![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
[Misi : Menaklukkan hati gadis telah berhasil!]
[Anda mendapatkan hadiah :Skill : Kata manis ,dan bonus poin sebesar 3.000 poin kehidupan.]
'Hng...'
Adzra masih berbaring di tempat tidur nya. Hari ini dia tidak ada kelas ,jadi ia memilih untuk bermalas-malasan.
[Perhitungan poin...mulai]
[Poin anda saat ini adalah 125.000. ]
[Poin tambahan adalah : 50 dari Ariel. 50 dari Tania. 200 dari Faya. Dan 80 dari anonim.]
[Jadi poin keseluruhan anda adalah : 125.380 poin.]
Hoam...
Adzra menguap.
'Siapa anonim?'
[hm...itu adalah gadis yang mengidolakan anda.]
'Ya... tapi di mana tepatnya?'
[Di kampus.]
'Oho....aku mulai jadi idola heeh?'
[Beberapa siswi membicarakan ketampanan anda ,ada juga yang membicarakan kepintaran anda..lalu saat mereka melihat anda secara langsung , mereka jadi jatuh hati...]
(๑♡⌓♡๑)
'Ah...ya ampun!'
'Aku menyesal tidak bisa membuat mereka melihat ku hari ini...tapi aku akan menutup penyesalanku besok... sekarang aku ingin tidur lagi.'
Setelah berkata demikian , Adzra kembali tidur.
Tok..tok..
Terdengar suara pintu diketuk.
Tok...tok.tok
Terdengar lagi. Adzra mendesah...dia ingin bermalas-malasan..tapi siapa yang mengganggunya?..
'Siapa lagi... pasti Sam'.pikirnya.
Adzra membuka matanya ,lalu ia berjalan membuka pintu kamarnya. Disana terlihat seorang lelaki dewasa dengan wajahnya yang masih tampan... lebih tampan daripada Sam.
'Tunggu...jadi ini ayahku?'
Ia bergumam pada dirinya sendiri.
[Benar. Bukankah anda sudah sering melihatnya?. Bahkan fotonya terpajang di dinding.]
'Ya. Tapi aku tidak pernah bertatap langsung ,sedekat ini.'
[Ya...tuan rumah pun sama.]
'Kapan-kapan kamu harus menceritakan tentang dia!'
Beberapa saat , hanya keheningan di antara mereka. Adzra yang sedang berdialog dengan sistem nya. Dan ayahnya yang mungkin sedang memikirkan sesuatu,, entahlah...
Hingga suara ayahnya memenuhi pendengaran Adzra. Suaranya sangat tegas.
"Nanti malam datanglah ke club x. Ada pertemuan penting."
"Jangan beralasan. Aku tahu hari ini kamu free."
Adzra menatap ayahnya tak percaya. Ini adalah pemaksaan!.
__ADS_1
"Tidakkah anda menanyakan pendapat saya terlebih dahulu?"
Beberapa saat ayahnya tertegun. Anaknya yang selama ini pendiam , ternyata bisa menyampaikan pendapat? ,dan tadi dia bilang "anda"?? kenapa terasa begitu asing??
"Kamu harus hadir. Jangan khawatir ,anak muda akan mendapatkan meja sendiri. Dan kami para orang tua tidak akan mengawasi ataupun ikut campur."
"Apa itu berarti.... ??"
"Ya..kamu hanya perlu berkumpul dan bersenang-senang dengan anak-anak dari para rekan kerjaku. Akan ada banyak orang ,dankamu bisa mencoba berteman dengan mereka. Atau apapun terserah kamu. Aku hanya mengharapkan kedatangan mu."
"Baiklah."
"Nanti sore aku akan mengirimkan beberapa baju yang akan kamu pakai."
Ayahnya ,tentu tidak ingin Adzra salah kostum. Ia yakin bahwa anak-anak dari rekan-rekannya akan tampil modis. Dan ia sebagai CEO perusahaan besar akan sangat malu jika anaknya kalah saing dengan rekan lain.
"Anda tidak perlu berlebihan. Di sini begitu banyak baju. Saya bisa mengenakannya."
Adzra merasa ayahnya sangat berlebihan.
"Tidak. Pakailah apa yang aku kirimkan nanti. Lalu minta pendapat Sam."
"Mungkin aku akan berangkat terlebih dahulu. Karena para klien sudah menunggu."
Ternyata ayahnya bersikukuh... Adzra jadi tidak enak jika menolaknya..
"Baik. Selamat bekerja."
Adzra mengucapkan itu ,lalu ia masuk ke dalam toilet tanpa melihat ,bahwa ayahnya begitu tercengang..
[Anda. membuat pak tua syok]
'Hm...'
Adzra bergidik...ia telah menahan untuk buang air kecil..dan sekarang rasanya sangat lega.
