[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 25


__ADS_3

[Saya menyesal , karena telah meninggalkan anda begitu lama.]


"Jangan berkata demikian ,aku jadi merasa terharu."


"Tapi..kenapa kamu pergi begitu lama? aku kesulitan bersama saudarimu. Dia tidak sejalan denganku."


[Fufu... bukankah dia tidak membuat anda menjadi perempuan? ,jadi jangan lebay!]


[Dan ternyata saya butuh pemulihan sedikit lebih lama]


"Kamu....!, kamu benar-benar sistemku yang terbaik."


[Terimakasih , untuk pujian dari anda.]


[Anda sebelumnya terlihat begitu senang ,ada hal bagus?]


"Huh..kamu pasti sudah tahu! Jadi jangan tanyai aku!"


[Fufu...bersama saudariku beberapa minggu , ternyata sanggup menulari sifat suka merajuknya,,hem?]


Adzra tidak mampu berkata-kata lagi. Namun ia tidak mampu menahan senyumnya. Ia senang sistem yang sehati dan sepikiran dengannya telah kembali.


[Anda terlihat sangat tampan. Berbeda dengan beberapa waktu sebelum kita berpisah.]


Adzra mengangguk.


[ho... Skill : Tampan heh? ,Lalu apalagi ini? Skill :keterampilan?? ]


Yang di ajak bicara nyengir tanpa dosa.


Sistem membuang nafas panjang..


[Kenapa terburu-buru membeli Skill di saat saya tidak ada?]


"Apa tidak boleh?"


[Boleh]


Untuk beberapa saat , mereka diam. Lalu saat Adzra baru saja ingin membuka topik tentang Faya , ternyata gadis itu menelponnya.


"Hallo ?"


"......"


"Begitukah? ,tidak apa-apa..aku akan senang bertemu adikmu."


"....."


"Sampai jumpa nanti.."


[Anda harus tau bahwa saudaranya adalah seorang gadis kecil yang nakal.]


"Aku akan mengalahkan kenakalannya dengan ketampanan yang aku miliki."


[Semoga anda berhasil.]


Adzra tersenyum.


"Kita sudah sampai. Aku akan menunggu Faya di tempat yang sudah aku pesan."


Adzra segera turun dari mobil nya ,lalu ia masuk ke dalam resto. Ia dipimpin oleh pelayan untuk duduk di tempat yang sudah ia pesan sebelumnya. Ia berinisiatif memesan meja terlebih dahulu , karena ia tahu bahwa tempat ini akan sangat ramai jika di akhir pekan. Mengingat tempatnya yang strategis ,dan suasana di tempat tersebut begitu romantis. Banyak pasangan yang memilih tempat ini untuk berkencan. Ngomong-ngomong soal romantis dan juga kencan ,ia telah melupakan sesuatu. Yaitu meja mereka. Meja mereka di desain khusus untuk pasangan ,jadi hanya ada dua kursi. Lalu bagaimana dengan adik kecil Faya yang akan ikut datang kemari?


"Apa anda telah memesan tempat sebelumnya?"


Tanya pelayan itu , Adzra mengangguk.


"Baik. Jadi atas nama?"


"Adzra William."


Adzra menyebut nama belakang nya sedikit pelan ,Ia tidak terbiasa dengan nama William. Nama belakangnya selama delapan belas tahun adalah Febiyan.


Pelayan tersebut gugup untuk sesaat , karena ia mendengar nama William. Lalu dengan cepat ia menunjukkan tempat yang sudah tamunya pesan.

__ADS_1


Tempat itu berada di ruang yang mewah..menghadap ke arah jendela yang diluarnya terdapat pemandangan danau yang begitu indah.


"Ehm... bisakah saya mengganti meja? ,saya akan makan bertiga!."


"Eh..?, Sebentar...tuan silahkan tunggu di sini dulu"


Pelayan laki-laki itu segera melihat seluruh ruangan , apakah ada tempat lain untuk tamu VIP nya ini. Dan ternyata Adzra beruntung. Masih ada meja dengan empat kursi yang kosong , karena baru saja di tinggalkan oleh pelanggan. Para pelayan yang mengetahui seorang tamu VIP akan makan di meja tersebut segera membersihkan lagi tempat tersebut ,tidak ingin ada sedikit saja debu yang menempel disana. Setelah selesai , pelayan tadi bergegas mendatangi Adzra ,dan mengatakan bahwa tempat yang di inginkan sudah siap. Lalu Adzra berjalan ke tempat tersebut sambil melihat ponselnya. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lewat dua menit ,tapi Faya belum juga datang.


Adzra menghela nafas ,lalu ia duduk. Tepat saat ia mendudukkan bokongnya ,pintu masuk terbuka dan terlihatlah gadis cantik, dan juga imut memasuki ruangan ,ia tidak sendiri.Ia menggandeng gadis kecil yang tak kalah imutnya dengan dan kakak.


[Wow...Faya memang imut ,tapi adiknya lebih menggemaskan!]


'Hng...dan dia pasti masih di bawah umur.'


Pandangan mereka bertemu , Adzra segera melambaikan tangannya. Faya tersenyum begitu ia mengenali wajah itu. Itu adalah Adzra...tapi kenapa ia berubah...menjadi....menjadi semakin tampan dan mempesona. Faya sampai merona , karena mengagumi ketampanan Adzra. Faya melangkahkan kakinya menuju meja tempat Adzra berada.


"Sudah lama menunggu?"


"Maaf ya... aku telambat!"


