
Pagi itu sudah pukul 7.00 ,Linda masih bermalas - malasan ,tiba - tiba telepon berdering ,Linda meraba - raba teleponnya yang di taruh di sisi tempat tidur.
"Hallo ..
Masih dengan suara parau baru bangun tidur ... terdengar suara Aulia.
"Lin! ... sudah bangun Lin,"tanya Aulia.
"Ya sudah mbak ," jawab Linda .
Hari ini kita bermalam di hotel 'queenza' ya Lin ?
Karena besok acaranya di sana
aku jemput satu jam lagi ya Lin?," ujar Aulia.
"Ya ok mbak ," jawab Linda.
Linda bersiap - siap membasuh tubuhnya ,terdengar suara ayah memanggil.
"Cepat Lin ... Sudah dijemput ini," ucap ayah.
Koper kecil sudah Linda siapkan dari semalam,terlihat mbak Aulia melambaikan tangannya dari bawah .
"Ya mbak ,... tunggu aku turun ,sebentar,"ujar Linda.
Sambil menarik koper kecilnya dan berpamitan sama ayah.
"Sukses ya nak ..., "ucap ayah.
"Ya ayah ... ,"ujar Linda.
Ayah menepuk perlahan tangan Linda ,memberi semangat .
Mbak Aulia cantik deh pagi ini,"ujar Linda.
"Ach bisa aja kamu Lin ... ayo masuk ,Linda duduk di depan sedang mbak Aulia yang sedang menyetir mobil.
Linda tarik napas panjang ,dan memandang mbak Aulia yang sedang konsentrasi nyetir.
"Kenapa kamu Lin? ,"ucap mbak Aulia.
"Kok menarik napas begitu ... jangan stress dong,besok hari perdana kamu tampil,apapun masalah yang kamu hadapi harus kasih tahu aku ya Lin?,"ucap mbak Aulia.
"Ah ga stress kok,cuma agak tegang aja ... sedikit ,"ujar Linda.
Nanti juga kamu akan terbiasa ,"ucap mbak Aulia ,Linda mengangguk.
Sudah sampai kita ,"ujar mbak Aulia.
Mba Aulia memarkirkan mobil di depan hotel dan begitu turun dari mobil langsung urus barang bawaan Linda,mereka langsung ambil kunci ke receptionist ,dan naik ke lantai 2.
__ADS_1
Kamar Linda nomer 215 ,mbak Aulia dengan cekatan membukakan pintu kamarnya,dan mempersilahkan Linda masuk duluan.
"Nah ,semoga kamu happy ya Lin istirahat di kamar ini,"ucap Mbak Aulia .
Linda masih sibuk melihat - lihat sekeliling ruangan ,tidak terlalu besar tapi nyaman.
"Ok ... aku mau beres - beres dulu ,"ujar mbak Aulia.
Mbak Aulia menata pakaian - pakaian Linda ,dan setelah itu sibuk memesan makanan untuk makan siang mereka.
Setelah selesai membereskan semua barang ,mba Aulia menikmati makan siang mereka.
Mbak Aulia mengelus perutnya,aduh kenyang bener nih,"ujar mbak Aulia.
"Iya aku juga ,mereka tertawa bersama.
"Ok Lin ... aku pamit dulu ,besok pagi aku ke sini jam 9 pagi bareng sama orang make up,jangan lupa nanti latihan sendiri aja ya,"ujar mbak Aulia, supaya besok ok.
Sambil kasih jempolnya dan mengedipkan sebelah matanya mbak Aulia pergi meninggalkan .
Linda,yang masih merasa kekenyangan, sambil memegang perutnya,menjatuhkan dirinya di tempat tidur.
▪️
Ternyata Artha sudah duluan sampai ,kamar Artha di lantai 3 nomer 315.Sedangkan Thasia di lantai 3 juga ,nomer 317.
Thasia yang begitu ingin selalu dekat dengan Artha dengan maksud tertentu? ,mencoba menghubungi Artha.
"Tha' kita ke diskotik malam ini yuk di lantai atas ," ujar Thasia.
Mereka asyik joget - joget ,Artha tak bisa lepas dari alkohol ,Artha banyak minum sehingga mabuk berat.
Thasia dari dulu sebenarnya iri dengan Artha ,karena Artha lebih diperhatikan oleh pak Tirta ,istilahnya anak emasnya pak Tirta.
Sedangkan Thasia selalu di tirikan
diacara - acaranya pak Tirta.
Artha sudah tergeletak di sofa karena minuman,timbullah niat jahat Thasia untuk membuat foto Artha yang tidak pantas itu ,Thasia membuka kancing baju Artha dan meminta salah satu wanita di situ yang dia bayar untuk memeluk, merangkul Artha seakan Artha sedang bercumbu dengan seorang wanita malam,Thasia asyik tertawa sambil mengambil foto - foto itu.
Thasia meninggalkan Artha di sofa sendiri.
