[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 31


__ADS_3

Ariel yang terbangun dari lamunannya tentang Adzra , tentang hatinya...ia pikir apakah barusan ,ia merasa "Cemburu"?


"Kenapa Faya begitu lama?"


Ariel bertanya pada dirinya sendiri , pasalnya teman barunya sudah pergi sejak lima belas menit yang lalu.


***


Adzra membantu membenahi penampilan Faya. Membantu nya menyisir rambutnya ,dan mengancingkan kembali beberapa kancing bajunya yang sempat ia lepas..


"Keluarlah lebih dulu..dan jika ia bertanya ,katakan saja jika antre ,,atau apapun yang membuatnya tidak curiga!"


Adzra mengatakan demikian pada gadisnya , takut-takut jika ia tidak memberi alasan yang masuk akal.


Faya mengangguk saja..lalu ia mencoba meraih wajah Adzra ,dan mengecupnya sekali lagi.


Adzra menggeram.. mati-matian ia menahannya ,tapi gadis ini dengan sengaja menggodanya. Iapun meladeni Faya , membuat permainan dengan kasar. Faya sebagai pemula , sangat kewalahan.


"Jangan memprovokasi aku Fay...atau aku akan benar-benar hilang kendali"


Faya tertegun..ia melihat pancaran mata Adzra yang penuh akan gairah. Ia menyayangkan ini harus terjadi di waktu dan tempat yang tidak tepat. Adzra mendorong Faya , agar lekas pergi..


"Pantas saja tidak ada orang yang masuk.. ternyata dia sudah membuat rencana ini.."


Faya bergumam saat melihat plang di depan pintu toilet.


***


"Apa terjadi sesuatu? , Kenapa kamu begitu lama??"


Ariel bertanya..ia terlihat khawatir..


"Baru saja aku akan menyusulmu!"


"Hah??"


Untuk saja Adzra mendorongnya keluar , kalau tidak...


"Aku baik-baik saja..tadi aku sembelit ,dan ternyata toilet disini sedikit antre.."


Faya membuat senyum manis di wajahnya , berharap Ariel akan percaya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi padanya.


"hm...kamu harus banyak minum air putih."


"Oh ya..apa kamu tidak berpapasan dengan Adzra?"


Senyum di wajahnya luntur seketika ,saat Ariel memberi pertanyaan yang sulit ia jawab.


"Ah...aku...tidak melihat nya.."


Ia akhirnya menjawab dengan gugup.


"Benarkah?? ,ia bilang akan menelpon , tepat setelah kamu pergi. Tapi kenapa ia belum kembali?"


Ariel sedikit khawatir dengan Adzra..


Ariel tidak akan pernah menyangka bahwa Adzra dan Faya telah berlaku mesum di tempat umum...


"Oh.. Adzra mengatakan ada urusan mendesak ,Jadi ia sudah pergi. Dan ia mengatakan bahwa sudah melakukan pembayaran"


Faya memperlihatkan chat dari Adzra di dalam grup.


"Heng...begitu rupanya.."


Lalu mereka mengobrol banyak hal...mulai dari masa-masa kecil masing-masing ,hingga merek kosmetik yang mereka suka.


Mengobrol banyak hal tidak membuat Faya lupa kejadian tadi..ia berpikir kenapa Adzra tidak kemari?? ,kenapa ia memilih pergi?? apakah Adzranya pulang??


Namun sekali lagi , ia tidak bisa bertanya sekarang , namun nanti dia pasti akan menanyakannya.


***


[Tidak mau melihat gadismu lagi??]


"Uh..S*****..Aku bisa melihatnya lagi nanti!"

__ADS_1


Adzra menggeram.. sistemnya terkadang memang suka menjahilinya , seperti saat ini. Mengganggunya supaya tidak segera tuntas.


[Tentu saja , sekarang anda harus menuntaskan itu dulu...fufufu]


Saat ini Adzra berada di dalam toilet laki-laki. Dia berada di salah satu bilik untuk menyelesaikan sesuatu.


"Hah...."


[Saya salut... ternyata anda mampu menahannya , padahal anda sudah lama berpuasa. Anda bisa saja menerkamnya.]


"Aku tidak ingin membuatnya ketakutan."


[Tapi dia terlihat senang..]


"Itu karena aku belum melakukan nya. Coba saja kalau aku melakukan nya , apalagi ini tempat umum pasti dia akan sangat ketakutan."


[Itu jika dia belum pernah melakukan hal demikian..]


"Maksudmu?"


[Tidak ada...tuan]


"Jangan sembunyikan apapun dariku. Seperti dulu."


[Baiklah..anda pendendam ternyata.]


[Sebagai informasi penting...ia masih tersegel. Namun dia sering melakukannya sendiri.]


"Yang benar saja!"


