
Seperti biasa Windy bersiap - siap untuk sekolah sambil menuruni anak tangga sekilas Windy melihat mobil hitam merayap pelan - pelan .
Windy masih santai saja paling mobil tetangga kali?dalam pikiran Windy tapi begitu Windy belok ,mobil itu ikutan belok ,Windy jadi takut ,kecepatan kaki berjalan tak mungkin bisa mengalah kecepatan mobil pastinya.
Tiba-tiba pintu kaca mobil itu terbuka.
"Hai ...
"Aku tidak bicara dengan stranger ,"ucap Windy.
"Ya aku ngerti ...?kamu adiknya Linda kan?
"Kamu nanyaaa? ... Dengan lucunya ,"ucap Windy.
Pak Tirta cuma tersenyum mendengar jawaban kocak Windy yang masa bodoh begitu.
"He ... Windy sejenak terhenti ,kok bapak tahu?,"tanya Windy.
Memandang Aneh pak Tirta.
"Aku ingin bertemu Linda ,"ungkap pak Tirta.
"Ya ... kalau mau ketemu kakak ya datang saja ke rumah besok,"ujar Windy.
"Oh begitu ,terima kasih ya ?
Kaca mobil itupun ditutup.
Windy masih terpaku melihat nomer mobil itu B2331,lalu mobil itu pergi menjauh .
Sesampai di sekolah Windy bingung kok ada mobil itu lagi ?
Sedang parkir di depan sekolah Windy.
Karena takut Windy cepat - cepat masuk ke dalam kelas.
▪️
Paginya sambil sarapan Windy menceritakan soal mobil yang mengikutinya.
"He ... Linda kaget ,kenapa kamu baru cerita sekarang Win?
"Jangan kamu bicara dengan stranger !itu bahaya.
Tapi dia juga menanyakan kakak loh ?
"Hah! ... kakak?
Siapa ya dia itu ?,
Apa ayah punya kenalan kali ?,"tanya Linda.
"Ayah ga punya teman seperti itu?,"ujar ayah.
Linda berpikir terus.
"Ah ... sudah Windy mau sekolah dulu, sambil cium tangan ayah.
"Hati - hati ya Win,"ujar ayah .
Windy seperti biasa naik sepeda ke sekolah.
Kuatir juga kalau bertemu bapak itu lagi.
Windy pun sampai di sekolah dengan selamat.
Sepulang sekolah biasa windy masih kumpul bersama teman - temannya ,mereka ada rencana untuk mengadakan pertandingan basket antar kelas.
"Win! ... kita bikin pompom rumbainya kapan ?soalnya yang ikut untuk pompom girls itu enam orang, takut enggak keburu,"ujar teman Windy.
"Oh ... besok kita kumpul pas jam istirahat ya ,kita bikin di aula sekolah aja ,"ujar Windy.
"Ok ,tapi warnanya apa biar sama.
"Merah aja bagaimana ?,"balas Windy biar berani keliatannya .
"Oo ... semua temen Windy setuju dengan ide itu.
__ADS_1
"Terus yell nya juga harus dibuat ,"ujar teman Windy
" Kalau ... hidup group hot red,"ujar temannya Windy.
"Wih keren ...
"Cakep! ... pintar loh! ... ok mantap," balas Windy.
"Ya sudah fix ya ketemu istirahat di aula ,kita siapkan masing - masing tali rafianya ,"ucap Windy.
Mereka semua bubar setelah pembicaraan selesai.
Windy menaruh tas sekolahnya disetang depan ,dan mulai mengayuh sepedanya waktu sudah mulai sore hari ,Windy menggunakan earphones wireless sambil mendengarkan musik.
Windy tidak menyadari kalau ada dua orang yang mengikuti Windy, mereka berusaha menghadang Windy .
Windy kaget terjadilah tarik menarik sepeda ,Kebetulan pak Tirta lewat sekolah itu ,melihat windy seperti itu ,langsung pak Tirta minta supir untuk berenti.
Mobil pak Tirta menepi pelan - pelan , supir dan pak Tirta langsung menolong Windy ,supir pak Tirta inisiatif mengeluarkan kunci ban yang memang kebetulan ada di bawah mobil.
Supir menangkis pukulan yang hampir mengenai Windy, membuat Windy bingung ini siapa lagi ?
"Oh ... Windy seperti mengenali wajah pak Tirta ?
Mereka sempat memukul pak Tirta di lengan ,ke dua preman itu jatuh karena pukulan setang ban si supir ,mereka kabur kesakitan.
Windy langsung memegang tangan pak Tirta .
Bapak terluka ?
"Ach tidak apa - apa nak?," ucap pak Tirta.
Coba saya liat pak,setengah memaksa ?
Bapak ini sebenarnya siapa?
Terima kasih ya pak sudah menolong saya ,kalau tidak ada bapak sepeda saya sudah hilang dirampas mereka.
Pak Tirta belum sempat menjawab semua pertanyaan Windy malah nyerocos terus.
Aku ,Windy pak sambil menyodorkan tangan .
