![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
Telinga Adzra mendengar suara orang yang sedang membicarakan suatu hal yang cukup serius. Itu tentang dirinya yang pulih dengan cepat. Dan orang-orang itu adalah dokter yang sedang memeriksa nya.
"Lihatlah dok, pemulihan pasien ini sangat cepat "
Kata dokter laki-laki.
"Ya ,anda benar. Sangat jarang ada pasien seperti ini "
Sahut dokter wanita ,sambil terus memeriksa anggota tubuh pasien.
"Dan itu kabar yang sangat bagus. Kita sudah bisa bernafas dengan lega ,tanpa takut tekanan yang diberikan mereka lagi."
Bisik dokter laki-laki itu begitu pelan. Namun Adzra mampu mendengarnya.
' 'Mereka' siapa???'
Batin Adzra bertanya-tanya.
"Baik ,apa yang anda rasakan saat ini ?"
"Saya merasa sedikit pusing ,saya juga sangat kelaparan."
Jawab Adzra begitu lemah.
"Itu hal yang normal. Apa anda merasa baik di bagian jantung ?"
Dokter wanita cantik itu bertanya.
"Itu...saya merasa baik."
Jawaban Adzra membuat mereka tercengang.
__ADS_1
Bagaimana mungkin itu baik, padahal mereka tahu betapa mengenaskan nya kondisi Adzra sewaktu dibawa kemari. Namun mereka juga terlihat sangat lega. Karena mereka akan segera mendapatkan imbalan yang sesuai.
"Bisakah saya segera pulang ?"
"Tidak !,maksud saya belum... Anda akan melakukan perawatan disini hingga anda benar-benar pulih."
"Butuh berapa lama dok ?"
"Itu sekitar tiga hingga lima bulan."
Terang dokter wanita , membuat Adzra syok.
"Ta...tapi...tapi saya tidak akan sanggup membayar biayanya dok. Saya rasa saya akan pulang saja."
"Anda tidak perlu khawatir tentang biayanya. Karena itu semua sudah ada yang mengatur. Anda hanya harus fokus pada kesehatan anda."
Dokter laki-laki itu segera menyela.
"Dan anda juga dapat mengerjakan soal-soal ujian anda disini demi kelulusan sekolah anda."
"Anda belum bisa makan ataupun meminum apapun ,selama anda belum buang angin dan juga urine. "
"Baik."
**
Ariel mulai kembali sekolah ,dengan penampilan nya yang luar biasa semakin cantik.
Ariel yang sekarang menggerai rambutnya , memakai bandana biru , warna kesukaan nya.
Kalau dulu , Ariel selalu mencepol rambutnya keatas saja sudah cantik, apalagi sekarang.
__ADS_1
Seragam nya juga sangat rapi dan wangi. Dan disampingnya berdiri tegak seorang bodyguard yang cool. Ia membawa tas Ariel yang berwarna biru muda , serasi dengan bandana yang ia kenakan. Semua mata memandang mereka begitu takjub.
Ariel merasa risi dengan tatapan teman-temannya itu. Namun ia memilih tidak memedulikan nya.
Ariel memang selalu cuek sejak dulu ,sejak pertama kali ia masuk sekolah disini.
Ia tidak berkomunikasi dengan baik dengan teman-teman lain. Ia hanya fokus belajar. Meski demikian,daya tariknya sangat kuat , terhadap laki-laki maupun perempuan.
Sesampainya di kelas , Ariel segera menuju ke mejanya. Bodyguard nya segera membersihkan tempat duduk Ariel , setelah bersih baru mempersilahkan nona nya duduk. Sementara ia tetap berdiri di samping Ariel.
Bel kelas berbunyi , waktunya belajarpun di mulai. Ariel merasa bosan , batinnya selalu bertanya-tanya tentang keadaan Adzra. Sejak kejadian itu, bayangan Adzra selalu ada di hati dan pikirannya.
Tak terasa, waktu istirahat telah tiba. Ariel menolak makan siang yang ditawarkan bodyguard nya ,ia tidak begitu selera. Justru ,telinganya mendengar para siswa dan siswi yang sedang membicarakan Beni ,dan juga Adzra. Ia begitu ingin mendengar apa yang digosipkan para murid ini.
"Hey... mana mungkin Beni t'gangs ,si preman kaya dan tampan di tahan polisi.."
"Itu benar...! aku melihat sendiri saat aku baru keluar dari penjara sialan itu ."
"Memangnya apa yang kamu lakukan di sana?"
"Seperti biasa, bodoh kakakku berulah lagi! "
"Jadi ,siapa yang berani melawan Beni? sampai memasukkan nya ke penjara??"
"sssst...ini rahasia...,tapi aku mendengar ia terus memaki Adzra. Ia juga bilang akan meniduri seorang yang dia sebut 'pe****r' dengan brutal ,jika ia keluar dari tempat terkutuk itu."
"B*** bodoh yang mau berurusan dengan Beni. Bahkan jika Beni meminta pacarku ,aku akan dengan senang hati memberikan nya dari pada mempertaruhkan nyawaku. "
" Ya...dan aku yakin ,jika Beni keluar nanti dia pasti akan membunuh pecundang itu..."
Lalu para siswa itu tergeletak bersama.., sepertinya itu adalah hal yang sangat mereka nanti-nanti.
__ADS_1
Ariel merasa sangat miris , padahal Adzra tidak pernah berbuat salah pada mereka.., tapi kenapa mereka begitu kejam?. Padahal Adzra hanya berusaha membantu nya !, Tapi balasan yang Adzra terima adalah kematian yang menanti , jika ia bertemu Beni..
Ariel sangat gundah...