[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 29


__ADS_3

[Lihatlah ekspresi gadis imut itu...! Sungguh kasian]


Adzra memandang Faya dengan perasaan yang.... entahlah..


[Cepat hibur dia tuan! , ingatlah bahwa dia sumber poin anda secara otomatis.]


Adzra segera menuruti kata-kata sistem. Tapi hatinya ingin sedikit mempermainkan Faya..akhirnya ia memilih akan memperkenalkan Ariel..


"Faya.. perkenalkan ini Ariel."


Wajah Faya begitu pucat. Ia berpikir Adzra keterlaluan.


"Ariel perkenalkan...dia Faya."


Ariel memandang Faya beberapa saat ,lalu memandang Adzra. Ia menyadari raut wajah Faya terlihat tidak baik. Tentu saja ,,Faya sedang dilema memilih pergi atau tinggal.


"Fay..duduklah...kamu pasti lelah berlari!"


Faya tidak menyangka Adzra akan bersikap biasa saja...Faya sekarang merasa sangat malu. Selama ini dialah yang kesenangan sendiri.


"Wajahmu pucat! , keringat juga bercucuran di dahimu!"


"Ayo minum dulu."


Faya tidak bisa berkata apapun lagi ,ia juga tidak menolak saat tangan Adzra mengusap peluh di dahinya. Ia terkesiap saat Adzra menariknya supaya duduk , lalu menyodorkan segelas air padanya.


"Ini??"


Faya kebingungan dengan sikap Adzra padanya. Bukankah ia sedang bersama kekasihnya?? ,tapi kenapa dia memperlakukan Faya seperti ini?? Faya menatap Adzra , tatapan penuh pertanyaan..


"Minumlah!.."


Perkataan Adzra seperti sihir..ia dengan patuh meminum air tersebut.


"Fay ,,,dia adalah Ariel teman baruku."


Ariel menatap Adzra tak percaya.. Teman katanya?? ,sejak kapan??


"Ah..."


'Hanya teman??'


Mendesah... Lalu ia melanjutkan kata-katanya dalam hati. Angin sejuk baru saja berhembus padanya. Seketika wajahnya kembali bersinar.


"Oho.. bukankah kamu Ariel??"

__ADS_1


Ariel mengangguk , batinnya berkata..pertanyaan bodoh macam apa yang di tanyakan gadis ini?? , bukankah mereka baru saja di perkenalkan!.


Seakan sadar dengan ucapannya ,Faya segera memberi penjelasan.


"Uhm.. maksudku kamu adalah Ariel primadona SMA bangsa!"


"Kamu terlihat berbeda. Jadi aku tidak mengenalimu."


Ariel tertegun beberapa saat. "Primadona"? ,yang benar saja! , apakah gadis ini mengenalinya sebagai orang lain?.


"Jangan bilang kamu tidak merasa?"


Ariel menggeleng. Ia memang tidak merasa menjadi primadona.


"Adzra ,coba kamu berkomentar. Bukankah Ariel sangat terkenal waktu itu?"


Faya menatap Adzra penuh harap.


Namun Adzra diam ,lalu ia menggelengkan kepalanya.


Ariel tertegun.. hatinya bertanya-tanya , apa Adzra mengenalnya?? ,tapi pertemuan pertama mereka mengatakan tidak. Di tambah ia lihat Adzra menggelengkan kepalanya ,itu berarti tidak. Tapi kenapa ia sedikit kecewa karenanya??


"Apa kamu lupa kalau aku murid pindahan?? ,jadi aku tidak begitu mengerti tentang itu.."


Bohong. Jika ia tidak tahu. Adzra tentu saja sangat tahu ,tapi dia bisa apa ,selain berbohong , mengatakan tidak mengetahui apapun.. Apalagi yang bisa dia lakukan??


"Apa kita semua berasal dari sekolah yang sama?"


Ariel tidak percaya , ternyata dia mempunyai teman yang berasal dari satu sekolahan... TEMAN?? bisakah ia menyebut mereka berdua sebagai temannya?


Faya mengangguk penuh semangat.


"Bagaimana kalau kita pergi keluar nanti???? , untuk mengakrabkan diri!!"


Faya memberi saran.


"Hari ini aku tidak bisa . Aku sedikit sibuk."


Ariel segera menolak ajakan Faya. Dia memang agak sibuk akhir-akhir ini.


Adzra mengulum senyum di bibirnya. Ia tahu Ariel cukup sibuk..tapi dia tahu kalau Faya tentu saja lebih sibuk. Tapi Faya berusaha meluangkan waktunya demi bisa dekat dengan Ariel..dan Adzra.


"Yah...apa boleh buat."


Faya mendesah ,ia kecewa dengan penolakan Ariel yang dilakukan secara mentah-mentah.

__ADS_1


Ariel jadi tidak enak hati setelah melihat ekspresi murung Faya..


"Uhm..aku ada kelas lain.."


" Mungkin setelah kelas selesai kita bisa pergi?"


Ariel terdiam sejenak ,lalu dia melanjutkan lagi kata-katanya..


"Oh... benarkah?? , Kalau Adzra bagaimana??"


Faya selalu bisa merubah ekspresinya secepat kilat... seperti membuka lembaran buku!


"Aku free hari ini. Jadi aku bisa kapanpun."


"Jadi ,Ariel... sebaiknya kamu memberikan nomor ponsel mu ,aku akan membuat grup."


Faya memang selalu sangat antusias.


Arielpun memberikan nomor ponsel nya pada Faya. Lalu Faya dengan cepat membuat grup baru yang beranggotakan tiga orang. Yaitu dia , Ariel ,dan juga Adzra. Mereka mengobrol begitu seru.. Hingga tak terasa dua jam sudah berlalu. Adzra mengingatkan Faya tentang itu.


"Fay... bukankah kamu ada kelas?"


Faya segera melihat jam tangannya. Ia tersenyum.. beruntung Adzra mengingatkan nya.


"Ah..ya Adzra , terimakasih telah mengingatkan aku. Aku masih ada waktu lima menit sekarang. Aku akan berlari.. atau dosen killer akan menghabisi ku.."


"Aku pergi ya...! sampai jumpa teman-teman.."


Faya berpamitan ,lalu ia pergi setengah berlari.


Ariel dan Adzra mengangguk dan melambaikan tangannya.


Setelah kepergian Faya , suasana menjadi hening.


"Aku sebentar lagi juga ada kelas."


Ariel membuka suara ,ia seru canggung sekarang.. dari tadi obrolan di dominasi oleh Faya.. sehingga dia hanya menimpali sedikit..


"Ya..aku juga ada janji lain. Jadi aku akan pergi sekarang."


Ariel menatap Adzra... perasaannya sedikit.... entahlah...


"Dah..,!"


Tanpa menunggu Ariel mengucapkan kalimat apapun , Adzra lekas pergi.

__ADS_1


Lagi-lagi Ariel merasakan perasaan hampa. Aneh memang , tapi itulah yang ia rasakan.


Kebersamaan mereka selama kurang lebih dua jam mampu membuat tembok pembatas di hatinya retak. Ternyata bersosialisasi tidak begitu buruk ,pikirnya...


__ADS_2