Mampuslah kau Artha ... foto - fotomu besok sudah beredar ,dan kau akan di pecat dari Celeb Star,"ucap Thasia ,sambil tertawa pergi.
Kira-kira sudah 1,5jam Artha tergeletak di sofa ,Artha terbangun dengan masih dalam keadaan mabuk sempoyongan berusaha untuk balik ke kamarnya,Artha menuju lift ,bukannya turun ke lantai 3 malah keterusan ke lantai 2 dan mencoba fokus membaca nomer kamar.
"Nah .... ini dia kamarnya ada nomer 15 nya kan?,"ucap Artha ,sambil
mengigau 'ga keruan Artha.
__ADS_1
Linda baru selesai membasuh tubuhnya, masih menggunakan handuk ,tidak menyadari kalau ada seseorang yang masuk dan sudah tergeletak di samping sofa .
Linda lupa mengunci pintu,karena sudah malam Linda mau mengunci pintunya karena hendak tidur,begitu Linda balik badan, kaget melihat kaki orang, Linda mundur mendekati pintu mencoba membuka kembali pintu dengan tangan gemetaran.
Tapi penasaran siapa yang tergeletak itu ,dengan pelan - pelan mendekati orang tersebut.
"Aduh bagaimana nih ,aku takut ... apa mati orang ini ... kenapa bisa masuk ke sini sih ... sial amat nih gue ....,"ujar Linda.
"Aduh ... takut ... sambil pegang dadanya yang berdetak kencang,seperti mau copot rasanya.
Linda semakin dekat dan kaget melihat sosok tubuh pria yang bertelanjang dada ,Linda berteriak menutupi mukanya .
"Aduh bagaimana ini ,mana ke buka bajunya ... sambil mengintip di balik sofa dalam posisi jongkok masih memegang dadanya yang masih berdetak kencang.
Apa aku lari aja ya keluar,kan aku pelari ?sambil berpikir keras.
Coba aku liat aja ,siapa ...?
Linda memberanikan diri melihat muka orang itu ,hah ... sepertinya aku kenal mukanya ,akhirnya Linda ingat.
"Oh! ... walah ... Linda berdiri dan bertolak pinggang ,kenapa si sombong ini lagi yang bikin masalah sih,kenapa juga bisa masuk ke kamar gue ,duh ya ... harus bagaimana nih .
Linda akhirnya mengambil bantal dan menyelimuti tubuh Artha.
"Dah ya ... diem di situ! ,'ga usah ke mana - mana.
Gue mau tidur !,"ujar Linda bicara sendiri.
Linda merebahkan dirinya di tempat tidur,mencoba tidur tapi tidak bisa ,kesal Linda,tapi lama kelamaan ketiduran juga Linda.
Pagi hari Artha terbangun kaget melihat muka Linda sudah ada di hadapannya dan dengan posisi sedang memeluk Linda ,Linda terbangun dan akhirnya mereka berteriak berbarengan.."wa ... aa ... ,oh!! ... kau ... saling menudingkan tangan,dan Linda menutup matanya melihat tubuh Artha , ... apa ... ?apa?... tanya Artha ,Linda menunjuk ke badan Artha ... Artha baru sadar kalau dia bertelanjang dada,Artha bangkit mencari bajunya,tapi belum ketemu sudah terdengar pintu diketuk ,membuat mereka berdua panik ,Linda terpaksa menyembunyikan Artha di lemari ,dan menutupnya.
Linda coba membuka pintunya ,ternyata room service mengantarkan makanan.
Aku tidak pesan makanan,maaf sambil menutup kembali pintunya,pengantar makanan itupun bingung.
Pengantar makanan mengecek kembali pesanannya ,betul ini untuk kamar 215 kan ,pengantar makanan itupun mengetuk kembali."Pagi mbak ,ini pesanan kamar 215 dari ibu Aulia ," ujar pelayan room service.
"Oh! ... mbak Aulia ,terpaksa Linda mengizinkan masuk ,pelayan itupun melirik baju hem laki yang tergeletak
didekat tempat tidur ,Linda buru - buru mengambilnya dan pura - pura memakainya.
Pelayan itupun berlalu dengan wajah kebingungan.
Linda menutup pintu dan menyandarkan tubuhnya ke pintu sambil mengelus dadanya yang berdetak kencang ,dan berjalan ke lemari menyuruh Artha keluar.
"Dah aman keluar !!
Linda mau liat sarapan apa yang di pesan Aulia untuknya,Artha yang melihat ada sarapan ,merasa lapar,perut sudah bunyi dari semalam belum makan ,ikut langsung mencicipi makanan tersebut,Linda tidak merasa keberatan ,Artha dengan mulut penuh makanan memandang Linda ... ya sudah makan aja ,"ucap Linda.
__ADS_1
Tidak seberapa lama ,telepon Linda berdering ,ternyata mbak Aulia ,Lin .... aku sudah di depan pintu nih ,buka .... mereka berpandangan panik ???