[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 1


__ADS_3

Peringatan!!


mengandung unsur dewasa , seperti kekerasan dan kata-kata kasar.


Harap bijak dalam membaca..


Pernah disakiti? ,tidak di hargai?


Selalu di kucilkan? ,di sepelekan? ,di hina?


Atau bahkan di hianati pasangan ??


Itu adalah makanan sehari-hari bagi Adzra.


Pemuda berusia 17 tahun yang masih kelas tiga SMA itu selalu mengalami hal-hal tersebut dalam hidupnya , apalagi sejak kematian kedua orangtua angkatnya.


Seakan keberuntungan tidak mau ikut dengannya barang seharipun.


Adzra tumbuh besar di panti asuhan.


Ia mempunyai sifat yang pemalu dan pendiam,namun Adzra anak yang baik.


Bicaranyapun sopan,ia juga suka membantu.


Membuat sepasang suami-isteri keluarga febiyan ingin mengadopsinya di usianya yang ke 7tahun.


Adzra sangat senang, akhirnya ia mempunyai orangtua.


Namun itu hanya sebentar, kini Adzra febiyan hidup sebatang kara , karena orangtua angkatnya meninggal dunia saat menaiki pesawat tiga tahun yang lalu.


Saat itu Adzra masih kelas satu SMA.


Saat itu ia masih gendut, kulitnya pun gelap ,bahkan rambutnya keriting.sehingga ia menjadi bahan ejekan teman-temannya.


Selalu di bully oleh kakak kelas,Teman sekelasnya juga sama.


Ada seorang anak lelaki yang sangat senang membully Adzra,namanya Beni.


Selalu mengerjai Adzra setiap hari, dan karena tubuh Adzra yang gendut, nama 'Gempal' pun ia berikan untuknya.


Sekarang, badannya begitu kurus ,karena seringkali harus menahan lapar.Ia harus hemat.


Ia belum pandai mengatur keuangan.

__ADS_1


Terbiasa apapun ibunya yang membeli dan menyiapkan.


Walaupun anak angkat, namun Adzra sangat di manja kedua pasangan suami-isteri tersebut.


Membuat Adzra tidak punya inisiatif sendiri.


Namun sekarang ia berusaha keras untuk menghidupi dirinya sendiri.


Ia berjuang melawan rasa malas dan sifat mengandalkan dalam dirinya.


Ia mempunyai uang tabungan yang lumayan banyak.


Pemberian dari orangtuanya ketika masih hidup,namun itu ia gunakan untuk biaya sekolahnya selama tiga tahun kedepan.


Untuk makan sehari-hari,ia mengandalkan gaji dari bekerja paruh waktu di toko-toko kecil sepulang sekolah sampai malam hari.


Setelah kurus ,ia masih saja di bully teman sekolah nya.


Ada yang menatap iba dirinya, namun tidak berani menolong.


Juga tidak ada anak yang mau berteman dengan nya.


para siswi juga sama, mereka enggan menyapa Adzra, apalagi berteman.


Sehingga mereka malas melirik Adzra.


**


Suatu hari saat Adzra akan pergi ke sekolah ia tidak sengaja melihat Beni yang sedang berbuat tidak senonoh di gang dekat rumahnya.


Beni sedang melecehkan seorang gadis dengan kedua temannya ,Aldi dan Erik.


Terlihat gadis itu sangat ketakutan, ia yang melihat seseorang akan lewat langsung berteriak meminta tolong.


"TOLO...Hmmmph"


Kedua teman Beni sudah memegangi tangannya.


Sementara Beni segera membungkam mulut gadis tersebut.


Sambil tangan yang satunya lagi meraba-raba dada gadis itu.


"ssstt....aku hanya memegangnya Riel!,kalau kamu teriak lagi ,kamu bakal aku p******!"

__ADS_1


Bisik Beni tepat di telinga gadis cantik yang bernama Ariel itu.


Membuat gadis cantik itu bergidik ngeri.Ia sangat takut.


Siapa di sekolah SMA BANGSA yang tidak mengenal Beni?


Dia adalah preman sekolahan yang sadis ,kejam dan juga cabul. Yang sialnya kaya dan tampan.


Sehingga para murid segan padanya.


Para guru juga menutup mata pada kasus-kasus yang sering dilakukan oleh Beni dan teman-temannya.


Adzra dilema ,antara ingin menolong atau tidak.


Ia takut jika Beni akan menghajarnya.Katanlah ia seorang pecundang.


Namun ia juga tidak tega pada gadis itu.


Ariel adalah primadona di SMA-nya.


Ariel memang tidak pernah membully nya.,namun ia juga tidak pernah membela Adzra.


Hanya jika ia melewati Adzra,siswa yang tadinya membully Adzra akan berhenti dan pergi begitu saja.


Adzra tau bahwa Ariel tidak mau bermasalah dengan Beni.


Kini ,Ariel sedang sangat butuh pertolongan nya.


Matanya melihat Adzra dengan begitu memelas.


Sementara Beni berusaha mencium pipinya.


Ariel menitikkan air mata.


'Bodoh..!,siapa dia mau menolong ku?, berulang kali saat ia butuh pertolongan pun tidak ada yang berani menolongnya'


Rutuk Ariel dalam hati.


"cup..."


Beni mencium pipi Ariel,kini berusaha mencium bibir nya sambil kedua tangannya meremas buah dada Ariel yang padat.


"Kalau kamu diam seperti ini,aku tidak akan kasar"

__ADS_1


Saat Beni memajukan bibirnya..


__ADS_2