[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 34


__ADS_3

Adzra menggandeng tangan Faya , menariknya hingga sampai di ruang belajar miliknya.


Setelah masuk , Adzra dengan cepat menutup pintu ,lalu menguncinya.


"Adzra...?"


Adzra tertegun untuk sesaat..,Faya memanggil namanya dengan sangat imut,, namun tidak mengatakan apapun. Ia hanya melihat wajah pacarnya yang sangat tampan tanpa sanggup mengatakan apa-apa.


"Humm??, bukankah kamu datang karena merindukan ku??"


Pertanyaan macam apa itu??,tentu saja Faya sangat rindu. Memangnya hal apalagi yang bisa membuat seorang gadis memberanikan diri datang ,tanpa di undang?? Jawaban nya tentu saja RINDU. Rindu yang sangat menyiksa ...xixixi


"Jangan tanyakan itu!,, semalam aku bahkan tidak bisa tidur!"


Faya merengut kesal...sebab ia ingat bahwa Adzra tadi berkata bahwa tadi malam dirinya kelelahan ,dan tidur dengan pulas. Sementara dirinya?? Huh...dia hampir tidak bisa tidur sama sekali..


Adzra tidak berkata apapun lagi. Ia tatap wajah Faya dengan cermat. Yang ditatap tentu saja menjadi salah tingkah sendiri.


"Kamu cantik..pacarku sangat cantik!"


Adzra memeluk Faya ,lalu ia berbisik di telinga kekasihnya.


"Hm...a..a..a.pa sela..ma i...ni..KYA..!!"


Faya sangat gugup ,ia mencoba membalas kata-kata Adzra dengan gagap. Namun sebelum Faya melanjutkan kata-katanya ,ia memekik.. terkejut , karena Adzra mengangkat tubuhnya lalu meletakkan nya di atas meja.


Di saat gadis itu akan memprotes tindakannya ,,Adzra dengan cepat membungkam mulut Faya dengan ciuman.


Faya tersenyum dalam hati,, rupanya ini hal yang ingin Adzra lakukan..


Faya terengah--engah... ia rasa ,ia tidak sanggup mengimbangi permainan pacarnya.


"Kenapa menatap aku seperti itu?"


"Kamu sangat rakus! ,aku sampai sulit bernafas!!"


Jawab Faya dengan ketus..


"Kamu akan tahu apa artinya rakus , ketika kamu tidak membawa adik perempuan kemari Fay!!"


Adzra menggeram...ia berbisik di depan wajah Faya. Faya?? jangan tanyakan dirinya...saking malunya mendengar kata-kata Adzra , wajahnya sudah sangat merah seperti kepiting rebus.


"Ma'af... sebenarnya aku mau datang sendiri. Tapi dia mengikuti ku!!"


Uh... Adzra tidak sanggup melihat wajah kekasihnya yang sedang memohon. Wajah itu begitu sayu , ditambah lagi matanya yang berkaca-kaca.. Sekali lagi ,Adzra menggeram.


"Kita bisa bermesraan sebentar , sementara adikmu berkeliling..."


Tanpa menunggu jawaban Faya , Adzra kembali beraksi. Tentu saja ia tidak butuh jawaban ,karena itu bukanlah pertanyaan..Namun.... pernyataan!


[Hati-hati.. jangan sampai anda menyakitinya ,,atau membuat bibirnya bengkak!]


'Pergilah!..aku tahu apa yang aku lakukan.'


[Mana mungkin saya pergi. Saya penonton yang baik. Fufufu]


[Anda sangat ber*****. Saya takut tangan anda akan..]


'Diamlah...aku butuh konsentrasi..!,memangnya apa yang salah dengan tanganku?'

__ADS_1


[Fufufu...saya takut sesuatu dalam genggaman anda akan pecah?]


'Hng..??omong kosong!..ini bukan silikon tahu!'


[Fufufu...itu memang asli.]


'Enyahlah...'


***


"Wuah... tamannya sangat indah kak!"


Tania berkeliling dengan Hana , sekarang mereka berada di taman.


"Kami selalu merawatnya.."


"Wah. .kakak rajin ya! ,ini bunga apa?"


"Itu adalah bunga sepatu yang telah di buat menjadi bonsai."


"Oh.. kalau yang itu...,lalu itu...ah yang ini apa namanya??"


Tania menanyakan berbagai macam jenis tanaman bunga ,Hana tidak sempat menjawabnya ,karena Tania segera menanyakan jenis lainnya. Hana yakin bahwa gadis ini tidak ingin tahu tentang jenis bunga tersebut. Ia hanya penasaran karena mereka begitu indah.


