![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
'Kemarin kamu memberi saran ,bahwa lebih baik aku menerima undangan ini !'
[Ya ,benar.]
'Lalu sekarang? , setelah aku menuruti saranmu, bahkan kita baru saja sampai ,kamu menyuruhku pergi ke mool?'
'Yang benar saja!'
Kemarin sistem mengatakan bahwa sebaiknya Adzra menghadiri undangan dari club ,,tapi sekarang setelah ia menurut dan hadir , justru sistem melarangnya masuk. Bahkan menyuruhnya mendatangi tempat lain.
[Anda akan tahu saat tiba disana ,tuan..]
'Yang benar saja..kamu mengerjai aku!. sepertinya lebih baik pergi ke gym..'
Adzra kembali memasuki mobil sambil terus menggerutu..ia kesal pada sistem.
[Mengapa anda sangat ingin ke gym?]
'Aku ingin meninju hidungmu. Namun karena tidak bisa ,maka aku akan meninju orang lain saja disana!'
[Fufufu...Anda sangat suka merajuk]
[Baiklah..saya akan mengatakan alasannya sambil menuju ke sana , bagaimana??]
Mata Adzra berbinar..,inilah alasan ia merajuk. Demi informasi dari sistem nya.
[Saya tahu anda merencanakan sesuatu demi ini , namun saya tidak menduga ,bahwa anda akan memilih untuk merajuk..fufu ]
Adzra malu..dalam hati terus memaki sistem.. tentu saja sistem juga mengetahuinya.
***
"Jadi ,dimana dia sekarang??"
[Arah jam sembilan.]
"Ho..,dia masih gemar berganti pasangan "
Adzra bergumam sangat pelan. Ia teringat masa-masa SMA Beni yang selalu di kelilingi cewek cantik meskipun ba******. Tidak seperti dirinya , meskipun ia baik dan sopan namun nasibnya sangat menyedihkan ,atau bahkan mengenaskan karena harus menjadi korban bullying.
[Lupakan saja kenangan pahit itu ,tuanku. Anda tidak boleh pesimis. Anda harus percaya diri ,anda adalah cowok idaman, tahu?]
"puft...."
Adzra tidak sengaja menyemburkan tawanya , "aku cowok idaman"? bukankah masih jauh untuk mengatakannya??
[Lebih baik anda jangan mengeluarkan tawa seperti itu!]
__ADS_1
"Kenapa?"
[Bukankah terlihat aneh saat banyak mata yang memandang anda dengan penuh tanda tanya?]
Adzra melihat sekeliling ,dan benar saja. Banyak orang yang melihat kearahnya , beruntung Adzra memegang ponsel dan memakai earphone..jadi ia terlihat seperti sedang menelepon atau menonton sesuatu melalui ponselnya.
[Target akan pindah tempat , segera ikuti dia. Jangan lupa topi anda!]
"Hum...,kenapa berputar-putar terus.. membuat orang lain lelah saja"
[Ayolah...anda juga akan tertarik.. fufu]
Adzra sedikit penasaran.. mungkinkah sistem akan memberikan tontonan gratis??
[Mesum.]
'Hah??,, lalu??'
[Tapi mendekati...fufu]
'Fufufu...aku suka!'
[Ya..saya yakin itu]
"Sepertinya warna marun sangat cocok untukmu!"
Terdengar suara Beni dan juga seorang wanita sedang berdebat tentang sesuatu , entahlah apa yang mereka debatkan.
"Baiklah ,kita ambil keduanya. Aku akan lihat yang mana yang lebih cocok untukmu"
Beni mengalah. Namun ia menyeringai dan berbisik mesum.
"Aku pernah lihat celana d**** warna merah berenda yang kamu kenakan sangat cocok. Kamu terlihat Se**."
"Kya.....kakak!!"
Pipi gadis itu sangat merah..ia terlihat sangat imut.
'Ah... bukankah gadis itu memakai seragam SMP?'
[Ya..]
'Beni ba***** gila. Apa dia kekurangan cewek sampai menggait gadis di bawah umur.'
[Gadis itu adalah kerabatnya.]
'Lalu kenapa mereka berada di toko pakaian dalam ,lalu memilih bersama?'
__ADS_1
[Mereka akan ke pantai lusa , bukankah hal wajar jika memilih bikini?]
'Tapi...tapi..'
[Ya. Dari pancaran matanya ,tentu anda dapat melihat betapa Beni menyayangi saudarinya.]
[Ternyata Beni juga manusia. Ia juga bisa merasakan cinta dan mengekspresikan nya. Sangat manusiawi bukan?]
Adzra tidak dapat berkata apa-apa. Ia tak habis pikir dengan Beni.
'Berapa usianya?'
[Ya...sudah bukan anak-anak. Enam belas tahun.]
[Sebaiknya anda berjalan kearah pakaian dalam pria ,jika tidak ingin ketahuan mereka.]
Adzra menurut ,ia berjalan dengan malas ,di hatinya masih banyak tanda tanya.
[Jangan begitu tuan. Dia juga berhak dengan kisah asmaranya.]
'Diamlah..aku hanya masih syok dengan ekspresi wajah Beni yang seperti malaikat itu.'
'Bukankah itu berarti dia sangat menyukai gadis itu??'
[Ya..dan ia menjaganya dengan baik. Dan sesekali menggodanya.]
'Bukankah akan bagus jika..'
[Fufu...itu bagus. Namun saya ragu jika anda akan tega melakukannya.]
'Kita lihat saja nanti.'
Terbesit ide gila dalam pikiran Adzra. Ia ingin mencoba , namun masih ragu. Ia tidak sekejam itu ,ia hanya akan kejam jika Beni mengusik hidupnya yang sekarang. Ya ,ia memutuskan begitu saja. Jika Beni tidak mengusik dunia barunya,maka ia akan diam saja. Begitupun sebaliknya.Jangan tanyakan apa yang Adzra perbuat jika Beni mengganggunya ,karena sekarang ia memiliki kartu as Beni..yaitu orang yang Beni cintai.
"Ngomong-ngomong kita sudah melewati lima belas menit dari misi."
[Benar. Namun karena sudah berada di sini ,bukankah lebih baik anda berbelanja?]
'Maksudmu pakaian dalam? dirumah ,Sam sudah menstok sangat banyak.'
[Maksud saya untuk Faya!]
'Hah?? fufu kamu benar-benar...!'
[Dapat diandalkan!]
'MESUM.'
__ADS_1