[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 16


__ADS_3

Adzra hadir saat acara sudah sampai di puncaknya. Meskipun ia sudah berubah menjadi tampan, namun ia masih sedikit tidak terbiasa. Akhirnya ia memutuskan untuk memakai masker guna menyamarkan identitas nya.


Terlihat para siswa-siswi di dampingi orang terdekat mereka seperti orang tua, kakak ,adik atau kerabat lain.


Para anggota OSIS menyiapkan acara dengan meriah. Guru-guru dengan bangga menyebutkan nama-nama siswa yang mendapat peringkat teratas. Terlihat wajah-wajah para orang tua berseri-seri menyaksikan anaknya mendapatkan penghargaan.


Adzra tersenyum kecut. Jangankan orang tua kandung yang hadir menyaksikan kelulusan... Orang tua angkatnya bahkan sudah berada di surga..


"Apa Ariel baik-baik saja?"


Ia bergumam pelan.


[Tentu saja ,anda tidak perlu menanyakan itu.]


[Coba lihatlah...disana ada para gadis yang terus penasaran dengan anda.]


'Mana?'


[Arah jam tiga..]


'Oh...ya..'


[Lihat??dia tersenyum pada anda!]


[fufu ..saya pikir skill :Daya tarik anda bekerja dengan baik.]


'Bukankah aku harus menyapa nya?'


[Kenapa tidak! ,ayo bergegas]


"Hai?? "


Adzra menyapa gadis perponi yang terlihat imut itu.


"Ya?? Ada yang bisa saya bantu??"


"Huum, ada. Tolong beri tahu saya ,siapa namamu?"


Blush..


[Hebat!...Anda bahkan membuatnya merona]


'Biasa saja!'


"Namaku Fay. Anda??"


'Haruskah aku menyebutkan namaku?'


[Tentu saja.]


"Adzra"


Tangan Adzra menggantung di udara ,ia berniat untuk bersalaman. Fay yang sadar lalu menyambut tangan Adzra dengan malu-malu.


'Tangan yang kecil... sangat imut'


[fufu.. cepat lepaskan ,atau dia akan mengira bahwa anda orang yang cabul.]


Adzra pun segera melepaskan tangan nya..


"M...maaf Fay ,saya tidak bermaksud..."


"Hem...tidak apa.."


"Apa kamu sendiri?"

__ADS_1


"Tidak..saya bersama teman-teman dan juga kakak saya. Orang tua kami diluar kota."


"Bagaimana dengan anda?"


"Saya sendiri "


Fay menanggapi dengan membulatkan bibirnya "o".. , lalu mereka terlihat canggung.


Adzra memecah kecanggungan dengan mengatakan bahwa ia ada urusan ,maka ia pamit.


"Semoga kita bertemu lagi. Kamu orang yang menyenangkan."


"Ya...saya harap."


"Adzra... bisakah saya menyimpan kontak anda?"


Wah... diluar dugaan ... gadis ini ternyata pemberani juga.


"Tentu saja , jangan hanya disimpan! ,tapi anda harus menghubungi saya!"


Fay mengangguk. Sebenarnya ia sangat malu ,tapi seperti ada dorongan untuk melakukan nya.


Setelah bertukar kontak , Adzra pergi ke kantor guru untuk mengambil ijazahnya , memasukkan nya ke dalam tas. Lalu ,ia berkeliling ,mengitari sekolahan sebentar sambil lari-lari kecil untuk menambah poin.


**


Ariel tampil sangat cantik. Ia mengenakan gaun kebaya berwarna biru muda , rambutnya disanggul. Ia juga di dandani dengan sangat natural.


Ada pria paruh baya yang masih sangat tampan , bahkan terlihat seperti bujangan di sampingnya. Menggandeng tangan Ariel dengan posesif , membuat Ariel sangat jengah dan juga malu.


Matanya terus menatap para siswa dengan tajam. Seakan memperingatkan bahwa siapapun yang berani mendekati putrinya ,maka harus berhadapan dengan nya dulu.


Ariel yang sudah di ambang batas kesabaran akhirnya membuka suara sambil menunjuk tangan papahnya.


"Kalau papa terus begini , Ariel tidak akan mau lagi mengundang papa ke acara sekolah."


"Jangan marah ,, sayang!!, baiklah papa akan mengalah.."


Walaupun Max mengatakan demikian ,namun tatapan matanya masih sangat tajam pada semua siswa yang berada di tempat tersebut. Membuat para siswa tidak berani.


