[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 2


__ADS_3

Peringatan!!


Mengandung unsur dewasa, seperti kekerasan dan kata-kata kasar.


Mohon bijak dalam membaca🙏🙏


Saat Beni memajukan kepala serta bibir nya mendekat ke Ariel, tiba-tiba Adzra berteriak


"Lepasin dia Ben!"


"ck.. pengganggu dari mana yang mau mati?"


Desis Beni tidak suka , aktifitasnya di ganggu.


"Cih...,ternyata ada pahlawan kesiangan?"


ungkapnya tidak suka,melihat Adzra yang datang.


"Kalian berubah jadi bodoh setelah memegang bunga SMA huh?"


Umpatnya sambil melotot jengkel pada teman-teman nya ,atau lebih tepatnya ,pesuruh.


"Oke bos lanjutin aja aktivitas nya,kita akan menghajar dia"


Setelah Aldi dan Erik melepaskan tangan mereka dari Ariel, Adzra segera memberi kode lewat lirikan mata pada Ariel, supaya dia segera lari.


Ariel yang menangkap kode Adzra pun mengerti, namun ia merasa tidak tega pada Adzra, jika harus meninggalkan nya.


Pasti Adzra akan habis di pukuli oleh Beni.


Namun sekali lagi Adzra memberi kode, sambil berusaha mengalihkan perhatian Beni.


"Kamu pengecut!..b******* cabul"


Adzra mencoba memprovokasi Beni ,supaya ia tersulut emosi ,lalu lupa pada Ariel.


Dan ,benar saja .Beni yang tersulut emosi segera berbalik dan mengepalkan tangannya.


Sementara Ariel melihat mata Adzra. Ia mengucapkan maaf lewat sorot matanya yang melemah.


Lalu ia mundur perlahan , hingga tiada yang menyadari kepergiannya.


Kemudian iapun berlari berusaha mencari pertolongan.


"******.!"


Bugh


Bogem mentah mendarat tepat di pipi kiri Adzra.


Adzra tidak sempat mengelak, karena pergerakan Beni sangat cepat.


Disamping itu ia juga tidak pernah belajar bela diri atau semacamnya.


Adzra jatuh tersungkur ke tanah.


"Pegang dia!...aku akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah bisa di lupakan nya seumur hidup!"


Beni berkata dengan lantang.Ia sangat emosi saat ini.

__ADS_1


Kedua temannya mengangguk bersamaan. Lalu mereka memegang tangan kanan dan kiri Adzra.


Beni menyeringai, ia mengepalkan tangannya.


'Jika dengan ini Ariel tertolong, aku senang.'


gumam Adzra dalam hati.


Ia sadar, Jika Beni tidak akan mengampuninya.


Dan....


Buggh....


Buggggh.....


pllllak...


Plaaak...


buuugh


Beni melayangkan bogem juga tamparan keras pada Adzra tanpa ampun.


Adzra terpental saat Beni meninju perutnya dengan sangat keras.


Braakkk..


Adzra pun jatuh tumbang.Darah mengalir dari sudut bibirnya.Pipinya lebam kehitaman.


Namun ia tersenyum kecil, bahagia bisa menolong Ariel.


Gadisnya telah kabur!.


"B******! berani cari mati denganku rupanya?!"


Mengumpat.lalu berjongkok dan mendesis di samping Adzra.


Adzra sangat takut.Selama ini belum pernah Beni menghajarnya hingga babak belur parah seperti ini.


Cuihhh!


Ia meludah tepat di wajah Adzra.


Adzra memejamkan mata.ia begitu tersiksa dengan penderitaan ini.Harga dirinya hancur.


Sementara teman-teman Beni merasa ngeri.


Mereka yakin kalau Adzra tidak akan selamat.


"B*** s*****!"


Duaakk!


Duaakk!!


Beni menendang Adzra di dada dan perutnya.


"Uhuk...huk....!"

__ADS_1


Adzra terbatuk-batuk, lalu ia memuntahkan darah.


'b*** ini berani juga nolongin Ariel, sekarang rasakan akibatnya'.


katanya dalam hati setelah melihat korban nya muntah darah.


"Giliran kalian!..."


Seru Beni kesal.


"Patahkan kaki dan tangan nya,buat dia pincang kalau perlu lumpuh sekalian.."


Imbuhnya lagi memberi perintah.


Lalu Erik dan Aldi melaksanakan perintah tersebut dengan senang hati.


Mereka juga kesal , karena tidak jadi menjamah bunga idola SMA.


Buggggh...


Bughhh


Duuakk


Plakkk


Buggggh


bugh....


Mereka menendang meninju serta menampar Adzra membabi-buta.


Mereka beralih pada tangan serta kaki Adzra.


Aldi menginjak tangan Adzra hingga berbunyi "krakk".


Sementara , pemilik tubuh sudah tidak berkutik.


Ia pingsan sejak muntah darah.


Sementara Erik bersiap menginjak lututnya ,namun...


Dor!...


Dorr


" Berhenti dan Angkat tangan kalian."


Lima Polisi datang mengepung mereka sambil menembak kearah langit, memberi peringatan.


Erik segera berhenti dan tersenyum mengejek.


'Bocah ini sedang beruntung'


Ungkapnya dalam hati.


**Mohon like dan komennya ya kakak🙏🙏**


Supaya author makin semangat nulisnya😁😁

__ADS_1


__ADS_2