![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
Kring...kring....
Suara alarm di ponsel Adzra terus berbunyi. Namun pemilik nya masih saja enggan untuk membuka mata.
{Tuan ,Ayo bangun!}
"Hng..."
{Tuanku...anda bilang akan berolahraga dulu , untuk menambah poin? ,ayo lekas bangunlah!}
"Hoammmm"
Adzra menguap sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Pukul berapa sekarang?"
{Ini sudah pukul enam lewat lima puluh menit}
"Apa aku lupa dengan alarm?"
Tanyanya sambil berjalan ke kamar mandi.
{Mana ada , itu selalu berbunyi sejak lima puluh menit yang lalu.}
"Hey!.., jangan mengintip!"
{Hoek...,itu tidak akan pernah. Saya akan menutup mata seperti biasa.}
Ekspresi sistem sangat dibuat-buat ,seakan ia akan sekarat jika melakukan hal tersebut.
"Fufufu...aku suka menggodamu!"
{Ya.. lakukan saja. Mungkin besok kita tidak akan bertemu lagi }
Adzra tidak menanggapi ucapan sistem , karena ia sedang menggosok gigi.
Setelah selesai ,ia segera berganti pakaian. Ia mengenakan trening panjang dan baju olahraga berwarna putih ,lalu memakai sepatu olahraga warna hitam. Tidak lupa sebelum keluar ,ia mengenakan topi dan mengambil ponsel serta earphone miliknya.
{Anda akan berolahraga di luar?}
"Ya...ini akhir pekan. Banyak gadis yang joging atau senam pagi di taman kota."
{O....anda memang yang terbaik.}
Adzra hanya tersenyum ,ia menyetel lagu kesukaannya ,lalu segera berlari menuju taman kota.
**
"Akhir-akhir ini tuan muda suka berolahraga."
Sam yang melihat Adzra berlari keluar rumah mengerti ,jika tuannya itu akan berolahraga , mungkin karena pakaian yang dikenakan nya?.
Sam mengontrol setiap penjuru rumah , terlihat para maid sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Lalu ia keluar ,menuju taman ,disana terlihat tukang kebun di bantu beberapa maid ,baru saja akan menyiram dan juga merapikan beberapa tanaman hias yang mereka tanam. Mata Sam terus menyisir tempat itu , hingga pandangannya berhenti tepat di gazebo. Ia sedikit meremas tengkuknya , karena teringat kejadian semalam.
"Huh.. wanita yang menyedihkan."
Gumamnya pelan.
***
'Aku mendengar bahwa kamu akan pergi besok?'
Adzra bertanya pada sistem.
{Tadi anda seperti tidak tertarik?}
__ADS_1
'Aku sedang sikat gigi heh! ,, dasar wanita memang suka merajuk'
{Heng. Mungkin besok saudaraku akan kembali ,jadi saya akan pergi huh!...saya memang suka merajuk.}
Adzra tersenyum , senyumnya membuat cewek-cewek terpesona.. Mereka melihat Adzra dengan pandangan memuja dan ingin memiliki.
'Kamu tahu?...aku akan merindukanmu! ,jadi berkunjunglah sesekali.'
{Xixi...anda kira saya dapat melakukannya seenak hati?}
'Lalu?'
{Saya hanya bisa datang saat saudaraku memanggil ,dan hanya bisa pergi saat saudaraku kembali.}
'Dengan kata lain , kalian tidak bisa tinggal bersama-sama disini?'
{Benar. Jika memaksa , mungkin anda akan tewas ,atau jika beruntung anda akan.... menjadi gila.}
Adzra bergidik ngeri.
'Aku tidak mau keduanya.'
Adzra merasa matahari mulai menyengat ,tentu saja ia berolahraga sejak pukul tujuh ,dan sekarang sudah pukul sembilan. Ia berpikir untuk istirahat sebentar ,lalu pulang.
"Sial...aku melupakan air mineral ku."
Ia menggerutu pada dirinya sendiri , tenggorokan nya sangat kering. Ia kehausan ,dari bangun tidur ia belum minum sama sekali.
Saat melihat sekeliling ,pandangannya bertemu dengan seorang wanita yang sedang meminum air miliknya. Ia menelan ludah...bukan hanya karena haus ,tapi juga karena wanita tersebut terlihat begitu ****. Ia meminum langsung di botol ,air terlihat mengalir sedikit dari sela-sela mulutnya ,lalu mengalir ke leher...dan juga dadanya... terlihat basah kuyup , Adzra menelan ludah sekali lagi. Wanita itu tersenyum pada Adzra.
Adzra mengangguk sebagai balasan. Ia sadar sedang berada di tempat umum ,akan sangat memalukan jika ia terpergok melihat seorang wanita secara terang-terangan.
Ia merasa sedikit aneh , karena sistemnya tidak menegurnya sama sekali saat ia memandangi tubuh **** seorang wanita. Padahal biasanya ia sangat cerewet.
"Sebaiknya aku pulang."
'Aneh...dimana dia?'
'Sistem??'