Faya meminta maaf atas keterlambatannya ,itu karena ia harus mengajak adiknya yang sangat lama dalam berdandan ,ia tidak mau di rumah sendirian.


"Ayo duduklah dulu...aku tidak masalah. Aku juga baru saja sampai"


[Tapi bohong ^-^]


'Jangan mengacau!'


"Apakah itu adikmu?"


"Ya. Tania ,ayo perkenalan diri!"


Menjawabnya ,lalu ia melirik adiknya dengan jengah sambil menyuruhnya memperkenalkan diri.


"Halo kak! aku Tania."


Terlihat pipi Tania begitu merah. Entah karena blush-on ,atau karena hal lain...


'Cih...dia masih sangat kecil!'


[Apanya?]


'Kamu ingin aku menjawab apa? , bukankah kamu sangat tahu maksudku?'


[fufufu...anda orang mesum sejati.]


'Kemesumanku di sebabkan oleh kamu!'


Tangan gadis mungil itu masih melayang di udara. Ia ingin berjabat dengan Adzra , Adzra yang menyadarinya segera menjabat tangan itu.


"Adzra. Panggil saja kak Adzra."


"Wah... nama yang indah."


"Kakak kenal kak Faya dimana?"


"Ehm...di sekolah. Ah...lebih baik kita memesan makanan dulu. Pelayan!..."


Pelayan datang lalu menyerahkan buku menu ke mereka bertiga. Setelah mencatat pesanan , pelayan tersebut lekas menyiapkan pesanan yang mereka pesan ,lalu segera menghidangkannya setelah siap.


"Tidak bertemu beberapa minggu , ternyata kamu terlihat berbeda dari terakhir kali kita bertemu ya?"


"Benarkah? ,apa itu hal yang tidak bagus?"


Adzra bertanya pada Faya , matanya tepat menatap manik mata Faya. Faya begitu terpesona dengan tatapan Adzra , begitu terpesona dengan ketampanannya..


"Itu hal yang bagus.."


Ia menjawabnya sambil memutuskan kontak mata mereka..ia tidak sanggup berlama-lama bertatapan dengan Adzra. Ada perasaan aneh yang bersarang di hatinya saat ia menatap mata itu. Perasaan yang menggelitik dan juga mendebarkan.


[Uh...anda akan membuatnya menjadi pacar huh?]


'Entahlah.., yang pasti aku akan membuat dia jatuh cinta padaku dulu.'

__ADS_1


[Hng .. begitu juga bagus!]


"Kakak...kakak...aku ingin tahu alamat rumahmu!"


"Tania...!"


"Tak mengapa Fay...Alamat kakak akan kakak beritahu nanti. Tapi kamu harus main kesana oke?"


"Tentu saja! kakak sangat tampan. Aku akan main setiap hari."


Adzra tertawa mendengarnya. Sementara Faya... wajahnya sangat merah ,karena malu oleh tingkah adiknya.


"Berapa usiamu ,Tania?"


"Aku lima belas tahun.. empat bulan lagi enam belas!"


"Wah...masih SMP?"


"Aku SMA ,kelas satu!"


Ia menjawab sambil menggembungkan pipinya , sangat lucu.


"Apa kegiatan mu akhir-akhir ini Fay?"


"Hm...aku masuk universitas N. Karena murid baru , aku jadi sedikit sibuk."


"Oh ya? jurusan apa?


"Kedokteran..aku mendapatkan beasiswa!"


"Wow...hebat! "


"Kamu sendiri?"


"Aku juga sama! ,namun aku mengambil bisnis dan manajemen."


"Hah?.. maksud mu?... kamu juga disana?"


Adzra mengangguk.


"Ayo kak , segera habiskan makananmu! , jangan hanya mengobrol dengan kakak tampan."


Faya mendelik ,geram dengan saudarinya yang tidak peka. Tidakkah ia tahu kalau kakaknya ini sedang pendekatan.. bukankah ia sudah melewati masa puber?,Apa dia tidak mengerti ,jika kakaknya ini sedang berkencan?? melarangnya mengobrol ?? Yang benar saja!


Namun Tania tak acuh pada kakaknya. Ia sebenarnya mengerti ,jika kakaknya mencoba lebih dekat dengan pria ini. Tapi sungguh ia harus meminta maaf pada kakaknya , karena ia juga mencintai pria ini , tepat pada pandangan pertama. Jadi ia memutuskan untuk bersaing.


Maafkanlah adikmu...


Mereka berbincang-bincang , sambil makan. Setelahnya , Adzra mengajak mereka berjalan-jalan melihat danau buatan di samping resto.


Tentu saja Faya dan Tania dengan senang hati menerima ajakan Adzra. Mereka juga pergi ke taman dan ke tempat hiburan , bersenang-senang hingga malam.


"Kita sudah sampai Fay! "


"Hm...ya.."


Diliriknya Tania yang tertidur di belakang ,ia terlihat tidur begitu pulas.


"Aku akan membangunkan Tania..,ehm .. terimakasih untuk hari ini!"


"Ya... sama-sama."


Faya membangunkan Tania ,lalu berterima kasih lagi pada Adzra.


"Aku pulang ya! ,sudah malam"


"Aku pikir ,kamu mau mampir dulu , Hubungi aku saat kamu sudah sampai rumah hem?"


Wajah Faya terlihat murung.


"Lain kali aku akan mampir."


Adzra berucap sambil mengacak rambut Faya ,hal itu sukses membuat Faya salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2