[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 45


__ADS_3

Ariel dan Adzra terlihat begitu serius , mereka sampai tidak mendengar Faya yang terus memanggil mereka dari bibir pantai. Mungkin karena angin pantai yang terus berhembus telah membawa kabur suara Faya , membuat mereka tidak mendengar nya sama sekali.


Faya cemberut ,ia merasa di abaikan. Namun ini adalah pilihannya. Ia sendiri yang menginginkan mengikuti mereka berdua. Ia pikir mereka hanya akan bermain. Bukan bercerita tentang kehidupan seorang Ariel. Atau lebih tepatnya , Ariel mengajak bertemu dengan Adzra dengan alasan ingin curhat tentang problema nya. Faya tidak ingin mengganggu ,lalu ia memutuskan untuk kembali bermain air.


"Dari cerita mu ,aku mengambil kesimpulan bahwa ayahmu ingin menikah lagi ,tapi kamu tidak ingin hal tersebut karena tidak mau mempunyai ibu tiri?"


Adzra menyimak cerita Ariel dengan seksama tentang keluarga nya , tentang ayahnya yang sama sekali tidak pernah ia ceritakan pada siapapun.


Ariel mengangguk ,ia merasa Adzra orang yang tepat untuk berbagi masalah.


"Kenapa?"


Adzra bertanya , namun Ariel tak bergeming.


"Kenapa kamu tidak mau mempunyai ibu tiri?"


Adzra kembali bertanya


[Anda terlalu mendesaknya.]


'Tapi aku gemas. Aku ingin tahu alasannya.'


Beberapa saat mereka saling diam. Adzra yang gemas. Dan Ariel yang bingung ,mau memberi jawaban seperti apa.


Lalu Adzra melihat ke arah Faya yang masih bermain air dan tersenyum kearahnya.


'Faya gadis imut , pengertian dan sabar.'


'Tidak seharusnya aku menyakiti nya.'


[Anda dilarang mempunyai perasaan yang berlebihan.]


'Kenapa?'


[Itu akan membuat hati anda lemah.]


[Itulah sebabnya Sistem memberi anda bonus skill HAREM. Supaya perasaan anda tidak berpusat pada satu gadis saja.]


'Baiklah...aku mengerti.'


"Aku ...aku takut ,ayahku akan dikuasai oleh istrinya kelak."


Tiba-tiba Ariel berkata sesuatu , membuat Adzra sedikit terkejut.


"Hem... lanjutkan"


"Aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka di rumahku. Pacar papaku ingin segera menikah dan mengajak papaku tinggal bersamanya. Namun papa ingin meminta pendapat ku dulu. Dan perempuan itu terus membujuk ,ia juga mengatakan kalau papa tidak mau tinggal bersamanya ,maka dia yang akan mengikuti papaku."


"Aku marah.. mungkin karena selama ini aku tidak pernah mengetahui bahwa papa telah mempunyai pacar , atau karena ia menyembunyikannya dariku.


"Aku tiba-tiba masuk dan membuat papa terkejut. Ia seperti tertangkap basah sedang berselingkuh. Aku tidak pernah melupakan ekspresi papa waktu itu. Namun sebaliknya , perempuan yang bersama papa terlihat menyeringai."


Ariel bercerita dengan menggebu-gebu , namun Adzra menyela ceritanya ,ia bertanya


"Berapa kira-kira usia pacar ayahmu?"

__ADS_1


"Oh...itu mungkin baru awal tiga puluhan ,atau dua puluhan akhir."


Ariel mulai tenang lagi ,dan ia melanjutkan kembali ceritanya.


"Yah... pokoknya aku berdebat dengan mereka. Lalu dua hari setelah nya ,aku memutuskan untuk pergi dari rumah."


"Tapi ayahmu pasti kebingungan dan mencarimu kan?"


Adzra yakin dengan kata-katanya ,karena dari cerita Ariel sebelumnya yang ia dengar ,Ariel adalah anak semata wayang yang diperlakukan bagai princess.


Ariel menggeleng lemah. Hal itu tentu membuat Adzra heran.


"Aku melarangnya. Sebelum pergi ,aku meninggalkan catatan yang berisi ancaman. Namun aku tidak berpikir bahwa papa akan menurut begitu saja. Aku mulai berpikir , mungkin papa tidak lagi peduli padaku..."


Mata Ariel mulai berkaca-kaca , Adzra tidak tega.


"Sudahlah...kamu yang sabar. Jangan menyimpulkan sesuatu hanya melalui prasangka saja..Kamu yang akan terluka Riel..."


Adzra mencoba menghibur Ariel , meskipun selama hidupnya ia tidak pernah melakukan hal demikian.


Sementara Ariel yang terharu tidak bisa menahan air matanya. Namun ia masih terus menyambung ceritanya.


"Aku juga melihat papa dan pacarnya makan di restoran mewah yang biasa kami datangi disaat aku sedang kelaparan. Aku melihat mereka sangat mesra ,papa bahkan tersenyum hangat pada setiap hal yang diucapkan pacarnya."


"Hu...hu...papa tidak sedih atas kepergian ku barang sedikitpun. Papa tidak memikirkanku..."


