[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 14


__ADS_3

"Ternyata seperti ini rasanya naik pesawat?"


Adzra bergumam pelan sambil melihat keluar jendela pesawat.


"Mama dan papa sangat suka bepergian dengan naik pesawat. Selalu mengajakku supaya turut serta , namun aku selalu menolak , karena aku takut terjatuh."


Adzra berkata pelan pada dirinya sendiri sambil memejamkan matanya,, ada bulir-bulir bening yang menetes dari sudut matanya.


Ia sangat rindu masa-masa itu... walaupun bukan berasal dari darah dagingnya , mereka sangat menyayangi Adzra dengan sepenuh hati.


Terlalu larut dalam kenangan masa kecilnya , Adzra di kejutkan dengan pramugari cantik yang meminta Adzra memakai sabuk pengaman karena mereka akan segera mendarat.


..


Adzra meregangkan otot-ototnya ,ia merasa begitu lelah dan mengantuk.


Akhirnya ia memilih menyewa penginapan terdekat untuk beristirahat.


Hanya butuh waktu satu menit , Adzra sudah masuk ke alam mimpi.


Tidurnya sangat pulas ,ia terbangun saat merasakan perih di perutnya . Ia segera membuka mata dan meraih ponsel..


"Hah ? Sudah pukul satu dini hari?,,"


Tanyanya pada dirinya sendiri.


[Benar. Anda tertidur begitu pulas.]


"Kenapa tidak membangunkan ku?"


[Saya tidak tega.]


"Tapi aku melewatkan makan malam ku.... sekarang aku kelaparan.."


"Aku begitu malas untuk mencari makan di tengah malam."


[Anda belum memeriksa isi tas anda.]


"Ada apa disana?"


[Sesuatu yang akan membuat anda senang]


[Tara....]

__ADS_1


"Apa ini pemberian Susan?"


Terdapat beberapa roti yang dibuat sendiri oleh Susan berada di dalam tasnya.


[Siapa lagi?,apa anda berharap itu Fuji?]


"fufufu...anda bercanda! ,sudah saya ucapkan berulang kali bukan?? , bahwa saya sudah MUAK dengan wanita itu."


"Tentu saja Susan yang terbaik. Dia benar-benar menganggap ku adik."


[¯( ͡° ͜ʖ ͡°)/¯]


[Entahlah...]


**


" Tuan...Bocah itu sudah kembali ke tanah air , tanpa satupun kekurangan. "


"Bagaimana kondisinya?"


"Dia sangat sehat., apakah saya perlu mengurus tempat tinggalnya?"


"Tidak ,kamu hanya perlu memberinya pekerjaan."


"Bagaimana dengan ba****** kecil itu?"


"Keluarga nya telah menebusnya dengan uang yang begitu banyak, jadi ia akan keluar tiga bulan lagi."


"B*****..andai Ariel memberikan kesaksian yang sebenarnya, aku pastikan bahwa b****** itu tidak dapat melihat dunia lagi.


"Terus awasi ba****** itu !, jangan sampai dia melukai putriku ,,,kamu tahu apa yang harus kamu lakukan ,,Gerr?!"


Max sangat ingin membunuh saat ini. Hatinya dipenuhi amarah yang menggebu-gebu. Itu akan meluap jika putrinya di sakiti seseorang.


"Mengerti tuan.."


Sedikit merinding , kata-kata tuannya berarti 'bunuh dia , jangan sampai Ariel mengetahuinya'.


Gerry berusaha keras untuk selalu membuat tuannya senang. Ia selalu mengutamakan loyalitas di atas apapun.


**


"Papa tidak pergi bekerja?"

__ADS_1


Ariel sedikit menyerngit , mendapati papahnya masih saja di rumah , sementara jam menunjukkan telah pukul sepuluh pagi.


"Tidak ,hari ini papa ingin menemani Ariel."


"Tapi Ariel sudah punya rencana. papa....!"


"Tidak masalah. ,papa akan ikuti rencana mu?"


'Papa yang sangat keras kepala.'


Gerutu Ariel dalam hatinya.


"Huh.... jangan menyesal ya!"


Max mengangguk mantap.


Ariel masuk kedalam kamarnya , beberapa saat kemudian, ia keluar lagi dengan mengenakan dress putih bercorak love ,dan tas selempang berwarna biru muda , rambutnya ia kepang dua.


"Sangat cantik."


Max memberi pujian pada putrinya.


"Baru tahu ya?!, sebentar lagi putrimu ini akan menjadi semakin cantik pa.."


Ariel tidak mau terbang terlalu awal , menerima pujian papahnya. Papahnya harus tau ,bahwa ia bisa menjadi lebih cantik daripada seseorang.


Ariel segera menggandeng lengan papahnya. Ia memilih menaiki mobil papahnya ,lalu mengatakan kemana tujuan mereka pada sopir. Tempat yang membuat Max berpikir dua kali untuk ikut serta. Yaitu SALON .


Max memandang Ariel penuh harap ,akan tetapi yang di pandang begitu tak acuh.


Ariel tahu papahnya memandangi nya mengisyaratkan permohonan agar tidak datang ke tempat itu. Namun Ariel mengabaikan nya ,dalam hati ia tertawa.


'fufufu...tadi papa sangat ingin ikut bersamaku?, sekarang rasakan!'


***


Berhubung ramadhan telah datang...


Author mohon maaf lahir dan batin ya...reader's🙏🙏


Jangan lupa untuk terus mendukung author ya!!


Caranya?? Tentu saja dengan tapp 💙,memberi like👍dan juga komen🙏🙏🙏

__ADS_1


Terimakasih...🙏🙏


__ADS_2