'Ah...aku tidak tahan.. lagi pula dia hanya ingin mengatakan itu , kan?'
'Apa dia masih disana?'
Gumam Adzra , sambil menggosok giginya.
[Untuk beberapa saat dia berdiri seperti orang linglung. Tapi sekarang sudah pergi.]
"Hm ..aku akan mandi.."
[Tidak berolahraga dulu?]
"Tidak."
***
Faya melihat ponselnya, menunggu seseorang membalas pesannya atau akan menghubungi nya. Sedari kemarin setelah pulang berbelanja , ia menghubungi Adzra beberapa kali ,namun tidak di angkat. Lalu ia meninggalkan pesan..namun tidak di balas. Dan sekarang nomornya tidak aktif..
"Huh... kamu dimana??"
"Ah... bukankah aku sudah tahu alamat rumahnya!"
Faya segera berdandan dengan sangat cantik. Tidak lupa ,ia juga memakai parfum yang aromanya sangat manis. Ia membayangkan seseorang mencium wanginya dan melakukan sesuatu dengan nya. fufufu...
"Apa yang aku pikirkan??"
Wajah Faya merona menyadari apa yang telah ia pikirkan.
"Kakak mau kemana? "
Faya terkejut ,ia kira adiknya sudah berangkat ke sekolah.
"Ah...kakak akan berkunjung ke rumah teman."
"Dengan dandanan seperti ini??"
Tania memicingkan matanya. Ia curiga.. biasanya kakaknya tidak memakai rok mini saat bepergian. Dan juga...ia mengendus bau harum parfum yang di pakai kakaknya. Sangat harum...hingga membuat perutnya lapar.
__ADS_1
'Ah..tunggu, pasti kakak akan berkunjung ke rumah kakak tampan...aku harus ikut!'
"Ada yang salah dengan dandanan ku?"
Faya merasa adiknya sedikit keterlaluan. Ia kan berdandan untuk Adzra..apa yang salah dengan gayanya..
"Aku ikut."
Tanpa Faya menduga , adiknya mengatakan sesuatu yang membuat ia jengkel.
'pengganggu.' gumamnya dalam hati.
"Kamu harus pergi ke sekolah!"
"Aku sudah izin. Lagipula kakak juga tidak berangkat?"
"Aku tidak ada jam pagi. Aku akan langsung berangkat siang , setelah pulang dari tempat temanku."
"Tidak mengapa kakak...aku bisa pulang sendiri."
Faya menghela napas..
Dan dengan berat hati ia menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan adiknya.
"Baiklah."
"Yeaay..kakak yang terbaik!.Tunggu aku lima menit. Aku akan ganti baju dulu!"
Faya memutar bola matanya jengah.
'Memangnya cukup untuknya berganti baju selama lima menit?? ,mungkin kalau dia mengatakan lima kali sepuluh aku baru akan percaya.'
Faya memilih memesan taxi online dahulu sambil menunggu adiknya. Tanpa ia duga , adiknya berdandan tidak terlalu lama. Hanya lima belas menit ia sudah keluar kamar sambil nyengir.
"Sudah??"
Tanya Faya.. meskipun ia sedikit jengkel pada adiknya , namun rasa sayangnya yang lebih besar mampu menghapus nya. Adiknya mengangguk penuh semangat
Taxi yang ia pesan juga sudah datang, jadi mereka segera pergi ketempat tujuan.
"Wow... rumahnya besar ya kak??"
Tania begitu kagum.. sama, Faya juga.
"I..i.iya"
Ia tidak menyangka , jika Adzra tinggal di tempat mewah seperti tempat ini.
Faya menekan bel di depan pagar. Lalu seseorang berbicara dari dalam tanpa membuka pintu , hanya membuka lubang kecil tepat di samping bel pintu.
Faya mengerti...ini demi keamanan pemilik rumah.
"Apakah ada yang bisa kami bantu ,nona?"
"Ya..saya ingin bertemu Adzra."
Faya menjawab dengan sedikit gugup.
'Hah...kan benar kakak pergi ke tempat kakak tampan. Untung saja aku ikut.'
"Ini dengan nona??"
"Saya Faya , temannya. Dan ini adik saya."
"Saya tahu alamat ini dari Adzra sendiri."
Faya merasa tatapan lawan bicaranya seperti merendahkan dia. Jadi ia sedikit emosi.
"Ah.. baiklah.."
Maid tidak pernah menerima tamu dari Adzra. Seingatnya , tuannya tidak pernah membawa temannya pulang . Namun melihat gadis ini begitu imut ,,dan juga cantik ia berpikir ... tuannya sudah beranjak dewasa ,jadi wajar saja. Lalu ia membuka pintu gerbang ,lalu mempersilahkan tamunya masuk dan duduk sambil menunggu tuan mudanya.
"Silahkan tunggu sebentar ,kami akan memanggil tuan muda."
__ADS_1