 'ga ada pak!,tapi nanti kalau ketemu pasti aku kasih kabar ke pak jeff,"ungkap mbak Aulia.
Artha semakin gelisah ,sampai jam berapa aku harus sembunyi ini.
Artha coba mengintip dari celah lubang kunci lagi.
Tiba - tiba telepon Artha berbunyi ,Linda pura - pura ambil teleponnya,dan mematikannya.
"Ach ... 'ga penting ini! ... ,"ujar Linda. sambil melihat ke mbak Aulia dan Susi.
Linda berpikir keras bagaimana caranya mengeluarkan Artha dari lemari kebetulan mbak Aulia mau ke kamar toilet dan Susi sedang sibuk membereskan sisa - sisa potongan rambut Linda.
Linda buru - buru mengeluarkan Artha dari lemari,dan menyuruh Artha cepat meninggalkan kamar Linda.
Tepat saat itu ,mbak Aulia keluar dari toilet .
Artha sudah di depan pintu ,mbak Aulia tidak curiga sama sekali dia pikir kalau Artha baru datang.
"Oh! ... ada Artha? barusan dicari sama pa Jeffry ,"ujar mbak Aulia .
"Oh iya mbak nanti aku hubungi pak Jeffry.
"Ya sudah ... sana ! ...,"ujar Linda sambil mendorong Artha keluar.
Dan Linda langsung menutup pintunya dan merasa lega terlepas dari masalah Artha .
Artha buru - buru ke kamarnya dan membasuh tubuhnya ,tidak seberapa lama pak Jeffry datang .
"Kamu ke mana aja sih Tha'?,"tanya pak Jeffry ,barusan aku telepon malah
dimatikan ,kenapa sih kamu Tha' suka aneh?
Artha seperti masa bodoh saja dengar pertanyaan pak Jeffry.
Artha malah tiduran di sofa .
Tha'!! ... bentak pak Jeffry.
"Ya aku dengar ?,"jawab Artha
"Ada yang mau aku bicarakan?," ujar pak Jeffry.
"Penting!! ...
Semalam kamu ke mana ?
"Kamu tahu 'ga kalau foto - foto kamu sudah tersebar ke media sosial yang bisa bikin citra diri kamu jatuh," ungkap pak Jeffry.
"Hah ... apa itu? ... Artha terduduk bingung melihat ke wajah pak Jeffry.
"Ini liat ! ... pak Jeffry menyodorkan teleponnya.
Artha terkaget - kaget ,siapa ini yang upload foto - foto aku ?
"kurang ajar amat ya!,"balas Artha dengan nada marah.
Pak jef ... bisa tidak cari orang yang upload foto - foto ini?,"tanya Artha.
"Pasti! ... harus dicari !,"ucap Pak Jeffry.
"Ini bikin pak Tirta marah."Kira - kira tahu 'ga siapa yang kamu curigakan ?,"tanya pak Jeff.
Artha berpikir keras mengerutkan dahinya.
"Ach, ... aku bingung pak ! ga tahu," balas Artha.
"Ya ... Sudah lupakan dulu kamu konsentrasi saja dengan acaramu itu, nanti soal orang yang upload foto kamu, aku yang urus ,"ungkap pak Jeff.
" Acara nanti malam jam 19.00 kamu yang akan tampil pertama,"ucap pak Jeffry.
"Oh ya? ... aku bingung kok ada wanita atletik itu bermalam di sini juga ,tepatnya di lantai bawah,memang dia siapa sih?
"Kok kamu tahu Tha',"jawab pak Jeffry?
__ADS_1
"Eh malah tanya balik si bapak!," ujar Artha.
"Semalam aku ketemu dia ,Artha berbohong dia bilang menginap di lantai 2,begitu ceritanya ," ungkap Artha ,sambil melirik pak Jeffty yang keliatannya curiga.
"Oh ... begitu ya?,"ucap pak Jeffry,sambil melihat Artha dengan mimik wajah penasarannya.
"Dia itu isi acara juga nanti malam ,sesudah kamu,"ujar pak Jeffry dengan sambil lalu.
"Hah! ... isi acara?memang bisa nyanyi dia ?,"tanya Artha.
"Dia itu anaknya penyanyi legendaris," ungkap pak Jeffry.
"Apa! ... ?Legendaris ...?siapa namanya pak ?," tanya Artha.
"Wulandari amri ,"ucap pak jeffry.
Wulandari amri?
Artha diam sejenak .
Pantas wajahnya seperti yang pernah kenal ,mirip banget sama ibunya," ungkap Artha.
"Apa dia sudah tekan kontrak untuk Celeb Star atau cuma bintang tamu ,"tanya Artha.
"Dia sudah tekan kontrak untuk Celeb Star,kamu bakalan ketemu terus sama dia dalam acara pak Tirta,"ujar pak Jeffry.
"Aduh! ... sambil pegang kepala,pusing donk aku ," ucap Artha.
"Heh ... Kenapa musti pusing ? ,"ucap pak Jeff.
Tidak usah di pikirkan ,jalani aja tugas kamu dengan baik,"ungkap pak Jeff.
"pak Tirta bisa lebih perhatian ke dia dari pada ke aku 'dalam hati',sambil melirik ke pak Jeffry.
"Nanti kamu ada GR 'Gladi Resik'ya, abis makan siang ,pada kumpul ruang lobby ok,"ujar pak Jeffry.
"Jangan aneh - aneh lagi ya ,sambil berlalu meninggalkan Artha.
Artha sibuk ganti baju dan juga harus mempersiapkan baju buat dia perform nanti malam.
Setelah beres Artha sedikit latihan gaya ,tapi sewaktu latihan Artha tidak bisa konsentrasi ,pikirannya terus ke Linda.
"kok bisa ya aku masuk kamar Linda ? ," bicara sendiri.
"Tapi perasaan tadi malam ada yang menyelimuti aku di bawah?tapi kok aku pindah ke tempat tidur Linda?
"Berarti aku bangun sendiri dan tidur di tempat tidur Linda?,sambil bicara sendiri.
"Aduh! ... Sambil memukul - mukul jidatnya .
"Benar - benar memalukan aku nih ,sambil menutup muka Artha memikirkannya,mana nanti aku bakalan ketemu sama dia lagi ,aduh! ... malunya aku," ujar Artha.
Artha bersiap turun dari kamarnya,terlihat Thasia juga mau turun.
"Oh .... elo di lantai 3 juga ,tanya Artha .
"Iya , ... ,"jawab Thasia.
"latihan juga? ," tanya Artha.
Thasia hanya mengangguk .
Sambil turun menggunakan lift ,Artha dan Thasia menuju arah lobby,di situ sudah terlihat mbak Aulia,pak Jeffry, belum terlihat Linda.
Pak Jeffry memanggil Artha untuk duduk disebelahnya.
Thasia yang tahu masalah yang akan Artha hadapi hanya pura - pura bego saja.
"Eh! ... Thasia,semalam kok elo tinggalkan gue begitu aja sih,kan kita pergi bareng ke kafe," ucap Artha.
Thasia gelagapan di tanya seperti itu.
"Oh karena sakit perut , aku langsung pulang , sorry ya Tha'," ujar Thasia berbohong.
Tidak lama kemudian terlihat Linda turun dari lift ,dan mbak Aulia memanggilnya ... Lin sini! ... ,"ujar mbak Aulia.
Begitu Linda sampai ruang Lobby,Artha tak berani menatap mata Linda .
__ADS_1
🔸️🔸️🔸️🔸️🔸️