Emosi Ariel mulai tidak terkendali ,ia menangis terisak-isak , Adzra mengusap air mata Ariel. Ia tidak mengucapkan apapun. Ia berpikir ,mungkin Ariel masih ingin bercerita. Dan benar saja ,Ariel kembali menceritakan hal-hal yang membuatnya sedih dan marah pada ayahnya.


"Namun aku harus mengakui kekalahan ku dan kembali ke rumah itu."


"Suatu yang buruk telah menimpaku. Aku di tolong oleh seseorang , namun orang tersebut malah sekarat karena ku."


"Aku bersyukur dan juga mengumpat secara bersamaan."


"Kenapa demikian? , bukankah bagus ada orang yang menolong..."


Tiba-tiba telinga Adzra berdengung ,ia sedikit tersentak.


[PERINGATAN!!]


'Ada apa??'


[Gadis ini adalah orang yang sulit untuk di hapus ingatannya. Saya curiga bahwa ia adalah karya sistem.]


'Bukankah kamu dapat mengenali mereka , saat pertama kali melihat , seperti waktu itu!'


[Ya...dan untuk gadis ini ,saya masih menyelidiki nya. Saya heran dengan itu ,namun sistemnya tidak terdeteksi oleh kami.]


'Apa maksudmu??'


Namun Adzra tidak dapat mendengarkan jawaban sistemnya. Ia jadi tidak fokus pada Ariel ,ia terus memikirkan "Apakah ada kemungkinan ,bahwa Ariel adalah karya sistem seperti dirinya?"


"Ya...aku bersyukur karena aku selamat. Namun orang yang menolongku benar-benar sekarat karena dipukul oleh mereka."


"Aku membantunya ke rumah sakit dan sebagai rasa terima kasih ku ,aku membiayainya. Namun Tabunganku tidak cukup untuk itu. Bahkan ia harus segera di bawa ke luar negeri untuk mencoba nya."

__ADS_1


"Dalam putus asa aku menangisi nasibnya dan nasibku ,aku mengumpat. Kenapa tuhan tidak mengirimkan orang yang pandai bela diri? Orang yang kaya? Orang yang ditakuti orang lain? ,kenapa tuhan mengirimkan seorang yang tidak pandai berkelahi sama sekali. Bahkan ia sering di bully. Juga sudah tidak mempunyai keluarga dan tabungan??"


Syat...


Jantung Adzra bagaikan terkena panah. Kata-kata Ariel sangat mengenainya.


'Terntnyata aku benar-benar pecundang ya waktu itu?..pecundang jelek yang miskin.?'


'Jadi Ariel orang yang menolongku.. tidak heran rupanya dia baik dan sepertinya kaya.'


'Sistem??,kamu tidak mendengarku??'


'Dimana dia?'


"Lalu kenapa kamu masih menolongnya?"


Adzra sebenarnya tidak ingin menanyakan itu , namun kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.


"Aku kasihan dan berterima kasih padanya."


"Jika membicarakannya ,kita butuh waktu lebih lama."


"Hem... sepertinya lebih baik kamu tidak menceritakan si penolong dahulu?"


"Heng....Aku memberanikan diri dan menekan egoku ,aku meminta bantuan pada papa.."


"Papahku sangat senang akan kepulangan ku , sikapnya sangat baik dan seakan melupakan masalah yang membuat ku pergi. Namun hatiku yang terluka olehnya ,membuatku tidak dapat berlaku sama seperti dulu. Aku menjaga jarak darinya. "


Pada saat Ariel mengatakan kalimat terakhir nya , Faya datang. Sepertinya ia sudah kedinginan.


"Adzra!!...Ariel!!!"


"Ya Fay?..Sini minum dulu "


Adzra memberikan minuman pada Faya. Faya langsung menerima dan segera meminumnya.


"Ah....segar!!"


"Sepertinya akan hujan. Ayo kita pulang!"


Faya mengajak Ariel dan Adzra pulang , karena langit di sore hari ini dikelilingi awan mendung. Namun Ariel diam saja , sebenarnya ia masih ingin bersama temannya.


"Ada apa Ariel?,Apa kamu belum ingin pulang?"


Faya memang peka ,ia segera mengerti keinginan Ariel.


"Sebenarnya ,aku masih ingin bersama kalian.."


"Namun cuacanya tidak mendukung. Mari kita pulang saja ,dan berkumpul di lain hari."


Ariel ingin...namun ia tidak boleh egois. Pasti Adzra dan juga Faya mempunyai urusan lain kan? ,ia tidak ingin menyita banyak waktu keduanya , sepertinya ia sangat tidak tahu diri ,jika seperti itu.


Namun diluar dugaan ,Faya justru menawarkan sesuatu yang membuat Adzra melotot ke arahnya.


"Baiklah..ayo kita pulang ke rumahku saja. Kebetulan adikku sedang tigak di rumah. Kamu bisa bersama denganku dan kalau mau ,kamu dapat curhat Riel."

__ADS_1


Ariel mengerjab-erjabkan matanya ,ia tidak percaya bahwa Faya sebaik ini...


__ADS_2