Hana mulai kesal sendiri ,lalu ia mengajak Tania melihat kolam ikan. Disana ada tempat duduk ,Hana berencana duduk disana sambil mengawasi gadis kecil ini.


"Nona ,mari kita melihat kolam ,sambil memberi mereka makan."


"Hah??kolam ikan??? mau-mau..."


Tania langsung membuntuti Hana ke kolam, setelah sampai Hana mengambil pakan ikan yang terletak disana. Lalu menawari Tania untuk memberi pakan ikan.


"Eh...apa tidak apa-apa??aku takut akan di gigit!"


Jawaban Tania membuat Hana diam sejenak , namun ia tidak dapat menyembunyikan sudut bibirnya yang mulai bergetar..Hana menahan tawa.


"Aku juga tidak bisa berenang!"


"Hahaha...hu...hu. hu..engh...hihi"


Hana tidak sanggup lagi menahan tawanya ,Ia bertanya-tanya...dari mana datangnya gadis ini? , Kenapa dia sangat aneh..,,tapi juga lucu!


"hihi ..hah...engh. ah maaf kan saya."


"Tapi memberi pakan ikan ,tidak perlu masuk ke dalam air ,nona."


"Hah?? benarkah?? lalu bagaimana??"


Wajah Tania begitu lucu saat bertanya demikian. Ia benar-benar sangat penasaran.


"Begini"


Hana mengambil segenggaman pakan , lalu melemparnya ke kolam. Terlihat ikan-ikan berdatangan memakan pakan tersebut. Lalu dia menyodorkan pakan tersebut ke Tania.


"Cobalah!"


Tania mengambilnya ,lalu mencoba mengulang apa yang dilakukan Hana .


"Ah .. ikannya berebut!.."

__ADS_1


Hana tidak menyangka , gadis yang tadinya terasa sangat menjengkelkan , ternyata cukup lucu.


Mereka memutuskan untuk melihat ikan ,lalu duduk sebentar di bangku yang telah tersedia disana.


"Sepertinya kita sudah pergi begitu lama kak?"


Tania mulai teringat dengan kakaknya , jangan sampai mereka melakukan sesuatu..Tapi disini ada banyak pelayan pikirnya.. pasti mereka tidak akan berani..fufu.


Nyatanya ,mereka justru semakin berani.. karena ini adalah kediaman Adzra. Dan juga mereka di dalam ruang pribadi.


***


Sam masih berkeliling butik milik keluarga William. Ia melihat-lihat baju lain yang mungkin akan cocok dengan tuan mudanya.


Ponselnya berdering , terdapat panggilan masuk dari tuan besar.


"Halo tuan. Baik saya akan kesana sekarang juga."


"Segera kemas pakaian yang sudah aku pilih."


Sam memerintah pekerja disana ,ia akan segera pergi. Tuannya memanggil.


"Baik tuan."


Dengan cepat , pekerja itu mengemas baju yang Sam pilih dengan sangat rapi. Lalu membantu membawakan ke dalam mobil.


Seperti biasa ,tidak ada kata terimakasih dari Sam. Meski begitu ,Sam sangat di hormati di sana. Ia adalah tangan kanan bos besar.


Sam mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia selalu begitu jika bossnya memanggil.


Setelah sampai , Sam segera masuk ,dan menghadap tuannya .


"Bagaimana Sam? "


"Pakaian yang paling cocok dengan tuan muda sudah saya bawa ,tuan."


"Oh ya? ,apa menurutmu itu terlihat bagus?"


"Ya ,tuan."


"Bawalah ini juga. Pakaikan itu padanya ,dan lihatlah mana yang paling cocok untuknya."


"Baik tuan."


Sam sedikit heran ,, karena tuannya begitu mengurusi fashion putranya. Namun ia tidak berani bertanya ataupun membantah. Seolah mengerti dengan isi hati Sam , Tuannya menjelaskan maksudnya.


"Disana terdapat anak-anak rekanku. Mereka pasti akan memakai pakaian mewah. Aku hanya tidak ingin Adzra mengenakan pakaian yang jelek."


'Pakaian jelek dari mana yang pernah di pakai tuanmuda?'


Batin Sam menjerit demikian. Karena ia sendiri yang mengatur pakaian tuan mudanya sedari kecil.


Ingin Sam membalas kata-kata tuannya , namun semua itu ia lakukan dalam hati saja.


Ia hanya mengangguk patuh.. mengerti dengan maksud tuannya..


***


Hay....Hay reader's...

__ADS_1


Happy reading!!


__ADS_2