![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
{Nona Faya masih mencintai anda tuan. Bahkan cintanya bertambah besar. Tidakkah anda merasakan itu dari poin kehidupan anda?}
'Benarkah? Jika demikian , mengapa ia memperbolehkan gadis lain hadir dalam hubungan kami?'
'Ah...apa karena skill?'
{Benar. Namun Nona Faya mempunyai perasaan yang mendalam pada anda. Ia rela anda duakan asalkan dirinya tidak di tinggalkan.}
'Itu.. terdengar menakutkan.'
{Ya.. memang ,jadi apakah anda masih mau mendirikan harem?}
'Harem adalah hadiah. Namun juga sebagian dari misi untuk sistemku. Untuk membuat ku tidak berfokus pada satu gadis.'
{Ya..itu benar. Ternyata anda sudah tahu ya?}
"Bagaimana jika kita ke bioskop saja?"
Adzra bertanya hal lain ,tentu saja ia ingin mengalihkan pembicaraan.
Ariel mengerucutkan bibirnya lucu. Ia tahu bahwa Adzra sedang mengalihkan pembicaraan mereka. Namun ia tidak ingin marah. Ia menghargai pilihan Adzra ,ia juga tidak ingin memaksa Adzra agar bersamanya. Ia hanya merasa puas dan lega karena telah mengeluarkan isi hatinya yang sangat mengganjal dan mengganggu pikirannya.
"Boleh.. kebetulan ada film yang ingin aku tonton."
Ariel terlihat bersemangat , membuat Adzra tersenyum dan mengusap kepalanya. Sedangkan Ariel hanya pasrah mendapatkan usapan dari Adzra. Ia senang dan juga bahagia.
'Cukup seperti ini sudah membuat ku bahagia , jangan sampai kami menjadi jauh hanya karena keegoisan ku'
Begitu pikir Ariel.
***
"Hem..."
Adzra bergumam pelan , saat Faya memeluknya.
"Kamu marah padaku?? "
"Hum??masih marah??"
Faya semakin memeluk kekasihnya erat. Faya tidak lagi malu , karena mereka berada di rumah Adzra. Tepatnya di dalam kamar milik Adzra.
"Entahlah.."
__ADS_1
{Padahal anda senang bukan?}
'Ya aku senang ,tapi aku harus jual mahal .huh?
{Cobalah untuk mengelak. Anda tidak seru.}
'Jika aku mengelak , kamu juga akan mengolok-olok ,bukan begitu?'
╮(^▽^)╭
"Maafkan aku Adz."
"Aku sangat mencintaimu. Aku mengatakan itu pada Ariel , karena .."
"Ingin mengujiku?"
Adzra segera memotong kata-kata Faya
"Tidak. Sungguh."
"Aku benar-benar tulus...dan aku rela jika kamu menyukai gadis lain."
Faya menyangkalnya. Ia sungguh tidak ingin menguji Adzra. Ia tahu Adzra tulus padanya. Namun Adzra adalah Cowok Idaman yang sangat sempurna dan populer. Ia takut ,Adzra akan mencampakkannya jika ia terlalu posesif. Jadi ia memilih merelakan Adzra membagi cintanya.
"Kenapa? , bukankah seseorang biasanya tidak akan membagi sesuatu yang paling ia sukai?"
"Ya..namun aku lebih memilih membaginya dari pada aku tidak memiliki nya sama sekali."
Nada bicara Faya terdengar begitu sendu. Namun diluar dugaan ,Adzra justru merasa lega.
'Apakah aku masih manusia?'
{Xixixi...anda manusia tulen. Tuan}
Adzra menghela napas lega , setelah mendengar jawaban sistem. Ia merasa dirinya aneh.. terkadang juga berpikir bahwa dirinya bukanlah manusia.
Faya memandang wajah tampan kekasihnya ,ia tersenyum ,lalu mengusap wajah tampan tersebut. Sambil mengatakan sesuatu yang membuat Adzra terharu dan juga gemas di saat yang bersamaan.
"Aku berharap bisa bersamamu selamanya. Aku mencintaimu."
"Namun aku sadar , bahwa kamu semakin hari semakin tampan dan populer. Kamu benar-benar cowok idaman yang sempurna."
"Aku takut , kamu yang selalu di kelilingi cewek cantik dan **** akan segera berpaling dariku ,atau cewek-ceweklah yang akan memaksamu supaya menjauhiku."
__ADS_1
"Jadi sebelum itu terjadi ,akulah yang akan memilihkan cewek lain yang baik hati dan mau berteman denganku. Supaya dia tidak memonopoli dirimu."
Faya terus menundukkan kepalanya. Ia sangat malu , karena telah berkata demikian. Adzra menyadari bahwa pacarnya malu ,lalu ia mendekap erat tubuh mungil itu.
"Terimakasih sudah berpikir demikian. Aku menyayangimu Fay."
Faya mengangguk , namun ia masih saja menundukkan kepalanya.
"Jadi,, sekarang aku boleh berpacaran dengan Ariel hum?"
Faya tercengang dengan kalimat yang Adzra lontarkan. Ia segera memandang wajah Adzra sambil memelototkan mata bulatnya yang memerah.
Dalam sekejap Adzra tertawa terbahak-bahak.
"Khikhikhi... lihatlah penampilan mu Fay...fufufu..., maksud ku ekspresi mu."
Faya tidak mengerti , kenapa Adzra tertawa. Namun wajahnya yang sedang tertawa berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya. Faya menikmatinya.
"Kamu sangat imut..dan menggemaskan tahu..!"
"Hah?? Benarkah? ,aku tidak tahu..."
"Dan kamu sangat tampan jika sedang tertawa begitu!"
"Apa maksudmu , hari-hari lain aku biasa saja , begitu?"
Faya terkejut dengan wajah Adzra yang tiba-tiba menjadi serius.
'Apakah aku salah bicara??'
Faya bergumam dalam hati.
"Mana mungkin! ,kamu selalu tampan Kamu tidak pernah terlihat jelekBahkan saat kamu marah pun masih tampan saja."
Faya berkata tanpa jeda ,ia terus memuji kekasihnya yang memang benar-benar tampan.
"Stt...ya... iya. Aku memang tampan. Tapi jangan terlalu memujiku. Nanti aku terbang ...fufu"
Adzra tersenyum ,ia lalu berkata demikian sambil mengacak-acak rambut Faya.
"Hais...tapi aku serius. Kamu benar-benar..."
Adzra mengecupnya sekilas untuk menghentikan kata-kata Faya ,lalu mengajaknya makan malam bersama. Sedari tadi Sam dan yang lain sudah menyiapkan semuanya.
__ADS_1