"Lucu juga anak ini ,tangan aku lagi sakit malah mau salam ,"ujar pak Tirta. dalam hati.
Ya sudah aku anterin kamu pulang,mau kan?
Tapi sepeda aku bagaimana?
"Sepedanya masuk bagasi ,"ujar pak Tirta.
"Oh ... ok pak ,terima kasih,"balas Windy.
Windy akhirnya naik mobil diantar pak Tirta pulang.
Terlihat pak Tirta tangannya terasa sakit ,Windy merasa bersalah melihat orang tua ini kesakitan.
"Pak bagaimana kalau kita ke klinik sebentar ,sepertinya bapak perlu berobat ,"ujar Windy.
Pak Tirta meminta supir untuk ke dokter 24jam terdekat ,Windy menemani pak Tirta berobat dan pak Tirta tangannya di bungkus perban .
"Windy anak yang baik begitu memperhatikan orang tua ,"ucap pak Tirta dalam hati.
Akhirnya Windy sampai rumah,pak supir membantu menurunkan sepeda Windy .
Windy mengucapkan terima kasih kembali ke pak Tirta.
Sambil melambaikan tangannya
"Pak jangan lupa minum obatnya ya ?biar cepat sembuh ,"ujar Windy.
Sambil melongok ke dalam mobil.
"Ya ,pak Tirta melambaikan tangannya juga.
Windy masih di luar melihat mobil pak Tirta berlalu .
Sampai di rumah ,Windy menceritakan apa yang menimpa dia waktu pulang sekolah kenapa Windy hari ini terlambat pulang ,mendengar penjelasan Windy Linda dan ayah kaget.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja kan? tanya Linda. "Ada luka 'ga'?
Sambil puter badannya Windy itu.
"Windy menjelaskan kalau yang terluka bapak tua itu,tapi Windy lupa kak menanyakan nomer teleponnya? karena kuatir dengan tangannya yang bengkak ,"ungkap Windy.
"Itu kak ! ... tangannya sampai bengkak ,kasian banget ... ,terus supirnya dengan bawa setang hajar tu preman - preman pada kabur ,"ungkap Windy.
Linda masih berdiri terpaku di samping Windy.
Ayah bengong dan tetap mendengarkan Windy bercerita.
Windy langsung dipeluk sama Linda begitu kuatir menimpa sesuatu atas diri adiknya itu.
Ayah coba membuatkan Windy minum supaya sedikit tenang.
"Besok kakak antar kamu ke sekolah ya?
Untuk besok saja ,kita lihat apa mereka masih mencari kamu atau tidak ,"ujar Linda.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat dan ganti baju sana ,"ujar ayah.
Ayah membahas masalah ini dengan Linda .
"Lin? ... besok biar ayah saja yang antar Windy karena besok malamnya kamu kerja,"ucap ayah.
Oh ok yah?
"kalau ayah Yang mau antar,"balas Linda.
▪️
Ayah mengisyaratkan tangannya ke Windy supaya Windy langsung masuk ke dalam kelas ,ayah masih berdiri di depan gerbang ,melihat Windy sudah masuk ke dalam kelas baru ayah pulang.
Satpam sekolahan sedikit merasa aneh kenapa Windy di antar ke sekolah .
"Pagi pak ... kemarin ada kejadian dengan anak saya ,"ucap ayah.
Ayah menceritakan apa yang dialami Windy dan menitipkan Windy.
"Oh baik pak! akan saya perhatikan nanti semoga aman - aman saja ,paling juga kapok pak! ... preman - preman yang sudah kena pukul begitu ,"balas satpam.
"Semoga begitu ya pak ,"ujar ayah.
Sambil pamitan pulang.
Windy sibuk dengan teman - temannya untuk membuat pompom ,dan latihan yell - yell di aula.
Windy juga membuat flyer untuk kelas windy yang terkenal tangguh dalam bermain basket ,ternyata kelas lain kesal dengan persiapan yang dibuat Windy ,pemain basket dari kelas lain membuang kertas flyer tersebut .
Seorang anak laki mendatangi Windy
"Ini apa ,pake kaya beginian segala enggak penting banget! sambil meremas kertas tersebut dan melemparkan ke tong sampah.
Windy kesal ! ...
"Dengar ya!, Windy mendatangi anak laki itu,
Apa urusannya dengan kamu ,urus aja team kamu ,"jawab Windy dengan ketus.
Windy menepuk tas nya , ... nih! ... ada banyak di tasku , ... sambil dagunya di angkat dan melewati anak laki itu.
"Dasar belagu !! ... liat besok !! ... siapa yang akan menang ,"ucap Windy
keras - keras.
"Siapa sih anak laki itu ,tanya Windy ke teamnya ,belagu banget pakai buang flyer aku ,"tanya Windy.
"Oh itu si Dani ? ... kata salah satu team ,dia lumayan juga main basketnya.
"Oh ya ? Windy jadi kuatir teamnya kalah.
Windy pulang dengan kesal.
Ayah sudah menunggu di luar gerbang melambaikan tangannya.
____\=\=\=____
__ADS_1