[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 30


__ADS_3

[Tuan anda harus bersiap.]


"Untuk apa?"


[Mulai sekarang ,anda mendapatkan mendapatkan misi "Taklukan hati gadis!"]


"Gadis yang mana?"


[Gadis di sekitar anda ,tuan memiliki tiga gadis. Buat salah satu dari mereka , atau lebih... menjadi bucin.]


"hm..,aku mengerti. Misi diterima."


***


Akhirnya Faya tiba di kafe xx setelah menyelesaikan kelasnya. Di tempat tersebut sudah ramai..Ia mencoba mencari tempat duduk ,pandangan nya menyapu seisi ruangan. Ia melihat Ariel sudah datang dan sedang meminum minuman nya..Lalu ia berjalan kearahnya dan menyapa..


"Hallo , Ariel?? kamu datang lebih awal ya??"


"Tidak juga..tadi aku sempat ke toko buku dulu."


Ariel menjawab sekenanya.


"O... Adzra mana??"


Ariel memutar bola matanya , bukankah di grup chat tertulis ,jika Adzra sedang menuju kemari?..


"Dia bilang sedang di jalan ,, mungkin sebentar lagi sampai."


"Hng...aku tidak sempat membuka ponsel sejak tiga jam yang lalu...,tidak sempat."


Faya , seakan mengerti isi hati Ariel ,,diapum menjelaskan maksudnya.


Faya tipe orang yang mudah akrab ,dia mencoba mengakrabkan diri dengan teman barunya. Faya berbicara banyak hal ,semua hal dibicaraan mereka..


Lalu Adzra datang ,dan ia ikut bergabung.


"Sudah lama menunggu?"


Adzra bertanya sambil tersenyum...


Faya terpesona , untuk yang kesekian kalinya.. Ternyata Adzra sudah berganti baju.. tampaknya ia baru saja selesai mandi , rambutnya masih sedikit basah..dan baunya sangat harum.


Faya tersenyum , ia sangat sulit menyembunyikan senyumnya untuk Adzra.


"Ariel yang datang lebih dulu."


Ariel salah tingkah mendengar Faya berkata demikian..Ia merasa malu pada Adzra. Ariel mengatakan sesuatu ,tapi karena gugup ,ia menjadi tergagap..


"A...a.ku datang lebih dulu karena haus ,aku baru saja mampir dari toko buku."


[Fufufu...Hebat!!..anda membuat gadis ini salah tingkah!]


'Maksudmu Ariel??'


[Ya.]


Adzra menyeringai , jika Ariel bisa salah tingkah hanya dengan kedatangan nya ,maka ia akan membuat ia semakin salah tingkah lagi dengan....


[Seringai iblis!..anda merencanakan sesuatu?]


'Fufufu... jadilah penonton yang baik. Jangan ganggu aku ,paham?'


[huft..baik tuan.]


Adzra menyambar gelas minuman Ariel ,lalu meminumnya..

__ADS_1


"Aku juga sangat haus ,aku baru saja selesai nge-gym."


Faya sedikit cemburu , gelas itu adalah bekas Ariel. Itu berarti..bukankah mereka telah berciuman secara tidak langsung?


Disisi lain...Ariel sangat terkejut , wajahnya sangat merah bak kepiting rebus..ia bukan gadis bodoh..ia tahu arti dari seorang pria asing meminum dari gelasnya langsung. Tentu saja itu ...ciuman tidak langsung.


Lagi-lagi Adzra menyeringai.


[Wow...sekali dayung dua pulau terlampaui huh??]


'Bukankah ini ide bagus??'


[Ya... saking bagusnya ,anda tidak berpikir bahwa Faya akan cemburu.]


'Ah... benar juga'


Adzra meletakkan kembali gelas tersebut. Lalu ia pura-pura bodoh... bertanya pada Ariel tentang ekspresinya yang terlihat marah..


"Ah... ma'af aku telah meminum milikmu!..aku benar-benar haus.."


"Aku memang bersalah tapi kumohon jangan marah.. hem?"


Ariel tak bisa berkata-kata...


Sementara Faya tersenyum , mungkin saja Adzra tidak mengerti apa yang telah ia lakukan.


"Sudahlah...lagi pula itu hanya minuman. Aku akan memesan lagi.."


"Tidak Fay,,kamu duduk saja bersama Ariel. Aku yang akan memesan ,lagi pula kamu juga sepertinya belum memesan apapun?"


Faya mengangguk patuh. Ia tidak bisa membantah Adzra...


'Kenapa semakin hari ,kamu bertambah tampan??, aku jadi semakin suka kamu..huh...aku bisa gila!'


