[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 46


__ADS_3

"Mari kita berkumpul di rumah ku"??


Faya tidak masuk akal. Kenapa dia menawarkan hal konyol pada Ariel di saat adiknya sedang tidak ada?. Tidakkah Faya tahu , bahwa ini adalah kesempatan untuk mereka berdua untuk bersama-sama dalam dua hari tanpa ada gangguan?. Begitulah pemikiran Adzra.


'Bahkan sistemku tidak dapat di ajak berkomunikasi. Sebenarnya dia ada dimana?'


Adzra masih terus mengamati kedua gadisnya yang sedang berbincang di ruang televisi milik Faya. Mereka terlihat serius ,kadang sesekali mereka juga bercanda dan tertawa. Sedangkan ia sendiri duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Ia melihat kalender lalu teringat sesuatu.


'Bukankah hari ini waktunya menghitung poin??'


'Sistem??'


'Kapan kamu kembali?'


Nguing...


Suara bising terdengar di telinga nya. Sangat bising hingga ia menutup telinga menggunakan kedua tangan nya. lalu juga terdengar suara yang tidak asing..


Tet....tet...tet


{Anda terlihat sangat sedih!}


"Hah???"


Adzra sangat terkejut , ia memekik begitu keras karena suara sistemnya yang tiba-tiba menjadi lemah gemulai.


"Ada apa? kenapa kamu berteriak?"


Faya berlari ke arah Adzra ,lalu bertanya karena khawatir. Tiba-tiba saja pacarnya berteriak begitu keras.


"Ah...ti...tidak Fay. Aku hanya kesal karena kalah memainkan game."


Adzra menunjuk ponselnya yang tergeletak di meja, lalu ia mencoba tersenyum setelah mencoba mengelabui Faya dengan kebohongannya. Tidak mungkin juga ,jika ia mengatakan bahwa sistemnya berganti menjadi gemulai. Bahkan ia tidak pernah bercerita bahwa dirinya memiliki sistem yang menakjubkan.


Faya tersenyum canggung. Lalu ia memilih kembali pada Ariel. Namun ia ingin meminta pengertian dari Adzra dahulu. Iapun mendekat pada Adzra dan berbisik.


"Maafkan aku , karena telah mengabaikanmu. Namun Ariel sedang membutuhkan kita. Aku harap kamu mengerti. hum??"


{Yeay... Cowok tampan , memang tidak mungkin jomblo.}


"Iya..aku mengerti Fay. Hiburlah dia ,aku akan berbaring disini."


"Tidak. Sebaiknya kamu masuk ke kamar ! , istirahat saja didalam."


Faya seakan lupa jika Ariel belum mengetahui hubungan mereka. Bukankah Ariel akan berpikir bahwa kedua orang ini mencurigakan?.


"Fay..aku tidak apa. Lagipula Ariel belum mengetahui tentang hubungan kita kan?"


Faya mengangguk ,lalu ia mengetuk kepalanya pelan.


"Oh...benar!.Tapi bagaimana kalau kamu letih karena berbaring di sofa?"


Faya benar-benar khawatir. Kekhawatiran yang tidak berdasar pikir Adzra. Namun sikap Faya yang selalu mengkhawatirkan dirinya terasa sangat imut. Ingin rasanya Adzra merengkuh tubuh mungil itu dan melakukan hal lainnya...


Namun Adzra harus membuang pemikiran itu , karena nampak Ariel melongok dari dinding pembatas. Saat pandangan Ariel dan Adzra bertemu , mereka tersenyum.


"Kembalilah pada Ariel , aku akan pulang sekarang."


Faya tidak dapat berkata apa-apa. Ia merasa lega , namun juga sedikit kecewa.


Adzra membalikkan badan Faya ,lalu mendorongnya supaya lekas menemui Ariel.


"Kalian bersenang-senang lah! .Aku akan pulang sekarang."

__ADS_1


Adzra melambaikan tangannya pada Ariel. Itu hanyalah hal kecil , namun hal kecil tersebut mampu membuat hati Ariel menghangat.


Sementara Faya masih diam mematung. Kepalanya dipenuhi banyak pertanyaan dan juga dugaan.


***


"Rumah ini masih terlihat ramai. Padahal aku sudah menyuruh Sam libur."


Adzra telah sampai di kediaman. Ia melihat beberapa maid menyambut kedatangan tuannya.


"Selamat datang tuan muda.."


Mereka memberi salam sambil sedikit membungkuk , seperti biasanya. Adzra tersenyum ramah.


{Omo....Omo...Anda Cowok kaya dan tampan. Anda juga baik hati...saya rasa , saya}


'Jatuh cinta?'