Ariel terlalu lelah ,juga malu dengan sikap papahnya ,memilih keluar dan berjalan-jalan sebentar mengitari sekolahan.


**


Adzra penasaran ,dari kejauhan ia melihat seorang ayah dan anaknya yang sedang berdebat , terdengar begitu lucu , karena dari kata-kata yang ia dengar ,sang ayah sangat posesif pada putrinya. Adzra penasaran ,ia mencoba mendekati mereka secara diam-diam ,namun langkahnya berhenti saat ia mendengar nama "Ariel" di sebut.


"Ariel, katakan pada papa, jika ada yang mengganggumu."


"Papa akan memberikan pelajaran yang tidak akan mereka lupakan."


Max berkata dengan menggebu-gebu , setelah tadi ia sempat melihat beberapa siswi melirik ke arah putrinya lalu saling berbisik.


"No... papah...Tidak ada yang mengganggu Ariel ,okey!?"


"Jikalau ada , Ariel juga mampu mengatasinya."


Ariel berkata demikian , namun hatinya tidak begitu yakin. Jika meminta papahnya membantu , sudah pasti papahnya akan melakukan semua dengan sepenuh hati. Tapi ia malu untuk mengatakannya ,karena dengan mengatakan hal itu , berarti ia mengakui bahwa kehidupannya diluar selama ia kabur , sangat MENYEDIHKAN.


"Bagaimana dengan preman yang waktu itu kamu ceritakan?"


Degh!


..


'Beni' ,Batin Ariel menyebut nama itu dengan gemetar.

__ADS_1


"Bukankah dia dipenjara?"


Ucap nya sambil memalingkan wajahnya dari Max.


"Mungkin akan segera keluar , mengingat kejahatannya adalah hal yang biasa terjadi di jalanan."


"Penjara akan penuh ,jika orang seperti nya terlalu lama di dalam penjara."


Max mencoba memancing amarah Ariel dengan mengatakan hal tersebut , berharap putrinya akan menceritakan semua kejadian yang menimpanya.


Namun reaksi Ariel begitu masam ,ia menelan semua yang ingin ia katakan dalam hatinya.


"Begitukah pa??"


"Kalau begitu , Ariel akan mengambil jurusan hukum , supaya Ariel bisa menghukum mereka yang pantas di hukum dengan seadil-adilnya."


Ariel tersenyum pongah pada papahnya.


Max diam sejenak ,ia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran putri semata wayangnya itu.


Tapi Max akan selalu mendukung apapun jalan yang Ariel ambil.


"Apapun untukmu ,, princess."


**


'Kondisi Ariel sangat baik. Dan mungkin itu ayahnya.'


[Benar tuan]


'Aku akan pulang sekarang'


[Tidak tuan , sebaiknya anda segera mencari pekerjaan.]


'Hari sudah gelap'


[Ya. Tapi jika anda menundanya ,itu tidak baik untuk masalah keuangan anda.]


Sedikit berpikir ,lalu ia menghitung uang di sakunya.


"S***!!,,upsh"


Adzra segera membungkam mulutnya sendiri. Sejak insiden itu ,dia jadi sering mengumpat dan berkata kasar , walaupun masih wajar. Namun ia cemas ,jika itu berkelanjutan.


[fufufu...]


'Jangan mengejekku..aku ...aku dulu tidak seperti ini ,,huh !!


[Ya...dan saya juga sudah katakan ,jika dulu anda tidak ada waktu untuk itu]


Adzra tidak mau berdebat dengan Sistemnya. Karena yang dikatakan sistemnya adalah benar.


Ia berjalan menyusuri jalan raya, dan berhenti di depan sebuah toko yang cukup besar.


Di depan pintu terdapat iklan yang mengatakan bahwa toko tersebut sedang butuh tenaga kerja.


'Aku akan melamar pekerjaan di toko ini saja'


Adzra mengamati sekitar toko yang terlihat ramai. Ia bertanya pada pegawai toko tentang iklan yang mereka pajang ,si pegawai membenarkan. Lalu pegawai tersebut membantu Adzra untuk menemui bos-nya.


***


Makasih buat reader's yang selalu setia..πŸ™πŸ™


Jangan lupa terus dukung author ya..

__ADS_1


Tentunya dengan cara tapp πŸ’™ ,memberi πŸ‘ ,atau komenπŸ™πŸ™


__ADS_2