Tidak ada jawaban ,tentu saja karena sistemnya telah meninggalkan nya.
"Ternyata aku berlari sangat jauh.."
'Uh ..aku haus ..'
Ia merasa kehausan , namun masih terus berlari ,ia ingin segera sampai dirumah dan minum sepuasnya.
Adzra mulai melihat pagar rumahnya ,iapun mempercepat langkahnya.
"Selamat pagi tuan.."
Para maid berjajar rapi ketika melihat tuannya kembali , mereka segera menyapa tuannya secara bersamaan sambil menunduk hormat. Sangat kompak.
"Pagi... Berikan aku minum air dingin"
Adzra langsung duduk di ruang makan. Ia benar-benar lelah dan haus.
"Silahkan tuan.."
Ucap maid sambil mengulurkan segelas air dingin pada Adzra.
"Lagi. Bawakan aku sebotol besar air es."
Maid lain yang berada di dapur segera mengeluarkan sebotol besar air es dan memberikan nya pada Adzra. Adzra yang sangat kehausan segera menenggak langsung air es dari botolnya tanpa sisa. Para maid terbengong di buatnya. Namun tidak ada yang berani menegur ataupun bertanya.
__ADS_1
"Ah....lega.."
"Saya akan menyiapkan sarapan anda ,tuan."
Seorang maid membuka suara ,ia bertanya pada Adzra , ingin melayani nya.
"Hen??..aku akan mandi terlebih dahulu"
Adzra merasa dirinya sangat tidak nyaman ,karena keringat membasahi tubuhnya.
Dia maid mengikuti Adzra , mereka akan membantu Adzra mandi , seperti biasa. Selesai dengan kegiatan mandinya , ia bergegas ke ruang makan. Ia kelaparan.
"Dimana Sam?"
Sambil mengunyah makanan , matanya melihat sekeliling dan ia tidak menemukan Sam. Jadi ia bertanya pada maid yang melayaninya mengambil makanan.
"Sam pergi ke kantor pusat ,tuan. Tepat setelah anda pergi berolahraga."
"Ada urusan apa?"
"Tuan besar menyuruhnya mengantarkan berkas ,tuan"
"O..."
Tuan besar , adalah ayah Adzra. Ia selalu disibukkan dengan pekerjaannya , sehingga sangat jarang pulang. Namun jika di bandingkan ibunya , ayahnya jauh lebih sering di rumah , meskipun Adzra jarang melihatnya. Ayah Adzra adalah seorang CEO perusahaan besar yang bergerak di bidang tekstil . Jadi ia selalu sibuk , bisnisnya sudah merambah ke luar negeri. Sementara ibunya , adalah perancang busana yang di kontrak perusahaan luar negeri. Jadi ia tidak punya waktu untuk mengurus keluarga nya. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya ,ia sangat mencintai pekerjaan yang ia lakoni. Perancang busana atau disainer , adalah cita-citanya sedari muda ,ia juga bertemu dengan suaminya karena profesi yang ia miliki.
"Uhm...aku sudah selesai."
"Katakan pada Sam ,jika dia kembali nanti. Bahwa aku akan pulang larut."
Adzra berpesan pada salah satu maid. Ia tidak ingin Sam mencari atau mengganggunya nanti saat ia berkencan.
Fufu... bisakah ia menyebutnya berkencan?
"Ya??...eh..baik tuan."
Maid sedikit heran , biasanya tuannya tidak pernah keluar , apalagi sampai larut malam. Namun ia bersyukur , karena tuannya menitipkan pesan untuk Sam. Jadi mereka tidak perlu khawatir.
Adzra membenahi penampilannya. Ia memandang wajah dan penampilannya yang lumayan di depan cermin.. Lalu ia menyisir rambutnya.
"Sudah begitu gondrong.."
Gumamnya sambil mengikat rambutnya ,ia mencari ikat rambut ,namun tentu saja tidak ada. Sebelumnya rambut tuan rumah tidak pernah panjang. Adzra kembali menyisir rambutnya ,ia berpikir akan memotongnya nanti di salon.
"Oh...lebih baik aku meminta pendapat Faya.."
Ia berangkat memutuskan untuk lebih awal ,sambil terus bersenandung di sepanjang jalan.
Tiba-tiba ia menyerngit. Kepalanya terasa sakit , sangat sakit , hingga ia memutuskan untuk menepikan mobilnya. Lalu memejamkan matanya sebentar. Perasaan ini...ia pernah merasakannya..
Lalu..
[Anda terlihat bahagia!]
"Hng???"
( ´◡‿ゝ◡`)
"Kamu kembali? , setidaknya jangan memberikan aku rasa sakit ini! ,ini sangat tidak nyaman!"
Mata Adzra berkaca-kaca..ia sebenarnya orang yang cengeng. Meski kata-kata nya sedikit kejam.
****
Fufu...sistem telah kembali donk..^-^
__ADS_1
Selalu dukung author ya reader's.. Supaya author lebih semangat update..
Terimakasih untuk yang sudah memberi like 👍, komen dan juga 💙.. happy reading