{Um. Anda benar..saya jatuh cinta pada anda tuan. Jadikanlah saya wanita paling beruntung di dunia ini dengan memiliki anda sebagai pasangan saya}


'MIMPI!!'


{Huh...anda masih saja selalu membuat saya kesal.}


"Aku lelah.. berikan aku pijatan yang mampu membuat ku tenang Ross."


Adzra berkata pada salah satu maid yang sedang menyambut kedatangannya ,yaitu Ross.


"Baik tuan."


Adzra menuju kamarnya ,lalu ia berbaring setelah berganti pakaian. Ia membiarkan pintu kamarnya terbuka . Dan terlihatlah Ross datang sambil membawa alat pijat.


"Masuklah.."


"Sepertinya anda sangat lelah. Saya akan segera memijat anda tuan."


Ross meletakkan peralatan di nakas ,lalu segera memulai memijat tuannya.


"Hemm."


Adzra malas menyahut. Ia hanya ingin di pijat saja.


{Anda menjadi sombong huh?}


'Yang benar saja. Kenapa kamu datang?'


{Karena saya harus datang.}


'Dimana dia?'


{Hais...dia siapa? Saudaraku? dia sedang istirahat.}


{Hais...Kita lama tidak berjumpa , namun sepertinya anda tidak merindukan saya?}


'Rindu? padamu? Padahal kamu yang meninggalkan ku , namun seolah-olah kamu yang tersakiti !'


{Sa...ya minta ma'af tuan. Saya tidak punya pilihan.}


{Saya kira ,anda telah melupakan saya.}


'Koreksi kata-kata mu!.'


{Ada apa dengannya?}

__ADS_1


'Seolah ,aku berusaha melupakan kekasihku saja.'


{Xixixi...}


{Jika saya manusia ,saya akan kegirangan karena dapat menyentuh tubuh anda.}


'Tiba-tiba kamu menjadi mesum.'


{Anda gurunya. Namun saya tidak bohong , kakak ini juga sangat senang , karena dapat memijat tubuh atletis anda yang berharga.}


'Benarkah? ,apa yang dia pikirkan?'


{Tuan muda sangat kekar. Sangat jantan. Sangat ****. }


{Lalu..pasti ******* akan *******}


'Kau mengelabui ku?'


{Saya berkata yang sebenarnya , tuan. Dia memang berpikir demikian.}


'Oh ya??Aku jadi takut. Namun juga senang.'


{Anda memang masih tuan yang sama dengan yang dulu , terakhir kita bertemu.}


'??'


{Tidak tahu? ,tentu saja ,anda masih sama saja. Mesum.}


'Fufufu..'


Mendengar bahwa maidnya memikirkan sesuatu tentang tubuh tuannya membuat Adzra menyeringai.


'Aku muak pada wanita-wanita seperti ini. Membuat ku selalu teringat kenangan lama.'


{Hah?? ,anda mengatakan sesuatu tentang masa lalu!. Bisakah anda membaginya dengan saya?}


'TIDAK.'


Hoammmm...


Adzra menguap. Setelah lelahnya berkurang ,ia mengantuk.


"Sudah ! ,aku sudah mengantuk ,Ross."


"Heh??...oh..baik tuan. Saya akan menyudahi pijatan nya. Silahkan anda beristirahat."


Ross terkejut , Karena ia sedang memikirkan hal lain..Namun tiba-tiba tuannya mengantuk dan ingin tidur disaat pijatannya baru setengah jalan. Namun ia mencoba mengerti ,dan pamit undur diri , meskipun batinnya banyak tanda tanya. Biasanya tuannya akan membiarkan ia memijat , meskipun tuannya tidur sekalipun.


Apa ia melakukan kesalahan? Apa ia menekan terlalu kuat ? Atau justru pijatannya tidak terasa sama sekali?. Pertanyaan Ross tidak menemukan jawaban. Karena pertanyaan tersebut hanya berputar di kepalanya saja , tanpa ia berani bertanya. Tentu saja ,jika ia berani bertanya maka ia yakini bahwa dirinya sudah tidak waras.


{Xixixi...mengusirnya dengan alasan mengantuk?? ,tidak maco.}


'Fufufu..kamu mau tahu maco yang sebenarnya?'


{Saya sudah tahu. Namun sepertinya saya akan mendengarkan jika anda memberikan saya pengetahuan lain tentangnya.}


'Kamu buka saja majalah dalam nakas. Berwarna abu-abu.'


{Yang ini??}


'Hum..lihat dan baca sampai akhir.'


Usai berkata demikian , Adzra memasang earphone di telinga nya ,lalu memejamkan matanya. Ia mencoba untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2