[Jangan keluarkan suara..tuan. Kita tidak sendiri ,ada orang lain disini.]


'Hm... baiklah...'


[Kabar baiknya ,dia membayangkan wajah anda akhir-akhir ini..]


'Maksudmu....?'


[Benar!...Obyek fantasi...fufu..]


[Fufufu... pelajaran yang berharga huh?]


"Fufufu"


[Astaga...saya bilang jangan keluarkan suara. Kenapa anda tertawa begitu kencang. Membuat orang lain ketakutan saja ]


***


Faya dan Ariel memutuskan untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan.. mereka ingin berbelanja produk yang mereka bicarakan tadi.


Sementara Adzra keluar dari toilet , setelah Faya memberikan kabar bahwa mereka sudah pergi ke tempat lain. Adzra lega...


Adzra merasa hari ini begitu melelahkan ,ia berniat pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah ,tanpa meminta.Sam menyiapkan segalanya , seperti biasa.


" Sam.."


Adzra memanggil Sam , ia menginginkan sesuatu.


"Ya ...tuan?"


"Aku ingin di pijat."


Terlihat ,Sam terdiam beberapa saat ,lalu ia berkata...


"Lusi dan Ross sedang cuti tuan. Apa anda mau di pijat oleh yang lainnya?"


"Hm... siapapun."


Adzra akui ,Lusi sangatlah mahir memijat begitu juga Ross ,namun Ross masih kalah dengan Lusi. Tapi ia tidak tahu yang lainnya..karena belum mencobanya..


"Dan seperti biasa Sam... sebelum pijat aku akan mandi dulu."


"Baik tuan. Saya akan mengirim maid untuk melayani anda."

__ADS_1


Sam sangat tahu , bahwa tuannya akhir-akhir ini suka di layani oleh para maid. Ia maklum , sekarang tuan mudanya sudah beranjak dewasa. Ia butuh kesenangan lain. Tidak seperti dulu ,apapun harus Sam yang turun tangan.


"Ah... segarnya.."


Adzra menyugar rambutnya kebelakang , menampilkan wajah polosnya yang berhias titik-titik air..para maid yang melayaninya tersipu.


"Siapa namamu??"


Adzra bertanya , karena maid yang membantu nya mandi terasa sedikit familier..


"Saya Yasmine tuan...dan itu Hana."


Tanpa Adzra menanyakan nama temannya ,ia memberi tahu. Ia tidak ingin temannya salah paham.


"Oh Yasmine? ,dan Hana??"


Seolah Adzra mengerti isi hati Yasmine..


'Aku ingat...wanita ini .. Yasmine. Dari suaranya,dia adalah gadis di malam itu.'


[Malam mana yang anda maksud?]


'Kamu tidak tahu!...Dia sepertinya partner Sam.'


[Wow...Jakpot.]


'??'


[Anda mulai tegang saat ini. Anda bisa melampiaskan itu dengannya.]


'Serius?'


'Aku takut dia menolak!.'


[Maka belilah skill: Pesona]


'Huh...modus!'


[Terserah anda..jika tidak mau.]


Adzra memejamkan matanya ,ia meresapi sentuhan dari maid yang mengelap tubuh nya.


"Karena anda akan pijat ,maka kami tidak membantu anda memakai baju.."


Yasmine berkata dengan lugas ,ia begitu profesional. Padahal jiwanya meronta-ronta...


"Baiklah..kalian boleh pergi. Terimakasih!"


Mereka mengangguk ,lalu meninggalkan Adzra.


Maid lain masuk untuk memijat Adzra ,ia segera melakukan pekerjaannya setelah merlihat Adzra sudah membaringkan tubuhnya di kasur.


"Pijatan yang lembut.. Coba lebih lama di bagian itu!"


Adzra memberi perintah , saat tangan nya yang terasa pegal berangsur-angsur membaik saat di pijat.


"Otot anda sedikit tegang. Mungkin lelah.."


Adzra tidak memberi tanggapan. Ia memang lelah..dan sekarang ia mengantuk.


[Ya ...maid benar. Lelah melakukan sesuatu..fufu]


'Dasar..! yah.. memang benar..'


'Sekarang aku mulai mengantuk..kamu jangan mengajakku bicara lagi!'


[Anda tidak mau mendengar perolehan poin?]


'Nanti saja..'


Adzra terus menguap , ia memejamkan matanya , pijatan lembut dari maid ini membuat nya merasa nyaman dan... mengantuk..lalu ia tidur.


Maid tersenyum malu.. Tuannya tertidur tanpa busana ,hanya handuk yang melilit di pinggang nya saja yang menempel di tubuhnya.


Ia meninggalkan Adzra ,setelah dilihat tuannya tidur dengan pulas.

__ADS_1


__ADS_2