Faya hanya mampu bergumam dalam hati..ia belum berani menyatakan perasaannya. Ia melirik Ariel ,, terlihat Ariel masih diam saja. Namun gadis itu terlihat mengusap bibirnya.


"Aku memesan cookies juga..apa kalian suka?"


Adzra datang memecah keheningan di antara gadis-gadis nya...fufu.. terlalu awal untuk mengklaim bahwa mereka gadis nya..


Para gadis mengangguk bersamaan.


"Syukurlah.."


Tak berselang lama ,pesanan Adzra datang.


Jus apel seperti yang ia minum tadi untuk Ariel. , Sementara dia memesan espresso untuk dirinya sendiri ,dan milkshake dengan banyak krim untuk Faya.


Slurp...


"Ah segarnya!...kamu selalu ingat kesukaan ku!"


Faya berkata demikian ,sengaja . Ia ingin Ariel tahu betapa dekatnya ia dengan Adzra. Tanpa ia duga Adzra menekan sudut bibir Faya menggunakan ibu jarinya ,lalu menjilat nya.


"Dan kamu masih saja terkena krim saat meminumnya."


Adzra berkata seperti hal yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar.. Sehingga wajah Faya menjadi merah.. antara malu dan juga kesal..


Ariel tidak sanggup melihat hal itu ,jadi ia mengalihkan pandangannya. hatinya terasa diremas..ada apa ini?? Rasanya bahkan sedikit mual..


"Aku akan ke toilet dulu.."


Faya berpamitan ke toilet..ia ingin menstabilkan detak jantung nya..


Tak berselang lama , Adzra berpamitan akan menelpon seseorang pada Ariel..jadi ia permisi.

__ADS_1


"Aku akan menelpon dulu sebentar.."


Ariel mengangguk pasrah..ia masih bingung dengan rasa yang ia rasakan.


[Fufufu.. anda berhasil membuat penonton ini terkejut!]


"Bagus jika kamu terkejut. Aku akan membuatmu lebih terkejut."


[Saya tahu rencana anda!]


"Bagus. Coba lihatlah apa hanya ada dia di dalam?


[.....Ya. hanya dia fufufu... sebaiknya anda memberi petunjuk di depan pintu. Bahwa didalam sedang di perbaiki.]


"Kamu benar!"


Tidak jauh dari tempatnya berdiri , terdapat plang bertuliskan "Toilet rusak//sedang di perbaiki". Adzra segera mengambil benda itu dan menaruhnya di depan pintu. Sementara ia masuk.


Didalam terlihat Faya memejamkan matanya , menghadap cermin sambil menggigiti bibirnya..


'Wow... bukankah gadis ini terlihat ****?'


[Sangat.. Cepatlah,, sebelum gadis lain curiga!]


Dengan cepat , Adzra melangkah dan memeluk tubuh Faya dari belakang. Faya terkejut ,ia memekik ,ia memberontak..mencoba melepaskan pelukan. Namun Adzra memeluknya sangat erat.


"Sstt...ini aku"


Jantung Faya berdebar hebat..suara ini ..ia segera melihat ke cermin di depannya..


"Ugh . . Adzra...!"


"Heng??"


Adzra merengkuh tangan Faya dari belakang. Lalu mencium tengkuknya.


"A...a..a.pa yang kamu lakukan??"


Faya dengan terbata-bata bertanya..bukan ia tidak suka ,atau tidak mau..tapi ia bingung akan sikap Adzra yang selama ini sepertinya tidak menganggapnya..


Mendengar pertanyaan Faya , serta deru nafasnya yang memburu , Adzra membalikkan tubuhnya Faya..lalu membingkai wajahnya..


Faya tertegun.. lalu tanpa ia duga Adzra mengecup bibirnya..


Faya melotot kaget..


"Apa masih kurang jelas?? "


Adzra bertanya , dengan suaranya yang terdengar serak. Itu terdengar begitu menggoda.


Faya tersenyum ,lalu ia balas mengecup Adzra.


Mereka saling memandang daan... mereka melanjutkannya tanpa kata-kata.


Faya mulai terengah--engah , ia merasa kupu-kupu berterbangan di bawah perutnya. Ia tatap Adzra dengan pandangan sayu..


cup...


"Jangan lihat aku dengan tatapan itu.."


Adzra memperingati..lalu ia lanjut berucap..


"Atau kita tidak akan keluar dari sini!"


"Hah??"

__ADS_1


Faya seperti di sadarkan oleh keadaan.. bahwa mereka sedang bersama di dalam toilet umum..ah,, lalu bagaimana dengan Ariel??


__ADS_2